Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Kediaman Paras.


__ADS_3

Setelah mendengar keputusan Fredy, Albert memilih menyambangi kediaman Paras. Sahabat lama sekaligus wanita tangguh yang dia kagumi. Malam dingin memberi kesejukan tersendiri bagi tubuh kekar itu, mata masih tertuju pada layar handphone, menghubungi istri tercinta Yani.


"Aku akan ke kediaman Paras, kamu jangan menunggu, istirahat saja," Albert menutup panggilan telepon, setelah mendapatkan ciuman mesra dari Yani.


Perlahan dia menghampiri pintu utama, meminta maid untuk memanggil Paras sang majikan.


"Ibu Paras sedang istirahat," Maid menjelaskan pada Albert.


Albert mengusap kepalanya, "bilang Albert Einstein datang, ingin membicarakan pekerjaan."


Maid mengangguk mengerti, segera berlalu memanggil Paras yang tengah memadu kasih dengan Leonal sang suami brondongnya. Perlahan tapi pasti, Maid menggedor pintu atas permintaan Albert.


"Bu, Ibu, ada Bang Albert Einstein didepan. Mau ngomongin kerjaan," Maid memanggil pelan.


Paras membuka pintu kamar dengan rambut basah, menggunakan kimono penutup tubuh suburnya.


Leo memilih lebih dahulu keluar dari kamar, menghampiri Albert diruang tamu. Mata mereka saling bertemu, ada perasaan aneh dikepala pria berbulu itu.


"Tumben Lo kesini, ada apa. Lo aman saja kan?" Leonal merangkul Albert membawa sahabat selama di Australia masuk kedalam rumah mewahnya.


Albert menekuk wajahnya, "gue terancam dipecat oleh Lauren. Karena Fredy membatalkan rencana perjodohan keluarga."


Tentu alis Leonal menyatu, saat mendengar penjelasan tentang pemecatan Albert, "apa nggak salah dia mecat Lo. Bukankah ini bisnis, seharusnya dia menerima semua kenyataan jika Fredy tidak ingin bersama."

__ADS_1


Pembicaraan mereka terhenti, karena mata Albert tertuju pada Paras yang menghampiri kedua pria itu.


"Kenapa kamu?" Paras memilih duduk dihadapan Leonal dan Albert.


Wajah Albert seketika berubah tersenyum sumringah, saat melihat rambut coklat milik Paras tergerai basah, "kalian habis ehem yah?" dia malah menggoda Paras dan Leo.


Paras tertawa, menatap wajah Leonal yang memerah mendengar celotehan Albert, "kamu tanya aja sahabat sekaligus temen berantem tuh."


Leonal tertawa terbahak-bahak mendengar Paras yang sejak tadi mengomel karena kelakuan isengnya.


Albert menatap Paras, sedikit berbisik, "jika ternyata saya diberhentikan di Marsedez Benz, mau enggak kalian menerima saya untuk bergabung diperusahaan Langhai. Kita kembangkan kembali perusahaan Langhai Group dengan beberapa perusahaan besar di Jepang dan Cina."


Leo dan Paras saling menatap, sedikit penasaran, tapi ide Albert sangat mungkin bagi mereka untuk go internasional sesuai harapan Maride dan Baros.


Albert mengangguk, "ya, ini semua karena kelakuan Fredy. Kalian tahu bagaimana kedekatan keluarga saya dengan pemilik saham terbesar di Hamburg. Yaaah, walau masih setengah kabar ini, tapi saya harus mempersiapkan semua, agar Yani juga aman."


Leo mengangguk mengerti, menepuk pundak Albert, "setelah Yani melahirkan, silahkan bekerja kembali di Langhai Group. Lo bisa megang wilayah kita. Kebetulan Papi kan butuh orang kayak kita. Jadi Lo jangan takut, tapi kenapa Fredy tega melakukan ini. Apa karena masalah pribadi kalian?"


Albert tersenyum, "pastinya karena Yani, jadi dia berusaha membuat saya kecewa, seperti dia kecewa sama saya beberapa waktu lalu."


Paras mengerti, "ya udah, biarin Fredy nikah disini. Kita suport kamu kok. Yang pasti jika ada apa apa dishare. Jangan sampai kita tidak peduli dengan sahabat sekaligus keluarga sendiri."


Albert mengangguk setuju, "makasih kalian memang sahabat sekaligus keluarga buat saya." dia merangkul bahu Leonal, karena duduk bersebelahan.

__ADS_1


____________


Iklan sedikit untuk karya baru seson kedua, kelanjutan anak kembar Leonal dan Parassani.


Sedikit berbagi, "Gairah Cinta Kedua"


Antara tega dan tidak tega, Stela harus menjalani dilema cinta, antara menangkap orang orang tercinta, atau membiarkan mereka berkeliaran dengan bebas dinegaranya.


Tuntutan pekerjaan yang sangat melelahkan, harus dia terima jika tidak ingin menjadi simpanan Jenderal bintang dua.


"Kamu harus melakukannya Stel," Adrian Martadinata membisikkan kata-kata itu pada telinganya.


Wajah cantik alami itu memerah, bahkan tidak ingin menjawab.


"Jadikan aku simpanan mu, Bang. Aku akan melakukan semua sesuai perintahmu!" Stela menantang Adrian.


"Apa, simpanan! Kamu tahu aku sudah menikah dan memiliki anak. Bagaimana jika kita ketahuan. Ini gila Stel!" Adrian tidak mampu memutuskan, tapi harus menghadapi semua tantangan.


Mereka bekerja sama demi membuka kedok gembong narkoba dan mafia, dengan melakukan perjalan dinas sebagai mata mata ke Cina, Jepang dan Italia sebagai Badan Narkotika Internasional.


Keseruan cerita ringan yang berhubungan dengan kisah Ugly n Fat Girls, cinta, balas dendam dan militer.


Terimakasih.. 🤗🙏

__ADS_1


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️


__ADS_2