
Simon mengajukan laporan ke pihak kepolisian atas kasus pencemaran nama baik. Tentu saja Parassani Chaniago menjadi sosok paling terkenal dengan kasus skandal perselingkuhannya dengan Silutak.
"Ooogh Tuhan! Kenapa kasus yang memalukan ini seeeh!" Batin Leo dan Paras.
"Ini kan udah lama banget. Emang otak jahat. Aku yakin dia ingin menyakiti aku dan Leo!" Batin Paras menggeram memeluk lengan Leo.
"Bowl, nanti kita lewat belakang aja yah? Aku nggak mau ketemu wartawan. Aku malu Bowl!Biar Bang Simon saja yang menemui wartawan." Isak Paras.
"Ya, kamu tenang dulu. Kita akan selesaikan semua! Mudah mudahan semua masuk penjara sayang!" Senyum Leo walau ada perasaan malu dengan kasus yang menimpa istrinya.
"Masak skandal perselingkuhan? Dia aja baru gue bongkar beberapa bulan lalu! Berarti Paras memperjuangkan harga dirinya lumayan lama, memang Silutak sengaja menjatuhkan nama baik Paras!" Batin Leo.
Saat tiba di kantor polisi Paras menjalani pemeriksaan selama 8 jam. Paras menceritakan hubungannya dengan Silutak, yang benar benar sangat memilukan. Beberapa kali Leo mengusap lembut punggung istrinya.
Ternyata Paras korban kebohongan Silutak selama ini. Dibelakang Paras Silutak menjalin hubungan dengan Kirana atau Luna kakak kandung Paras. Sangat menyakitkan, pihak kepolisian juga menanyakan keberadaan Luna, Paras menjawab jujur adanya.
Luna berada di Nurnberg Jerman, karena pertikaian merebutkan hati Silutak, hubungan Paras dan Luna tidak pernah baik hingga Luna memutuskan pindah ke Jerman.
Leo baru memahami kenapa Paras tidak menikah. Dia memilih menjadi seorang perawan tua, menjaga diri sendiri hingga menemukan pria yang tepat. Paras sangat terpukul, hingga Baros dan Maride lah yang memulihkan kepercayaan diri Paras.
"Saat ini saya korban Pak! Saya korban dendam Silutak yang ingin menjatuhkan nama baik dan juga menghancurkan keluarga Mertua saya. Saya mengetahui siapa Silutak, karena saya sangat mengenalnya." Tegas Paras.
"Baik, semua sudah kami tindak lanjuti Nyonya. Kita akan menemukan Bu Paras dengan Silutak dan keluarganya." Jelas pihak kepolisian.
"Bisa nggak, saya tidak bertemu dengan beliau! Saya diwakilkan dengan pihak pengacara saya Bang Simon! Karena saya tidak ingin ada perdebatan disini. Hidup saya sudah tenang, saya sudah bahagia! Tolong pahami privasi saya!" Titah Paras masih menunduk.
Para wartawan mencuri curi wajah Paras, saat mereka melakukan pemeriksaan.
"Bowl, aku minta maaf! Aku tak ingin terjadi seperti ini!" Ucap Paras berbisik ditelinga Leo.
Leo mengusap lembut punggung istrinya. "Tenanglah, setelah ini selesai kita akan menghilang dari Indonesia untuk beberapa waktu." Jelas Leo membujuk Paras. Dia mengangguk.
Tak lama Maride dan Baros hadir lewat pintu belakang. "Bagaimana Leo? Ada sibodat itu disini? Aku mau buat perhitungan sama dia! Kalau dia mengangkat kasus skandal mereka, kita laporkan balik tentang Berlin diserang oleh sibodat itu. Aku akan menuntut putrinya 20 milyar. Ngecewain anak bujang ku! Dan menyakiti Berlin. Biar mati dia." Geram Maride.
__ADS_1
Paras menatap kehadiran Maride merasa ada kekuatan baru yang mendukungnya. "Mami maafkan aku!" Peluk Paras menangis dipelukan Maride.
"Udah udah! Mami tau kamu dijebak oleh sibodat itu. Simon kau lakukan apa yang Kakak suruh. Tuntut mereka. Aku tak mau ada yang tersisa! Berapapun aku bayar!" Tegas Maride.
Baros mengusap lembut bahu istrinya agar tenang.
Leo merasakan ada kekuatan baru baginya untuk Paras dari Maride. "Jika memang ini yang harus kita lewati, yah kita lewati sayang!" Batin Leo mengusap lembut punggung istrinya.
Beberapa kali Maride menggeram, mencari tau keberadaan Silutak di Jakarta dari Loide. Bukan Maride jika tidak mengetahui dalam hitungan detik keberadaan Silutak.
Bergegas Maride membawa Paras tentu juga Leo ikut bersama Mereka stelah Paras melakukan pemeriksaan.
β³2 jam kemudian vellfire Maride masuk dikediaman Silutak. Rumah etnik clasic modern terkesan mewah dah megah menjadi kediaman Silutak saat di Jakarta. Maride dan Leo menunggu dimobil, sementara Paras dan Simon turun lebih dulu.
