Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Menghindari.


__ADS_3

Paras keluar dari kamar mandi, melihat sang suami sedang menyantap sarapan yang terhidang sesekali mata masih menatap layar laptop yang ada dihadapannya.


"Sibuk bener!" Ucap Paras menggoda Leo.


"Hmm, Berlin dan Luqman mau kesini. Mereka menghindari Kennedy! Dia datang ke kantor bawa buket besar buat Berlin!" Kekeh Leonal menatap Paras.


Paras duduk dipangkuan menahan tubuhnya dengan kaki masih menyentuh lantai.


"Kamu minta bawain makanan yah? Aku malas masak today!" Jelas Paras.


Leo merangkul tubuh gendut sang istri, menyandarkan tubuhnya lebih dalam kesofa. "Kamu mau apa hmmm?" Kecup Leo pada lengan Paras.


"Hmm, apa kek! Hokben deh!" Kekeh Paras.


"Jangan dong sayang! Gimana ayam pop sama udang?" Pinta Leo manja.


"Ayam ada dikulkas Leonal, udang masih banyak di freezer!" Geram Paras mencubit pipi sang suami.


Leo terkekeh, "jadi nggak boleh ni?" Goda Leo.


"Ya nggak lah! Mending berger atau apa gitu! Jangan aneh aneh deh!" Kesal Paras berlalu meninggalkan Leo dengan posisi si unyun sudah mulai mengeras.


"Nduuut, ini gimana?" Tunjuk Leo pada siunyun.


"Iiighs, baru gue dudukin! Udah bangun aja. Gimana gue ****?" Kekeh Paras menggoda Leo.


"Hmmm, **** sayang! hikz," Rengek Leo.


Paras menatap aneh pada Leo, "kan tadi malam udah, masak lagi seeeh?" Kekeh Paras menghampiri Leo membuka boxer dengan siunyun yang sudah tegak menantang.


"Hmmm," Tatap Paras penuh na*fsu melihat siunyun.


"Sampai selesai yah Ndut? Dimulut yah? Pengen rasain yang beda!" Rengek Leo.


"Hmm, aku ngerasain apa?" Tanya Paras mulai menj*ilati siunyun.


"Yaaah, aku puasin kamu setelah ini! Aku janji!" Bisik Leo menikmati sentuhan jemari sang istri. "Ooough, hmmmmfgh!" Leo melihat wajah Paras yang tengah sibuk dengan siunyun.


Perlahan Leo menggapai krakatau Paras memainkan dengan jarinya, memilin pelan put*ing indah sang istri.


"Hmmmmfgh!" Leng*uhan Paras terdengar menikmati sentuhan Leo pada kedua krakataunya.


"Nduuut, main aja yuuk! Aku on lagi!" Racau Leo.


Paras menatap setuju, memulai aksinya bak penari erotis yang se*xy menj*ilati tubuh Leo dari bawah keatas penuh nafsu.


"Ooogh Ndut! Aaaagh! Kamu mau apa?" Tanya Leo penasaran melihat tubuh Paras sudah ada dihadapannya. Perlahan Paras mengarahkan siunyun ke incubator miliknya.


"Aaaaagh," Mata Leo tertutup seketika, des*ahan keduanya saling bersahutan tak tertahankan.


"Ooogh Ndut, punya kamu udah basah banget!" Bisik Leo lembut perlahan membuka matanya menikmati pandangan yang sangat indah diatasnya.

__ADS_1


Paras mulai menaik turunkan tubuhnya, berpegangan pada sofa, des*ahannya terdengar disisi ruangan.


"Oogh, yeeez ndut! Hmmmfgh!" Tepuk Leo pada bok*ong istrinya yang masih bergoyang diatasnya.


Paras lebih agresif saat ini. Ntahlah, dia tak ingin Leo berpaling darinya. Apapun akan dia lakukan demi seorang Leonal agar tidak kembali dengan wanita se*xy diluar sana seperti Sintya dan Alicia yang akan datang sewaktu waktu menghantui rumah tangga mereka.


Paras semakin li*ar dan berg*airah. Tak peduli dengan ketukan pintu dari luar sana. Baginya hari ini adalah hari indah bersama sang suami.


⏳Lebih dari 25 menit mereka bertarung disofa, tanpa peduli pikiran orang diluar sana yang tengah menunggu mereka berdua.


"Aaaagrh," des*ah keduanya saling bersahutan saat mencapai pelepasan bersamaan.


Leo mendekap tubuh Paras yang bercucuran keringat, "kamu kenapa jadi insecure gini? kok kamu beda?" Tanya Leo kaget menatap hezel mata Paras yang indah.


"Aku butuh kamu! Jangan pernah tinggalin aku! Saat ini aku butuh kamu! Jangan pernah tidur sama wanita lain selain aku Leonal!" Isak Paras pada bahu Leo dengan tubuh masih menyatu.


Leo benar benar memeluk Paras, "jangan pernah berfikir begitu sayang! Aku akan selalu bersama kamu! Aku sudah tau selama ini kamu menghadapi tantangan hidup lebih berat dari bayangan aku! Aku yakin kamu akan selalu kuat setelah kasus ini selesai!" Bisik Leo menenangkan perasaan Paras.


"Tapi kali ini aku lemah Leo! Aku tak mampu menghadapi orang di luar sana atas perlakuan mereka pada ku!" Paras semakin terisak.


