Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Cinta yang bodoh...


__ADS_3

Disisi lain kediaman Sintya di Pejaten. Dia tengah menikmati keindahan sepanjang malam bersama kekasih barunya Will. Pria bule yang tampan, sepertinya seorang pendatang bukan pebisnis.


⏳Pukul 11.30 waktu Jakarta keduanya baru membuka mata. Perlahan Sintya membuka mata menatap Will, tengah bersiap siap segera meninggalkan apartemen Sintya.


"Kamu mau kemana honey?" Tanya Sintya.


"Hmmm, aku harus pulang!" Jelasnya.


"Bukankah kau bilang kita akan menikah dan kau akan stay bersama ku!" Rengek Sintya manja.


Will tersemyum, mendekati Sintya. "Aku belum bisa menikahi mu sekarang sayang, kita akan menikah setelah urusan ku selesai!" Jelasnya mengecup kening Sintya dengan lembut.


BRAAAK,


Pintu apartemen Sintya terbuka secara paksa. Tentu Sintya terlonjak kaget mendengar dari kamar. Dia memilih keluar kamar hanya menggunakan selimut tipis membalut tubuhnya.


"Heeeeiiii, siapa kau?" Tanya Sintya saat membuka pintu kamar melihat sosok wanita mencarinya.


"Hmm, ternyata kau yang tidur dengan suamiku Will? Mana suami ku BICH!" Sarkas Laura.


Sintya semakin membelalakkan matanya, "Suami? Will suami kau?" Tanya Sintya menyandarkan tubuhnya kedinding dekat dengan kamar.


Laura melirik sinis, "apa kau akan menyangkal tidak mengetahui Will telah menikah?" Senyumnya sinis. "Pengawal, bawa wanita ini!" Perintah Laura pada ketiga bodyguardnya. Sementara Will, keluar dengan wajah tanpa berdosa.


PLAAAK, tangan Laura melayang kepipi Will.


"Kau bilang akan pulang tadi malam! Tapi kau malah menginap dengan wanita mur*ahan ini!" Sarkas Laura.


"Heeeii, dia kekasih ku! Teriak Sintya lebih keras. "Ini apartemen ku! Kalian tidak ada hak disini! Aku tidak mengenal kalian!" Tambah Sintya semakin berteriak.


Laura meremas pipi Sintya, "Dengar, Will suami ku! Aku membaca chatting kalian yang mengatakan kehamilanmu! Aku akan bertanggung jawab pada mu, dan aku akan membayar mahal rahimmu! Tapi jangan berharap kau bisa menikah dengan suami ku! BICH!" Tegas Laura melepaskan genggamannya. "Bawa dia!" Usir Laura menepiskan Sintya dengan kodean jari lentiknya.


Sintya masih berbalut selimut tanpa menggunakan apapun didalamnya di gendong paksa oleh pengawal Laura menuju baseman bawah. Sintya tak mampu berteriak lagi karena di beri obat bius oleh salah satu pengawal Laura tentu dalam perintah Laura.


"Apa yang kau lakukan Laura? Dia sedang hamil! Kenapa kau menyakitinya!" Sesal Will pada Laura.


Laura menatap sinis pada Will, "kau tau, dia telah menyakiti anak nantulang ku! Aku hanya butuh anak itu untuk kita! Bukan untuk kau menikahinya Will. Kau tau aku tidak bisa memberimu keturunan." Jawab Laura enteng.


Will segera membawa Laura keluar dari apartemen Sintya sebelum selingkuhannya itu sadar. "Susah banget seeeh, berurusan sama wanita!" Geram Will membatin sepanjang perjalanan menuju mobil mereka.


Laura segera memberi kabar pada Nantulangnya.


πŸ“ž"Ya!"-Maride.


πŸ“ž"Udah aku apakan itu perempuan yah nantulang! Udah bisa tidur nyenyak Bang Leo dan istri gendutnya itu." Jelas Laura terkekeh geli.


πŸ“ž"Kau apakan dia rupanya? Emang laki kau yang selingkuh dengan mantan menantuku yang tak tau diri itu?" Tanya Maride sedikit penasaran.


πŸ“ž"Iya nantulang, aku baca chat orang ini! Bicara dia hamil dengan Willion. Aku kepikiran, ini Sintya mana? Jangan jangan mantan istri Bang Leo. Pas aku lihat foto profilenya jelas kali wajah bule bodoh itu! Minta nikah dia! Aku cuma bilang sama Will, agar mengangkat anak dari panti. Tapi malah di gag*ahinya mantan istri Bang Leo. Tentu aku selamatkan dulu anaknya Nantulang! Setelah lahir nanti kita bereskan." Jelas Laura panjang lebar.


πŸ“ž"Yakin kau itu anak Willion? Dia itu sal*ome, takutnya anak Kennedy pula nanti yang kau besarkan!" Maride mengingatkan Laura.

__ADS_1


πŸ“ž"Itulah yang mau aku tanyakan nanti sama dia ini! Aku bawa dokter memeriksa kehamilannya. Aku hitung berapa lama Will sudah berhubungan dengannya. Gitu aja laginya nantulang." Jelas Laura.


πŸ“ž"Makasih yah, nggak sia sia kau kudidik sejak kecil! Kapanlah kita makan babi?" Kekeh Maride.


πŸ“žTentu disambut tawa oleh Laura, "Iiighs, jangan sering sering nantulang! Nanti semakin pendek kita!" Kekehnya.


πŸ“ž"Selesai kau urus dia kumpul dirumah Leonal kita yah kalau nggak mau kau makan babi sama aku!" Ide Maride.


