Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Kembali ke awal.


__ADS_3

Author akan menceritakan semua perjalanan Leo dan Paras. Mungkin disini agak agak ada kisah 21+, dan lebih parahnya kalimat daerah yang reader tidak mengerti.


Semua akan dikupas tuntas disini lebih tajam, setajam mata elang Mamak Maride.πŸ€—


Happy reading...β˜•


____________________


Flashback on.



Keindahan Malbourne Australia.


Leo bergegas meninggalkan penthousenya menuju kantor saat di Malbourne. Cuaca tidak sepanas Jakarta karena memang daerah tropis dan padatnya penduduk di kota metropolitan itu, hingga panasnya melebihi kadarnya, apalagi Sumatra, kampung Leo, hehe.


Sudah lebih 7 tahun Leo mengabdikan diri di negara kanguru itu untuk menyelesaikan kuliah kemudian berkarier di sebuah perusahaan terbaik sebagai ahli pembuatan sistem untuk perusahaan besar, tentu dengan bayaran yang fantastis yang menjanjikan.


Leo memiliki otak cerdas. Kuliah disalah satu Universitas ternama di Malbourne dengan tunjangan beasiswa. Tapi dia enggan mengambilnya, memilih membiayai pribadi. Leo memberikan beasiswa itu pada Luqman, sahabat terbaiknya. Mereka dapat menyelesaikan kuliah lebih cepat, hingga melanjutkan karier mereka.


Luqman lebih dulu pulang ke Jakarta atas permintaan Keluarga Baros, untuk mengendalikan sistem mereka menjalankan perusahaan tanpa kita ada disana. Baros juga memiliki karyawan yang berkualitas dan sangat pintar, termasuk Luqman dan Yani.



Nama: Luqman.


Usia: 24 tahun


Berdarah Betawi Netherland.


Karyawan di Perusahaan Air Bus Pariwisata di Langlai Baros Group Jakarta sebagai IT.


Tinggal: Jakarta


Karakter: Baik, keras kepala, penyayang dan pintar.


Sahabat dari Leonal Alkhairi Baros.


Pengagum rahasia Berlin Alkhairi Baros.



Nama: Haryani Lupita / Yani

__ADS_1


Usia: 24 tahun


Berdarah Manado Sunda.


Karyawan di Perusahaan Air Bus Pariwisata di Langlai Baros Group Jakarta sebagai HRD.


Tinggal: Jakarta


Karakter: Baik, lucu, penyayang dan pintar.


Sahabat dari Leonal Alkhairi Baros dan Luqman


Pengagum Leonal dalam diam.


*****************


Berkali-kali Maride meminta agar Leo kembali ke Bandung atau Jakarta. Walau Australia kampung Maride, tapi dia sangat menyukai Indonesia, karena Maride tumbuh di negara tropis yang sangat ramah dan nyaman baginya.


"Pi, udah lama kali aku nggak jumba Leo! Kangen aku sama anak ku itu!" Rengek Maride pada Baros.


"Iya, nanti kita cari cara agar dia pulang yah sayang! Jangan kau pikirkan, dia laki laki! Sakit kuning pula nanti istriku memikirkan anak kesayangan kau itu." Goda Baros pada Maride.


"Papi emang nggak sayang sama Leo? Dia lah laki laki kita Pi! Penerus warisan Pardede Sibuea!" Kesal Maride meringkuk di bawah ketiak Baros.


"Apapula Papi mati dulu! Hilang lah mainanku kalau Papi mati! Jangan bicara mati aaagh! Horor! Aku ikut kalau Papi mati! Aku nggak mau menghadapi Silutak sendirian." Rengek Maride manja.


"Udah udah, kau buatkan aku makan dulu! Kau suapkan aku! Biar lama aku mati sayang!" Kekeh Baros pada Maride.


"Kebiasaan, bilang aja kau lapar dan malas ambil makanan! Bilang mau mati! Rupanya laparnya sayang aku ini! Cemana kau mau berselingkuh, jauh dari aku aja kau tak mampu." Jawab Maride beranjak meninggalkan kamar mereka.


Baros tertawa, menghubungi Paras untuk segera mengadakan meeting pertengahan tahun.


*********************


Paras sudah diambil alih oleh Baros kala itu. Menjadikannya asisten pribadi. Begitu berat perjuangan Baros untuk mengalihkan Paras ke perusahaannya. Percekcokannya dengan Silutak tak dapat dihindari. Margareta mengetahui perselingkuhan Silutak dengan Paras.


Hingga ribut besar dikantor Baros antara Margareta dan Paras yang baru dua hari di terima Baros menjadi orang kepercayaannya.


"Jawab aku, jujur Paras! Benar kau ada hubungan dengan Silutak?" Geram Baros menatap mata Paras yang sembab habis di jambak oleh Margareta.


"Tidak Tuan! Aku tidak berselingkuh! Silutak yang mengaku duda! Jika aku tau statusnya pria beristri, aku tidak akan menerima dia Tuan!" Isak Paras menangis di ruang meeting kantor Jakarta, tentu dihadapan Baros dan Maride.