Silutak menyambut Paras agar mau masuk kekediamannya, tentu memandang benci ke arah Simon. Dengan berat hati Paras mengikuti langkah Silutak. "Apa kabar Parassani? Aku sangat merindukan mu!" Tawa Silutak saat berhadapan dengan Paras.
Paras yang sudah menggeram dari tadi mencoba tenang saat memasuki rumah megah itu. "Langsung saja Bang! Apa maksud anda melakukan ini pada saya? Bukankah hubungan kita sudah berakhir 9 tahun yang lalu?" Sarkas Paras.
"Hmmm, apa kau lupa? Kau merebut suami putriku Paras?" Senyum Silutak menyalakan cerutu delinya.
Paras manautkan keningnya, "aku menikahi Leonal karena kami saling mencintai. Putrimu telah meninggalkan Leo! Apa salah aku menjalin hubungan dengannya? Dia keluarga yang baik dan suami yang baik untuk ku! Apa maksudmu menyakiti aku dan keluarga paribanmu?" Sarkas Paras.
Silutak menatap sinis mata Paras, kau dengar Maride adalah wanita terkuat, dia memiliki banyak harta! Anak yang pintar! Sementara aku? Istri second, selingkuhan second, cuma kau yang aku miliki masih original!" Tegas Silutak tanpa malu. "Tinggalkan Leonal, kembalilah bersama ku Paras! Kita mulai semua dari awal! Aku masih mencintaimu!" Ucap Silutak tanpa malu, membuat Paras semakin berang.
"Kau pikir, setelah kau menghinaku, membandingkan ku dengan Luna kakak kandungku, aku akan menerima kau? Haaaah! Mimpi, kita tidak akan pernah bersama! Tidak akan pernah, karena kau hanya masa lalu bagiku! Silahkan kau selesaikan dosamu! Aku tidak ingin mengingat bahkan kembali bersama mu!" Tegas Paras, membuat Silutak menutup akses keluar untuk istri Leonal itu.
Tentu Paras semakin panik, melihat Silutak mendekati Paras tertawa sinis, "hahaha, mendekatlah sayang! Kita lakukaan hal indah yang pernah kita lakukan dulu!" Goda Silutak telah mendekat ke arah Paras.
"Bang Simon, lakukan sesuatu, lepaskan aku!" Teriak Paras membuat Silutak semakin berani.
Baros dan Leo turun dari mobil mencari akses masuk yang sudah tertutup rapat. Leo terpaksa memecahkan satu pintu kaca untuk menyelamatkan sang istri. Tentu dengan penuh drama, Silutak ingin memiliki Paras, dengan beribu alasan.
"Berani sekali kau mengambil Paras dari ku Leo?" Sarkas Silutak.
__ADS_1
"Bukankah kau yang telah melukai aku dan keluargaku? Apa salah kami pada mu? Jika memang kau ingin menyakiti kami, aku saja! Jangan istriku!" Tegas Leo.
"Ooogh, soo sweet Leonal! Segitukah kau mencintai Parassani tanpa kau peduli perasaan putriku?" Tegas Silutak.
"Dengar, Sintya yang menyakiti ku hingga mempermalukan aku dan keluargaku! Apa kau lupa? Kalian menikahkan ku, dan menceraikan ku dalam 3 hari pernikahan, hingga kau tuduh Paras dalang perpisahan kami! Jika kau ingin bercerai dengan istrimu silahkan saja! Jangan campuri urusan mu dengan urusanku!" Sarkas Leo.
"Jaga ucapanmu Leonal! Aku akan melakukan apapun demi keluarga ku!" Tegas Silutak.
Silutak ingin menarik lengan Paras tapi terhalang oleh tembakan dari Baros.
Dor, dor, dor,
"Lepaskan anak menantuku! Atau aku pecahkan kepalamu! Kita bertemu di meja pengadilan Silutak." Tegas Baros membawa anak menantunya.
"Berani sekali kau mengancamku! Dasar orang sakai miskin! Kalau nggak karena kakak ku, masih jadi orang pedalaman kau!" Ejek Silutak.
PLAAAK...
Tamparan indah melayang di pipi Silutak dari tangan Baros, "Jaga ucapanmu! Sebelum aku khilaf untuk membunuhmu!" Sarkar Baros, berlalu meninggalkan kediaman yang tidak memiliki penghuni itu.
Silutak menghubungi seluruh pengacara terbaiknya, untuk memenjarakan Paras, Leo atau pun Baros.
"Ini baru dimulai Baros! Aku akan melakukan apapun untuk memenjarakan kalian!" Hamukannya menyerakkan semua barang diruang tamunya dengan perasaan frustasi.
"Bisa bisa aku gagal mendapatkan warisan, dan Paras! Anjiiiing!" Geram Silutak.
Semakin kalud.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Maaf Author kurang sehat... jika ada penulisan yang tidak teratur harap dimaklumi... ππ€§
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...π
__ADS_1
Setidaknya kalian penyemangatku!
Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....π€π₯