
⏳37 minggu, Paras terbaring lemah di ranjang kamar, menatap hasil USG di genggaman. "Syukur deh jika sehat semua. Aku jadi senang. Semoga caesar beberapa hari lagi berjalan lancar." Batin Paras mengusap lembut perut yang sudah membuncit.
Cekreek....
Leo mmendekati Paras yang sudah merasa sesak, mengelus lembut perut besar seperti baloon. "Maafkan aku sayang, aku membuat kamu jadi nggak nyaman begini!" Ucap Leo mengecup jari Paras jempol semua itu.
Paras terkekeh mendengar kata maaf Leo. "Ini rejeki Bowl, bukan musibah. Buktinya aku menikmati semua proses kehamilan baby four, tinggal menunggu kelahiran baby kita." Senyum Paras membelai lembut wajah suaminya. "Apak sama Amak kapan pulang dari Jerman?" Tambah Paras.
"Hmm, katanya 2 minggu lagi. Sesuai visa mereka. Kalau mau besok juga nggak apa apa." Ucap Leo menyuapkan kripik kentang ke mulut istrinya.
"Bowl, aku jelek yah?" Tanya Paras menekukkan wajahnya.
"Enggak, kamu justru semakin cantik dan wangi semenjak hamil! Aku gemes, semua besar. Krakatau kamu mesti dua tangan aku pegang." Kekeh Leonal. "Semua big, aku jadi suka. Incubator kamu aja yang small!" Tambah Leo semakin menggoda.
"Kalau tubuh ku semakin melebar setelah melahirkan kamu selingkuh nggak?" Tanya Paras di hadapan Leo.
"Ck, pertanyaan apa ini? Kamu tau aku Ndut, satu yah satu! Nggak pernah jadi dua apalagi tiga. Nakal doang, nyali nggak ada." Kekeh Leo jujur di hadapan Paras yang masih bermanja di dekatnya.
"Ntahlah! Semenjak perubahan tubuh ku, aku merasa lebih takut kamu selingkuh Bowl! Kamu tipe pria sang*e-an! Aku takut aja." Jujur Paras.
Leo tertawa mendengar ucapan Paras. "Heeeiii, aku begitu hanya sama kamu! Tidak terfikir untuk enak enak di luar sana. Tubuh kamu begini karena aku sayang, aku justru takut kamu kenapa napa." Senyum Leo menenangkan istri yang akhir akhir ini lebih insecure.
Paras mengecup punggung tangan Leo, meletakkan tangan Suaminya di atas perut besarnya. "Beb, ini daddy!" Suara Paras seperti anak kecil, mengusap tangan.
"Haii beb, daddy akan melihat wajah kalian beberapa hari lagi." Kecup Leo pada perut Paras.
Paras mengusap kepala Leo, karena bulu wajahnya menyentuh pori pori perutnya.
Leo sangat menyayangi Paras saat ini. Apalagi tahu Paras mengandung 4 anak di rahimnya sekaligus. Bukan hal yang mudah bagi Paras menghadapi kehamilannya selama ini. Paras selalu menangis sendiri karena merasa sesak di bagian dada bahkan sulit bernafas karena perut semakin membesar. 4 baby yang tumbuh semakin sehat membuat Leo semakin over protektif dalam menjaga Paras.
Leo membiarkan Paras beristrirahat, sesekali Fredy datang untuk memeriksa kandungan Paras, tentu ditemani Berlin dan Luqman.
⏳38 minggu, sesuai jadwal yang di tentukan Fredy untuk melakukan tindakan menyambut kelahiran baby four.
Leo telah mempersiapkan 4 babysitter sesuai anjuran dokter. Tentu perawat sekaligus orang yang benar benar berpengalaman untuk menjaga baby mereka.
Paras sudah berada di ruangan VVIP rumah sakit menunggu kehadiran Fredy sekaligus perawat untuk membawanya ke ruang operasi. Tangan kanannya sudah terpasang inpus dan telah berpuasa dari pukul 02.00 dini hari.
Ada perasaan khawatir di hati Paras. Dia menatap wajah Leonal sang suami yang merasa cemas, tapi berusaha tenang disampingnya.
Cekreeek,
Maride dan Baros hadir bersama mereka untuk menyambut kelahiran baby four cucu pertama untuk keluarganya.
"Kau tenang yah Paras. Semua akan baik baik saja. Jangan khawatir! Aku sangat senang kau akan melahirkan 4 anak sekaligus untuk keluarga ku!" Ucap Maride mengusap lembut punggung tangan sang menantu.
__ADS_1
"Makasih yah Mi, Pi! Kalian sangat baik pada ku sejak dulu!" Isak Paras tak kuasa membendung air mata yang semakin deras membasahi sudut mata indah itu.
"Hmm, bukannya kau yang bilang! Kalau aku ada anak laki laki kau mau dengan anak ku! Kan nggak mungkin kau mengambil suami ku! Bagus anak ku kan?" Kekeh Maride menghibur menantu.
"Mami!" Rengek Paras tersipu malu.
"Bowl, kamu temanin aku yah?" Bisik Paras sedikit berbisik.
Leo mengangguk. "Ya! Aku akan menemani mu! Aku ganti baju dulu yah? Tadi ada di kasih perawat baju hijau ini." Ucap Leo mengecup kening Paras.
Baros tersenyum sumringah, jujur ada perasaan khawatir di hatinya. 4 sekaligus, ini mukzizat luar biasa untuk keluarganya. Sangat jarang orang hamil 4 anak. Jika dia muslim, mungkin mereka akan sujud syukur atas rejeki yang tidak terduga ini.
