Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Pernikahan kejutan...


__ADS_3

Jagakarsa, tepatnya dikediaman Leo dan Paras, duduk pasangan suami istri tengah sibuk bermain dengan baby four. Ya, dia Laura dan Willion yang sudah datang dikediaman Leo sejak pukul 06.00 waktu Jakarta dengan maksud bermain dengan baby four.


Melihat Leo keluar dengan wajah lesu, Will selaku pria sok perhatian menghampiri Abang iparnya.


"Pagi Bang, kenapa tiba tiba wajah tampan Abang jadi pucat begini?" goda Will.


Leo hanya berlalu menuju ruang makan untuk sarapan bersama Maride. Baros sudah berangkat sejak subuh menuju Kalimantan untuk keperluan perusahaan Langhai Group.


"Masih mual Bang Leo?" tanya Maid.


"Hmmm, dikit!" Leo menyantap makanan yang ada dihadapannya, karena khusus Leo adalah buatan tangan Paras istrinya.


Maid berlalu mengambil obat yang dia yakini bisa menghilangkan rasa mual akibat mengidam dan tidak berdampak pada kesehatan yang lain.


"Terimakasih Ndut, setidaknya aku kenyang!" ucap Leo memeluk Paras.


"Iya, kamu kekantor sama Mami saja! Albert mau ke kantor pagi ini, aku akan datang membawa baby four," jelas Paras.


Leo membulatkan matanya menatap Maride dan Paras secara bergantian, "ada acarakah?" tanya Leo.


"Hmmm, aku sudah meminta pendeta untuk datang ke kantor kita pukul 10.00 waktu Indonesia barat, orang tua Yani sudah menuju kantor dari bandara. Kita pemberkatan di lantai sepuluh," jelas Maride sangat enteng.


Leo semakin tidak mengerti, "pendeta? nikah? emang Langhai Group menerima pernikahan dilantai sepuluh Mi?" tanya Leonal terlihat bingung.


Maride melempar tisyu yang ada ditangannya kearah Leo, "uuuugh, Yani akan menikah sama Albert dikantor Langhai, Simon sudah mengurus semua kebutuhan pernikahan mereka. Jangan sampai kau tidak datang, bagaimanapun Yani pernah jatuh cinta sama mu," kekehnya.


"Aaagh, mana pernah aku dekat. Menantu Mami, Luqman tuh yang sering deket sama dia! bukan aku!" bela Leo merungut.


"Ehmmm, sama saja kalian ya! enggak ada bedanya," ucap Maride malas mendengar mulut Leonal.


"Hmmm," Leo melihat Maid mendekatinya.


"Ini bang, makan. Semoga hilang rasa mual Abang!" Maid memberi satu kapsul yang dia beli diapotik deket rumah mereka.


"Ya, aman nggak ni Mba?" tanya Leo menatap wajah Maid.


"Aman, ini untuk meredakan mual saat ngidam," jelas Maid tersenyum.


Leo mengambil obat, menelan bulat bulat seperti yang diajarkan Paras. Jujur dia bukanlah pria yang hobi meminum obat obatan, karena tidak ingin mengganggu pada organ tubuh yang lain.


"Minum Ndut," rengeknya didepan istrinya.


Paras memberikan air putih pada Leo, melihat reaksi suaminya yang masih dilanda perasaan yang tidak menyenangkan untuk tubuhnya.

__ADS_1


Will dan Laura hanya tertawa melihat reaksi Leo saat ini, karena kondisinya Paras yang hamil Leo yang ngidam dan mabuk berat. Sangat jarang terjadi karena perkembangan zaman sudah sangat canggih.


Maride, Laura dan Willion, segera meninggalkan kediaman putranya menuju Langhai Group lebih awal. Tentu menjadi kejutan luar biasa bagi seluruh karyawan.


Leo dan Paras memilih berangkat bersama karena membawa serta Kirai, Faisal dan baby four ditemani baby sitter.


"Bagaimana Bang?" tanya Maid penasaran.


"Hmmm, mendingan! tapi nanti jika kambuh lagi gimana Mba?" Leo balik bertanya.


"Yaaah, makan lagi Bang," kekeh Maid.


"Hmmm," Leo hanya tertawa kecil, menggendong Baby Steiner dan Stefan.


Paras menggendong Baby Stevie sementara Kirai mendekap Baby Stela yang tengah terlelap.


"Kami ke Langhai Mba, mau ikut nggak? acara kita kok! ngapain Mba dirumah, nggak ada siapa siapa," goda Paras.


Dengan senang hati Maid ikut dengan majikan, kapan lagi jalan-jalan bersama majikan, apalagi ke Langhai, batinnya.


.


.


