
Hari demi hari Leo lewati, semakin lama semakin tidak bersahabat dengan keadaan, ancaman yang di lontarkan Simon beberapa waktu lalu di kediaman Berlin membuat dia sedikit khawatir menatap langit langit ruang kantornya.
Paras yang tengah sibuk menanda tangani berkas, menatap wajah berbulu suaminya sedikit menggoda. Sudah hampir satu minggu Leo hanya fokus pada baby four dan dirinya. Rasa khawatir Leo yang tidak terungkap, membuat Paras harus extra keras memancing agar pria berbulu itu mau bercerita dengannya.
"Kamu kenapa seeh Bowl? apa yang mengganggu pikiranmu beberapa hari ini? aku perhatikan sejak pulang dari rumah Berlin kamu memilih diam, lebih fokus pada anak anak dan aku. Apakah aku nggak berarti lagi sebagai sahabat?" tanya Paras mendekat pada Leo.
Leo tersenyum melihat istrinya ternyata sangat peka akan perubahan dirinya hanya bisa tersenyum menatap layar handphone.
"Kenapa? apakah kamu takut aku selingkuh?" goda Leo membuat Paras menautkan kedua alisnya.
"Apakah ada wanita yang mendekati kamu Bowl? jika ada siapa? kok kamu nggak cerita? jangan bohong sama aku, karena jika aku mengetahuinya aku benar benar tidak akan memaafkanmu, kali ini aku serius," tegas Paras menyandarkan tubuhnya kekursi kebanggaan.
Leo menaikkan satu alisnya, "mati gue, salah ngomong nih!" batinnya khawatir.
Leo mendekati Paras kemeja kerjanya, mencium punggung tangan istrinya, menatap lekat wajah dan perut secara bergantian.
"Apa aku kelihatan sedang memiliki hubungan dengan wanita lain diluar sana? kita ngopi yuuk? ingin ikut nggak? kita ke resto bawah!" ajak Leo.
Paras benar benar dibuat bingung oleh suami tercinta, "kamu nggak sedang merayu aku kan?" tanyanya penuh selidik.
"Atau kamu mau kita ke puncak? makan siang? aku pengen jalan jalan nenangin otak, kepalaku terasa mau pecah mikirin hilangnya Silutak dan Sintya. Bang Simon nelfon aku agar berhati-hati menjaga baby four, makanya aku larang Apak membawa baby four main keluar rumah Ndut. Aku takut anak anak kita jadi sandra atas dendamnya pada kita," jelas Leo panjang lebar.
Paras merinding mendengar kejujuran suaminya. Mana mungkin keempat anaknya menjadi bulan bulanan ide jahat Silutak dan keluarga.
"Ini nggak bener Bowl, mereka anakku, apa salah anakku pada mereka? dasar orang gila. Untung Amak sama Apak belum aku izinkan pulang, jadi masih bisa membantu menjaga buah hati kita," rungut Paras meringkuk disofa memeluk tubuh suaminya.
"Mami tahu Silutak menghilang?" tanya Paras lagi saat mendengar suara detak jantung Leonal.
__ADS_1
"Tahu sayang, Mami mendengar percakapan ku sama Bang Simon waktu itu. Makanya Mami dan Papi lagi bergerilya mencari keberadaan istrinya pria bangsat itu. Semua karena si Ina menghilang, sebenarnya bukan menghilang perempuan itu, tapi dijadikan partener ranjang Bang Loide. Dia yang suka kali sama Ina menurut penjelasan Bang Simon. Mereka memperkosa Ina, atas perintah Mami. Tapi si Ina jadi jatuh hati sama Loide, hajablah!" jelas Leo lurus tanpa berbelok membuat Paras benar benar ternganga.
"Mami? Mami Maride yang memberi perintah?" tanya Paras kaget tidak percaya.
Leo mengangguk patuh dalam bercerita, "iya, Mami, kenapa?" tanyanya menatap mata indah istrinya.
"Iiiighs, kok sampai kepikiran Mami memperkosa si Ina? diakan wanita salon! ngasih ke Bang Loide lagi, bukannya dia pacaran dengan secretarisnya Silutak?" tanya Paras penasaran.
"Hmmm, itulah kenyataannya Ndut. Bang Simon nggak mau, mereka hanya pegang bagian kenyal si Ina saja. Masak dia mau merebut aku dari kamu, dengan tujuan kamu akan kembali dengan Silutak. Bang Simon cerita begitu sama aku," jujur Leo polos.
