
Perlahan Paras membuka mata, menatap Leo masih tertidur pulas. Terdengar suara kicauan burung dan hiruk pikuk kota sayup sayup dari luar sana. Paras semakin mengeratkan pelukannya, membuat Leo terjaga.
"Eeeghm, kamu udah bangun?" Tanya Leo mengecup lembut kening Paras. "Istirahatlah, aku akan membuatkan sarapan untukmu!" Bisik Leo lagi.
Paras semakin mendekap tubuh Leo dengan manja, "makasih yah! Kamu udah mau mencintai aku! Kok mau seeh, sama aku! Gendut, tua lagi!" Bisiknya ketelinga Leo.
Leo memiringkan tubuhnya, menatap lembut wajah cantik Paras yang membuat dia tergoda, "Kamu emang tua, usia kita berbeda 10 tahun! Tapi, kamu terlalu anak anak, membuat aku gemes pengen gigit ini," tunjuk Leo pada bibir Paras, "ini." tunjuk Leo pada da*da Paras. "Ini ni, yang buat aku kangen, tembem, incubator kamu yang menyedot dede unyun aku! Hingga disini ada baby kita!" Usap Leo pada perut Paras.
Paras terkekeh geli mendengar Leo menggodanya. "Morning Leonal, Ayah baby." Paras semakin menggoda Leo dengan candanya.
Leo memanyunkan bibirnya, "Ayah lagi! Daddy kek! Bro, lebih keren!" Jawab Leo asal membuat pagi mereka semakin indah.
Paras tertawa tak berani melanjutkan lagi. "Kita ke kantor bareng?" Tanya Paras mulai serius.
"Hmm, aku mau menikahi mu pagi ini!" Tegas Leo. "Bang Simon sudah mengurus berkas kita dari dua hari lalu!" Jelas Leo lagi.
Paras menunduk, "Apa mesti begini Leo? Orang tua ku pasti akan murka!" Paras memeluk tubuh Leo, tak ingin membayangkan hal terburuk yang akan terjadi untuk hubungannya dan Leo.
Leo menarik nafas dalam, "kita menikah dulu, habis itu kita ke kantor, besok kita ke kampung kamu!" Pujuk Leo.
"Kamu yakin?" Tanya Paras mencari jawaban dimata Leo.
"Aku yakin! Aku tidak ingin lagi menunggu dan kamu merasa bersalah setelah menikah dengan duda seperti ku!" Ucap Leo.
Paras menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang mencepol rambut yang bergelombang secara asal, memperlihatkan tanda spiderman di leher jenjang itu. "Bukan itu Leonal, tapi kamu tau kita berbeda! Apak pasti akan marah pada ku! Bahkan mengusirku!" Rundung Paras merasa takut menghadapi semua ini.
"Heii, aku suami mu! Aku akan bertanggung jawab padamu! Jika keluarga mu tidak menerima mu, atau bahkan mengusirmu, aku akan tetap bersama mu Paras!" Tegas Leo.
"Ck, ngomong doang! Kemaren ngilang 2 bulan, malah mesum sama mantan istri!" Sungut Paras membuat bibir Leo terbungkam.
Leo tersenyum mencium punggung tangan wanitanya, "Setidaknya, aku tidak membencimu! Aku sangat merindukan mu! Jujur aku salah! Aku mohon lupakan! Aku akan menebus semua kesalahanku, hingga kamu benar benar memaafkanku!" Leo mengecup lama kening Paras.
Paras memeluk erat tubuh Leo, "Aku takut kamu meninggalkan aku dan tidak akan pernah kembali! Hati aku rapuh Leo! Aku benar benar nyaman bersama mu! Aku menyerahkan semua karena aku yakin padamu! Tapi saat ini aku ragu karena kamu pernah menghilang dari ku!" Jelas Paras.
"Heeii, jangan berfikir keras! Kita jalani saat ini! Semua akan ada jalan keluarnya. Aku bukan menghilang, setiap malam aku ada disini, melihat kamu dari kejauhan, aku juga takut kamu pergi dari aku Paras!" Tegas Leo.
__ADS_1
Paras menunduk, "Ya udah, kamu mandi! Aku buatin sarapan!" Ucap Paras manja, mengusap wajah tampan calon suami dan daddy anak dalam kandungannya.
"Kamu mau apa Leo?" Panggil Paras sebelum Leo menghilang dari pandangannya.
"Terserah kamu, apa yang kamu buat aku makan! Asal jangan paku sama alat bangunan! Ntar aku bisa jadi castel!" Goda Leo.
"Iiiigh, orang serius!" Paras menggeram, mengambil kimononya, menuju dapur.
