Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Isi kepala kau..


__ADS_3

Maride dan Baros membawa Albert duduk di taman belakang dekat kolam renang agar lebih santai, sementara Yani memilih pulang diantar oleh sopir keluarga Leo.


Paras dan Leo masih disibukkan dengan kesibukan menghilangkan rasa mual yang masih dapat dirasa oleh pria berbulu itu. Mereka enggan mendengar celotehan Maride karena pasti akan memaki maki Albert Einstein selaku pria durhaka yang telah mengecewakan seorang gadis.


"Jadi, apa isi kepala kau Albert? jika kalian memang tidak ingin menikah, mengapa kau rusak anak gadis orang? kau tahu, Yani adalah wanita baik baik, tentu dia menyerahkan semua padamu karena keyakinannya, bahkan dia berani mengambil resiko apapun itu. Lihatlah, duduk didekat kau saja dia tak sudi. Apa tidak ada rasa kasihan mu pada Yani? atau rasa sayang kau? Mami bukan mau ikut campur dalam urusan kalian, tapi karena aku punya anak wanita dan itu akan membuat hancur perasaannya. Apa lagi kau menyerahkan dia pada Fredy adikmu! nggak bisa rupanya kalian bicara?" tanya Maride menatap lekat wajah pria tampan Jerman itu yang tengah duduk mematung dihadapannya.


Albert benar benar termenung, sebenarnya dia malu hingga Maride dan Baros harus turun tangan untuk masalah pribadinya.


"Bukan gitu Mi, kemaren saya memang sangat bingung karena Fredy memohon pada saya! saya benar-benar nggak tahu harus berbuat apa sehingga rela mengalah demi adik saya Fredy," jelas Albert membuat darah Maride sedikit mendidih.


Maride mencubit paha Baros yang duduk disampingnya, "lihatlah Pi, dia pikir ganteng kali wajahnya? tampang aja gagah, otak berisikan otak otak tanjung pinang. Untung bukan Berlin yang kau gini kan, kalau anak ku! sudah aku lipat kau masuk peti kemas untuk di jual ginjalnya," geramnya.


"Iiiighs, Mami horor banget, masak aku harus hidup satu ginjal? sementara aku hanya orang yang tengah dilanda kebingungan dalam dunia percintaan," rungut Albert.


Maride mendengus kesal, "terus apa rencana kalian? apa yang akan kau lakukan untuk membujuk Yani?" geramnya.


Albert menyandarkan tubuhnya lebih dalam dikursi, dia mengingat kisah indah bersama gadisnya. Apa yang telah dia lakukan kemaren adalah sebuah perasaan cinta yang menggebu-gebu, agar Yani tidak bisa lepas darinya.


"Aku akan tetap menikah dengan Yani, Mi. Itu janji aku sama Mami, walau aku harus menerima makiannya, atau bahkan dia menghindar dariku, aku tetap akan berjuang untuk mendapatkan cinta Yani kembali," janji Albert.


Maride mengangguk mengerti, "aku akan coba untuk bicara dengan Yani, tapi aku nggak yakin dia masih mau sama kau. Karena aku tahu Yani, dia wanita keras kepala dan akan melakukan apapun untuk melindungi dirinya sendiri dari perasaannya. Dia itu wanita tangguh, sama seperti Paras menantuku," jelasnya.


Albert tersenyum tipis, jika dibandingkan Paras dan Yani, tentu dia akan memilih wanita dewasa yang gendut itu untuk menjadi bagian hidupnya, karena pria Jerman ini sangat menyukai wanita dewasa dibanding berurusan dengan anak anak seperti Yani.

__ADS_1


"Jujur Mi, aku masih memendam perasaanku sama Paras, jika aku boleh memilih aku siap bersaing dengan Leo dibandingkan Fredy," ucapan Albert menyulut emosi dalam diri Maride.


Plaaaak,


"Dasar kutu kupret kau! kau pikir menantuku mau sama mu? kau sama Leonal tidak bisa bersaing, karena Paras sangat mencintai Leonal dan nggak akan dia mencintai laki laki seperti mu. Tahu kau Albert!" bentak Maride menatap lekat wajah pria bule yang memerah setelah menerima tamparannya.


"Haduuuh, perih Mami!" rengek Albert mengusap pipinya.


