Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Sendal jepit.


__ADS_3


Leo menemani Paras dan Maid membeli kebutuhan di apartemen mereka. Seperti biasa Leo mengambil beberapa kaleng bir. Paras dan Maid memilih udang, ayam dan cumi kesukaan Leo. Tak lupa juga Paras membeli tahu dan sayuran segar.


"Bowl, dari sini kita jemput smur jengkol yah di apartemenku!" Pinta Paras pada Leo.


"Hmm," Leo masih memilih beberapa keperluannya.


"Mba, kalau butuh apa apa ambil aja! Buat orang tua dan anak anak mba!" Perintah Paras pada Maid.


Maid hanya mengangguk segan, baginya Leo sudah sangat baik pada keluarga mereka. Leo sering melebihkan bulanannya, dan memberi makanan. Bahkan jika Maid sudah memasak, Leo menghabiskan waktu diluar, pasti akan menulis pesan agar membawa masakan yang sudah dimasak pulang.


" Keluarga ini sangat baik pada saya!" Batin Maid.


Maid mengambil beberapa kebutuhan penting saja, tidak ingin berlebihan. "Gimana cara bawanya yah!" Batin Maid.


Paras dan Leo malah saling menggoda saat berdiri didepan rak berisikan sabun dan shampo.


Leo biasa menggunakan yang mint, Paras yang bararoma mawar. Mereka saling berdebat tidak ingin membeli dua, melainkan mencari yang cocok untuk berdua.


"Bowl, yang ini aja yah? Wanginya enak deh!" Paras mengarahkan ke hidung Leo.


"Nggak, aku mau yang biasa! Ntar rambut ku rontok jika ganti ganti shampo Ndut!" Jelas Leo.


"Iiihgs, suka banget begitu! Biar hemat Bowl!" Rengek Paras.


"Ooogh God! Apa jiwa miskin kamu meronta setelah menikah dengan ku sayang?" Kekeh Leo.


"Leo, kok gitu!" Kesal Paras memanyunkan bibir se*xynya.


"Ya iyalah, shampo satu berdua! Lucu aja! Kayak nggak mampu beli aja!" Tambah Leo membuat Paras semakin kesel.


Paras menepuk lengan Leo, "Jangan pukul pukul yah Ndut! Nanti kamu aku cium disini!" Ancam Leo mendekatkan wajahnya pada Paras.



"Iiighs, dasar me*sum!" Kekeh Paras meninggalkan Leo dengan sampo masih digenggamannya. "Udah cepetan, Bang Simon nungguin kamu kan? Udah jam 11.00 ini Bowl!" Geram Paras melihat Leo masih berdiri didepan rak shampo.


"Sini, kita beli 4 botol yah! Biar nggak rajin ke sini!" Goda Leo sengaja membuat Paras kesal.


"Hmmm, terserah deh!" Pasrah Paras.


Paras menuju kasir memberi semua belanjaan mereka siang itu. Maid adalah asisten yang sangat teliti, mengawasi semua belanjaan majikannya.

__ADS_1


"Totalnya bla bla bla Nyonya!" Ucap kasir Pada Paras.


Seperti biasa, Leo akan lebih dulu memberi cardnya. Paras tersenyum mendekat pada Leo, "thankyou hubby terlove love!" Kekeh Paras.


Leo mengecup kening Paras membuat beberapa mata merasa mengenal pasangan ini.


"Ciiiee, udah rujuk lagi Mba sama suaminya?" Kekeh seorang wanita bersama suaminya.


Mata Paras tertuju pada sosok wanita itu, "emang kita pernah jumpa Mba? Maaf!" Kekeh Paras melingkarkan tangannya kepinggang Leo.


"Sendal jepit Mba! Masak lupa! Kan saya saksinya, suaminya dilempar sendal!" Goda wanita itu sambil terkekeh merangkul tangan suaminya.


Paras tertunduk malu. "Hmmm, kemaren lagi khilaf Mba!" Kekeh Paras geli jika mengingat kejadian itu.


"Nyonya, udah! Yuuk!" Maid mendorong troli menuju parkiran.


"Saya permisi!" Ucap Paras pada wanita itu.


"Bahagia yah Mba, kalian sangat serasi!" Ujar wanita itu.


"You too!" Senyum Paras mengembang melirik kearah Leo.


"Emang kita serasi gitu? Tau kamu semanja ini, dari awal aku deketin kamu Ndut! Nggak perlu menunggu 3 sampai 4 bulan! Capek tau denger mulut pedes kamu! Semenjak nikah kamu nggak pernah pedes ngomong sama aku!" Kekeh Leo menggoda puncak hidung istrinya.


"Iiigh, ntar aku kasar kamu kabur! Bagus aku ikutin apa mau kamu!" Jawab Paras asal.


