Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Membeberkan.


__ADS_3


BRAAAK...


Silutak membanting handphone miliknya, setelah menerima telfon dari Sintya. "Beraninya dia mengambil berlianku!" Geram Silutak. "Aku akan membeberkan hasil video Margareta pada media. Akan aku buat si Leo meninggalkan berlianku Parassani Chaniago!" Tambah Silutak semakin menggeram.


"Dia itu masih suci, gara gara bapaknya yang kampungan itu! Anjiiing! Masak aku seumur hidup nggak bisa mendapat wanita virgin!" Sesalnya meratapi kisah cinta yang penuh nafsu.


"Pasti Leo telah merenggut kesuciannya! Bangsat! Nggak anak nggak bapak, sukak kali ngerecokin hubungan asmara aku! Babi!" Racau Silutak dimeja kerjanya.


"Lani, Lani!" Suara berat Silutak memanggil secretarisnya yang menjadi mata mata Loide Keluarga Baros.


Lani bergegas masuk ke ruangan Silutak, "Ya Tuan!" tunduknya dihadapan Silutak.


"Hubungi Margareta, suruh kirim video mes*um Paras dengan ku." Tegas Silutak tanpa malu.


Lani menaikkan alisnya, "video mes*um?" Batinnya. "Baik Tuan!" Tunduknya pada Silutak. Bergegas Lani menghubungi Margareta yang saat ini memang berada jauh dari suaminya.


Silutak tersenyum tipis, "Kita lihat Paras, siapa yang pantas menjadi pendampingmu!" Dendam Silutak. "Kau akan kembali pada ku!" Tawanya bak orang setengah gila meratapi kebodohannya.


"Luna dimana? Apakah dia sudah menemukan tambatan hati?" Kekeh Silutak semakin menjadi.


"Kalian akan menerima pembalasanku Baros. Karena kau telah mengambil kekasih ku! Berlianku! Cintaku!" Batin Silutak.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Paras terkekeh geli menerima perlakuan suaminya saat tiba di unit apartemennya. "Kamu ternyata pinter buat orang cemburu!" Kekeh Paras mencubit perut Leo.


"Aku akan melakukan apapun agar kamu percaya, kalau aku mencintai kamu! Kamu wanita baik Paras! Membuat aku semakin cinta." Bisik Leo.


"Ck, jangan ngajakin yah! Aku lapar. Kita kesini hanya mengambil pakaianku dan perhiasan ku! Jika pindah rumah, akan susah sayang! Baju baju ku seabrek abrek mau ditarok dimana?" Rengeknya lagi didada Leo.


Leo mengusap lembut bahu istrinya, "kamu nggak usah mikirin itu! Kita bereskan dulu rumahnya, nanti kita suruh orang kantor bantuin! Lagian banyak kok di aplikasi untuk membantu pindahan! Jangan kamu pikirkan, sakit kuning pula kamu mikirin semua sayang." Kekeh Leo.


"Aku mau kamar kita luas, menghadap kolam, dan interior aku yang milih yah!" Pinta Paras manja.


"Iya sayang! Semua yang kamu mau aku berikan! Rumah itu aku beli juga atas nama kamu!" Jelas Leo.


Paras menautkan alisnya, "kok nama aku? Kenapa nggak nama kamu?" Tanya Paras lagi.


"Semua yang aku beli saat ini itu harus nama kamu! Karena kamu istriku!" Jelas Leo.


"Kamu serius?" Tanya Paras merasa tidak yakin.


"Seriuslah Ndut! Kapan aku nggak serius, hmmm? Kamu wanita paling baik, mau nyerahin diri sama aku dalam keadaan pasrah, mampu mengandung anak ku, kamu lah segalanya. Jika aku bandingkan dengan apa yang aku berikan, belum sebanding Ndut sama yang kamu berikan ke aku!" Jelas Leo.


"Eeehm, apakah aku wanita beruntung itu?" Peluk Paras pada Leo.


"Kamu paling beruntung sayang, mendapatkan pria seumuran aku yang berjiwa kesatria juga tampan, brondong pula!" Kekeh Leo.


"Hmm, ditambah kaya yang tidak sombong!" Ucap Paras menatap malas.


Leo tertawa melihat reaksi wajah istrinya yang sangat lucu itu. Mereka bercerita sambil mengemasi barang barangnya.


"Udah yuuuk, ni udah beres!" Jelas Paras.


"Ya," Leo mendorong travel bag istrinya menuju lisft segera meninggalkan apartemen Paras menuju Kalibata.


⏳20 menit perjalanan, karena perjalanan lumayan padat merayap membuat pasangan romantis itu makan dimobil.

__ADS_1


"Untung aku bawa minum tadi Bowl!" Senyum Paras melirik Leo yang tengah fokus pada kemudi.


Leo menoleh sebentar kembali fokus, "lain kali beli aja yah! Jangan pelit ama diri sendiri! Hitung hitung bantu orang jualan yang dipinggir jalan itu!" Tunjuk Leo ke warung kecil pinggiran.


"Jiwa sosial kamu meronta yah?" Goda Paras.


"Ya iya dong! Kita harus berbagi, jangan semua kita bawa! Terus nanti yang beli sama mereka siapa?" Tanya Leo pada Paras.


