Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Semakin sayang2.


__ADS_3

*Part ada gerakan 21+. Author lebih nak*al disini, maklum pengantin baru adegan Hot yang terpending...πŸ”₯*


Mohon yang dibawah umur jangan baca! πŸ™πŸ€­


Ini hanya karya, yang belum halal minggir, apalagi dibawah umur! βš’οΈβš”οΈβŒ


Bijak yah, nanti mamak kelen marah marah pula! πŸ™πŸ˜‚


Next..


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Leo masih bermain main di da*da Paras yang sangat kenc*ang itu. Keindahan sangat sempurna saat Leo mulai mer*emas krakatau itu.


Paras semakin mende*sah, membuat adrenalin Leo semakin terpacu, bak pelari marathon yang tadi melakukan pemanasan, kini akan semakin melakukan hal terindah bagi mereka berdua saat mencapai titik finish.


"Bowl!" Rengek Paras kembali terdengar ditelinga Leo.


Leo tersenyum menatap wajah istrinya itu. "Sayang, aku akan bermain disana! Ni*kmati yah!" Ucap Leo pelan.


"Hmm, aku nggak kuat Bowl! Aku pen*gen!" Na*fasnya semakin tak beraturan.


Leo tersenyum nakal, perlahan Leo membuka segitiga bermuda memperlihatkan bagian incubator yang masih cantik itu, membuangnya melayang kelantai kamar, kemudian.


"Sluuurp!" Li*dah Leo menjelajahi daging kecil yang indah seperti mutiara dalam cangkangnya itu.


"Aaaaaagh, uuuuugh Leo! Ini akan membuat aku o r g a s m e lebih cepat!" Des*ah Paras.


"Hmm, lepaskan sayang! Aku akan menunggu disini!" Leo memainkan sangat lembut, Paras terus meng*erang ni*kmat. Tu*buhnya semakin meng*gila, meliuk liuk bak penari balet. Remasan tangannya dise*prei abu abu itu semakin mengen*cang, tangan yang satu menahan kepala Leo agar mem*ainkan bagian itu lebih lama.


Leo tidak berani memainkan jar*i indahnya kedalam sana, karena memikirkan baby. Dia hanya menikmati bagian inti incubator yang sangat indah itu, melahap setiap ca*iran bening yang terasa manis membuat dia candu.


⏳15 menit Leo bermain main disana, entah berapa kali Paras menegang dan mende*sah membuat Leo merasa senang. Si unyun yang sedari tadi ingin memasuki incubator yang tembem itu, masih menunggu dalam keadaan keras sejak makan malam mereka. Sungguh terlaluuu, lama boo, hehehe.


Paras mengatur nafasnya, masih merengek memohon pada Leo, "please hold me now Bowl!" Ucapnya dengan er*angan memohon.


Leo tersenyum, kembali mel*umat bibir Paras. "Kamu mau diatas? Coba, biar kamu tau sensasinya Ndut!" Bisik Leo.


Dengan wajah malu, Paras mengangguk pelan. Mulai berani menyentuh si unyun yang memang berukuran eeehm gedong boo.


Leo merebahkan tubuhnya, membiarkan Paras mengeksplore si unyun, "Oooough, Nduut! Itu ni*kmat banget aaaagrrrh!" Racau Leo saat Paras menj*ilati unyun, dan mema*inkannya dengan lidah sexynya.


Perlahan Paras men*gemut, hingga meng*ulum masuk lebih dalam.


"Ooough Nduuut! Iya, gitu sayang hhhmmfgh, kamu pintar sayang, aaaagh!" Leo tak sanggup berucap, dia sangat men*ikmati sentuhan Paras yang benar benar baru dia rasakan.


Tak lama bermain, Leo memohon, "Nduut, naik sayang! Kamu duduk disini!" Tunjuk Leo pada si unyun yang sudah meminta.

__ADS_1


Paras semakin malu. Ada perasaan takut dan malu karena tubuhnya tidak se*xy menurutnya. "Kamu nggak apa apa aku dudukin?" Senyum Paras mulai mendekati tubuh suaminya.


Leo yang mengetahui istrinya kurang percaya diri, menangkup pipi Paras, "kamu se*xy buat aku, aku bisa melakukan apapun buat kamu! Aku kuat buat kamu! Duduklah, unyun udah minta!" Ucapnya lembut meyakinkan Paras.


Paras mengarahkan perlahan si unyun memasuki incubator, tentu Leo menuntunnya.


Bleeez, "aaaaugh no! Ini penuh banget banget sayang!" Ucap keduanya semakin menggila saat penyatuan mereka.


"Ooough sayang! Incubator kamu sangat enak!" Erang Leo.


Keduanya mulai bermain perlahan, Leo sibuk meremas krakatau yang sangat indah itu, mengikuti irama g*oyangan Paras.


"Ternyata kamu lincah!" Senyum Leo semakin mel*umat bibir Paras yang akan mengerang mencapai pelapasannya.


"Aaaagh aaaaagh Leo!" Paras men*egang menj*epit kedua pahanya, si unyun yang masih mengeras, perlahan Leo miringkan agar dia kembali mendominasi permainan.


Paras kembali mend*esah hebat, membuat Leo semakin ingin mencapai puncak ken*ikmatannya.


Leo menekan lebih dalam, menyemburkan gizi terbaik untuk baby didalam sana. Leo mel*umat kembali bibir Paras yang masih basah dengan saliva keduanya. Leo melepas ciumannya, "Thankyou ndut! Malam ini sangat indah! Aku semakin sayang sama kamu, bahkan doble rasa sayangnya. Jangan tinggalin aku yah ndut!" Bisik Leo. "I love you ndut!" Melepas siunyun keluar dari penghangatnya.


