Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Keputusan sidang


__ADS_3

Paras tidak memungkinkan untuk menghadiri sidang keputusan akhir dengan Silutak, karena kondisi kehamilannya. Dimana hari ini adalah hari pembacaan keputusan pengadilan. Leo memilih berangkat sendiri tentu di dampingi oleh Simon pengacara Keluarga Baros.


Leo turun dari mobil miliknya di parkiran menuju ruang sidang, melihat hadirnya seseorang yang tidak iya duga. "Ngapain wanita itu menemani keluarga Silutak? Apakah mereka saling mengenal?" Batin Leo saat menatap Alicia Felicio Alondo. Sintya menepuk bahu Leonal membuat dia sedikit terkejut.


"Heeei!" Sapa Sintya tersenyum sumringah bertemu dengan Leo kembali walau di Pengadilan.


"Hmm," Jawab Leo tak menatap wajah Sintya yang sudah di hadapannya.


"Apa kau terkejut melihat mantan teman kencanmu ada disini?" Kekeh Sintya berusaha membangkitkan emosi Leonal.


Leo tak bergeming, "aku tidak ada urusan dengan kalian berdua! Aku hadir disini untuk mendengar keputusan majelis hakim! Kau mengerti BICH!" Bisik Leo ketelinga Sintya berlalu mendekati Simon.


Sintya menggeram kesal, "aku akan menghancurkan hubunganmu dengan wanita gendut itu Leonal!" Batin Sintya berlalu mendekati Alicia.


Sintya berbisik ketelinga Alicia, "Istrinya tidak hadir disini! Silahkan kau pergi ke kediaman mereka di Jagakarsa!" Perintah Sintya pada Alicia. "Sopir ku akan menemanimu!" Tambahnya lagi.


"Baiklah sobat, aku minta bayaran lebih tinggi jika untuk menjadi seorang penggoda!" Kekeh Alicia berbisik di telinga Sintya berlalu meninggalkan kantor pengadilan.


Leo sedari tadi merasakan keluarga kecilnya terancam dengan kehadiran Alicia di Jakarta, mengirim pesan pada Berlin dan Luqman agar segera menemani Paras di rumah, tapi ditolak keduanya karena ada beberapa pekerjaan. Maride dan Baros tengah sibuk mengurus kontrak baru di kantor. Leo tak lupa mengirim pesan pada Paras agar dia tidak banyak pikiran.


Hakim Ketua memasuki ruang sidang. Semua menunduk hormat. Persidangan kali ini terbuka untuk umum, memudahkan para wartawan dan yang lain masuk ke ruang sidang saat pembacaan keputusan.


Hakim membacakan semua hasil keputusan, setelah melewati beberapa waktu sesuai dari saksi dan beberapa bukti dari semua kalangan yang terlibat, akhirnya....


"Hakim memutuskan, berdasarkan undang undang negara nomor bla bla bla.... kasus perkara nomor sekian atas pencemaran nama baik dan penyebaran video asusila dengan sengaja, sadar dan dalam keadaan sehat menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 1 tahun pada Silutak Panjaitan atau denda sebesar 15 milyar sesuai keputusan jaksa penuntut umum, plok plok plok. Sidang di tutup. Jika anda ingin nengajukan banding silahkan dalam waktu 2X24 jam." Ucap hakim ketua kemudian berlalu meninggalkan ruang sidang.


Sintya semakin menggeram menatap Leo dengan tatapan kebencian.


Leo memeluk Simon, "makasih bang, aku permisi! Silahkan lanjutkan yang lainnya. Kita enggak berhenti yah bang! Jangan kasih kata maaf atau mengurangi tuntutan." Tegas Leo diangguki setuju oleh Simon.


Leo bergegas keluar kantor pengadilan, mencari keberadaan Alicia. "Shiit, aku yakin Sintya akan menyakiti istriku!" Batin Leo segera mengambil mobilnya menuju kediaman Jagakarsa.


Leo melajukan kecepatan. Dari dia mengikuti sidang keputusan saja sudah memakan waktu 2,5 jam. Pasti Alcia meninggalkan pengadilan dari tadi, batin Leo selama diperjalanan.


⏳45 menit perjalan, Leo tiba dikediamannya. Terlihat Vellfire Sintya terparkir di depan rumahnya. Benar saja Alicia tengah berbincang alot dengan Paras istrinya di teras kediaman mereka.

__ADS_1


"Ada apa kau datang ke rumah ku Alicia?" Sarkas Leo menghampiri Alcia menatap Paras yang menatap benci kearahnya.


Alicia terlonjak kaget mendengar suara Leonal secara tiba tiba di belakangnya. "Haaaiii Leo! Aku ingin menemui mu! Tapi si gendut ini mengatakan kau tidak disini. Syukurlah jika kau datang." Ucap Alicia tanpa perasaan berdosa.


Paras semakin berang memilih pergi meninggalkan Leo dan Alicia.


"Paras, Paras!" Tahan Leo pada lengan istrinya. "Tetap disini, aku akan mengurus wanita bedebah itu." Kesal Leo meyakinkan Paras yang tengah menahan tangisnya.


