Ugly 'N Fat Girl

Ugly 'N Fat Girl
Serba salah.


__ADS_3

Saat lelah belum berakhir, tiba-tiba pesan melalui whatshApp masuk di handphone milik Leo. Mata belum bisa terbuka, Leo mengacuhkan getaran ponsel yang sangat mengganggu kenyamanannya. "Aaaagh! Siapa seeeh!" Leo menutup wajah dengan bantal kembali ke dunia mimpinya.


Pemuda berusia 25 tahun ini tak pernah terfikirkan akan segera menyandang status duda dan bertekad menikahi wanita jauh diatasnya.


"Mana mungkin seorang Leo mau dengan wanita dewasa!" Batin wanita yang masih berdiri didepan pintu apartemen Leo di Kuningan.


Yaa, Sintya menelfon Leo berulang kali, ingin menemui mantan suami. Dia ingin menuntut janji Leo setelah 3 hari perjalanan dinasnya. "Shiiit! Dia tidak mengangkat telfon ku! Aku yakin dia ada didalam." Batinnya lagi.


Yah, setelah Leo melamar Paras, mereka pulang bersama ke Jakarta. Paras diantar keapartemen oleh Leo, kemudian Leo kembali ke apartemen miliknya di Kuningan. Hari ini adalah hari istirahat bagi kedua insan yang akan segera menikah itu. Tapi tidak seperti yang dibayangkan keduanya. Leo masih ada janji yang harus dia selesaikan.


Sintya yang masih berdiri didepan pintu apartemen milik Leo. Berkali-kali menghubungi Leo masih belum ada jawaban. Sintya melirik jam tangan yang melingkar ditangan kanan. "Hmm, udah jam 10.00 Leo! Masak nggak bangun seeh! Kebo banget kamu Leo." Batin Sintya.


Maid apartemen Leo sudah memiliki akses masuk, menatap Sintya. Sepertinya maid tidak pernah melihat wanita ini. "Maaf Nona, anda siapa?" Tanya Maid penasaran.


"Ooogh, saya Sintya! Mantan istri Leo! Apa Leo sudah pulang?" Sintya balik bertanya membuat Maid harus lebih siaga. Maid menghubungi Berlin, karena takut salah membiarkan orang asing masuk ke apartemen majikan, sehingga dia kehilangan pekerjaannya.


"Siapa? Sintya?" Teriak Berlin melalui ponsel.


"I i iya Nona!" Jawab Maid pelan.


"Bilang saja, Leo belum kembali! mungkin hari ini! Suruh balik aja, kecuali Paras, ngerti! Ngapain Sintya nyari Leo sampe Kuningan. Batas dia kan hanya Kalibata!" Gerutu Berlin.


"Baik Nona!" Maid menutup telfonnya, memasukkan ponsel ke saku celananya.


Maid berfikir, kok jutek banget Nona Berlin denger nama Sintya ini, batinnya. Menoleh ke arah Sintya. "Maaf Nona, Bang Leo masih di Pekanbaru! Hari ini pulang!" Ucapnya.


Sintya menaikkan kedua alisnya, "hmmm, ya udah deh! Saya titip ini aja buat Leo! Jika dia kembali, katakan saya mencarinya." Senyum Sintya garing dan kecewa. Sintya berlalu dengan kesedihan yang mulai berkecamuk dikepalanya. "Leo nggak pernah menghubungi aku, bahkan mengirim pesan pada ku! Apakah mereka telah?" Batin Sintya menjadi galau gundah gulana nestapa. Langkah kakinya semakin lemes. Berharap pada Leo, ternyata semu. Sintya menekan tombol lift, berlalu meninggalkan apartemen Leo, kembali ke apartemennya.


Maid masuk melalui card duplikat yang diberikan Leo kala itu. Meletakkan rantang dari Sintya yang dititipkan oleh mantan istri sang majikan diatas meja makan. Menyalin sandwich tuna kesukaan Leo. "Hmm, ini kan makanan kesukaan Tuan Muda!" Kekeh Maid membersihkan rantang di kichenzing



Sandwich tuna buatan Sintya.


Maid melakukan aktifitasnya membuatkan kopi hitam aceh untuk Leo seperti biasa, memasakkan menu hari ini sapi lada hitam dan udang saos pedes. Memasak nasi di rice cooker membersihkan semua debu dan kotoran yang menempel.



Sapi lada hitam buatan Maid.



Udang saos pedes buatan Maid.


Sesuai permintaan Leo yang tertulis di memo yang tertempel dikulkas seperti biasa.


Tiiing tong,


Jakarta menunjukkan pukul 12.30. Maid bergegas membukakan pintu.


"Ya!" Maid membuka pintu sedikit, karena belum pernah bertemu sebelumnya.


"Saya Paras! Apakah Leo sudah bangun Mba?" Tanya Paras didepan pintu membawa rantang.


"Ooogh! Mba Paras, masuk Nona! Tuan Muda ada dikamarnya." Hormat Maid pada Paras.



Paras perlahan memasuki apartemen Leo, "wooow!" Batinnya. Perlahan menelan salivanya. "Mba, ini saya bawain ayam belado dan capcay buat makan siang Leo. Tolong salinin yah!" Paras memberi rantang miliknya.


"Hmm! Baik Nona!" Maid berlalu menuju dapur, sejenak tertegun. Menatap hidangan begitu banyak hari ini dan belum tersentuh sama sekali. "Mana Tuan nulis menu hari ini udang dan lada hitam! Aaagh, sudahlah! Salin dulu, palingan nanti suruh bawa pulang." Kekehnya berbisik.