"Kalau nggak kita ya orang lain dong!" Jelas Paras tegas. "Secara rejeki itu sudah di atur, sejak kita lahir ke dunia ini! Menurut kamu, kamu bahagia setelah menikah? Setelah punya anak? Setelah kita pindah?" Tanya Paras pada Leo.


"Iya, bahagialah! Punya istri blesteran Jerman yang masih orisinil dan pintar, pintar masak, pintar goyang, semua pintar! Manja pula!" Kekeh Leo.


"Kamu tu, suka banget buat aku bahagia!" Peluk Paras pada Leo.


"Harus, aku baca bahagiain istri itu pahala!" Jelas Leo.


Paras tersenyum, "Makasih Bowl! Kita nanti mampir di rumah temen ku deket sini yah?" Tunjuk Paras pada satu komplek perumahan.


"Buat apaan ndut?" Tanya Leo.


"Ambil pesenan aku!" Rengeknya.


"Kurir aja!" Perintah Leo.


"Iiighs, kok kurir! Kan sekalian lewat." Rungutnya.


"Nggak sayang! Kamu lagi hamil! Nggak boleh mampir mampir!" Kekehnya.


Paras mendengus kesal, sementara Leo memasuki area apartemen.


Leo memberi handphone miliknya, agar Paras memesan kurir menjemput pesanannya agar mengirimkan ke Kalibata. Dengan wajah kesal Paras melakukan perintah suaminya.


"Jangan manyun! Senyum, biar cantik!" Goda Leo.


"Berapa?" Tanya Leo membuka M-Bankingnya.


"10 juta!" Goda Paras.


"Beli apaan 10 juta?" Tanya Leo.


"Lingery dan lain lain!" Jelas Paras berbohong.


"Oke, nomor rekening?" Tanya Leo pada Paras.


Paras tertawa terbahak bahak, "Niat banget beliin lingery doang 10 juta! Becanda sayang!" Paras memeluk Leo.


"Hmmm, nggak apa apa lah! Kamu belinya buat nyenengin aku!" Jawab Leo enteng.


"Tapi nggak segitu juga kali Bowl!" Kekeh Paras mencubit gemas pipi Leo.


"Suka banget buat aku kesal! Udah cepetan, udah dibayar belum?" Tanya Leo.


"Udah sayang! Uang yang kamu kirim kemaren belum habis, padahal udah aku beliin ini itu bareng Berlin! Kayaknya makan duit suami tu lebih berkah! Makanya badan ku semakin gemuk!" Kekeh Paras.


Mereka menuju unit apartemen Leo yang di Kalibata, tentu disambut bahagia oleh Maride dan Berlin.


"Mana kelamai ku kak?" Tanya Berlin pada Paras.


Paras berfikir bingung. "Dimana yah? Emang sama Mami nggak ada?" Tanya Paras.

__ADS_1


"Nggak ada kakak sayang ku yang ndut paling cubi!" Goda Berlin.


"Kayaknya kita nggak beli deh!" Kekeh Paras menatap Berlin.


"Kebiasaan deh!" Rungut Berlin.


"Nanti minta Amak beliin, dan kirimin ke sini yah?" Pujuk Paras.


"Serius yah? Kalau nggak aku merajook!" Goda Berlin.


"Hmm!" Ucap Paras hanya mendehem geli.


Maride menghampiri Paras , mengusap lembut perut menantunya. "Udah makan kalian?" Tanya Maride.


"Udah Mi, makan di mobil!" Jelas Paras.


"Mami masak udang lada hitam dan sayur tahu." Jelas Maride.


Paras bergegas menuju meja makan, mengambil piring mengisinya dengan nasi, mengisi lauk yang dia inginkan dari tadi pagi.



Udang lada hitam.



Sayur tahu bening..


"Hmmm! Wangi lada hitamnya sangat khas!" Senyum Paras menyuapkan ke mulutnya.


Maride mengusap lembut bahu Paras. Sangat bangga memiliki menantu seperti Paras.


"Enak nak?" Tanya Maride.


"Enak banget Mami! Thankyou Mi!" Ucap Paras memeluk Maride.


Leo mendekati istrinya. "Suapin ndut!" Pinta Leo manja.


"Kau suka kali ganggu Paras yah Leonal! Dia lagi makan untuk cucu ku lhoo!" Tepuk Maride pada bahu putranya.


"Nggak apa apa Mi! Kami cuma makan mc-d doang tadi." Kekeh Paras.


"Sini, Mamak aja yang suap Leo! Jangan ganggu Paras!" Maride mengambil piring dan nasi.


"Nggak, aku sama Paras aja! Biar semakin nambah daging ku 2 kilo gram!" Kekehnya.


"Jangan ganggu Paras, Leo! Dia lapar itu! Mamak jitak kepalamu yah!" Geram Maride.


Baros menggoda Maride, "Mami aja suapkan Papi kalau Leo nggak mau!" Kekeh Baros.


"Iiisgh, anak sama bapak sama aja! Manja sama istri!" Kekeh Maride.


"Iya dong!" Jawab keduanya serempak.


Hayuk, mau author suapkan. Biar semakin romantis....πŸ˜‚


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...πŸ™

__ADS_1


Setidaknya kalian penyemangatku!


Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....πŸ€—πŸ”₯


__ADS_2