Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Tamu tak di undang.


__ADS_3

Setelah menghabiskan malam yang penuh kemesraan dan hangat, Leo masih meringkuk dibawah selimut. Paras terjaga melirik jam dinakas menunjukkan pukul 05.00 pagi. Perlahan Paras turun dari ranjang karena merasakan mual yang tak biasa.


Paras segera kekamar mandi, "huweek huweeek huweek!" Paras membasuh wajahnya, mengusap lembut bibir yang terasa kebas. Setelah mengeluarkan isi perutnya, Paras mengguyur tubuhnya dibawah shower agar lebih segar.


"Hmm, kok mual lagi yah?" Batin Paras.


"Huuweek huweeek huweeek!" Paras duduk di closet menunggu rasa mual mereda.


Leo yang menyadari ada suara percikan air dikamar mandi, mulai terjaga menyadari Paras tidak ada diranjang bersamanya.


Leo segera menyusul Paras kekamar mandi. "Ndut, kamu kenapa?" Tanya Leo kaget, mengambil handuk kemudian menutup tubuh istrinya yang masih basah.


Paras memeluk manja tubuh Leo, mencium aroma maskulin dari tubuh itu. "Aku mual Bowl, sesak banget!" Bisiknya.


"Ya ampun kamu mabuk pagi?" Leo bergegas keluar kamar mandi mencari minyak angin, mengambil baju Paras yang tertinggal beberapa bulan lalu diapartemen. Kemudian kembali, membantu Paras mengenakannya.


"Kamu nggak usah capek capek hari ini! Biar Maid yang menyediakan semua! Aku akan memesan beberapa kebutuhan kamu di aplikasi! Jangan membantah!" Tegas Leo membawa Paras keluar dari kamar mandi, membawa ke ranjang mereka.


"Iya, nanti aku mau pesen underware sama temen ku!" Jujur Paras.


"Ya, udah! Nanti aku transfer uangnya! Pesen kebutuhan kamu!" Leo kembali menegaskan.


"Aku buatin sarapan dulu!" Leo menuju dapur meninggalkan Paras yang tengah berbaring. Membuatkan teh manis anget dan sandwich ala suami siaga.


Paras berbaring, menghirup minyak angin yang diberi Leo padanya.


⏳10 menit, Leo kembali kekamar membawa nampan berisi sarapan untuk Paras.


"Sayang, kamu bisa duduk? Sarapan dulu, habis itu minum obatnya." Ajak Leo membantu Paras.


"Hmm," Paras mengikuti semua ucapan Leo. Menerima teh buatan suaminya perlahan menyesapnya sedikit sedikit.


"Gimana? Kemanisan?" Tanya Leo masih panik.


Paras menggeleng, meletakkan keningnya di bahu Leo. "Maaf aku nyusahin kamu pagi pagi!" Rengeknya.


Leo tersenyum, mengusap lembut kepala istrinya, "Ndut, aku suami kamu! Aku harus merhatiin kondisi kamu! Apalagi kamu lagi hamil anak aku! Aku nggak mau kamu kenapa napa!" Ucap Leo sangat menyejukkan jiwa Paras.


Leo terus menyuapkan Paras, berkali kali mengucapkan terimakasih, memberi kekuatan dalam menjalani kehamilannya.


"Kamu mandi gih! Bau!" Senyum Paras.


"Iya, kamu tunggu yah! Aku mandi dulu biar kamu cium cium aku!" Goda Leo berlalu menuju kamar mandi.


Paras kembali merebahkan tubuhnya, membuka chanel televisi. "Hmm, lumayan enakan!" Batin Paras.


Ting tong, bel apartemen berbunyi.


Paras merasa mulai kuat, perlahan turun dari ranjang untuk membuka pintu apartemen. "Palingan Maid," batin Paras bergegas kepintu.


Paras menggenggam hendel pintu, kemudian membukanya, ternyata.


Sheeeer, darah Paras seketika mendidih menatap wajah wanita yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Cemburu? Ya, Paras cemburu pada gadis yang masih ada di galery handphone milik Leo.


"Paras? Ngapain kau diapartemen Leo?" Kejut Sintya menatap tajam kearah wanita gendut menurutnya.


"Apa kita saling mengenal?" Tanya Paras sinis.


Sintya memberanikan diri menginjakkan kaki masuk ke dalam apartemen Leo. "Leo mana? Kenapa pagi pagi kau ada disini? Habis jual diri?" Ejek Sintya, kemudian memanggil nama Leo.


"Leo sayang, kamu dimana?" Teriak Sintya tanpa malu.


Paras mendengus kesal, meninggalkan Sintya masuk kekamar menatap Leo tengah bersiap siap.


"Siapa Ndut?" Tanya Leo.


"Hmm, mantan istri kamu yang masih kamu save fotonya digalery." Jelas Paras duduk dipinggir ranjang.


"What? Beraninya dia masuk kerumah ku? Akan aku pecahkan kepalanya." Geram Leo.


Tak menunggu lagi, Leo langsung keluar melihat Sintya tengah berdiri dengan angkuhnya.


"Leo!" Peluk Sintya pada Leo.


Leo menepis tangan Sintya, meremas kuat pergelangan tangan wanita itu. "Pergi dari rumahku! Jangan ganggu istri ku!" Sarkas Leo menggeram.


"Apa? Istri? Wanita gendut murahan itu kamu bilang istri?" Teriak Sintya semakin kencang.


PLAAAK,


Leo menampar wanita yang menjijikkan itu. "Pergi, sebelum aku menelfon security!" Tegas Leo.