Terpikir untuk membuat nasi uduk. Paras mulai memasak nasi dengan santan di rice cooker, merebus telor, membuat tempe orek, menggoreng ayam yang sudah diberi bumbu sebagai stoknya, memanaskan smur jengkol yang biasa dia beli dari sahabat. Tak lupa dia mengulek sendiri sambalnya. "Leo pasti suka." Batinnya tersenyum bahagia.
⏳15 menit kemudian, Paras menghiasi nasi uduk buatannya dengan sentuhan cinta yang sempurna.
"Perfect!" Batin Paras.
Paras meletakkan sarapan diatas meja, membuat kopi hitam kesukaan Leo. Tak lama kemudian, Leo keluar.
"Hmmm, wangi! Kamu buat apa sayang?" Tanya Leo mencium leher jenjang Paras lagi dan lagi.
"Heeeiii, aku suka Ndut! Bau kamu buat aku semakin on fire!" Teriak Leo semakin menggoda.
"Oya, tapi maaf aku keringetan! Membuat lengket dari sisa tadi malam!" Kekehnya menutup pintu kamar.
Leo melihat makanan yang sudah terhidang, "hmmm, ini pasti lezat! Jengkol? Aku tidak suka jengkol! Iiighs!" Rengeknya seperti anak kecil.
⌛20 menit Paras keluar dari kamar sudah sangat rapi dan wangi. Sengaja rambutnya dibiarkan terurai basah.
"Kok kamu disitu! Sini, kita sarapan." Paras menarik tangan Leo menuju ruang makan.
"Duuuh dingin yah!" Paras sedikit meraba, "hmm, nggak! Hayuk sayang." Senyum Paras.
Leo membuka kursi untuk Paras dan dirinya, Paras masih sibuk menyiapkan air putih didalam teko kacanya. "Gendut tapi lincah! Membuat aku semakin sayang! Sama kayak Mami!" Kekeh Leo membatin.
Paras duduk di kursi, kembali menatap Leo, kedua tangannya mengadah keatas untuk membaca doa makan, "Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar. Amin." Paras mengusap wajahnya, tersenyum menatap kearah Leo.
__ADS_1
Jujur ini yang pertama Leo lakukan, do'a sebelum makan. Perlahan hatinya tersentuh dengan semua yang dilakukan Paras padanya.
Leo tertegun menatap hidangannya, dia tersenyum, "makasih! tapi aku nggak makan jengkol! Bau!" Rengeknya benar benar membuat Paras terkekeh geli.
Paras menyentuh pergelangan tangan Leo, "makanlah, kalau kamu nggak suka singkirkan, tarok ketepi piring kamu. Nggak boleh merengek di depan hidangan. Nggak baik." Titah Paras.
Leo mengangguk mengerti, mulai menyantap makanan di hadapannya. "Hmmm, ini lezat sayang!" Tanpa sengaja Leo melahap semua yang terhidang, termasuk smur jengkol yang dia tidak suka tadi.
Paras melirik ke arah Leo, tentu saja heran. "Tadi merengek bilang nggak suka jengkol! Ternyata habis ludes tak bersisa!" Batin Paras. "Kamu lapar?" Goda Paras menatap Leo.
"Hmm, iya! Lapar iya, enak banget juga iya! Makasih sayang udah mau masakin aku! Setidaknya aku kenyang." Leo mengecup punggung tangan Paras.
Paras menaikkan kedua alisnya, "Ya, Leo!" Paras membersihkan dengan sigap, melanjutkan ritual dandan ke kamar.
Dia melihat jam, menunjukkan pukul 09.00 waktu Jakarta. "Leo, kita menikah jam berapa?" Tanya Paras.
Paras menggunakan baju kemeja warna putih, rok putih selutut, heels putih yang dia beli dari salah satu sahabat. Dicuping kanan dan kiri terpasang mutiara putih senada dengan kalung dan gelang tangannya.
Leo menatap kearah Paras, menelan salivanya. "Jam 10.00 sayang! Jas ku ada di mobil! Sepatu juga." Suara Leo sangat lembut saat menatap penampilan sang pujaan hati.
Paras menaikkan alisnya, "kamu udah rencanain serapih ini? Kok semua ada di mobil?" Paras mendengus kesal.
Leo mendekap Paras, "semua sudah aku persiapkan untuk menjemput kamu gadisku!" Leo mengecup kening Paras.
Setidaknya Leo mampu membuat Paras terbang dan mabuk kepayang. Semua kejutan yang diberikan Leo sangat indah bagi Parassani Chaniago yang telah berusia 35 tahun. Umur yang terpaut jauh, tidak menyulutkan Leo untuk segera menikahinya.
👰🤵 Menuju ikatan halal.
____________************
Read and wait... 🤭🤗
Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...🙏🥰❤️
__ADS_1