Paras tak bergeming dia hanya diam mendengar permintaan suaminya.


"Pergi kau dari kediamanku! Aku tidak ada urusan dengan mu, jangan kau ganggu kebahagiaan keluarga ku!" Sarkas Leo pada Alicia.


Alicia benar benar seperti wanita rendah di hadapan Leo kali ini. "Apa kau melupakan aku? Memilih menikahi wanita tak berbentuk seperti dia? Apa selera mu berubah semenjak di sini? Come on Leonal, aku masih cantik dan sangat muda untuk mu di banding wanita gendut ini!" Hina Alicia ditujukan pada Paras.


Tentu Leo menarik paksa lengan Alicia, agar segera meninggalkan kediamannya. "Kau pergi atau aku robek mulutmu disini. Dia istriku, aku sangat mencintainya." Tegas Leo mendorong Alcia keluar dari perkarangan rumahnya meminta security menutup pagar dengan rapat tak membiarkan siapapun masuk ke kediaman mereka.


"Leonal, Leonal!" teriak Alicia dari balik pagar merasa tak terima diperlakukan kasar oleh kekasih tanpa statusnya itu.


Leonal mengejar Paras yang lebih dulu meninggalkannya diluar, mengunci pintu kamar. Terdengar raungan tangis Paras dari balik kamar membuat Leo semakin frustasi. Dia tak ingin Paras seperti ini, karena akan berdampak buruk untuk kehamilannya.


Tok tok tok,


"Paras!" Panggil Faisal dari balik pintu.


"Tanang dulu Leo, jan di dasak bana!" Ucap Kirai menenangkan Leo yang tampak panik menekan pasword kamar mereka.


Tiiing, akses kamar terbuka.


"Biar aku ngobrol sama Paras berdua Pak, Mak!" Jelas Leo menatap Faisal dan Kirai.


Paras tengah menangis diranjang mereka, tak ingin melihat Leo yang telah mendekat.


"Ndut, maafkan aku!" Ucap Leo perlahan mendekati Paras.


"Siapa dia Leo? Kenapa masa lalu kamu selalu menzolimi aku? Apa salahku pada mereka? Apa aku seburuk itu dimata mereka Leonal! Aku benci sama kamu!" Isak Paras menangis.

__ADS_1


Leo duduk di pinggir ranjang mereka, menatap tubuh istrinya memang jauh dari kata se*xy, tapi mampu membuat dia menjatuhkan hatinya pada wanita gendut yang kini tengah mengandung anaknya.


"Dia bukan siapa siapa Ndut, dia hanya sampah sama seperti Sintya! Sepertinya Sintya sengaja mengundang dia kesini untuk menghancurkan kita Ndut! Aku fikir Sintya sudah dibawa oleh Kennedy. Ternyata dia datang ke persidangan Papinya hari ini! Aku bertemu mereka tadi di pengadilan Ndut. Setelah keputusan aku langsung pulang, khawatir sama kamu! Jangan nangis sayang. Kamu mau kita kemana? Puncak? Mengunjungi villa baru mu?" Pujuk Leo membelai bok*ong Paras yang semakin semok semenjak mengandung.


Paras menyeka wajahnya, "kamu nggak akan balik sama dia kan Bowl?" Tanya Paras meyakinkan dirinya.


Leo menghela nafas dalam, "nggak sayang, kita akan selamanya bersama. Aku bukan tipe yang suka jajan Ndut. Kamu ya kamu sampai kapan pun!" Leo memeluk tubuh Paras dari belakang. "Jangan marah yah? Jangan sedih. Aku nggak mau anak kita kenapa napa Ndut. Aku nggak mau kamu sedih gini." Jelas Leo lagi.


Paras membalikkan tubuhnya, "kita ke supermarket, aku mau belanja banyak!" Rengek Paras.


"Iya, hayuk. Kita belanja. Kamu mau beli apa hmmm?" Goda Leo pada puncak hidung istrinya.


"Beli ice cream, sama cemilan. Tadi aku mau pergi wanita itu datang nunjukin foto foto kalian selama bersama. Aku cemburu Leonal, walau itu masa lalu tetap aja sakit." Rungut Paras.


"Bagsat, pasti mereka rencanain semua ini." Batin Leo menggeram. "Apa seeh maksud mereka lagi! Enggak capek apa? Gangguin aku terus!" Tambahnya membatin.


"Bowl!" Rengek Paras.


"Hmm," Leo menatap wajah cantik istrinya. "Kamu semenjak hamil semakin cantik, jangan jangan baby four cewek semua ni!" Goda Leo mengusap lembut perut istrinya...


"Belanja..." Tegas Paras.


"Iya... hayuk!" Kecup Leo pada kening Paras.


Leo membantu Paras meminta sopir menemani mereka kesalah satu supermarket tentu membawa Faisal dan Kirai.


B e r s a m b u n g....


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...πŸ™


Setidaknya kalian penyemangatku!


Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....πŸ€—πŸ”₯

__ADS_1


__ADS_2