
π§Tiiing,
Sebuah notifikasi masuk ke email Leo saat sedang mengendarai mobil menuju salah satu mall.
Acara pernikahan Leo dan Paras, akan di adakan pukul 14.00 waktu Jakarta. Hanya pernikahan biasa, tanpa resepsi atau mendoa. Tapi Paras menginginkan mengadakan syukuran kecil di kantor. Yaaah, Leo tidak keberatan dari pada harus main petak umpet mulu lebih baik jujur dan terbuka.
Leo memarkirkan mobil disalah satu mall di kota Jakarta, rencana membeli cincin nikah dengan model sesuai permintaan Paras yang sudah dikirim ke handphone Leo.
Sebelum turun, Leo menyandarkan tubuhnya di kursi kemudi untuk memeriksa beberapa pesan yang masuk barusan.
π§email,
Transaksi berhasil Rp.2.500.000.000,- ke rekening Parassani Chaniago.
cc.swissbank.πͺ
Leo mengerutkan keningnya, "uang apa ini?" Leo melacak di sistem mereka, "tidak ada dana yang keluar!" Batinnya lagi.
Leo segera menghubungi orang kepercayaannya agar melacak dana yang masuk ke rekening Paras yang dikirim melalui Swiss Bank. Pengguna bank ini pasti orang ternama dan terdaftar, batinnya.
β³10 menit,
β³20 menit,
β30 menit,
Otak Leo berkecamuk, mencari nomor Berlin meminta segera melacak hal yang sama. "Dana siapa ini?" Batinnya.
Drrrt, drrrt,
π"Bang Loide!" Batin Leo.
π"Ya Bang!"-Leo.
π"Punya Silutak, dari rekening Margareta Aleka! Dia yang memiliki dana sampai 300 milyar disana." Jelas Loide.
π"Bisa cari tau itu dana apa Bang?" Tanya Leo.
π"Itu dana dia menjual keperawanannya pada mu! Itu kata secretaris Silutak barusan Leo." Kekeh Loide membuat mata Leo terbelalak kaget.
"Anjiiing, dari mana mereka tau aku telah tidur dengan Paras?" Batin Leo semakin geram.
π"What! Oke bang! Aku selesaikan dulu! Terimakasih, terus dekati secretarisnya! Pacari, tiduri bang!" Kekeh Leo menggoda Loide.
__ADS_1
π"Udah pasti itu!" Sambut Loide menutup percakapan mereka.
Leo terdiam, dadanya terasa sesak. Merasa terjebak, meriview ulang setiap pembicaraannya dengan Paras saat di Pekanbaru. "Dia bilang, dia nggak pernah komunikasi dengan Silutak! Kenapa mereka tau Paras masih virgin? Apakah dia sengaja menjebak ku?" Leo menarik nafas dalam meremas kuat stir dihadapannya. "Aku akan menyelesaikan kau Paras!" Geram Leo melaju kecepatannya menuju kantor.
Meninggalkan mall, "Bedebah dengan pernikahan! Dasar wanita laknat! Buat malu keluarga! Ternyata kau menjual keperawananmu pada Silutak melalui tubuh ku! Bangsat kau Paras! Aku sudah mencintai mu! Tapi kau seperti ini pada ku! Dasar wanita receh! Lebih dari 2,5 milyar akan ku bayar jika kau memang tulus mencintai ku!" Rungutnya sepanjang perjalanan.
Leo memarkirkan mobilnya di loby, berlari tergesa gesa, meminta security memindahkan mobil miliknya ke basemen, segera menekan tombol lift VIP menuju lantai 32 ruangan Direktur Parassani Chaniago.
Perlahan dia meratapi hatinya, wajah berbulunya menggeram seketika, giginya beradu, rahangnya mengeras. Matanya memerah. "Ternyata wanita dewasa lebih pintar bermain dibanding pria seperti ku! Tapi dia lupa, aku bukan anak kemaren sore! Sistem semua aku yang buat! Masak aku kalah sama wanita sepicik dia!" Leo memejamkan matanya.
Tiiing, pintu lift terbuka.
Berlin sudah berdiri dihadapan Leo, sangat mengetahui siapa kakaknya jika lagi emosi. "Kak!" Berlin memberi data yang dia print sesuai permintaannya.
"Thankyou! Gue urus dulu! Bilang semua staf, jangan ada yang menelfon ke ruangan! Akan gue selesaikan! Wanita murahan! Masak harganya 2,5 milyar." Leo menyunggingkan senyum piciknya.
"Kak," Berlin tak bisa melanjutkan omongannya karena Leo sama sekali tak mendengar.
Leo terus berlalu menuju ruangannya.
CEKREEK, Leo melihat sosok Paras yang sangat anggun menggunakan dress putih selutut, mengikat tinggi rambutnya, dihiasi kalung pemberian Leo saat di Pekanbaru. Sepatu heels yang sangat indah menghiasi kakinya.
Heels bembi di kaki Paras.
Leo menatap sinis memberikan semua berkas yang diberi Berlin padanya.
"Bisa jelaskan ini apa Paras? Apa kau sedang memeras orang diluar sana untuk membayar mu dengan tidur dengan ku?" Mata Leo memerah, rahangnya mengeras, Leo membuka kaca matanya untuk menyeka air mata yang tak terbendung.
"Apa maksudmu sayang? Aku nggak mengerti!" Jawab Paras terlihat kaget dan bingung.