"Biar tahu kau yah! aku memang tidak tahu bagaimana kalian di Melbourne sana! tapi aku tahu cerita kedekatanmu dengan Leo. Kau selalu menganggap Leo itu lemah dan tidak memiliki potensi diri. Dari dulu, keluargaku masih ada disana Albert! dan kami sangat tahu perkembangan Leo dalam mengembangkan dirinya sebagai pembuat sistem untuk perusahaan. Luqman dan Leo, dua anak ku yang sangat pintar bahkan sangat berpotensi untuk Langhai Group. Paras aku jadikan direktur, karena dia memang wanita pintar dan jujur," tegas Maride membela putranya.


"Aku juga tahu, kau selalu menganggap Leo itu hanya karena anakku dia bisa seperti sekarang. Aku nggak tahulah urusan ranjang kalian selama disana, tapi aku selalu memantau Leo dan sahabatnya. Awal aku tidak menyangka bahwa Marsedez Benz mau mengambil mu untuk menjadi orang kepercayaan disini. Aku baru tahu bahwa kau adalah keponakan Armin Kube, kan setan laknat kau itu. Rupanya kau keluarga terpandang di Frankfurt. Mamak kau Soraya Einstein, aaaaagh! pantes aku merasakan sesuatu saat pertama kali bertemu dengan Fredy. Kau dan Leonal, sama sama faktor keberuntungan untuk diposisi nyaman saat ini. Sekarang lebih baik kau pulang, sebelum aku lipat kau, aku minta ganti sama Armin," ancam Maride membuat Albert semakin senang dengan perhatian wanita exotic yang berada dihadapannya.


Albert mendekatkan kursinya duduk disamping Maride meringkuk di paha besar yang sangat empuk dan berlemak itu.


Baros hanya tersenyum melihat tingkah kekanak kanakan Albert, "aku sudah bicara dengan Armin, kau disuruh pulang membawa Yani untuk menikah disana," jelasnya.


Albert mendongakan kepala melihat kearah Baros, menatap tidak percaya.


"Mana mau Mami luluh, dia menyukai wanita dewasa untuk aku, pasti aku akan dikulitinya," bantah Albert kembali memeluk paha Maride.


Maride mengerti dengan keluarga mereka, karena Armin sudah mengatakan alasan Soraya memberi pilihan wanita kepada Albert dan Fredy. Kegagalan Soraya mendidik Albert untuk menjadi Dokter ahli syaraf, ditolak mentah mentah oleh pria somplak itu, karena Albert menyukai dunia otomotif.


Sangat berbeda dengan Fredy, dia laki laki penurut, bahkan adik Albert itu akan kembali ke Jerman untuk melamar Lauren gadis berprofesi sebagai dokter spesialis kulit dan kecantikan, karena penolakan Yani malam itu.

__ADS_1


Saat semua sudah jelas, Yani enggan menerima Albert kembali karena kebodohan mereka dalam bersikap.


"Mencoba apa salahnya, wanita dewasa sudah habis stocknya di Jakarta. Ada janda, mau kau?" kekeh Maride.


Albert mendengus kesal bangkit dari paha Maride, " Mami tuh, banyak aturan. Jika saya pulang tanpa istri, pasti sudah tersedia wanita kutu buku untuk saya. Itu saya nggak mau Mami ku sayang!" ceritanya.


Maride tertawa mendengar celotehan Albert yang akan dijodohkan dengan wanita kutu buku.


"Jodohlah tu, kau pria kutu kupret, calonmu gadis kutu buku! pasti anak kalian jadi kutu babi," kekeh Maride menggoda Albert.


Wajah Albert semakin berubah, dia mengalihkan pembicaraan mereka ke airbus.


"Semua barang sudah dikirim ke Bogor Mi, jadi besok sudah bisa dikerjakan sesuai dengan rencana kita. Aku disini dulu satu minggu ini. Aku nginap dimana? Fredy masih muak melihat ku, Yani juga, masak aku mesti di Rich Carlton," rungutnya.


Maride menatap kearah Baros, "kau diapartemen Paras saja untuk sementara, kan deket sama Fredy. Kau kejarlah Yani sampai dapat," ucap Maride.


Albert tersenyum sumringah mendengar apartemen Paras, "berapa passwordnya? biar nanti aku kesana," kekehnya.


"Inilah muaknya aku sama mu," sungut Maride.


Berjuang Albert, 🤧


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️


__ADS_2