Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Semakin mual...


__ADS_3

Haiii guys...


Jangan lupa vote, like and dukung penuh Ugly n Fat Girl, agar othor semakin semangat dan bergairah seperti Maride dan Baros. Leonal dan Parassani.


Terimakasih....🙏😘


🌹🌹🌹


"Untung Lo bos njiiing, kalau enggak udah gue bogem sampe mati Lo! gangguin bini gue," batin Leo masih menahan emosi.


Paras menikmati dua mangkok soto khas Bogor yang sangat menggugah seleranya. Entahlah, Paras tidak ingin menutupi rasa lapar dan rasa enak yang bercampur aduk di dalam perut Direktur Langhai Group saat ini.


"Kamu masih suka banget yah, sama soto di kantor aku?" senyum Albert saat melihat onggokan dua mangkuk dan sepiring nasi bersih tidak bersisa.


Leo dan Yani tertegun melihat Paras, nggak pernah dia seperti ini, kok tiba tiba jadi rakus bin maruk, batin keduanya.


"Kamu mau minum juice apel?" tanya Albert yang sangat mengetahui kesukaan Paras.


"Boleh, jika ada," senyum Paras menatap Leo dan Yani.


Leo hanya geleng-geleng kepala mencubit kecil lengan sang istri, saat Albert memesan beberapa juice special untuk mereka.


"Kamu kenapa begini seeh?" tanya Leo geram.


"Biar dia ilfil, dia dari dulu suka banget gangguin aku," jawab Paras jujur.


"Kamu nggak bohong kan?" tanya Leo menyelidik.


Paras hanya tersenyum, sedikit menggeram agar Leo tidak usah khawatir.


Albert beralih duduk ke sofa semula, menyantap makanan, sesekali melirik Paras yang duduk dihadapannya. Albert sangat mengagumi wanita dewasa, baginya Paras sangat menawan dan pintar. Beberapa kali dia sempat menawarkan Paras untuk hengkang dari Langhai dan menawarkan gaji dan fasilitas yang sangat menggiurkan.


Paras menolak dengan sangat baik dan sopan. Jika memang mau mencari kekayaan, sangat gampang bagi wanita gendut itu, tapi dia menghargai Maride dan Baros selaku orang paling baik sehingga menjebaknya dalam cinta pada seorang Leonal.


"Oke, makan selesai, juice kamu sebentar lagi datang! berapa unit pesanan kalian yang deadline?" tanya Albert membuka berkas yang di beri Yani padanya.


Albert tanpa sengaja menyentuh tangan halus gadis oriental yang duduk lebih dekat dengannya, "maaf," ucapnya sopan.


Yani menunduk segan, seperti ada desiran yang berbeda, tapi tidak mungkin seorang bule memiliki posisi yang sangat penting di perusahaan akan mau menjalin hubungan serius dengan gadis lugu seperti dia. Apalagi melihat wanita semampai yang keluar dari ruangan Albert sangat mempesona tentu tidak akan mudah menendangnya.


Albert kembali fokus pada Paras, "hmmmm kalian meminta aku menyelesaikan 100 unit dalam dua minggu? ooogh God! ini nggak mudah, juga tidak sulit, barang masuk seminggu lagi! aku akan mempersiapkan untuk Langhai Group terlebih dahulu, tentu dengan makan malam bersama," senyumnya menyeringai membuat Leo semakin geram.


"Hmmm jika hanya makan malam boleh! nanti Yani akan menemanimu," senyum Paras.

__ADS_1


"Ck apakah Bang Leo tidak mengizinkan aku untuk pergi berdua dengan mu Parassani?" tanya Albert spontan.


Paras yang sudah biasa menghadapi semua tantangan ini, hanya tersenyum tipis, "aku lagi hamil, nggak baik makan malam di luar," jelasnya sopan.


"Oooough sweet, bagaimana aku akan membencimu Paras, kau sangat sempurna!" rayu Albert membuat buku-buku tangan Leo memutih.


Jedeeer⚡ jedeeeer ⚡


Bagaikan disambar petir jantung Leo mendengar rayuan pulau kelapa Albert yang membuat dia semakin mual.


"Heeeeiii bro! bisa Lo berhenti ngerayu bini gue?" kesal Leo.


Paras menggeleng melirik Leo, dia sangat tau siapa Albert. Wajah mesum dikemas sangat apik, terlihat dari penampilan metroseksual dan bibir selalu basah, tapi sesungguhnya dia bukan pria pemberani berbuat seperti itu. Dia bule yang sopan juga ramah. (rajin menjamah, ha-ha-ha 🤧)


Albert tersenyum tipis menatap wajah Leo, kembali menatap Paras, "tenang Bang Leo, Paras tidak akan pernah tertarik pada ku," jelasnya santai.


