Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Menghabiskan malam.


__ADS_3

Suasana malam disalah satu streetfood pujasera daerah Pekanbaru, sangat ramai dikunjungi beberapa pendatang dari luar kota seperti mereka.



Pujasera 88.


Paras tak mampu menatap mata Leo, karena semakin dia menatap semakin dalam dia mencintai Leo.


Kennedy memanggil pelayan agar membawakan bir ke meja mereka. Kennedy sangat memahami karakter calon abang iparnya. Walau usia mereka terpaut sangat jauh, tapi Leo memang biasa tumbuh dilingkungan orang dewasa.


Leo memilih duduk disebelah Kennedy, sementara Paras memilih dihadapan Leo.


Baros dan Maride hadir setelah mendapat telfon dari Kennedy. Lumayan lama mereka menunggu kehadiran Baros dan Maride. Lebih dari 30 menit. Bukankah Jatra dan pujasera jaraknya tak begitu jauh, batin Kennedy.


"Kita cheers dulu sebelum Tuan Baros datang!" ucap Kennedy memecah keheningan mereka.



Cheeers....🍷❤️


Paras dan Leo saling tatap, ada perasaan berbeda bagi mereka berdua. Perasaan tak biasa. Dua insan dewasa yang pernah memiliki kisah dimasa lalu. Bahkan mereka tidak pernah tau kebenarannya. Hanya dikuasai pikiran dari cerita yang beredar.


Maride datang sangat mempesona malam ini. Menggunakan kemben hitam dipadu rok panjang hitam membalut tubuhnya.


"Aaagh, Mami! Kenapa mesti berdandan seperti ini seeh? Inikan Riau, dipikirnya Bandung atau Malbourne." Batin Leo saat beradu tatap dengan Maride.


"Sory, lama menunggu! Biasa Kennedy, abang kau minta terus dari sore tadi! Ampe lupa waktu kami, lupa juga perut lapar!" Kekeh Maride tanpa malu, tentu dengan nada ceria.


"Nggak apa-apa kak! Kakak mau bir?" Tanya Kennedy menatap Maride.


"Ndaklah! Abang kau aja! Aku takut tambah buncit!" Tawanya memecah belah area pujasera.


Mata beberapa pengunjung melihat penampilan Maride yang sangat memukau. Walau memiliki tubuh gembul sangat cantik di balut berwarna hitam, exotik.


Maride duduk disebelah Paras, Baros memilih duduk diantara Kennedy dan Paras.


Baros memesan beberapa makanan, seperti gong gong dan beberapa cemilan lainnya.



Gong gong makanan khas tanjung pinang.



Tomyam dan udang goreng tepung, tidak lupa pokcay atau tahu cina.


Jiwa makan kedua wanita itu meronta saat sesuatu yang indah hadir dihadapan mereka.



Kepiting saos padang.


Leo tersenyum tipis menatap Paras, menaikkan kedua alisnya, "selamat menikmati!" Ucapnya tersenyum bak devil.


"Hmm! Kita ke Batam lebih enak disana makanannya! Kalau nggak karena kau yah Kennedy, aku tidak akan menginjakkan kaki ke sini!" Cerita Maride menikmati hidangan dihadapannya.


"Mi, cok dulu kau potekin aku kepiting ini!" Nggak nggak kuat gigiku!" Pinta Baros manja pada Maride.


"Paras, pindah kau! Duduk sebelah Leo, aku urus si Baros! Dia kalau nggak disuapkan dari tangan ku! Nggak kenyang perutnya!" Kekeh Maride menatap Baros penuh cinta.


Kennedy yang memahami kelakuan calon mertua hanya tertawa. Dia sangat dekat dengan Baros dan Maride, apalagi semenjak memutuskan untuk menikahi Berlin adik Leonal.


Tapi mereka memang menutupi siapa mereka dihadapan Paras, mereka sedang menjalani penyelidikan, apa benar Paras seperti yang dibicarakan Silutak sebelum mereka bertempur hebat, hingga Leo harus turun gunung melakukan penyamaran.

__ADS_1


Beberapa wanita menemani mereka malam itu, menawarkan beberapa makanan, minuman, rokok dan juga karauke bersama.


Kennedy sangat pintar menghadapi gadis lucu dihadapannya. Sesekali mereka juga menggoda Leo. Mereka yang sangat terbiasa dengan dunia seperti itu hanya menikmati dan menghargai.


Begitu juga Maride, beliau type wanita yang sangat mudah berbaur, tidak kaku dan ceria. Maride memberikan beberapa lembar uang pecahan merah, untuk menyawer sang biduan dan ikut menari bersama.


Baros, Paras, Kennedy dan Leo sangat terhibur dengan lagu pilihan Maride.


Maride menyanyikan sebuah lagu kenangan, milik Samsons Kenangan Terindah.


