
Paras tak kuasa menahan rasa lelahnya, setiba dirumah dia berlalu menuju kamar, melakukan ritualnya seperti biasa, tanpa memperdulikan Leonal yang masih menggeram kesal atas kejadian hari ini.
Paras menyiapkan pakaian tidur milik Leo, meletakkannya diatas sofa. "Mandilah Bowl! Agar bisa beristirahat lebih cepat." Jelas Paras menatap Leo yang masih sibuk membalas email pekerjaannya satu persatu.
"Hmm, sabar yah! Kamu kangen nggak?" Tanya Leo tanpa melihat Paras.
Paras menautkan alisnya, menatap wajah Leo dengan senyum, mengambil handphone dalam genggaman Leo, meletakkan dinakas. "Bisa disambung nanti Bowl! Silahkan mandi dulu, biar makan dan istirahat!" Jelas Paras mel*umat bibir Leo yang masih tertegun menatap istrinya.
"Hmmmmfgh!" Leo dengan senang hati mengalungkan tangannya dileher Paras.
"Ssst, mandi dulu! Jangan berharap lebih!" Goda Paras pada puncak hidung Leo.
Leo mendengus kesal, tapi dia melakukan apa yang diperintahkan istrinya. Bagi mereka akan selalu mendengar walau dalam keadaan kesal. "Jujur aku masih sedikit strees dengan semua ini!" Batin Leonal memijat pelan pelipisnya.
⏳10 menit kemudian Leo sudah keluar dari kamar mandi menatap Paras yang tengah membaca beberapa media online, sangat menusuk kalbunya.
Perlahan Leo mendekati Paras, "Apa yang kamu lihat sayang? Apa berita itu lebih menarik daripada aku?" Goda Leo semakin mendekat.
"Ck, aku hanya sedih! Kenapa orang selalu mengatakan aku gadis gendut yang tidak tau diri? Apa aku sehina itu sayang? Apa aku tidak pantas mendapatkan kebahagaiaan bersama mu saat ini? Kenapa Silutak tidak membeberkan skandal dia dengan Luna? Kenapa mesti aku?" Tangis Paras kembali pecah ketika Leo mendekatinya.
"Cup cup cup," Leo membelai lembut kepala Paras. "Sabar yah sayang! Semua akan kembali baik, bahkan lebih baik!" Jelas Leo mengusap bahu Paras.
Paras menyeka wajahnya, "kamu mau makan? Aku siapkan!" Tanya Paras mengusap wajah berbulu Leo.
"Hmm jujur aku masih kenyang, kamu mau makan? Kalau iya kita minta mba masakin aja!" Perintah Leo.
"Nggak aagh, aku mau diet!" Rungut Paras menatap wajah Leo dengan wajah cemberut.
"Apaa? Diet? Kalau kamu kurus, nggak cantik dong! Terus nggak padat lagi, terus krakatau nggak sebesar ini lagi!" Tunjuk Leo pada da*da Paras.
"Aku ingin tampil se*xy Leo! Agar mereka tidak mengejekku!" Wajah Paras masih mengkerut.
"Hmmm, mereka nggak tau kamu sayang! Aku yang tau kamu bagaimana! Kamu berjuang menjaga kehormatanmu demi menunggu brondong seperti aku!" Goda Leo membuat Paras tersedak.
"Uhug uhuugh..." Kekeh Paras masih terbatuk batuk. "Yang nungguin kamu siapa? Kamu tuh ge er banget yah ternyata!" Tawa Paras geli.
Leo menatap hezel mata indah istrinya, "kalau nggak nungguin aku apaan? Toh kamu menyerahkannya secara suka rela tanpa berfikir aku akan seperti apa kepadamu!" Jelas Leo mengingatkan.
"Hmmm!" Paras menatap malas kearah Leo. "Karena aku sudah menunggu lama ingin merasakan itu! Ternyata begitu rasanya! Jaadiii yah, hmmm!" Senyum Paras menggoda Leo.
__ADS_1
"Jadi yah apa?" Tanya Leo penasaran.
"Yaaah, jadi gini deh aku! Dimusuhin, di bully seisi ruangan Jakarta bahkan senusantara." Kekeh Paras melepaskan uneg unegnya dihadapan Leo.
"Tapi dengan begini, aku semakin menyayangi mu! Tanpa peduli dengan masa lalumu! Aku bahkan ingin segera membuatmu hamil, hingga kamu tidak ada waktu memikirkan apapun kecuali aku dan anak kita." Kecup Leo di kening Paras membuat istrinya kembali tenang.
Paras meringkuk dilengan Leo, memejamkan mata agar masuk kedunia mimpinya.
Leo menatap Paras penuh rasa iba, "setidaknya saat ini kau membutuhkan aku sayang!" Bisik Leo.