Albert meraih intercom, meminta agar orang kepercayaannya masuk ke ruangan. Tak berapa lama seorang Pria Jepang masuk ke ruangannya.


Albert menarik nafas panjang, "bawa Bang Leo dan Mba kecil ini turun ke bawah untuk melihat yang kita rakit, " tegasnya tanpa ada penolakan.


"Baik Pak!" jawab Kimaru menunduk hormat.


"Silahkan,"


"Ganggu aja Lo," batin Albert melihat punggung Leo yang masih melirik sinis penuh kecemasan pada Paras.


"Tenang Bang, nggak akan saya sentuh," kekehnya melambaikan dua jari pada Leo.


Albert menutup pintu dan tertawa terpingkal pingkal, "emang dia cemburuan yah Paras?" tanya Albert kembali duduk di sofa.


"Ck biasa saja seeh! biasa, cemburu karena sayang," jawab Paras melihat pesan dari Leonal yang sangat menggelitik hati.


Tiiing,


📨"Aku nggak mau kamu di pegang Albet gila itu yah Ndut, bisa aku matikan dia nanti," Leonal.


^^^📨"Udah cepet cek, biar kelar. Aku masih di tempat yang sama belum beranjak," Paras.^^^


📨"Aku cemburu Ndut," Leonal.


^^^📨"Kerja," Paras.^^^


Paras meletakkan handphone ke dalam tas, kembali fokus meneruskan obrolan dengan Albert. Entah berapa puisi yang Albert ucapkan pada Paras membuat hati wanita gendut itu terkekeh geli mendengar rayuan ngebor sang Bule Jerman.

__ADS_1


"Apa aku jelek banget dari Bang Leo hingga kamu lebih suka sama dia Paras? bukankah kita dulu sering jalan, minum susu di Cimory makan coklat, asal aku pulang Natal. Masak kamu ngecewain aku gini seeh," ucap Albert polos tanpa dosa.


"Hmmmm mungkin kita belum jodoh, mana tahu kamu jodohnya sama wanita lebih baik dari aku," senyum Paras.


"Ck nggak mudah, kamu tahu aku! paling kalau pengen ngundang ayam ayaman kayak tadi, tapi nggak sampai dicelupin, cuma sebatas spongebob saja," jujurnya tanpa wajah berdosa.


Paras geleng-geleng kepala menatap kearah kaca yang menunjukkan bagian perakitan. Tampak Leo dan Yani menatap dari arah bawah. Paras melambaikan tangan, agar Leo tidak khawatir.


"Secretaris kamu cakep? Shi, kenapa nggak lanjut?" tanya Paras kembali menatap Albert.


"Mami nggak boleh aku sama wanita oriental, apalagi masih muda. Nggak di ijinin. Maunya sama wanita dewasa kayak kamu, tapi kamu keburu nikah," curhatnya sedikit kecewa.


Paras tersenyum, menarik nafas panjang, menikmati juice yang di sediakan oleh Albert.


"Kamu beneran hamil?" tanya Albert.


Paras mengangguk, "anak kedua! kemaren kembar empat, mudah mudahan yang sekarang normal," jelas Paras membuat Albert tersedak mendengar kembar empat.


"Kamu bukan kucing kan Paras?" tawanya.


"Ya nggaklah, aku juga kaget bisa hamil kembar empat, syukuri aja," senyum Paras.


Albert mengangguk, "hmmm cariin wanita yang kayak kamu dong, jujur kamu sangat menarik buat aku, tegas galak, pintar, perfect deh. Bersyukur Mami dan Papi nemuin kamu. Bisa membawa mereka lebih sukses," jelasnya melihat ke arah bawah.


"Cari sendiri, kapan kamu ada waktu kita makan malam bersama di rumah, sama Mami dan Papi," undang Paras.


"Jangan di rumah dong, di luar. Restoran Jepang atau kamu sukanya apa? akan aku pesan,"


Albert menatap penuh harap.


"Aku berdua yah? sama Yani atau bawa Berlin adik Leo," pinta Paras menghargai.


"Oke, besok aku ke ambasador. Kita dinner sekalian bawa saja Leonal. Aku nggak mau dia cemburu. Aku coba deket sama orang baru deh, secretaris kamu," ucapnya polos.


"Hmmm bagus deh,"


Paras tersenyum lega. Setidaknya menumbalkan Yani agar Leo tidak terbakar api cemburu lebih baik, batinnya.


Yani jadi sang jomblowati jadi tumbal, ha-ha-ha 😂🤧


Bersambung...


Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2