Beberapa menit kemudian Fredy masuk di temani 3 perawat, "kita tindakan sekarang yah kak?" Fredy membantu Paras untuk bangkit. Menyerahkan Paras pada asisten kepercayaannya agar membawa ke ruangan operasi.
Sheeeer,
Paras merasa gemetaran ketakutan saat kursi roda memasuki ruang operasi yang sangat menusuk tulangnya karena dingin.
"Yuuuk bu! Kita santai yah!" Ucap perawat membantu Paras. "Kenalkan saya Lois yang akan memberi ibu anastesi." Jelasnya lagi.
Paras tersenyum lirih, perlahan dia melihat semua alat canggih telah berada di sekitarnya. Ada perasaan takut di hati Paras. Dia mengusap lembut perut besarnya, menangis haru berucap syukur tak terkira.
Cekreek,
Paras diminta tenang, karena akan dilakukan bius total. Saat akan memasuki proses persalinan, Paras harus melakukan tindakan operasi caesar dilakukan dengan cepat. Oleh karena itu, pemberian bius total menjadi keputusan Fredy. Bius total dapat bekerja dengan cepat untuk membuat Paras berada dalam kondisi tidak sadar, sehingga tindakan operasi dapat segera dilakukan. Sebagai tindakan darurat, dokter akan melakukan prosedur bius total dengan sigap dan cermat. Obat-obatan dan cairan akan dialirkan melalui jalur infus yang telah terpasang. Setelah itu, dokter anestesi akan meminta Paras menghirup obat bius melalui masker yang terpasang menutupi hidung dan mulut. Setelah Paras terbius dan tidak sadarkan diri, dokter segera memasang jalur napas bantuan berupa selang endotrakeal untuk mengatur pernapasan. Tujuannya adalah agar asupan oksigen bagi Paras dan baby four dalam kandungan tetap stabil.
Leo menemani Paras duduk di sebelah kepala sang istri menanti kelahiran baby four.
Fredy melakukan tindakan sangat cepat, membelek bagian lapisan perut Paras, sesekali bercerita dengan para ahli yang menemani jalannya operasi.
⌛5 menit kemudian,
⏳"Uweeek..." Baby one...
⏳"Uweeek...." Baby two...
⏳"Uweek..." Baby three...
⏳"Uweeek..." Baby four...
Jarak keempatnya hanya hitungan menit. Semua tindakan sangat cepat dilakukan Fredy. Paras masih dalam pengaruh obat bius, lebih kurang 1,5 jam tindakan medis di lakukan untuk menyambut kehadiran baby four.
"Tuan, silahkan keluar! Kami akan membersihkan ibu." Ucap anastesi pada Leo.
Leo bergegas menghampiri keempat anaknya yang ternyata 3 laki laki dan 1 perempuan. Leo tertegun menatap keempat buah hatinya. Masih di dalam incubator khusus dan terpasang alat medis.
__ADS_1
Baby four Leonal dan Paras.
Jakarta, 22 Februari 2022.
Seorang dokter spesialis anak mengahampiri Leo, "Selamat Tuan Leonal, baby four lahir sangat sempurna dan saat ini kita lakukan penanganan khusus. Yang terbaik kita berikan untuk keempat buah hati Tuan!" Ucapnya pada Leo.
Leo menelfon Maride meminta orang tuanya menghampiri ke ruang NICU khusus melihat baby four.
Maride dan Baros masuk ke ruangan cucunya. Tak terasa air mata Maride jatuh melihat baby four aktif menggerakkan semua tangan dan kakinya.
"Pi, cucu kita Pi!" Isak Maride.
Tak lama mereka di ruang NICU, Baros tersenyum, menatap takjub ke empat cucunya. "Selamat Leo, kau sudah sempurna menjadi seorang ayah!" Peluk Baros pada sang putra.
"Makasih Pi! Kita keluar dulu, aku mau menemani Paras. Dia di bius total. Aku menunggu dia hingga sadar." Jelas Leo.
"Ya, kita keluar." Ucap Baros mengajak Maride.
"Opung keluar yah Nak! Sehat sehat kalian semua! Mami kalian sedang berjuang." Ucap Maride berbisik meninggalkan baby four di ruang NICU.
Saat mereka menuju ruang pemulihan, Leo berpapasan dengan Fredy.
"Makasih Fredy! Kau dokter luar biasa!" Ucap Leo sambil memeluk erat tanda bahagia.
"Sama sama bang! Sehat semua, sepertinya bakal ada pesta besar ni!" Goda Fredy.
Leo tersenyum menepuk lembut bahu dokter spesialis kandungan berwajah tampan itu.
"Kakak sebentar lagi siuman. Jangan dikasih minum dulu yah bang! Kita tunggu sampai kakak sendawa atau kentut! Karena kita memberi bius total." Jelas Fredy.
"Ya, makasih yah!" Peluk Leo lagi sebelum Fredy berlalu.
Maride sangat bahagia, menghubungi Laura dan Berlin agar segera ke rumah sakit.
"Siapa nama cucu kita Pi?" Tanya Maride tersenyum senang.
"Eeehm..." Baros hanya mengusap lembut bahu Maride.
Tobe continue...
Siapa namanya yah readers...? kasih masukkan dong... Biar aku semangat..🔥❤️ 3 cowok 1 cewek....💞
Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️
__ADS_1