Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Tak ada duanya.


__ADS_3

Bulan ini adalah bulan keenam usia pernikahan Leonal dan Parassani. Mereka sudah pindah dari apartemen Kuningan ke rumah pribadi yang dibeli Leo sendiri di Jagakarsa. Rumah dua lantai dan terkesan mewah sengaja Leo hadiahkan untuk Paras.



Di rumah megah bernuansa modern itu keduanya semakin mesra dan kompak. Bukanlah Leo namanya jika tidak bisa membuat Paras nyaman dan semakin berbunga bunga. Setiap hari hanya kata kata cinta yang keluar dari bibir Leo seakan akan membuat Paras melayang.


"Bowl, besok kita beli perlengkapan untuk mengisi kamar yang satu itu yah, kali aja Mami atau Adik kamu mau nginap dirumah kita, jadi kamar tamunya!" Ucap Paras pada Leo.


"Hmmm, itu kan udah kita pesen sama Ndut! Kamu lupa?" Bisik Leo mendekap tubuh gendut istrinya dari belakang.


Paras membalikkan tubuhnya menatap hezel mata Leo. "Iya, aku lupa. Oya, makasih yah Bowl! Kamu memberi rumah yang sangat indah untuk aku dan calon anak kita nanti. Kamu memang tak ada duanya!" Kekeh Paras berniat ngegombalin suaminya.


"Hmmm, nggak pantas tau! Kamu gombalin brondong!" Leo menyentuh puncak hidung sang istri.


"Ighs, yang penting aku ngegoda suami ku yang brondong ini!" Kekeh Peras memeluk tubuh Leo.


"Hmm, jadi sekarang ngegoda ni? Udah bersih belum dari period kemaren?" Kecup Leo di leher Paras.


"Eeeehm!" Paras menggenggam lengan Leo erat menikmati cumbuan dari suaminya.


Leo tak menunggu lama dia sangat merindukan incubator yang tembem itu. Hampir 2 minggu Leo menganggur karena kesibukan mereka, ditambah periodnya Paras menunda untuk melakukan penerbangan menuju angkasa.



Dikamar yang indah ini akan menjadi saksi malam malam mereka kembali untuk memiliki keturunan. "Semoga saja!" Batin Paras dan Leo.


Leo mel*umat bibir Paras tangan yang satunya sangat aktif di krakatau kembar itu. Leo menyandarkan tubuh Paras kedinding mencumbui tubuh gembul itu disana.


"Hmmmmfh, Bowl! Kita nggak pernah ngelakuin begini deh! Nanti kita jatuh gimana?" Rengek Paras.


"Kamu takut?" Tanya Leo.


"Iya!" Jujur Paras.


Perlahan Leo membawa Paras ke ranjang peraduan mereka. Menikmati permainan panas disana. Leo sangat menikmati menu malam yang sangat luar biasa. Beberapa kali Paras mencapai pelepasannya, membuat Leo semakin liar.


"Walau sudah sering aku obrak abrik kenapa masih kayak magnet aja ni incubator, semakin enak." Batin Leo mempercepat ritme gerakannya.


"Hmmmmgh, aaaagrh, ooogh sayang!" Leo mencapai pelepasannya. "Enak banget Ndut, punya kamu!" Racau Leo diatas tubuh Paras dengan nafas terengah.

__ADS_1


Paras hanya mengusap tubuh polos sang suami, mencium leher wangi maskulin Leo yang sangat menggairahkan. "Emang iya gitu? Kamu menghibur aku aja!" Ejek Paras.


"Beneran sayang! Ndut, love love! Masih gigit aja! Padahal udah aku pakai macam macam gaya! Masih hmmm aja!" Kekeh Leo membuat Paras semakin senang mendengar pujian suaminya.


Jujur Paras juga merasakan hal yang sama. Leo sering minta gaya sesuai inginnya. Fantasi Leo luar biasa. Apalagi semenjak pindah rumah, maunya banyak dan dimana saja. Anehnya Paras juga menginginkan hal yang sama. Mereka ingin se*x adalah kebutuhan utama yang harus di prioritaskan hingga mendapatkan garis dua kembali.


Begitu besar harapan Maride dan Baros, agar Paras hamil kembali. Saat ini mereka semakin menikmati rumah tangga mereka yang semakin romantis.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Pagi yang cerah menyinari kota metropolitan, tanpa sengaja Leo membuka saluran televisi tentang skandal perselingkuhan dan video yang tengah viral.


Paras masih melakukan ritualnya, membersihkan diri, mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer kemudian memilih baju kantornya. hari ini dia hanya ingin menggunakan baju kemeja hitam dan rok kembang hitam. Ntahlah, dari bangun tidur perasaannya agar kurang enak.