"Hmm, sejauh apa hubungan mu dengan Silutak! Sampe sampe kau dijambak oleh Margaret? Udah macam kucing anggora tak terawat kau ku lihat!" Kekeh Maride menatap Paras.

__ADS_1


"Kami hanya sering makan malam di luar bu! Memang dia memberikan ku apartemen. Tapi aku berulang kali menolaknya. Karena dia ingin tidur denganku! Aku gadis minang Bu, jauh dari Amak sama Apak! Nggak mungkin aku seperti itu di sini! Ibu tau adat Sumbar kan? Kita serumpun Bu!" Jelas Paras jujur.


"Hmmm, sudahlah! Untuk sementara waktu kau ikut kami ke Bandung! Jangan disini. Kau bisa tinggal di rumah kos ku yang tak begitu jauh dari tempat tinggalku! Sampai semua benar benar tenang!" Jelas Maride diangguki setuju oleh Baros.


Singkat cerita, ikutlah Paras ke Bandung bersama Maride dan Baros. Tanpa sepengetahuan Paras, Maride mempersiapkan tempat tinggal untuk Paras di daerah Pejaten Jakarta, lebih dekat dengan gedung perkantoran mereka, agar terhindar dari amukan Margareta yang mungkin akan terjadi lagi.


_____________


Disisi lain perdebatan sengit antara Silutak dan Margareta. Dia merasa kehilangan wanita pintar selaku secretaris terbaik, karena kecerobohan istrinya.


"Kau seharusnya pintar! Mana selera aku sama wanita gendut seperti dia! Kalau memang aku mau, sangat mudah aku akan menidurinya! Aku hanya ingin menggodanya Margaret!" Teriak Silutak diwajah Istrinya.


Margareta menangis sejadi jadinya, ternyata ikut dengan suami arogan, sangat menyiksanya lahir dan batin. "Terus? Apa rencanamu lagi? Kalau sudah begini?" Tanya Margareta menatap benci pada Silutak. Ya, siapa yang nggak cemburu, suaminya benar benar bercumbu di ruang kantornya dan itu terkam jelas di CCTV yang diletakkan Margaret di vas bunga ruangan Silutak. Memang tidak sampai melakukan hubungan terlarang itu, tapi Paras sangat menikmati sentuhan Silutak. Des*ahan mengandung bir*ahi terekam jelas disana.


"Aku akan berpura pura baik dengan Maride dan Baros, kita akan menjodohkan Putra mereka dengan Putri kita Sintya." Senyum Silutak tipis memeluk Margareta.


"Apa? Apa tidak bisa kita mencari pria lebih tampan untuk putri kita? Jangan putra mereka! Bisa bisa aku mati tegang punya besan seperti Maride." Elak Margareta.


Silutak menenangkan Margareta, mengecup lembut punggung tangan wanitanya, "Leonal itu pewaris tunggal harta warisan Pardede sayang! Setidaknya Sintya akan bahagia tujuh turunan!" Jelas Silutak menatap lekat hezel mata Margareta.


"Hmmm!" Hembusan nafas Margaret terdengar kesal. "Jangan terlalu berharap banyak! Apa kita kurang kaya dari mereka? Setidaknya kita termasuk orang terkaya di majalah Playboy Pi!" Jelas Margareta mendengus kesal.


"Kok playboy, aku ini pria cosmopolitan sayang! Tampan, kau aja tergila gila pada ku! Hingga kau tak bisa jauh dari ku sayang!" Goda Silutak dengan tangan sudah merayap kebelahan paha Margaret.


"Aaaagrh Piih! Jangan disini!" Rengek manja Margaret tak bisa menolak perlakuan gan*as Silutak.


"Hmmm, kau mau dimana? Apa mesti di teras depan kantor, haaaah!" Wajah Silutak sudah tak kuasa menatap wajah istrinya yang sangat se*xy jika sudah berada diatas meja kerjanya.


Mereka melakukan hal panas disiang bolong seperti orang kesetanan. Silutak membuat Margaret menjerit jerit keenakan hingga terdengar diseluruh ruang kantor Silutak.


Dengan nafas terengah setelah mendapatkan pelepasan, dendam mereka tak pernah ada damainya. Margaret masih membahas tentang perselingkuhan suami dan secretarisnya Paras yang sudah dipecat tidak hormat oleh Margareta, karena ketahuan Silutak membelikan apartemen mewah untuk Paras.


Disitulah Silutak memilih hengkang meninggalkan Jakarta tidak menjalin komunikasi dengan Maride dalam kurun waktu lumayan lama.


Menyebalkan yah....πŸ”₯🀭


__________**********


Semoga suka yah... Jangan lupa bahagia... happy sunday...😘😘


Read and wait... πŸ€­πŸ€—


Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...πŸ™πŸ₯°β€οΈ

__ADS_1


__ADS_2