Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Nama yang baik.


__ADS_3

Paras tersadar dari pengaruh obat bius, setelah satu jam pasca operasi. "Hmmm, Bowl!" Erangnya perlahan membuka mata indah itu.


Leo masih menemani duduk disamping Paras sesekali mengusap lembut punggung tangan istrinya. "Aku disini Ndut!" Ucap Leo mengecup punggung tangan istrinya.


"Aku haus Bowl," rengeknya.


"Belum boleh sayang! Sabar yah, kamu pejamin aja dulu matanya." Bisik Leo.


"Hmmm," Paras menikmati pengaruh obat bius dengan sangat tenang. Biasanya akan memakan waktu lebih kurang empat jam benar benar sadar dan mulai sendawa dari pengaruh bius total itu. Saat ini Paras hanya meracau menggenggam tangan Leo.


Maride dan Baros duduk di ruang tamu kamar Paras, menghubungi keluarga dekat mereka dengan rona bahagia atas kelahiran baby four yang membuat takjub semua keluarga. Bagi Maride, empat cucu kembar itu adalah pewaris keluarganya dan Baros.


Willion dan Laura hadir bersama Berlin dan Luqman. Yani juga turut hadir untuk mengabadikan moment baby four lahir kedunia ini.


"Bang Leo, sini!" Sapa Laura.


Leo mendekat pada keluarga dan kerabatnya, menyambut kehadiran Luqman dan Willion. "Makasih bro, sudah datang!" Peluk Leo pada Luqman dan Willion secara bergantian.


"Selamat bro! Akhirnya lo punya baby four." Bisik Luqman.


Leo mengusap punggung Luqman, "thankyou." Ucapnya.


"Selamat yah Leo, lo tokcer bener! Gue pengen punya baby! Malah lo yang di kasih Tuhan baby lebih banyak!" Kekeh Willion.


Laura memeluk Leo, "selamat yah bro! Pesta besar kita! Potong babi atau kerbau ini!" Kekeh Laura.


"Banteng!" Ucap Leo mengacak rambut Laura.


Berlin mendekati Leo. "Kak, selamat yah? Udah jadi Daddy lo sekarang!" Kekeh Berlin.


"Hmm, nggak Daddy. Ayah!" Tegas Leo.


Maride dan Baros saling tatap, "kok jadi Ayah? Nggak sanggup kau kasih belanja cucu ku kalau panggil Daddy?" Kekeh Maride.


"Bukan Mi, Paras yang minta!" Jelas Leo.


"Terus, Paras di panggil apa? Mama? Mami atau Bunda?" Tanya Maride.


"Mama, Mi!" Jelas Leo.


"Mama Papa aja Leo, lebih bagus! Anak juga gampang manggilnya." Jelas Maride di angguki setuju oleh Baros.


"Ya udah, nanti aku bilang Paras. Aku ikut aja apa mau dia! Yang penting Paras bahagia." Jelas Leo.


"Uuuugh so sweet!" Goda Yani dan Berlin secara bersamaan.


Leo menatap Yani, sahabatnya selama di kantor yang sekarang menjadi secretaris Leo dan Paras. "Makasih yah Yan! Udah mau datang." Kekeh Leo.

__ADS_1


Yani menggeram, "ya maulah! dari pada gue di pecat CEO!" Kekeh Yani menatap ke arah Baros.


Tentu semua di ruangan tertawa lepas. "Ssst!" Bisik Leo meletakkan jari telunjuk ke bibirnya.


Beberapa jam kemudian Paras siuman, di bantu beberapa perawat untuk melakukan pergerakan miring ke kiri dan ke kanan. Sehingga akhirnya Fredy menyatakan kesembuhan untuk Paras setelah dia bisa melangkahkan kakinya untuk turun dari ranjang rumah sakit secara perlahan.


"Huuuufg!" Bisiknya mengatur nafas saat belajar jalan.


Leo menemani Paras, mendampingi hingga istrinya benar benar kuat dalam beberapa hari. Keduanya tersenyum bahagia saat Paras melihat baby four.



Tentu mereka telah menyediakan nama yang indah juga baik untuk baby four.


⌛Setelah 3 hari dirumah sakit, Leo membawa Paras pulang ke rumah. membawa ke empat anak mereka. Empat baby sitter membantu kepulangan anak sang majikan.


*****


Leonal dan Paras memberi nama yang baik untuk baby four kesayangannya,


👶Stefan Leonal Alkhairi,


👶Steiner Leonal Alkhairi,


👶Stevie Leonal Alkhairi,


👶Stela Chaniago Leonal Alhairi.


"Ndut, makasih yah? Anak anak tumbuh sehat semenjak kamu memberi asi untuk mereka!" Ucap Leo mengecup kening Paras saat menyu*sui Baby Stefan.


Paras tersenyum bahagia, beberapa suster membantu Paras memberi susu formula pada Baby Steiner, Stevie dan Stela.


"Iya Bowl, yang penting kamu selalu disini menenangkan aku! Mensuport aku saat menyusui mereka." Ucap Paras manja.


"Setelah 40 hari kamu aku bawa ke sesuatu tempat untuk merawat tubuh kamu agar segar kembali." Jelas Leo berusaha menghibur istrinya yang masih saja insecure karena perubahan tubuh yang benar benar naik 30 kilo gram.


