Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Kembali mengancam..


__ADS_3

Kennedy dengan sigap menarik lengan Sinta, "wait. Tolong kasih tahu pada Paras dan Leo, Silutak dan Sintya berusaha ingin menculik baby four. Aku mohon sampaikan agar mereka berhati hati," jelasnya dan berlalu meninggalkan hotel daripada semakin di ketahui Langhai Group.


Sinta tertegun melihat punggung Kennedy berlalu meninggalkannya diarea toilet, "apakah semudah itu Tuan Silutak dan Sintya menculik baby four? apa udah siap dimutilasi sama Ibu Maride? dasar manusia laknat, tidak pernah bisa membiarkan keluarga Langhai aman. Kemaren dari pihak Mba Paras dengan kegilaan Luna, sekarang Silutak dengan kegilaan Sintya, nggak capek apa mereka ribut terus?" batinnya berlalu meninggalkan toilet hotel.


Acara makan malam yang diadakan Albert sebagai bentuk syukurnya terhadap pernikahannya bersama Yani gadis cantik yang galak, bahkan masih enggan bermanis manis dengannya karena kehadiran Fredy sedikit mengganggu pandangan mata Yani, membuat Albert selalu menghibur wanita yang sudah resmi menjadi istrinya.


Paras hanya sibuk mendengar celotehan Leo yang terus menerus menjaganya agar tidak didekati Albert.


"Dia sudah nikah Ndut, nggak boleh deket deket sama kamu. Yani tuh orangnya cemburuan, aku nggak mau dia jadi cemburu sama kamu," bisik Leo ke telinga Paras.


Paras hanya geleng-geleng kepala mencubit perut sispack suaminya, yang sangat menyebalkan.


"Kamu tuh ngeselin yah Bowl, masak Albert mau sama ibu ibu kayak aku, punya 6 anak lagi. Kamu bayangin kalau aku dibawa dia kabur, betapa ribetnya kami," goda Paras pada Leo.


Wajah Leo berubah seketika, dia lebih sering kesal karena candaan Paras padanya, tapi dia berusaha tidak searogan beberapa waktu lalu.


Sinta menghampiri Leo dan Paras, membawa pasangan suami istri itu duduk lebih ke dekat jendela agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Apa seeh Sin?" tanya Paras sedikit kesal.


"Mba, hati hati. Saya baru ketemu sama Bang Kennedy di toilet, katanya Tuan Silutak dan Sintya akan menculik baby four. Jadi aku harap dikawal tuh baby. Biar nggak main main keluar rumah dulu. Kan aku nggak mau baby four yang gembul gembul jadi terancam," jelas Sinta pada Paras dan Leo.


Leo menaikkan kedua alisnya, "Kennedynya mana? kenapa dia yang bilang bahwa mereka akan menculik anak anak saya? berani sekali mereka!" ucapnya.


Leo tersulut emosi, karena baru hidup keluarganya akan tenang ada lagi ancaman datang mengarah kepada baby four.


Paras berusaha menahan diri, agar tidak emosi dan berdampak pada kehamilannya.


"Apa kita menghubungi pihak berwajib untuk mengamankan anak anak Bowl? takutnya mereka datang merebut baby four. Aku nggak bisa," isak Paras menangis dibahu Leonal.


"Kita menghilang dulu dari Jakarta, Ndut. Nginap di villa saja. Bawa semua perlengkapan, Maid, baby sitter dan security saja yang tinggal dirumah," jelas Leo memenangkan Paras.


"Hmmm, kita diapartemen Kuningan saja, lebih aman disana. Mereka selama ini tahu kita di Jagakarsa, aku takut tinggalin Jakarta, karena Mami sama Papi mau berangkat," jawab Paras.

__ADS_1


Leo mengusap lembut punggung istrinya, agar lebih tenang.


"Aku kalau sudah ngebayangin wajah Silutak itu, kok mual yah Bowl? mual banget. Aku nggak pengen bertemu mereka, suka banget ngancam aku! apa seeh mau mereka sama kita? duit? apa?" kesal Paras memilih meninggalkan restoran kembali menuju kamar yang sudah dipesan Berlin.


Leo mengejar Paras, bagaimanapun ancaman kali ini sangat tidak baik untuk kehamilan Paras.


"Nduut, tenang dulu yah sayang! jangan terlalu ikutin emosi, nanti kita hubungi Bang Simon. Biar dilacak keberadaan dan kebenaran yang diungkapkan Kennedy. Ini namanya sama saja perbuatan tidak menyenangkan dan mengancam anak anak kita,'' kejar Leo menahan lengan Paras.