Paras meminta Maid untuk membuatkan roti bakar dan udang goreng tepung untuk dibawa ke kantor.


"Kamu kenapa sayang? Kok pakai hitam hitam? Lagi berduka? hmmm!" Tanya Leo mencepol rambut sang istri agar terlihat se*xy.


"Ntahlah, aku merasa ada sesuatu, tapi nggak tau!" Jelas Paras.


Benar saja, terdengar panggilan telfon dari Yani secretaris baru Paras.


πŸ“ž"Ya Yan!"-Paras.


Deg,


Sheeer,


Benar saja, video Paras tengah mengemut milik Silutak terbongkar di media.


Jujur Paras menahan emosinya, menggenggam erat hanphone yang ada ditangan. "Shiiiit! Ini pasti kerjaan Silutak untuk membuat kamu meninggalkan ku Bowl!" Ucap Paras dengan air mata mengalir deras.


Leo tertegun, mendengar berita yang beredar. "Kapan ini kejadiannya Ndut?" Tanya Leo mengusap lembut bahu Paras.


"Sebelum aku berkerja sama Papi kamu! 9 tahun lalu!" Bisik Paras.


"Oke, aku hubungi Bang Simon. Kamu tenang yah!" Ujar Leo.


Benar saja, bertubi tubi Maride dan Baros menelfon Paras begitu juga Berlin meminta klarifikasi. Jawaban Paras sama, "itu 9 tahun lalu, sebelum dia berkerja di perusahaan Baros!" Jujurnya.

__ADS_1


Baros sudah mengetahui semua cerita dari Pak Faisal, sangat percaya pada Paras. Tapi tidak untuk Leo, hati Leo seperti terbakar dilanda cemburu. Leo meminta segera di tenggelamkan Silutak dan keluarganya, tegasnya pada Simon.


Paras yang masih duduk di tepi ranjang, menunggu kekuatan Leo malah menerima juteknya Leo pagi itu. Bukanlah Paras jika tidak bisa mengerti aka situasi.


"Bowl, kamu kenapa?" Tanya Paras pada Leo menatap lekat hezel mata elang milik Leo.


"Hmm, gue ilfil!" Jujur Leo menjawab.


Paras menautkan alisnya. "Oke, lo ilfil kenapa?" Tanya Paras.


"Ilfil lah, lihat kelakuan lo di video itu! Lo terlalu menikmati Paras! Lo lupa pria itu sudah punya istri!" Tuduh Leo tanpa mau mengerti.


Paras tertegun, "gue nggak tau dia punya istri Leonal dan gue nggak tau mereka merekam ini! Kenapa lo malah nyalahin gue?" Sarkas Paras.


"Wajar gue cemburu Paras, lo istri gue saat ini! Bahkan gue juga berhak menggugat lo karena lo nggak bisa menjaga diri lo!" Jawab Leo enteng dengan nada mengancam.


"Ooogh, tinggalin aja gue! Jangan ngancam gini! Lo nggak bisa terima masa lalu gue! Lo pikir gue bisa terima masa lalu lo Leonal? Ternyata lo egois yah! Sangat egois. Lo dapetin gue virgin Leo! Gue dapetin lo apa?" Ucap Paras tanpa canggung.


Leo merasa tertampar, tak menyangka Paras akan melakukan serangan balik. "Bener, gue dapat dia virgin! Kenapa gue jadi jeules gini?" Batin Leo mengacak rambutnya asal.


Leo melihat Paras tengah memasukkan bajunya ke travel bag, "Kamu mau kemana Paras?" Tahan Leo.


"Pergi, sebelum lo gugat gue! Jangan lo pikir gue takut yah! Nggak ada lo, gue masih mampu Leonal! Bukannya nenangin malah ngejudge gue!" Kesal Paras menatap tajam mata Leo.


"Gue minta maaf ndut! Jangan pergi! Aku nggak mau pisah dari kamu," Leo memasukkan kembali pakaian Paras ke lemari.


"Kenapa lo seegois ini sama gue Leo? Kenapa?" Isak Paras.


Leo membawa Paras kepelukannya. Mengusap lembut punggung istrinya yang berdaging itu. "Maaf, aku terlalu cemburu sayang!" Bisiknya membuat Paras semakin menangis keras.


"Kita bereskan yah...! Tenang saja." Pujuk Leo.


Bersambung...


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Maaf Author kurang sehat... jika ada penulisan yang tidak teratur harap dimaklumi... πŸ™πŸ€§


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...πŸ™

__ADS_1


Setidaknya kalian penyemangatku!


Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....πŸ€—πŸ”₯


__ADS_2