"Ngomong aja gampang! Buktinya kamu cerai sama siapa tuh?" Ejek Paras.


"Eeeh," Leo mengehentikan langkahnya, "cukup ini yang terakhir kamu membahas nama wanita itu dihadapan aku yah ndut! Aku nggak suka! Karena akan membuka luka di kamu dan di aku! Dia hanya butiran debu! Sarok kuaci!" Tegas Leo mencubit pipi sang istri.


Paras mengangguk pelan, "kok aku malah ngikutin apa mau pria muda ini? Apakah dia benar benar mencintai aku?" Batin Paras semakin memeluk lengan Leo dengan manja.


Leo membantu Maid memasuki belanjaan mereka ke bagasi mobil. "Mba, saya antar kamu ke Kuningan dulu yah? Kami mau ke Pejaten!" Jelas Leo.


"Baik Bang!" Jawab Maid. "Nanti saya bawa kebutuhan saya dan rendang yang Nyonya kasih yah!" Izin Maid.


"Ya, bawa saja!" Senyum Paras. "Jangan lupa masakin udangnya yah mba, saos lada hitam dan sayur tahu. Dari pejaten saya langsung makan!" Jelas Paras.


"Baik Nyonya!" Angguk Maid mengerti.


Mobil melaju menuju Kuningan, mereka membeli makanan drive-tru. Paras dan Leo memiliki kebiasaan yang sama, mereka tidak menyukai makan diluar. Paling beli dan bawa kerumah. Bagi mereka semenjak menikah waktu berdua itu sangat berharga. Saling mengenal kebiasaan masing masing.


Leo ternyata memiliki kebiasaan di suapkan dan tidak suka makan pakai tangan. Sementara Paras apa saja bisa.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Maid ke Kuningan, Leo melajukan kecepatannya menuju Pejaten. Rencana mereka akan ke Kalibata menemui Berlin yang tidak masuk kantor hari ini.


Saat di parkiran apartemen Paras, mata Paras dan Leo dikejutkan dengan kemesraan Sintya dengan pria lain.


"Dasar pela*cur!" Geram Leo. "Kamu disini aja Ndut! Jangan turun!" Tegas Leo.


Bergegas Leo turun dari mobil, menghampiri Sintya dan pacarnya yang tengah menunggu didepan lift.


"Hai!" Sapa Leo di belakang Sintya.


Sintya menoleh kearah Leo, "Ha ha hai!" Jawab Sintya gugup. Wajahnya memerah seketika.


"Dah, ini cowok lo kan? Jangan ganggu kehidupan keluarga gue! Karena lo bisa minta tanggung jawab sama pria ini! Jangan sama gue, BICH!" Tegas Leo.


"Heiii! Siapa kau!" Sarkas pria yang bersama pria itu.


"Lo tanya aja sama perempuan ini, gue siapa! Ingat, aku sedang memprosesmu karena kau menyerang Berlin ke apartemen ku!" Tegas Leo.


"Le, Leo! A ak aku!" Sintya sangat mati kutu, tidak berani berucap, karena dia bersama kekasih barunya.


Leo hanya tersenyum tipis, "nikmati dosa lo!" Kekeh Leo meninggalkan Sintya dan pria bodoh itu.


Leo bergegas membukakan pintu mobil untuk Paras, merangkulnya dengan sangat mesra. Menuju lift yang sama dengan Sintya dan pria itu.


Tentu hati Sintya terasa sangat sakit, melihat Leo lebih memilih wanita gendut dari pada dirinya yang se*xi. Leo sengaja mengikatkan rambut Paras tinggi agar terlihat kissmark dileher istrinya itu. Paras menatap Leo, "thankyou Bowl!" Bisik Paras ditelinga Leo.


"Iya Ndut! You se*xy girl!" Bisik Leo sengaja menggoda Paras.


Paras semakin menempelkan kepalanya kedada Leo, karena tinggi Paras hanya sampai dagu Leo, hehehe.


Sintya menggeram kesal, membiarkan Leo dan Paras masuk lift lebih dulu. Jujur hatinya dilanda cemburu. Dia menelfon Silutak, tentu mencari cara untuk memgahancurkan hubungan Leo dan Paras.


Pria disampingnya menjadi kesal, memilih meninggalkan Sintya yang sedang uring uringan.


"Beib, kamu mau kemana?" Rengek Sintya.


"Siapa dia? Bisa jelaskan? Kenapa kamu malah cemburu melihat dia bersama wanita itu? Kamu anggap aku apa?" Kesal pria tersebut memilih berlalu.


"Beib, beib!" Teriak Sintya tak diacuhkan oleh pria stengah tampan itu.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...πŸ™

__ADS_1


Setidaknya kalian penyemangatku!


Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....πŸ€—πŸ”₯


__ADS_2