Suara hilir mudik karyawan Langhai Group sangat santer terdengar disetiap sisi lantai perusahaan. Deringan telfon, team management mempersiapkan pernikahan Yani dan Albert yang akan diadakan dengan kejutan. Papa dan Mama Yani sudah hadir di perusahaan atas izin Maride dan masih bersembunyi diruangan Baros sebagai tamu VIP.


"Maafkan saya Pa, harus mengadakan pemberkatan pernikahan seperti ini, karena saya telah mengecewakan Yani," ucapnya memohon di paha Papa Lombam.


Lombam menepuk bahu Albert, "Ibu Maride sudah menceritakan semua permasalahan kalian, sudahlah! salam dengan Mama, ini Mama Lupi," senyumnya.


Albert menyalami kedua orang tua Yani, memohon doa restu. Ada kecemasan bagi Albert, jika ditolak oleh Yani acara ini. Mungkin akan menjadi satu kekecewaan terbesar bagi bule somplak yang super iseng dan akan segera mengakhiri hidupnya dengan meminum racun tikus atau baygon, ha-ha-ha.


Semua team wedding sudah meminta Albert dan semua keluarga karyawan untuk turun kelantai 10, memasuki ruang serba guna untuk meeting, disulap dengan hiasan indah pernikahan kejutan special untuk Yani yang diciptakan Albert sebagai bentuk minta maaf.


Yani belum menyadari bahwa akan ada acara pernikahan untuk dirinya, dia masih sibuk diruangan Paras bersama Leo.


"Tumben pada datang semua? bawa keluarga pakai baju gaun buat Stela, sepertinya anak gadis Mama Paras akan menjadi model yah sayang," godanya pada Stela.


Tidak butuh waktu lama untuk mendekorasi sebuah ruangan jika Maride sudah bergerak. Baros yang sengaja berbohong pada akan berangkat ke Kalimantan sangat mengejutkan bagi Berlin dan Luqman.


"Papi bilang mau ke Kalimantan," bisik Berlin saat Baros hadir ditengah-tengah mereka.


"Papi menjemput Sinta, Loide masih di Kalimantan, besok berangkat lagi. Selesaikan dulu masalah Yani. Dia anak Papi juga, beginilah jalannya," ucap Baros.

__ADS_1


Berlin membulatkan bibirnya, mengerti apa yang ada dikepala Baros.


Yani yang dipanggil petugas keamanan dengan kesalahan yang dibuat buat, membuat dia tersentak kaget.


"Emang kesalahan apa yang saya buat Mba?" rungut Yani.


"Udah, kamu ikut aja. Kita ketemu dilantai sepuluh yah," Paras tersenyum senang.


Setidaknya keseriusan Albert terlihat jelas dengan mengikrarkan janji suci kedua pasangan romantis itu di Langhai sesuai ide mereka kemaren sore bersama Maride dan Baros.


Yani dibawa keliling oleh security, menuju lantai dasar. Lebih kurang 20 menit berlalu, tiba tiba seseorang memberi kode melalui arahan wedding organizer pilihan Maride.


"Mba Yani, ayook kita ke lantai sepuluh, tadi mereka bilang mau kesana," perintah security menggiring Yani memasuki lift menuju area pernikahan.


"Iiighs," geram Yani kurang senang.


Yani mencium aroma bunga mawar putih saat lift akan berhenti.


Tiiiing, perlahan pintu lift terbuka lebar,



Security menahan pintu lift agar Yani yang masih spechles menatap Albert Einstein yang mendekat kearahnya.


Yani yang awalnya kesel karena dibawa keliling oleh security akhirnya tak mampu berkutik karena keindahan didepan mata. Semua karyawan Langhai bertepuk tangan saat Albert mulai mendekat.


Albert mengulurkan tangannya, untuk menyambut kehadiran calon istrinya, bersimpuh mengeluarkan cincin yang indah dari balik jasnya.


"Menikahlah denganku, Yan!" mohon Albert membuat wanita yang ada dihadapannya tidak mampu berucap.


"Yan, mau kah kamu menikah dengan ku? hari ini siang ini, dihadapan Mama Papa kamu dan semua karyawan Langhai," ucap Albert sekali lagi.


Yani berkaca kaca bahkan tidak mampu berucap, dia berusaha menahan air mata agar tidak tumpah, justru dia mengangguk dan menerima cincin pemberian Albert.


Albert memeluk Yani erat, mengusap air matanya, membawa kedepan altar untuk melakukan pemberkatan pernikahan.


Jantung kedua pasangan itu sungguh sedang berpacu, hanya bisa tersenyum bahagia saling menyapa dengan karyawan yang lainnya.


Saat melewati kedua orang tuanya, Yani memohon doa restu, dan menatap Maride sebagai ibu angkat terbaiknya.


Tampak senyum bahagia untuk perusahaan Langhai, melepas secretaris mereka menikah dengan orang nomor dua Marsedez Benz.


Semoga kekal selamanya Albert dan Yani, happy wedding. 👰🤵

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️


__ADS_2