"Sabar yah! Saat ini ada aku bersama mu! Kita akan mengurus semua hingga selesai. Jangan kamu pikirkan. Bang Simon dan orang suruhan Papi sudah bekerja dengan baik untuk memenjarakan Silutak dan keluarganya." Jelas Leo panjang lebar. "Sekarang kamu mandi! Berlin dari tadi diluar gedor gedor pintu." Kekeh Leo.


"Berdua." Rengek Paras.


"Hmmm," Leo melepeskan siunyun dari incubator tembem itu, mengecup kening Paras membawa ke kamar mandi untuk melakukan ritual mesra disana.


"Kita akan seperti ini terus kan Leo?" Tanya Paras saat Leo mengusap punggung belakangnya dengan busa.


"I love you Leonal! Aku benar benar butuh kamu." Ucap Paras dibawah shower memeluk tubuh suaminya.


Leo mengusap lembut tubuh gendut itu, "ternyata menikahi wanita gendut tidak sehoror pikiranku. Paras wanita tangguh yang kuat juga pintar. Disuport dengan kejujurannya." Batin Leo.


⏳Mereka melakukan ritual lebih kurang 30 menit.


Diluar sana Berlin dan Luqman sibuk dengan pekerjaan mereka. Berlin beberapa kali mendengus kesal, "Kak Leo sama Kak Paras ngapain seeh? Kok nggak keluar keluar?" Sungut Berlin menatap Luqman.


Luqman tersenyum, "lo belum maried, makanya nggak tau mereka ngapain!" Kekeh Luqman.


"Iiiighs, gimana mau maried! Gue aja ditinggal tidur sama Sintya oleh Kennedy!" Curhat Berlin.


Luqman semakin mendekat kearah Berlin, memilih duduk disamping gadis yang dia cintai.


"Kan kalian pacaran udah lama? Kok lo nggak tau Kennedy selingkuh?" Tanya Luqman penasaran.


Berlin menarik nafas dalam, menatap Luqman, "lo beneran mau denger?" Tanya Berlin mengusap pipi Luqman.


"Iya, setidaknya kita jadi tau apa yang mesti kita lakukan saat menghadapi Bang Kennedy di kantor!" Goda Luqman mengacak rambut Berlin.


"Ternyata saat Kak Leo ke Pekanbaru, Sintya menyusul kasana! Pantes gue nelfon Kennedy malam itu nggak seperti di rumah, melainkan dihotel! Mereka menginap di Pangeran menurut secretarisnya yang lesbi itu." Jelas Berlin.


"Leo nggak tau?" Tanya Luqman kaget.

__ADS_1


"Nggak, gue tau dari Popy. Dia itu sahabat gue dari dulu! Makanya cincin tunangan yang dibeliin Mami gue jual lagi. Buat shooping! Lumayankan?" Kekeh Berlin.


Luqman tersenyum, "sejauh apa?" Tanya Luqman tersenyum.


"Apanya?" Tanya Berlin dengan wajah begonya.


"Hubungan lo sama dia? Masak lo nggak paham!" Kekeh Luqman.


Berlin tersenyum, "sejauh mata memandang, setidaknya dia yang pertama buat gue! Tapi gue kehilangan semua bro!" Tunduk Berlin merasa malu dibahu Luqman.


"Hmmm, semoga ada pria baik yang mau nerima lo!" Senyum Luqman mengusap lembut kepala Berlin.


"Yaaah, gue berharap gitu! Ketemu kayak Kak Leo, baik sama Kak Paras. Tapi kayaknya sangat jarang laki laki baik yang bisa tulus mencintai apa adanya." Titah Berlin.


"Ada dong! Kalau lo mau buka hati, pasti ketemu! Nggak jauh, orang deket juga!" Jujur Luqman.


Berlin menatap Luqman dengan penuh perasaan curiga, "jangan bilang lo suka sama gue? Yani cinta mati sama lo tau! Apalagi setelah Kak Leo maried, dia semakin nggak karuan!" Jelas Berlin.


Luqman menatap Berlin malas, "gue nggak suka sama Yani! Dia wanita tangguh yang mandiri! Jodohnya bukan gue, bisa jadi gue ribut setiap hari sama dia!" Kekeh Luqman.


"Kenapa lo nggak coba? Kan nggak ada salahnya mencoba." Jelas Berlin.


"Udah pernah, tapi gue ilfil. Yani galak melebihi sang direktur kita!" Kekeh Luqman.


Tawa keduanya pecah saling menggoda.


Cekreeek, Paras dan Leo menatap kedua insan yang tengah duduk berhadapan disofa.


Leo justru menarik tangan Paras menuju dapur, "biarin mereka, aku lapar!" Rengek Leo.


"Kamu mau apa hmmm?" Tanya Paras.


"Udang, masakin yang simple dari tangan kamu!" Kecup Leo pada punggung tangan Paras.


Paras mengangguk, mengambil semua bahan membuatkan menu udang saos mentega untuk Leo.


Sementara Leo menemani Paras sambil bermain game di minibar sesekali melirik sang istri.


"Udang udang...!" 🦐



Menu udang saos mentega buatan Paras...


🦐🦐🦐🦐🦐🦐🦐🦐


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏


Setidaknya kalian penyemangatku!


Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....🤗🔥

__ADS_1


__ADS_2