Paras benar benar masuk kepelukan Leo, "minta jemput anak anak malam ini, kita tidur disini aja sama sama," pintanya.


"Sabar yah Ndut, kita akan bawa anak anak selalu bersama kita. Lagian hari sudah malam, nggak mungkin kita akan menjemput mereka. Apa kata Apak dan Amak nantinya, pasti keluarga semakin khawatir," bisik Leo pada telinga Paras.


"Aku takut mereka semakin nekat, mereka selalu nekat bahkan tidak tahu malu dan akan berdampak pada kematian pun mereka sanggup Bowl, aku muak lama lama sama Silutak. Apa mau dia?" isaknya.


Leo menarik nafas dalam, membawa Paras menyusuri lift dan naik kekamar agar bisa berbicara leluasa disana, "kamu tenang yah, kita istirahat dikamar, kamu mau pesan makanan?" tambahnya.


"Hmmm, perut aku tiba tiba lapar jika ingat Silutak. Setidaknya jika dia mengganggu baby four akan aku habisi mereka dengan tanganku," rungut Paras masih kesal.


Berlin memesan sebuah kamar cukup luas dilantai delapan. View sangat indah, kamar yang luas memberi kesan kemewahan.


Paras melihat buku menu yang ada dikamar, "aku mau iga bakar saos lada hitam dan udang saos tiram, nasi sedikit saja, sayur capcay goreng, tidak pakai kuah, dan juice alpukat. Kamu apa Bowl?" tanyanya menatap kearah Leo yang bengong mendengar pesanan istri yang tengah hamil itu.


"Udah? itu saja? kok banyak banget? yakin habis?" tanya Leo sedikit ragu.


Paras mencubit perut suaminya, "aku makan buat tiga orang, aku, baby twins. Jangan banyak komentar, pesankan saja," ucapnya mendengus kesal menutup buku menu dan meletakkan diatas meja.


"Aku makan pangsit rebus yah Ndut? kayaknya enak, tadi ada dibawah, telat ngambilnya udah habis ditelan anak kos," kekeh Leo mengenang karyawan Langhai Group yang rata rata adalah anak rantau.


Paras terkekeh geli mendengar ucapan Leo, "pasti mereka mikir kita udah ngilang dan mau mesum dikamar," tawanya semakin kencang.


Leo mencubit pipi istrinya, kembali menghubungi pihak restoran agar segera mengantarkan pesanan mereka. Dua pasutri ini ternyata sedang dilanda kelaparan mendadak setelah mendengan ancaman dari musuh bebuyutan keluarga Silutak.


Leo membuka beberapa cemilan, untuk menemani mereka menikmati keindahan malam kota metropolitan.

__ADS_1


"Kamu mau apalagi setelah kita makan?" tanya Leo mengusap lembut kepala istrinya yang tengah berbaring berbantalkan paha suaminya.


Paras meraih bibir Leo yang berada diatasnya, "mau ini," tunjuknya.


"Terus," goda Leo.


"Iniiii," kekeh Paras menunjuk kearah siunyun yang masih terlelap.


Leo semakin mendekap tubuh gendut Paras yang sangat padat, "kamu gemesin banget seeh, ntar nama baby twins siapa Ndut?" tanyanya.


"Sakit Bowl, jangan keras keras remas bahu aku," rengek Paras manja.


Leo justru menggigit bahu Paras, "hmmmm,"


Paras berteriak kencang, "aaaaagh Leo, sakit! kamu iiighs, nakal!" rengeknya memukul paha Leonal.


Mereka berdua saling membalas, hingga pelayan kamar membunyikan bel kamar mereka.


Leo mempersilahkan beberapa pelayan masuk, mengantarkan pesanan makanan, untuk menjadi santapan mereka malam ini.


"Kamu beneran lapar?" tanya Leo menyaksikan hidangan begitu banyak.


Paras mengangguk, "aku lapar banget Bowl, gara gara kabar yang dibawa Sinta. Daripada aku stress, lebih baik aku makan agar anak kita lebih sehat," kekehnya.


"Semoga sehat yah Ndut, baby twins. Biar kita fokus membesarkan mereka dengan baik," jelasnya.


"Amiin, aku nggak mau nambah lagi yah," kekeh Paras.


"Hmmm, buatnya boleh yah," goda Leo.


Paras hanya mendehem mulai menyantap hidangan yang menggugah selera yang ada dihadapannya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️


__ADS_2