Paras perlahan memasuki kamar Leo yang ditunjuk Maid, perlahan Paras membuka hendel pintu kamar.



Kamar Leonal.


"Sayang, kamu udah nyampe? Aku baru selesai mandi!" Leo menyapa, masih memilih baju kaos melilitkan handuk dipinggangnya.


"Uuups, sory!" Paras menelan salivanya ingin segera meninggalkan Leo dari kamar pria maskulin itu.

__ADS_1


Leo mendekat kearah Paras, yang terlihat kaku. "Masuklah!" Leo membawa Paras masuk kedalam, menutup pintu kamarnya. Tak lupa memberi kecupan dikening calon istrinya. "Duduklah! Aku mau makan! Lapar, sepertinya Maid masak sesuai permintaan ku!" Jelas Leo masih sibuk memilih busananya.


"Aku bawain ayam belado buat kamu dan capcay! Semoga kamu suka!" Jelas Paras masih malu.


"Oogh ya! Kebetulan aku lapar sekali! Pasti enak masakan kamu!" Leo masih merapikan rambutnya, kemudian mengikatnya.


"Kamu mau makan sekarang?" Tanya Paras menggigit bibir bawahnya.


"Hmm, makan kamu dulu boleh nggak?" Goda Leo mulai mendekat dan berdiri membuka kedua kaki Paras yang tengah duduk ditepi ranjang.


Paras mendongakkan kepalanya menatap Leo sudah membungkuk kearahnya. "Jangan sekarang! Tapi kamu lapar!" Senyum Paras.


"Hmm, oke! Selesai makan yah!" Leo mengecup lembut puncak hidung kekasihnya.


Paras mengangguk setuju, menerima tangan Leo yang membawanya ke ruang makan.



Ayam belado buatan Paras.



Capcay buatan Paras.


Leo menatap indahnya hidangan dimeja makan, tapi matanya tertuju pada sandwich. Wajah Leo berubah seketika.


"Mba, ini sandwich siapa? Mba yang buat? Perasaan menu yang saya tulis tadi malam hanya sapi lada hitam dan udang saos pedes, nggak pake sandwich, karena udah siang!" Ucap Leo menaik turunkan alisnya.


"Eeee, hmmm! Itu Tuan, hmm! Tadi Nona Sintya datang kesini! Dia nitip ini buat Tuan." Jelas Maid dengan ragu, tapi harus jujur sambil menatap kearah Paras.


Deg, Paras terdiam.


Leo mengalihkan pandangannya ke Paras, "Duduklah sayang! Oya mba, bawa aja ini! Saya nggak makan ini!" Leo memberikan sandwich buatan Sintya pada Maid agar dijauhkan dari hadapannya.


Maid menunduk, menerima piring yang berisi sandwich itu.


Paras hanya mendengar dan memperhatikan situasi tak ingin memberi komentar. Dihatinya terasa ada rasa cemburu, tapi dia enggan mengungkapkan pada Leo. "Kamu mau makan sekarang?" Tanya Paras mulai menyendokkan nasi ke piring Leo.


Leo menikmati masakan Paras yang sangat lezat dilidahnya. "Ternyata, kamu selain cantik, pintar masak juga!" Puji Loe pada Paras.


"Ya, gadis minang harus bisa masak!" Jujur Paras menggenggam tangan kekar Leo.


Leo mengangguk, masih menikmati semua masakan yang terhidang.


"Besok pagi aku ke bank dulu! Kita ketemu di kantor aja yah?" Jelas Paras pada Leo disela makan siang mereka.


"Hmmm, ya!" Leo berfikir, besok adalah waktu yang tepat untuk dia menyelesaikan masalahnya dengan Sintya.


Paras dan Leo masih menikmati kebersamaan mereka sebagai sepasang kekasih yang sedang falling in love. Semoga semua berjalan sesuai rencana mereka.


Maid tanpa sengaja menyanyikan lagu terbaik milik J-Rocks.


🎵Kurasakan ku jatuh cinta


Sejak pertama berjumpa


Senyumanmu yang selalu menghiasi hariku


🎵Kau ciptaan-Nya yang terindah


Yang menghanyutkan hatiku


Semua telah terjadi


Aku tak bisa berhenti memikirkanmu


Dan kuharapkan engkau tahu


🎵Kau yang kuinginkan


Meski tak kuungkapkan (ungkapkan)

__ADS_1


Kau yang kubayangkan


Yang s'lalu kuimpikan


🎼Aku jatuh cinta


T'lah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I am falling in love


I'm falling in love with you


🎼Kau ciptaan-Nya yang terindah


Yang menghanyutkan hatiku


Semua telah terjadi


Aku tak bisa berhenti memikirkanmu


Dan kuharapkan engkau tahu


🎵Kau yang kuinginkan


Meski tak kuungkapkan (ungkapkan)


Kau yang kubayangkan


Kuimpikan (inginkan)


🎶Aku jatuh cinta


T'lah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I am falling in love


I'm falling in love with you


🎶Aku jatuh cinta


T'lah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I am falling in love


I'm falling in love with you


"Pembantu kamu ternyata suka nyalain music yah?" Kekeh Paras mendengar lagu lawas milik Group Band Bandung itu.


"Aku juga baru tau!" Jawab Leo ikut tertawa, tapi menikmati liriknya. Bahkan Leo menyanyikan untuk Paras.


___________*******



See eye Stela... don't forget yah...🤭❤️❤️


Ayoo, siapa yang tahu lagu diatas.. kalau nggak tau berarti kita nggak seumuran... 🤗


Read and wait... 🤭🤗

__ADS_1


Like and Vote... Fillen danke, Thankyou, and terimakasih...🙏🥰❤️


__ADS_2