🎼Aku yang lemah tanpamu


Aku yang rentan karena


Cinta yang t'lah hilang darimu


Yang mampu menyanjungku


🎼Selama mata terbuka


Sampai jantung tak berdetak


Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu


🎼Darimu (darimu), kutemukan hidupku


Bagiku (bagiku), kaulah cinta sejati


Yeah, huu, huu (darimu)


(Bagiku, engkaulah cinta sejati)


🎶Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


'Kan kujadikan kau kenangan


🎶Namun takkan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang t'lah terukir abadi


Sebagai kenangan yang terindah


🎵Oo-hoo, oo-hoo


Oo-hoo


🎼Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


'Kan kujadikan kau kenangan


🎼Namun takkan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang t'lah terukir abadi


Sebagai kenangan yang terindah

__ADS_1


Baros berdiri memeluk tubuh Maride dengan sangat mesra tanpa malu dihadapan para pengunjung. "Terimakasih sayang! I love you!" Peluk Baros membawa Maride duduk kembali ke meja mereka.


"Hmmm! Suara ibu ternyata sangat indah!" Bisik Paras saat mendengar suara emas Maride di telinga Leo.


Leo mengangguk tak menjawab, menggenggam jemari Paras yang berada di pahanya sejak tadi. "I love you!" Bisik Leo di telinga Paras terbawa suasana.


Paras terasa terbang ke angkasa, menetap di planet pluto tidak ingin kembali karena kalimat itu. Paras tersenyum, mengalihkan hati dan pikirannya aga tidak terbawa suasana. Mengenang kejadian tadi membuat area kelipatan pahanya semakin basah karena keringat, hehehe.


Kennedy tersenyum melihat keintiman Paras dan Leo. "Gas!" Kekeh Kennedy berbisik di telinga Leo.


"Hmm! Pulang dari sini! Dari kemaren udah sangap ni Uncle!" Tawa mereka pecah saling menggoda.


"Ok, Bang, Kak! Kita bubar, sudah jam 23.45. Besok kita ada kegiatan lagi." Ucap Kennedy menatap jam tangan yang melingkar ditangan kanan, sambil meminta bil melakukan pembayaran.


"Iiighs, cepat kali kau pulang! Bencong aja pulang pagi! Kok kalah kau sama bencong Ken!" Kekeh Maride membuat mereka terkekeh.


"Aku nggak bencong kak! Aku kan calon! Jadi mesti nunjukin raport bagus dulu!" Goda Kennedy pada Maride.


"Uuugh! Aku palang kau nanti, aku belah-belah, aku kasih sama babi di palas sana!" Jawab Maride asal.


Mereka tertawa, Paras tak kuat menahan tawa hingga menggigit bahu Leo yang berada disampingnya.


"Auugh! Gigitnya jangan disini! Di kamar aja nanti!" Goda Leo menatap mata Paras.


"Hmmm! Muak aku lihat mereka ini, kalau ku ikutkan hati, rasa mau aku tarek bulu diwajah secretaris mu itu Paras!" Kekeh Maride. "Jangan kalian tunda-tunda! Mau bilang! Lamar, nikah! Ya kan Pi!" Ucap Maride membuat Leo mengerenyitkan keningnya.


Baros menatap mata Leo sang putra, tersenyum tipis tak berucap.


"Aaagh, Ibu!" Jawab Paras tersipu malu.


"Ya udah besok makan saksang kita! Sore kami mau berangkat! Leo, kau ambil titipan mu di mobil! Ada untuk si Paras itu aku belikan! Baju **** buat besok! Kita kalau di tempat panas harus all out, agar nggak kegerahan! Apalagi badanmu lebih besar dari aku! Ya kan Pi?" Ucap Maride tanpa ada rasa berdosa.


Baros tertawa, "Mami lebih lebar dari Paras!" Goda Baros.


"Ya, right!" Kekeh Leo.


"Diam kau!" Maride sangat ingin berlama-lama menatap Leo, tapi tidak mungkin. Dia sangat mengerti hati anaknya. Tidak bisa membenci walau orang lain telah menyakitinya.


Mereka berpisah, setelah Leo mengambil paperbag yang diberikan Maride pada Leo ke mobil miliknya.


Begitu banyak drama Maride saat Leo menyusulnya. "Kau tidur sama aku lah! Masak kau tidur sama dia! Aku rindu!" Rengek Maride memeluk Leo.


"Iya Mami! Saat Kennedy ke Jakarta melamar Berlin, aku pulang yah!" Pujuk Leo.


"Serius kau yah! Terus, kau tidur sama Paras?" Tanya Maride penasaran.


"Hmm! Mami yang minta cari Indo kan!" Jelas Leo pelan.


"Ya! Ternyata selera kau sama kayak Baros! Gendut!" Kekeh Maride menatap Baros.


"Hati-hati yah nak! Jangan kau porsir kali hati kau! Payah kita, beda suku!" Jelas Maride mengingatkan Leo.


"Ya, Mi!" Jawab Leo mengerti.


Sesungguhnya Leo ingin menghentikan semua saat ini juga, melihat lampu hijau dari Maride yang berubah ubah. Tentu tidak sekarang. Leo harus kembali pada Sintya, karena dia wanita baik dan lembut.


***********


Sabar yah... Author jadi deg degan buat nulis... takut kebanjiran...😂❤️


Read and wait... 🤭🤗


Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...🙏🥰❤️

__ADS_1


__ADS_2