
Wedding Leonal dan Paras.
Kota metropolitan itu memiliki sejarah bagi Leonal dan Paras. Seringnya beradu mulut di kantor, membelikan pembalut, jutek, marah marah, cemburu, tanpa mereka sadari hati mereka saling membutuhkan, saling mencintai dan saling mengikat.
Kini di jari manis keduanya telah terpatri cincin nikah special yang telah dipersiapkan Leo untuk Paras sesuai keinginan sang istri beberapa bulan lalu. Mereka keluar dari kantor pencatatan sipil itu dengan rona bahagia, menuju parkiran disambut oleh Simon.
"Selamat Leo! Kau mendapatkan pengganti Sintya lebih cepat!" Bisik Simon ditelinga Leo.
Leo menepuk bahu Simon, "makasih bang! Berkat abang semua berjalan lancar dan aku telah melupakan wanita sialan itu!" Senyum Leo memeluk erat Simon.
Paras menunduk malu. Simon adalah pengacara Baros yang mengetahui penyerangan Margareta kala itu terhadapnya.
"Paras selamat yah! Bahagia selalu. Ingat, jangan marah marah lagi. Leo sangat mencintaimu!" Goda Simon menatap Leo yang berdiri disampingnya.
Paras semakin menunduk, "terimakasih bang! Abang sangat baik pada kami!" Jawabnya dengan wajah tersipu.
"Oya, Mami dan Papi di kantor! Dia menunggu kalian. Akan ada acara syukuran! Kita ke kantor sekarang?" Ajak Simon.
"Ya!" Leo membuka pintu mobil untuk Paras, "silahkan Nyonya Leonal!" Goda Leo memperlakukan Paras seperti Ratu.
"Iiighs, kamu tu yah!" Geram Paras memandang wajah Leo dengan perasaan sayang.
Leo menutup perlahan, berlalu menuju kemudi. Saat Leo akan melajukan mobilnya,
Paras memeluk lengan Leo. "Makasih ya Bang Leo!" Kekeh Paras mencium pipi Leo yang sudah sah menjadi suaminya.
Leo terkekeh geli, "terus aku manggil kamu apa? Ndut atau De'?" Goda Leo menatap manik mata Paras.
"Mba juga boleh!" Jawab Paras tertawa geli.
"Iiighs, kok Mba! Kamu tu istri! Jangan bilang kita nggak ada panggilan sayang." Tegas Leo.
"Iya, Ndut!" Senyum Paras nerima panggilan sayang dari Leo yang sangat special di telinganya.
"Gitu dong! Mulai hari ini, kamu manggil aku Bang Leo, honey, hubby atau apalah yang kamu suka." Leo melajukan mobilnya menuju kantor mereka.
"Bowl, oke? Jambang aku yang se*xy!" Kekeh Paras.
Leo menaikkan alisnya satu, "ya deh Ndut!" Pasrah Leo mengusap kepala Paras.
Paras semakin memeluk lengan Leo yang tengah fokus dengan kemudi. "Bowl, cup!" Paras mencium pipi Leo dengan gemas.
Leo menoleh kaget, "udah berani cium cium yah! Kemaren jahat, ngelempar aku pakai sendal jepit! Sakit tau, tapi sekarang udah di obatin sama kamu yang sudah jadi pendamping aku saat ini hingga selamanya!" Leo mengecup lembut punggung tangan Paras dengan penuh cinta dan perasaan.
"Nanti malam kita ke dokter yah?" Paras mengingatkan Leo.
"Hmmm! Kenapa mesti malam? Pas pulang kantor aja! Jadi udah sampai rumah kita nggak keluar lagi! Aku pengen main main sama kamu hari ini. Menjenguk baby disini." Leo mengusap lembut perut Paras.
__ADS_1
Paras menggenggam punggung tangan Leo yang ada di perutnya, berulang kali dia mencubit diri sendiri, tak ingin kebahagiaan ini hanya sementara bahkan semu. Aku akan terus bersama Leo suamiku, batinnya.
Mobil Leo terparkir di loby kantor. Security mendekat, menyambut Leo dan Paras. "Selamat Mba, Bang Leo!" Senyum security pada Leo dan Paras.
Paras menatap Leo dengan wajah kaget. "Terimakasih!" Jawab Leo dan Paras berbarengan.
Saat memasuki loby, semua ucapan selamat menyambut Leo dan Paras dengan penuh sukacita.
Baros dan Maride menyambut anak menantunya.
Maride memeluk Paras, keduanya saling berpelukan. "Terimakasih kau mau menjadi menantuku! Setidaknya si unyun berhasil memberi ku cucu!" Ucap Maride mengelus perut Paras.
Paras semakin tersipu malu, wajahnya berubah seperti ada love love berwarna pink berterbangan di kepalanya seperti di animasi jepang. "Terimakasih Bu! Ibu sudah baik sama saya!" Tunduk Paras.
"Ibu Ibu! Mami!" Tegas Maride sambil terkekeh.
Paras tersipu malu, "I i i iya Mi!" Jawab Paras menunduk.
"Salam sama Papi, jangan pula jatuh cinta kau! Cukup Leo aja yang kau buat jatuh cinta!" Tawa Maride membuat Leo mencubit Maride.
