Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Penculikan baby four...


__ADS_3

Saat hati mulai tenang, disaat itu pula seseorang sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan Keluarga Baros khususnya Keluarga kecil Leonal. Dimansion besar milik pengusaha Automotif kapal pesiar itu terduduk lemas laki laki yang tampak tua dan sedikit kusut karena sepanjang malam menghabiskan beberapa kaleng bir dan minuman alkohol lainnya. Matanya terlihat sayu memikirkan istri keduanya, pikirannya kosong bahkan enggan melepaskan tangan dari botol minuman.


Ya, Silutak Panjaitan telah membayar mahal untuk bisa keluar lebih cepat dari perkiraan para musuhnya Baros.


"Kemana dia menyembunyikan istri kedua ku Ken?" tanya Silutak pada Kennedy menantunya.


Kennedy hanya memijat pelan pelipisnya, menatap penuh rasa kasihan pada sahabat sekaligus mertuanya.


"Aku dengar dia ikut dengan Loide ke Kalimantan, bagaimana kita kesana. Baros masih disini. Aku yakin kita bisa menemukan istrimu," hibur Kennedy.


Silutak memijat pelipisnya, karena merasakan kepalanya sedikit berdenyut karena kebanyakan minum.


"Nantilah aku fikirkan, aku mau mengatur strategi untuk merencanakan penculikan baby four anak Paras dan Leonal," senyumnya smirk.


Kennedy membantah, "jangan Bang, bisa hancur kita, bahkan mati aku ditangan Maride!" ucapnya merasa sedikit takut.


Silutak semakin murka, mendengar menantunya ketakutan pada Keluarga Baros.


"Apa? apa hebatnya sianjing itu? mereka nggak lebih dari penikmat harta warisan Pardede, jika tidak ada warisan itu aku yakin jadi lapet dia luar sana!" kesal Silutak.


Kennedy menarik nafas panjang, memberi pengertian kepada mertuanya, "ginilah Bang, pergilah Abang susul Kakak Margaret ke Swiss. Janganlah pisah pisah, Jakarta nggak cocok sama Abang! lebih bagus Abang susul Kakak, hidup bahagia disana tanpa memikirkan permasalahan warisan. Apa kurang kaya Abang? move on! jangan anak Leonal Abang culik, mereka nggak salah apa-apa. Empat anak mereka, habis nggak bersisa kita nanti. Aku belum sanggup berpisah dari putriku Alea," jelasnya lembut.


Silutak malah mendengus kesal, "diamlah kau! nggak mau kau mencuri anak orang itu, Paras yang ku curi. Aku masih mencintainya, tidak bisa aku melupakan wangi tubuhnya, tahu kau!" ucapnya kepada Kennedy.


Kennedy tidak bisa berbuat apa-apa lagi, "anak, bapak sama saja! susah move on dari Leo dan Paras. Dulu pas ada malah disia siakan, sekarang malah minta bersama, bodoh bodoh!" gerutunya dalam hati meninggalkan Silutak diruang keluarga.


Pria Sakai itu berlalu menaiki anak tangga menuju kamar, terlihat Sintya tengah menyusui putri cantiknya.


"Gimana Papi Bang?" tanya Sintya lembut.

__ADS_1


"Aaaagh, nggak ngerti aku. Susah kali dia move on dari Paras, masih wanita gendut itu saja yang disebutnya, bahkan mau menculik anak mereka," jelas Kennedy kesal.


Sintya menaikkan kedua alisnya, mengangguk setuju atas ide Silutak.


"Kenapa kau larang? baguslah jika anak mereka kita culik, bisa kita jaga keempat anak mereka," jelas Sintya tanpa ada perasaan bersalah ataupun kasihan dan berdosa.


Kennedy mendekati Sintya, "kenapa kau mau menculik anak Leonal? berharap dia akan kembali padamu? lama lama aku muak sama mu! kalau ngomong nggak kau pakai otak ini, yang kau pikir Leonal, Leonal, Leonal. Tanpa kau fikirkan perasaan aku sama mu. Udah dihina hinanya kau, masih saja kau berharap sama dia itu. Bodoh!" kesalnya memaki Sintya.


Sintya membulatkan kedua bola matanya, "iiighs, tega kali kau bilang aku bodoh! Leonal itu masih cinta sama aku yah Ken! kau saja menjebakku, kau undang aku datang ke Pekanbaru untuk menghabiskan waktu bersamamu, tanpa kau tahu aku masih berharap sama Leo," kenangnya.