Leo meremas pipi Sintya dengan geram, "Dia lebih suci dibanding kau!" Geram Leo menolak tubuh Sintya hingga terjatuh.


"Aaaugh, Leo! Aku hamil! Aku hamil anak kita!" Teriaknya lagi.


Leo tersenyum sinis, bergegas mengambil handphone miliknya, kembali dihadapan Sintya yang masih berada di lantai ruang tamu apartemennya. "Kau pergi atau security akan menyeretmu!" Sarkas Leo.


Paras mendengar keributan diluar semakin merasa shook.


"Leo, aku hamil anak kita!" Teriak Sintya semakin menggila.


"Dengar Sintya! Itu bukan anakku! Aku tidak pernah memberikan benihku padamu! Parassani istriku! Jangan pernah kau katakan dia murahan, karena sesungguhnya kau yang murahan!" Tegas Leo lagi. "Sekarang kau pergi, jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi! Apalagi menginjakkan kaki di rumahku!" Tambah Leo.


Security membunyikan bel, Leo membukakan pintu agar security menyeret wanita jahat itu keluar dari rumahnya.


"Bawa dia! Jangan pernah dia masuk kearea apartemenku!" Sarkas Leo.


Security mengangguk mengerti, segera membawa Sintya.


"Leo, ini anak mu! Kita melakukannya! Jangan kau buat aku seperti ini! Aku istrimu! Bukan wanita jelek gendut itu! Aku mohon Leo!" Teriak Sintya saat security membawa paksa dirinya. "Leo, kau akan menyesal! Dia itu simpanan Papi! Keluarganya simpanan Papi Leo!" Teriak Sintya semakin keras.


Leo segera menghubungi Simon, meminta apartemennya diawasi dari ancaman keluarga Silutak.


"Dasar wanita gila!" Geram Leo, setelah menutup telfonnya dengan Simon.

__ADS_1


Leo kembali masuk ke kamarnya melihat Paras sedang menangis ditepi ranjang, "sayang, ndut!" Panggil Leo menatap kahawatir.


Leo langsung mendekap tubuh Paras, yang menangis sesengukan.


"Wanita itu hamil anak kamu Bowl!" Isak Paras didada Leo.


"Ssssst, nggak sayang! Aku tidak melakukan itu! Aku laki laki! Sangat sadar apa yang aku lakukan!" Pujuk Leo mengusap lembut punggung Paras.


"Hikz, tapi kalian melakukannyan!" Paras semakin menangis.


Leo memeluk Paras semakin erat, mengecup lembut kepala istrinya. "Aku melakukan itu hanya sekali dan aku bermain aman! Jangan pikirkan! Dia hanya wanita sampah yang hobby bergonta ganti pasangan! Aku melakukannya hanya untuk membalas sakit hati ku! Percayalah!" Jujur Leo.


"Tapi kalian tetap making love kan?" Isak Paras menyeka air matanya yang masih deras mengalir dipipi mulus itu.


"Hmmm! Jangan dibahas lagi!" Leo terus menenangkan Paras.


⏳Beberapa menit, Paras kembali tenang.


Leo melepas dekapannya, memberikan segelas air putih pada Paras. "Minumlah, agar kamu lebih tenang!" Leo mengecup kening Paras.


Gluk gluk gluk gluk, Paras memberi gelas pada Leo setelah gelas itu kosong.


"Udah tenang?" Tanya Leo tersenyum.


Paras mengangguk, kembali menyeka air mata dipipi dan lehernya. "Dia gila yah?" Rungut Paras.


"Udah jangan dipikirkan! Aku sudah meminta Bang Simon untuk mensterilkan apartemen kita. Beberapa bulan lalu aku telah membeli rumah di Jagakarsa. Kemungkinan 3 bulan lagi kita bisa menempatinya. Setidaknya kamu akan aman dirumah, nggak tinggal disini lagi. Apartemen Kalibata akan aku sewakan, tapi Berlin ingin tinggal disana untuk sementara. Agar tidak mengganggu kita disini." Jelas Leo panjang lebar.


Paras mengangguk setuju, "kenapa nggak di Bogor?" Tanya Paras.


Leo tersenyum, "Aku mau nyari yang deket dulu Ndut, sama kantor! Nanti kalau anak kita udah lahir, baru kita beli villa disana yah!" Pujuk Leo membahagiakan hati Paras.


"Iya! Terus, kalau wanita itu ganggu kita lagi gimana?" Rengek Paras.


"Kamu lipat aja! Masukin peti kemas, kirimin ke Cina!" Kekeh Leo.


"Aaagh, aku serius Bowl! Tamu nggak di undang datang pagi pagi, buat aku shook dilanda cemburu! Kamu masih ngesave foto dia di galery!" Rungut Paras.


Leo menaikkan alisnya, "Masak siih? Aku justru sudah menghapusnya dari bercerai dulu! Justru dari kita di Pekanbaru, sejak malam aku membobol kamu!" Jujur Leo.


"Ck, masih ada!" Rengek Paras manja.


"Iya, nanti aku hapus semua! Jam yang dia kasih juga mau aku kasih ke Luqman atau ke Simon! Sayang dibuang!" Kekeh Leo.


"Hmm!" Paras hanya mendehem.


Leo kembali memeluk Paras, "jangan banyak pikiran yah Ndut! Nanti berdampak sama kehamilan kamu! Aku nggak mau kamu sakit!" Jelas Leo.


Paras mengangguk, setidaknya Leo sangat sayang dan khawatir. Membuat Paras semakin nyaman dan semakin cinta.


Emosi....🤬


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


Happy reading...😘🥰


Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...🙏🥰❤️


__ADS_2