πŸ“ž"Iyalah nantulang, aku bawa Will nanti kesana! Dia mana berani sama aku! Ku sepak kembali ke negaranya nanti ku buat! Dasar suami laknat! Udah istri nggak bisa hamil, malah selingkuh!" Curhat Laura menggeram.


πŸ“ž"Sudahlah sudah, laki laki memang tak ada otaknya. Untung kita kaya dan kuat aja! Kalau enggak guling gelabang juga kita dikhianati para pejantan ini nak!" Hibur Maride pada keponakan perempuannya.


πŸ“ž"Hmmm, okelah! Aku sudah sampai rumah nantulang! Aku urus dia dulu! Nanti aku langsung ke Kuningan." Jelas Laura.


πŸ“ž"Ngapain kau ke Kuningan?" Tanya Maride.


πŸ“ž"Tapi ketemu Bang Leo." Jelas Laura.


πŸ“ž"Eeeh keponakan durhaka, Leonal itu sudah pindah kerumahnya di Jagakarsa. Dekat sama rumah mu! Nanti aku sharelok yah! Nantulang tunggu." Maride menutup panggilan telfonnya.


Laura membawa Sintya masuk ke mansion megahnya. Tanpa memperdulikan tubuh Sintya yang tidak menggunakan apapun.


"Mbok Karmin, tolong kau salinkan bajunya yah! Kasih dia makan dan hubungi dokter pribadi kita. Periksa kehamilannya, dan beri vitamin yang cukup. Ingatkan gizi untuk ibu hamil!" Tegas Laura pada asisten rumah tangganya.


"Baik Nyonya!" Jawabnya menunduk, bergegas melakukan apa yang diperintahkan Laura.


Sebelum meninggalkan mansion miliknya, Laura meminta suaminya Willion agar mengganti pakaian dengan kaos lebih santai. Laura masih sempat menata gaya rambut sang suami walau dia telah dikhianati.


"Karena aku tau, jika kau aku campakkan kau akan menjadi abu diluar sana! Jadi, jangan macam macam sebelum aku melakukan pemeriksaan pada mu dan perempuan itu. Oya, apa kau yakin itu anak mu Will?" Tanya Laura sedikit ragu.


Will menaikkan kedua bahunya, "Jujur aku ragu. Karena aku selalu menggunakan pengaman saat berhubungan dengannya." Jelas Will pada Laura.


Laura menatap iris mata Will, baginya walaupun Will senang berselingkuh jika ada kesempatan dia tidak akan berani meninggalkan jejak. "Apa kau siap kita cek ke labor tentang kesehatan mu dan aku? Kenapa kita tidak bisa punya anak. Kita hanya masuk ke satu rumah sakit saat di Australi. Kenapa kita tidak mencoba beberapa agar yakin!" Tambah Laura.


"Aku siap, jujur dari dulu aku katakan pada mu! Aku tidak setia! Tapi kau masih mau dengan ku! Jadi jangan buat aku merasa bersalah! Sejauh jauhnya aku terbang, aku akan kembali padamu! Karena aku yakin, hanya kau wanita didunia ini yang mau mencintai aku seperti ini!" Jawab Will tulus tanpa rasa berdosa, bahkan wajahnya sangat polos.


"Oke, kita akan kerumah Bang Leo! Apa kau sanggup bertemu dengannya?" Tegas Laura.


"Hmmm, why not! Aku tidak mengenalnya! Bahkan aku tidak tau wanita itu mantan istri Leonal!" Jawabnya enteng.


Laura tersenyum, "ternyata aku menikahi pria bodoh!" Tepuk Laura pada pipi Will kemudian berlalu.


"Heeeiii, tapi kau tau aku sangat mencintaimu!" Jelas Will sedikit menegaskan.


"Cinta saja tidak cukup bodoh, kau cinta tapi tidak setia!" Jawab Laura.


"Tapi aku menyelesaikan satu satu Laura! Bukan gonta ganti setiap malam, dan kau tau aku selalu pulang kerumah kita. Karena aku mencintaimu!" Jelasnya masih merayu.


"Diam kau!" Sarkas Laura membuat langkah Will terhenti tepat dibelakang istrinya yang paling sabar itu, tak berani berceloteh lagi.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


Visual dulu yuuukz Laura dan Willion...



Nama: Laura Sibuea


Usia: 26 tahun


Berdarah Batak.


Tangan kanan Perusahaan Air Bus Pariwisata di Langlai Baros Group untuk wilayah Bandung dan Surabaya.


Tinggal: Surabaya dan Jakarta


Satatus: Menikah dengan Willion Van Holen.


Karakter: Sadis, egois, keras kepala, penyayang, setia.


Keponakan Maride Sibuea.


Sepupu Leonal Alkhairi Baros dan Berlin Alkhairi Baros.


Ipar Parassani Chaniago.



Nama: Willion Van Holen


Usia: 28 tahun


Berdarah Netherland.


BNN (Bagian Nengok Nengok) Perusahaan Air Bus Pariwisata di Langlai Baros Group untuk wilayah Bandung dan Surabaya.


Tinggal: Surabaya dan Jakarta


Satatus: Menikah dengan Laura Sibuea


Karakter: Masa bodoh, tak tau diri, penurut dan penyayang.


Menantu Maride Sibuea dan Baros.


Ipar Leonal Alkhairi Baros dan Berlin Alkhairi Baros.


Ipar Parassani Chaniago.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...πŸ™


Setidaknya kalian penyemangatku!

__ADS_1


Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....πŸ€—πŸ”₯


__ADS_2