Kennedy mendengus kesal, "woiii b.a.n.g.k.e! kau yang menelfon ku, merayu rayu aku, agar aku mau tidur denganmu. Sementara kau tahu aku berhubungan dengan Berlin. Sekarang apa? Berlin nikah sama bule bodoh, Leo nikah sama wanita gendut, Papi kau gila, aku pun menikahi wanita gila seperti mu. Kau tidur dengan Willion suaminya Laura, nggak malu kau tu?" kesalnya mengenang semua kisah dosa Sintya yang sudah resmi menjadi istri.


Sintya melepaskan mulut Alea dari ***********, menampar keras wajah laki laki yang ada dihadapannya.


Plaaak,


Kennedy menarik lengan Sintya, "kau tahu apa yang membuat aku menginginkanmu? karena kau terus menggoda ku Sin! kau katakan tubuh Berlin sintal gendut bla bla sehingga aku terlena. Tahu begini aku akan berjuang untuk Berlin tanpa mau menikah dengan perempuan murah seperti mu!" ucap Kennedy memilih berlalu meninggalkan kamar, menuju parkiran mobil.


"Dia pikir aku cinta kali? banyak lagi perempuan diluar sana yang mau tidur dengan ku. Dasar perempuan murahan, bapaknya laki laki murahan, ditinggal wanita gendut saja sampai sulit untuk move on. Buat malu persilatan orang Batak saja. Bodoh," geram Kennedy.


Sintya justru tengah merasa sakit hati, karena ucapan Kennedy padanya.


"Dasar laki laki bangsat, giliran enaknya macam tak mau pisah, giliran kayak sekarang malah aku yang dicaci maki," gerutu Sintya menatap kembali putri kecilnya Alea.


Sintya menghubungi Willion agar mau menemuinya besok disalah satu cafe, tapi permohonan sangat jauh dari harapan.


"Kenapa aku melepaskan Leonal Tuhan! karena Papi dan Mami, akhirnya mereka memilih hidup masing masing juga. Coba aku masih menyandang status istri Leonal, pasti aku akan kaya raya seperti Paras gendut itu. Aku akan berusaha mendatangi kediaman mereka untuk menculik keempat anak Leonal. Kisah bercinta saat itu saja, masih teringat jelas dikepalaku," kenang Sintya pada siunyun Leo.


"Besar, hmmm sangat nikmat. Aaaagh, membayangkan saja sudah mengkedut punya ku, merindukan Leonal. Si Alicia itu sama sekali tidak berharap kembali pada Leo. Buktinya setelah dia menerima uang dariku, langsung meninggalkan Jakarta. Dasar wanita murahan," gerutu Sintya mengenang kebodohannya.

__ADS_1


.


Dimalam sudut kota Jakarta, Kennedy tengah menghabiskan waktu disalah satu hotel berbintang lima daerah Kuningan, bersama para sahabatnya.


Saat keluar dari toilet tanpa sengaja Kennedy bertabrakan dengan seorang gadis.


Bhuuuk,


"Auuugh," Sinta terjerembab kelantai dekat area toilet.


"Maaf," bisik Kennedy membantu Sinta berdiri.


Saat itu juga mata mereka saling menatap, "Bang Ken?" tanya Sinta sedikit kaget.


"Sinta! kamu sama siapa kesini?" Kennedy justru balik bertanya.


"Hmmm, sama semua orang orang Langhai Group Bang. Abang ngapain disini?" bisik Sinta merapikan pakaiannya.


"Ooogh, ada Berlin?" tanya Kennedy ingin tahu.


Sinta menyatukan kedua alisnya, "hmmm ya adalah bang, Berlin anak owner, tentu ada disini! gimana seeeh lhoo Ken," kekehnya berlalu meninggalkan Kennedy.


Kennedy dengan sigap menarik lengan Sinta, "wait. Tolong kasih tahu pada Paras dan Leo, hati hati, karena Silutak dan Sintya berusaha ingin menculik baby four. Aku mohon sampaikan agar mereka berhati hati," jelasnya dan berlalu meninggalkan hotel daripada semakin di ketahui Langhai Group.


"Hmmmm, apakah semudah itu Kennedy menjadi penjilat?" 🤧


Bersambung...


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2