"Hmmm aku memang butuh kamu!" Paras meliukkan kepalanya hingga memasuki cerug leher Leo yang terasa khas wangi maskulin.
"Kamu mau, hmm?" Tanya Leo mengusap paha mulus sang istri yang lebih besar itu.
"Kenapa mesti bertanya, dari tadi aku mau! Hanya kamu belum mandi dan takut kamu belum makan membuat gai*rah kamu menurun 40% karena lapar." Kekeh Paras.
"Hmmm, kamu pikir aku nggak kuat ngelayanin kamu yang se*xy ini walau belum makan hmmm?" Leo menindih tubuh istri tercinta memulai aksinya.
"Aaaaagh, hummmmfg!" Paras menikmati lum*atan yang diberi Leo pada bibirnya.
Jujur saat ini yang dibutuhkan Paras hanya kekuatan dari Leo, untuk membangkitkan semangat hidupnya dari hinaan dan cemoohan diluar sana. Leo perlahan membuai Paras masuk kedunia indah mereka. Setiap sentuhan Leo mampu menaikkan kepercayaan diri Paras diatas rata rata. Bagi Paras hanya Leo obat dukanya saat ini.
Leo masih aktif diatas tubuh Paras, perlahan Paras membisikkan ingin lebih dominan dengan do*gy style. Tentu menjadi sesuatu yang baru bagi mereka berdua. "Sudah lama aku menantikan ini dari mu sayang! Apa kamu yakin? Ini akan lebih nikmat!" Ucap Leo mengarahkan siunyun memasuki incubator dengan posisi yang diminta Paras.
"Kamu suka sayang?" Ucap Leo tengah mengatur tempo agar Paras lebih nyaman.
"Yeeeah Bowl, I like that oough!" Racau Paras menggema diseisi ruangan.
Jemari Leo yang sangat aktif memainkan bagian krakatau dan daging kecil bagian incubator. "Ini akan membuat mu menjerit Paras!" Batin Leo menikmati indahnya malam.
Benar saja, Paras mengerang, nafas memburu, bahkan berteriak memohon pada Leo. Malam itu menjadi malam yang indah bagi keduanya. Diluar sana orang sibuk mengatakan keburukan Paras, tapi seorang Leonal mampu membahagiakan sang direktur yang sudah sah menjadi istri.
🌞Tepat pukul 06.00 waktu Jakarta, Paras terjaga dengan tubuh masih terlilit selimut bahkan tubuh keduanya masih menyatu.
"Aaaagh Ndut! Kamu udah bangun?" Rengek Leo mengecup tubuh Paras.
"Hmmm, mandi yukz! Kita ke kantor! Kasihan Luqman dan Berlin!" Ajak Paras.
"Ya, sebenarnya kita dirumah atau jalan jalan juga nggak masalah Ndut!" Jelas Leo.
__ADS_1
"Hmm, kita masak masak aja dirumah gmana? Kita belanja, kamu temenin aku!" Goda Paras.
"Boleh, setidaknya bosen dimasakin mba mulu! Aku rindu masakan kamu yang belado penuh cinta." Ucap Leo.
"Mau belado apa?" Tanya Paras serius.
"Udang!" Kekeh Leo.
"Iiighs, nggak bosen apa makannya udaaaaang mulu!" Geram Paras mengusap lembut wajah berbulu Leo.
"Kamu dipakein baju udang aja aku makan lhoo Ndut!" Kekeh Leo menggigit bahu Paras.
"Auuuugh, ssssh! Sakit Bowl! Iiighs, kamu nakal yah!" Rengek Paras menimpuk menggunakan bantal kecil.
Leo tertawa terbahak bahak, menikmati manja sang istri pagi yang indah ini,
tok tok tok,
"Nyonya, sarapan dimana?" Teriak Maid dari balik pintu.
Paras menutup tubuh mereka menggunakan selimut tebal, meraih remot control membuka kunci kamar. Membiarkan Maid meletakkan sarapan seperti biasa dimeja jika mereka tidak sarapan diruang makan.
Leo menaikkan alisnya, "kamu nggak mau keluar? Pengen menghabiskan hari disini?" Goda Leo.
Paras mengangguk, "Aku ingin cerita sama kamu tentang kelanjutan hubunganku dan Luna." Jelas Paras.
Leo mengecup kening Paras, mengusap lembut bahu sintal itu. "Jika kamu nggak siap, tidak usah dipaksa!" Senyum Leo.
Paras memeluk Leo, "Aku mencintaimu! Thankyou for everythink." Kecup Paras.
Setidaknya, hanya bersama pasangan yang dibutuhkan Paras saat ini.
Paras menyediakan boneka udang untuk Leonal...😂
🔥🔥❤️❤️
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏
__ADS_1
Setidaknya kalian penyemangatku!
Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....🤗🔥