Paras menatap wajah suami yang benar benar merasa puas malam ini, "I love you too bowl! Aku akan selalu sama kamu!" Balas Paras terdengar indah bagi Leo.


"Kamu ternyata hebat sayang! Bisa membuat aku menggila!" Goda Leo.


Mereka saling tatap, "makasih untuk semua bowl! Kamu pria baik untuk ku!" Paras meringkuk dipelukan Leo.


Paras menarik nafas dalam, "ada duka bowl! Pria kebanyakan lebih menyukai wanita langsing dan sempurna! Sementara aku gendut! Aku akan lebih insecure jika itu mengancam diriku!" Jujur Paras.


"Heeiii, jujur awal aku mengenal kamu, aku memang kesel! Karena kamu udah gendut, judes banget! Membuat aku kesel! Tapi saat aku kenal kamu, deket dengan kamu, akhirnya aku tau, kamu tuh aslinya manja banget Ndut! Manjanya luar biasa! Kayak sekarang." Hibur Leo.


"Hmmm, bener gitu? Aku jutek karena aku di tuntut menikah terus sama Amak dan Apak, Bowl! Justru mereka ingin menjodohkan aku! Sementara aku nggak mau menikah di jodohkan." Jujur Paras memilih menatap wajah suaminya.


"Kenapa kamu nggak mau di jodohkan?" Tanya Leo menatap hezel mata Paras.


Paras menarik nafas dalam, "Apak pernah salah menjodohkan Uni aku Luna, hingga akhirnya Uni gagal untuk kedua kalinya. Sekarang Uni menikahi bule dan tinggal di Jerman." Cerita Paras.


Leo tertegun, mendengar cerita Paras. "Kamu punya kakak?" Tanya Leo memastikan.


"Punya! Aku dua bersaudara! Uni Luna dan Aku." Senyum Paras.


"Apak kamu orang Sumbar asli?" Tanya Leo semakin penasaran.


Paras tertawa, "kenapa mesti bertanya sekarang?" Goda Paras pada puncak hidung Leo.


"Yaa, hmm sory! Kita belum pernah cerita keluarga sejauh ini!" Leo memperbaiki posisinya untuk sama sama duduk bersandar dikepala ranjang mereka.


"Hmm menurut kamu, aku asli Sumbar?" Kekeh Paras.

__ADS_1


"Yaa, jujur aku pikir kamu asli Sumbar." Ucap Leo semakin penasaran.


"Hmm, Leo! Apak aku asli Bukit Tinggi, Amak aku Jerman Bukit Tinggi." Jelas Paras terkekeh.


"What? Jadi kamu blesteran? Ooogh God! Aku fikir kamu justru asli orang Sumatra Barat, yang kuat banget sama adat! Kamu bohongin aku, Ndut!" Kesal Leo memukul Paras dengan bantal kecil.


Paras tertawa terbahak bahak, "jangan kenceng, nanti baby kenapa kenapa!" Rengek Paras.


Leo membawa Paras kembali kepelukannya, "maaf!" Ucap Leo mendekap sang istri. "Berarti kamu keturunan bule juga kayak aku?" Tanya Leo semakin penasaran.


Paras mengangguk pelan, mengusap lembut wajah berbulu yang selalu dirindukannya.


"Berarti, orang tua kamu masih keturunan dan lebih update lah yah!" Kekeh Leo menggoda Paras.


"Sedikit! Karena Apak lebih dihargai! Yaaah, orang terpandang gitu lah! Tapi kami dari kecil sudah berbaur, nggak dominan banget. Kalau ada acara adat datang, jika nggak kami dirumah!" Jelas Paras lagi.


"Kenapa foto diruang tamu apartemen kamu wajah mereka indo banget?" Tanya Leo.


"Ooogh, itu foto ku sama Almarhum kakek dan nenek! Saat masih SMA!" Jelas Paras.


"Terus Apak sama Amak nggak pernah kesini?" Tanya Leo lagi.


"Mereka pernah kecewa dulu karena Silutak! Sudahlah nggak usah di bahas! Aku hanya ingin bahagia bersama kamu saat ini. Biarkan Apak yang cerita sama kamu, kenapa dia tidak pernah menginjakkan kaki di Jakarta." Senyum Paras.


"Bisa cerita sekarang?" Tegas Leo semakin ingin tau.


Paras tersenyum mengangguk patuh. "Jika semua di kenang, luka itu akan terbuka kembali. Jangan paksa aku!" Ucap Paras mencium dan memeluk Leo.


Paras memejamkan mata dida*da Leo. Jujur dia sudah melupakan semua, bahkan menghilangkan semua kenangan terburuk itu dari pikirannya.


"Baiklah, aku mengerti! Jika kamu mau, besok kita akan berangkat ke Sumbar." Ucap Leo ingin membuka semua tabir yang tersimpan rapi.


Paras mengangguk, "tapi dokter bilang kita nggal boleh jalan jauh dulu Bowl!" Rengek Paras.


"Ck, kan ada jet pribadi Papi sayang!" Kekeh Leo.


Paras terkekeh, "aku lupa aku nikahnya sama anak Papi Baros!" Goda Paras lagi, kembali tertawa membuat Leo geram.


"Kamu mau aku gigit yah Ndut! Udah nggak pernah cerita tentang keluarganya, terus sekarang ngegoda aku lagi!" Leo menggelitik tubuh sintal sang istri.


"Bowl no, geli! Aaaagh Leo!" Paras menatap lagi manik mata Leo yang tajam dan juga menawan.


Tak memakan waktu lama Leo kembali mencumbu istrinya. Lagi dan lagi mereka saling memadu kasih. Semoga baby baik baik aja yah, hahahaha.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Happy reading...😘πŸ₯°

__ADS_1


Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...πŸ™πŸ₯°β€οΈ


__ADS_2