"Apa? Kau tidak mengerti? Kau bilang pada ku, kau tidak pernah komunikasi dengan Silutak, tapi kau menerima uang sebesar 2,5 milyar untuk harga keperawananmu! Kau terlalu murah Paras! Jika kau benar-benar tulus sama aku, lebih dari 2,5 milyar akan ku bayar untuk mu!" Sarkas Leo melempar semua berkas ditangannya ke wajah Paras.
"Apaa? Aku menerima uang? Menjual keperawananku? Oooough, Leo! Aku nggak bodoh dan tidak sepicik itu!" Tegas Paras membela diri.
"Haaaah, hebat! Kau sangat hebat Parassani, kau buat semua pria tunduk padamu, kau buat semua orang mengagumimu termasuk Baros! Kemudian kau pakai aku untuk masuk perangkapmu! Kau terlalu rendah untuk ku nikahi Paras!" Sarkas Leo.
"Oke!" Paras panik, dia mencari handphone miliknya, melihat semua chat secretaris Silutak yang ternyata sudah di hapus secara pribadi oleh secretarisnya. "Bangsat! Siapa yang ingin menghancurkan kebahagiaan ku!" Geram Paras.
"Apa? Apa? Kau mau membela diri seperti apa Paras? Kau sangat mengecewakan aku! Kau tidur dengan ku, kau minta Silutak membayarmu! Apa maksudmu? Jawab aku!!!" Suara Leo terdengar lantang membuat Paras semakin terpojok.
"Leonal!" Paras menarik nafas panjang, "huuuufgh! Aku tidak melakukan apapun! Aku memang menerima uang2,5 milyar dari rekening Margareta, itu sebagai fee penjualan kapal pesiar miliknya." Jelas Paras tapi,
__ADS_1
"Bulshiiit Paras! Apa selain kau jadi direktur disini? Kau menerima job diluar sebagai makelar, haaaaah! Aku tidak bodoh Paras! Aku tidak bodoh!" Leo semakin membentak Paras.
"Oogh my God!" Paras benar-benar semakin panik menutup wajahnya. Lebih dari 20 menit Paras menerima makian Leo yang bertubi-tubi padanya. Sakit, sangat sakit. Seseorang memfitnahnya hingga mengorbankan pernikahan yang dia bayangkan akan indah.
Leo tersandar disofa, setelah menyerang Paras dengan kata-kata kasarnya. "Pernikahan kita batal saja! Aku tidak ingin menikahi wanita sepertimu! Kau terlalu menyakiti ku dan tidak jujur pada ku!" Ucap Leo berlalu meninggalkan Paras.
"Leo! Leonal! Please jangan pergi!" Paras mendekati Leo yang sudah berdiri dipintu ruangannya. "Oke! Kalau pernikahan kita batal, aku terima! Tapi kamu harus percaya sama aku! Aku menerima fee itu hari ini, atas transaksi dua bulan lalu. Mereka baru selesai melakukan pelunasan! Itulah fee ku! Dan itu akan aku pergunakan untuk kita! Untuk membeli rumah di Puncak, Bogor atau dimana jika kita sudah menikah! Kenapa kamu nggak percaya sama aku?" Air mata Paras sudah jatuh membasahi pipinya.
"Jika aku mau menjual diriku, pasti bukan sama kamu Leo! Pasti aku mencari Pria yang lebih tua dari kamu! Kenapa kamu percaya dengan semua ini? Berapa tahun aku mengabdikan diri pada Baros dan keluarga mu!" Paras larut tak mampu menahan lengan Leo untuk pergi darinya.
Langkah Leo terhenti, memandang wajah Paras. "Ingat satu hal, jika kau hamil! Kasih tau aku! Aku akan bertanggung jawab penuh dengan kehamilanmu! Karena kau tau, selama kita melakukan itu, aku tidak pernah menggunakan pengaman. Setiap bulan aku akan menafkahimu. Thankyou for everythink! Aku permisi!" Leo berlalu meninggalkan Paras sendiri.
Semua mata karyawan melirik wajah Leo yang berantakan.
Luqman, pria berwajah bodoh berotak pintar sebagai sahabat lama Leo yang menjadi orang IT di perusahaan itu, sangat memahami bagaimana pribadi Leonal.
"Kemana bro!" Goda Luqman saat berpapasan dengan Leo.
"Ngewek Bro!" Kekehnya.
"Jiiiah, kayaknya Mba Paras kurang ngasih jatah ni!" Luqman semakin gila.
"****** lo! Eeeh, lo infoin semua kegiatan Mba Paras yah! Gue semedi dulu! Okay! Nanti gue transfer! Buat beli pecel lele dan ketoprak!" Bisik Leo merangkul bahu Luqman.
"Beres, kayak biasa kan?" Kekehnya.
"Iya! Gue cabut, kasih tau Berlin susul gue ke apartemen, oke!" Leo menaikan satu alisnya, berlalu seperti tidak terjadi masalah yang berarti.
Leo mematikan semua akses media sosial memilih menghilang dari peredaran, tanpa memperdulikan perasaan orang tercintanya. Cukup kecewa karena Paras tidak jujur padanya. "Belum jadi istri aja udah bohong! Gimana nikah!" Batin Leo.
*******************
Saat ini Paras sedang menyanyikan sebuah tembang lagu,
πΆ Ku menangis......
Membayangkan.....π΅
πΆ Betapa kejamnya dirimu atas diriku...π΅
Lanjut yaaaah... kita nyanyi sama sama di comment bawah...π
Semoga suka yah... Jangan lupa bahagia... happy weekend...ππ
__ADS_1
Read and wait... π€π€
Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...ππ₯°β€οΈ