Paras tambah kaget mendengar ucapan suaminya, "haaah? aku mau kembali sama Silutak? ketemu dia aja jijik, gimana balik? aduuuh mati kita, bagus kita pindah dulu deh Bowl, netap di Australia sampai anak anak tumbuh dewasa. Biarkan Berlin dan Luqman disini. Kalau Amak dan Apak mau dirumah kita nggak apa apa, yang penting kita bawa baby four menetap disana. Kamukan punya dua warga kenegaraan, Indo dan Australia, aku rasa kita akan tenang jika menetap disana," pintanya lembut pada Leo.
Leo menelan salivanya, mengingat disana lebih banyak gadis cem cemannya kala masih lajang, perlahan dia tersenyum tipis melihat istrinya dengan wajah yang sangat garing.
Leo menarik nafas panjang, "yakin kamu akan kuat tinggal disana? jujur banyak wanita yang ngaku ngakunya deket sama aku dan aku nggak mau kamu menjadi salah paham, mendengar gosip fitnah atau apalah. Aku takut kamu pergi karena nggak kuat. Aku bisa kembali ke kantor lama untuk berkerja disana sebagai multi sistem officially. Jadi nggak ngganggur juga. Jika kamu mau kenapa tidak? toh Langhai yang buat sistem aku juga," jelasnya mengecup bibir Paras.
"Hmmmm, hanya dua puluh, nggak banyak!" kekeh Leo menggoda istrinya.
Paras mendengus kesal, "aku serius Leonal! ternyata kamu laki laki murahan yah? iiiighs, untung punya kamu gede, kalau kecil udah aku tendang kamu," jawab Paras asal.
Leo membelalakkan matanya, tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu dari istrinya.
"Kamu mau buang aku kalau siunyun kecil?" tanya Leo kesal.
Paras terkekeh geli melihat expresi wajah suaminya, "iya, ngapain kalau sama yang kecil, ngotorin sela doang!" tawanya semakin kencang membuat Leo semakin gemas pada istri gendutnya.
"Mulut kamu terkadang pedes yah? kebanyakan makan marica yah? atau lada hitam?" tanya Leo mengusap lembut perut buncit Paras.
__ADS_1
"Kebanyakan makan cabe rawit, biar semakin hot babeeeh," tawanya mengusap lembut rambut Leo.
Mereka saling bercerita tentang kisah Leo yang memiliki banyak wanita cantik selama di Melbourne, hanya mengikuti pergaulan saja. Terakhir dia menghabiskan waktu bersama Alicia Alondo yang menjadi alat untuk menghancurkan Keluarga kecilnya beberapa waktu lalu.
Paras sama sekali tidak merasa aneh apalagi marah, baginya itu hanya segelintir kisah hidup Leo semasa kuliah. Masa lalu yang telah dia kubur dalam dalam tanpa harus membuka album lusuh yang sudah tertutup rapat.
Saat ini Leonal lebih mencintai dirinya dan anak anak mereka yang akan bertambah dua orang lagi. Menurut hasil USG empat dimensi Fredy, Paras mengandung dua anak laki laki. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Paras akan memiliki lima putra dan satu putri.
Nama indah yang menjadi doanya telah dipersiapkan jika baby twins lahir melihat dunia.
Ya, Baby Nanthan dan Baby Nathael, akan menjadi nama indah untuk melindungi keluarga besar mereka kelak.
"Kita jalan sekarang Ndut?" tanya Leo setelah puas mengusap lembut perut Paras.
Paras mengangguk, "kita bawa baby four yah? tanpa baby sitter. Kita berdua," pintanya, tentu ditolak mentah-mentah oleh Leo, karena kondisi Paras tengah hamil.
"Kita berdua saja! aku nggak mau kamu terlalu lelah," kecup Leo pada kening Paras.
Paras mengangguk setuju, mengikuti langkah kaki Leonal berlalu meninggalkan Langhai Group dengan semua drama saat keluar dari ruangan mereka.
Ternyata Sinta dan Berlin sudah berada didepan ruang direktur untuk mengambil berkas yang sudah ditandatangani oleh Paras.
"Hati hati Kak," teriak Berlin saat melihat Leo dan Paras berpamitan dengannya.
"Hmmm, kalau lagi akur mesra banget, giliran ribut satu Jagakarsa tahu," kekeh Berlin berbisik.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️