Paras mendekat pada Baros. "Terimakasih Pi!" Tunduk Paras, tidak mengulurkan tangannya.
"Ya, jaga kandunganmu! Agar sehat cucu ku!" Jawab Baros menepuk pelan bahu Paras.
Semua karyawan menggoda Leo dan Paras, mereka tau Sang Direktur yang selalu murka jika Leo datang terlambat, suka suka di kantor. Sering berantem dan beradu argument.
"Mba, sekarang Bang Leo dong yang jadi Direktur! Mba secretarisnya!" Kekeh salah satu karyawan Baros.
"Tuan, Papi Paras!" Tegas Maride mengingatkan.
Paras meralat panggilannya. "Iya Papi," Kekehnya meringkuk ke leher Leo.
Leo benar benar jatuh cinta oleh pesona Paras yang menjadi sangat salah tingkah, berkali kali mereka saling tatap dan berciuman bibir dihadapan karyawan.
"Yeeeeeeee, happy wedding Mba Paras dan Bang Leo." Teriak karyawan di loby gedung kantor Baros.
Mereka bergegas menuju lantai 28, untuk acara makan siang bersama. Leo menerima dagu Paras yang ada dibahunya. "Kamu kenapa manja gini? Biasa galak?" Bisik Leo menggoda sang istri.
"Udah deh, jangan ilangin mood aku!" Rungut Paras.
Leo lagi lagi mencubit hidung Paras, yang mancung. "Istri siapa ini?" Goda Leo lagi.
"Istri Leonal Alkhairi Baros!" Jawab Paras lengkap.
Leo terkekeh, "kirain bakal kabur waktu tau aku anak Baros dan Maride!" Kekeh Leo.
Paras mendengus kesal, "gimana mau kabur, kamu ninggalin baby! Kali aja ini jadinya disana!" Bisik Paras mengingatkan Leo.
"Busyeeet! Bongkar segel langsung jadi dong! Tokcer juga si unyun kenak sedotan tembem!" Leo tertawa ngakak membuat Paras mencubit perut suaminya yang suka banget buka aib depan umum.
__ADS_1
"Iiiighs, ada Mami dan Papi, Leo!" Geramnya menutup mulut suami terc*abulnya.
Maride dan Baros terkekeh geli, "ternyata udah dinikahkan nampak aslinya yah Pih! Saling cinta rupanya. Kemaren merajook, sekarang macam lemang aku lihat!" Bisik Maride pada Baros.
Baros mendekap erat Maride, "biarkan saja! Mereka bermesraan! Didalam perut Paras ada cucu kita! Nanti jauh jauh nggak ngembang cucu kita sayang!" Kekeh Baros.
"Papi pikir baby itu adonan!" Geram Maride mencubit perut Baros.
"Aaaugh, sakit!" Rengek Baros.
"Iiighs, anak yang nikah bapak yang berdiri ng*aceng!" Tawa Maride lepas naik 2 oktaf.
Leo dan Paras yang mendengar orang tuanya ikut tertawa, hingga.
Tiiiing, pintu lift terbuka.
"Suuuuurprise....!!!" Teriak semua karyawan dilantai 28 menyambut pasangan Leo dan Paras.
Leo dan Paras saling tatap penuh haru bahagia.
Terompet, teriakan, dan juga semarak pesta sangat terasa membuat Leo dan Paras tak mampu berucap.
"Happy wedding Bang Leo dan Mba Paras! Akhirnya ributnya lanjut di ranjang yah!" Goda Yani terkekeh.
Jujur Paras sangat malu, digoda karyawannya kali ini. Gimana nggak, berkali kali Paras ngatain Leo duda jelek berbulu, kini menjadi suami tersayang.
Berlin menyambut Leo dan Paras dengan penuh haru, "akhirnya kalian menikah! Selamat yah kak! Jangan cemburu lagi sama aku!" Goda Berlin.
Paras menatap Leo, "Iiighs, aku nggak tau kalian adek kakak!" Belanya untuk diri sendiri.
Berlin tertawa. "Masak kerja 8 tahun nggak tau Baros dan Maride punya anak kami!" Kekeh Berlin.
Maride tertawa, "Dia taunya cuma Papi sayang!" Kekeh Maride.
Baros mengelus bahu Maride yang sedari tadi ada dipelukannya.
Leo memeluk Paras, "yuuuk, kita ke ruangan! Mereka kalau di ikutkan, bisa terbongkar aib kita nanti!" Leo menggandeng mesra tangan Paras.
Luqman mulai dengan aksinya, menggoda Leo. "Kemana bro!" Kekehnya.
Leo menatap, "Ngamar!" Jawab Leo asal, di dengar oleh yang lainnya.
Semua tertawa bahagia, melihat pasangan Leo dan Paras. Menurut mereka sangat serasi. Walau beda usia sangat jauh, setidaknya Leo menjadi pria beruntung yang dapat menakhlukkan gadis gendut yang galaknya luar biasa.
Tapi tidak untuk beberapa orang di luar sana.
________**********
Belum usai yah readers...🤭
__ADS_1
Masih next part berikut dan berikutnya, yang semakin....🔥❤️
Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...🙏🥰❤️