Tak lama mereka saling bercengkrama, asisten rumah tangga masuk ke kamar baby four.


Tok tok tok,


"Masuk!" Ucap Leo.


Maride dan Baros ikut melirik ke arah pintu.


"Bang, Ibu Kirai dan Pak Faisal sudah sampai." Jelas Maid.


"Hmm," Leo beranjak meninggalkan Paras dan orang tuanya. "Aku sambut Apak sama Amak dulu yah!" Bisik Leo mengecup kembali kepala Paras.

__ADS_1


Paras mengangguk menatap lekat punggung suaminya. Ntahlah, semakin hari Paras semakin mencintai Leo. Merasa nyaman karena perhatian Leo yang sangat membuat dia tenang. "Semoga kita seperti ini terus Bowl!" Batin Paras.


Maride sibuk menggoda cucunya Stela dan Steiner, begitu juga Baros. Bahkan kedua orang tua ini tidak pernah meninggalkan baby four dari kamar khusus yang di desaign Leo dan Paras saat kehamilan sang istri.


"Mi, Pi, makasih yah! Udah mau menemani aku disini mengawasi baby." Ucap Paras sedikit berbisik.


Maride dan Baros saling tatap, "Mami yang harus mengucapkan terimakasih Paras. Dari awal ku katakan, beri Mami cucu yang banyak akhirnya terwujud yah Pi?" Kekeh Maride menatap lekat wajah Baros yang tengah asyik bermain bersama Steiner.


Baros menidurkan Steiner dan Stevie secara bersamaan. "Yang penting kami sangat bahagia, kita akan mengadakan pesta besar menyambut kelahiran baby four Paras." Tegas Baros.


"Apa enggak berlebihan Pi? Kita undang panti asuhan kemaren saja, sama orang kantor dan kerabat dekat. Rencana saya, pengen potong sapi di Bukit Tinggi sekalian pesta Pi." Jelas Paras meletakkan Stefan dengan pelan di atas ranjang.


Maride tersenyum. "Kita harus pulang ke Medan. Opung Pardede sangat senang mendengar kelahiran cicitnya. Sekalian kita mangadati disana! Potong kerbau. Orang tua angkat Papi juga tak sabar ingin melihat cicit mereka. Pesta di Bukit Tinggi setelah kembali dari Medan saja. Sekalian Opung Pardede mau memberi warisan pada Leonal. Untuk ketiga cicit laki lakinya. Jelas kau itu Paras." Jelas Maride panjang lebar.


Paras mengangguk senang mendengar penjelasan Maride. Sesekali matanya beradu tatap dengan Baros yang tengah asyik menidurkan dua cucu laki laki dengan berdendang bahagia.


Tok tok tok,


Leo membuka pintu pelan, membawa Faisal dan Kirai masuk ke kamar baby four setelah melakukan ritual bersih bersih dikamar mereka. Leo membawakan beberapa cemilan untuk Paras.


Tentu Faisal sangat takjub melihat baby four yang telah terlelap.


"Masyaallah, rancak bana cucu Apak jo Amak Paras! Merah sadonyo. Mirip Leonal!" Goda Faisal melirik sang menantu yang sangat memanjakan anak bungsunya.


Paras tersenyum bahagia, menerima suapan buah dan juice yang di buatkan Maid. "Baa Uni, Mak?" Tanya Paras menatap lekat pada Kirai.


"Hmm, nyo pulang bulan muko! Pas pesta. Inyo alun ado baby lai! Samo jo kawan kau Laura tu!" Jelas Kirai pada Paras di hadapan Maride dan Baros.


Paras mengangguk, "semoga secepatnya dia punya baby!" Ucap Paras pelan.


Kirai memeluk Paras, mengusap lembut punggung putri bungsunya. "Inyo kirim salam samo kau, inyo minta maaf! Juan sangat sayang samo uni kau tu!" Jelas Kirai.


Paras mengerti, kembali memeluk tubuh Kirai yang masih berdiri disampingnya.


"Bowl, bagaimana kita undang anak panti. Kita syukuran sama orang kantor. Sekalian potong sapi." Jelas Paras.


"Iya, kapan?" Tanya Leo.


"Hmmm, tanya Maid deh! Dia yang ngerti. Kita mendoa sebelum pulang ke Medan dan Bukit tinggi." Jelas Paras lagi.


Leo mengangguk, tentu Maride dan Baros sangat antusias. Segera mengurus acara kelahiran cucu mereka, memberi tahu pada Berlin dan Laura untuk membantu acara syukuran mereka.


Faisal memeluk putri bungsunya, kembali mendekat pada baby four yang tertidur pulas.


"Aku istrirahat yah Bowl! Ngantuk!" Ucap Paras.


Leo membantu Paras merebahkan tubuh gembul itu menyelimutkan agar istrinya selalu nyaman. Berkali kali Leo mengecup kepala istrinya. Jika bisa mengungkapkan rasa bahagia saat ini, mungkin dia akan berlari sekeliling lapangan sambil berteriak memberi tahu pada dunia, bahwa dia memiliki baby four yang sangat sehat dan istri gendut luar biasa kuat.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️


__ADS_2