
Albert tidak habis habisnya memberi kata kata mutiara nan indah pada Paras, baginya wanita dewasa gendut seperti Paras adalah wanita sempurna yang mampu membahagiakan keluarga dan dirinya sendiri. Dia mengeluarkan kotak kecil untuk Paras sebagai kado pernikahan.
"Terimalah ini Paras, aku sudah lama menunggu kedatanganmu, tapi ternyata kau datang membawa duka lara yang menyayat hati," ucapnya berpuisi bersimpuh seperti akan melamar.
Paras terkekeh geli mendengar ucapan Albert, "aku ambil, sebagai bentuk aku menghargai kamu, bukan karena aku terima kamu, terimakasih Albert," ucapnya tersenyum.
Albet hanya mengangguk, dia sangat memahami bagaimana Paras, tidak pernah menolak pemberiannya karena menghargai, tapi secara halus selalu menolak membalas cintanya, bahkan tidak menyakiti hati Pria Jerman itu.
"Hmmmm lusa kita makan malam, mungkin di Rich Carlton Jakarta. Jangan sampai tidak datang apalagi membuat aku kecewa," godanya kembali duduk ke sofa semula.
"Ya, aku bawa Yani, Luqman dan Berlin. Adik Leo yang baru menikah, makanya kamu harus nyusul cepet biar ada yang ngurusin. Nggak main ayam ayaman mulu. Ntar penyakitan baru tahu rasa," ucap Paras mengingatkan.
"Hmmmm aku nggak suka celup Paras," bantahnya melihat kebawah tempat perakitan airbus.
"Sama saja Albert! nama bagus, wajah tampan, hoby main ayam ayaman," kekeh Paras.
"Iya, iya! bawel," senyumnya mencari Kimaru orang kepercayaannya.
Albert meraih intercom meminta Shi sang secretaris untuk menunda meeting setengah jam, karena masih ada tamu.
"Suruh cepat Kimaru, saya banyak urusan," perintah Albert.
"Baik Pak,"
Shi mematikan intercom melakukan tugas sesuai perintah orang nomor dua di pabrik, karena orang nomor satu berada di Jerman tentunya.
Paras yang mendengar, menghubungi Leo agar segera naik dan meninggalkan pabrik segera, "jika kita tertahan sampai jadwal meeting mereka, akan banyak drama, bagus hengkang," bisik Paras melalui telefon pada Leo yang masih berada di bawah.
Tentu dengan perasaan cemas Leo, Yani dan Kimaru segera menuju ruangan Albert kembali, karena tidak ingin tertahan dan ikut meeting bersama mereka. Posisinya mereka adalah rekanan pabrik dan semua pesanan hanya perusahaan mereka yang berhak merakit sesuai perintah pusat dari Jerman.
Tidak menunggu waktu lama, lebih kurang 20 menit, Leo dan Yani sudah berada di ruangan Albert.
"Bagaimana Bang? sudah sesuai dengan permintaan kan? aku akan segera mengirimkan ke daerah yang sudah teken kontrak dengan perusahaan Langhai Group. Aku prioritaskan perusahaan kalian dulu," jelas Albert sangat santai.
Sesekali bule somplak itu melirik kearah Yani, menilai secretaris Paras dari kelihaian dan otak wanita lugu yang berada disisi kirinya.
"Tidak buruklah, setidaknya didikan Mami Maride pasti wanita tangguh," batinnya tersenyum simpul.
"Ya, aku harap semua segera di selesaikan, mungkin saat serah terima hanya secretaris aku dan Leo yang kesini," potong Paras.
"Hmmmm apakah kamu tidak mau bertemu dengan ku cantik?" godanya tanpa malu.
Leo menatap lekat wajah Albert, "ini orang minta jadi ****** dan langsung kremasi sepertinya," batin Leo.
"Bukan begitu, aku juga banyak kegiatan di kantor, jadi merekalah yang akan sering menemui mu disini. Next time aku akan berkunjung untuk makan soto Bogor paling best dikantor kamu," pujuk Paras.
Albert tersenyum sumringah, dia hanya butuh sanjungan, pujian dan berbalas rayuan. Bukan butuh jawaban untuk harus menerima.
Leo memang jarang bertemu Albert, masa Maride merintis dan membuka pintu kesuksesan perusahaan Langhai hanya Paras, Maride dan Baros yang sering ke pabrik di Bogor. Makanya dia tidak mengetahui sama sekali tentang Albert dan Paras pernah menghabiskan waktu bersama sebagai teman cerita. Apalagi Paras waktu itu sudah berpisah dari Silutak dan status jomblo sejati.
Mereka berpisah, pelukan hangat Albert pada Paras sangat membakar perasaan Leonal, entahlah wajah berbulu itu berubah menjadi rubah jantan yang siap menerkam Albert karena sanggup menyalakan api cemburu di dada Leo.
Paras menggandeng tangan Leo, agar suaminya tidak melakukan hal bodoh saat melepas pelukan dari Albert.
Berbeda dengan Yani, Pria Jerman itu justru tengah dilanda ombak asmara yang tiba tiba menggulung deras didalam dada. Kecupan mesra dari Albert yang mendarat di pipi mulus gadis jomblo sejati itu sangat membius perasaannya. Meremas kuat tas yang ada di lengannya. Bagaimana tidak, dia di cium menggunakan bibir basah yang merah, bahkan mampu merobohkan tembok yang dia bangun untuk mempertahankan benteng jomblo selama ini.
"Njiiing nggak bisa tidur nyenyak gue," batin Yani.
Leo sedikit kaget, karena menjadi saksi sahabatnya salah tingkah karena ulah Albert Einstein.
Mereka turun meninggalkan ruangan Albert, menuju mobil yang sudah terparkir dibawah teriknya matahari. Jam menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat.
__ADS_1
"Kita langsung ke rumah sakit yah Bowl," ucap Paras tapi Leo enggan menjawab.
Paras tersenyum tipis, tak ingin membahas tentang kejadian hari ini. Itu hanya bentuk cemburu Leo yang kaget bahwa seorang Albert Einstein bisa jatuh hati pada istrinya. Mau marah besar tidak mungkin, bangga bisa jadi, karena Paras di cintai orang orang penting seperti Silutak walau bajingan dan Albert seorang brondong yang tidak bisa menahan diri jika sudah berhadapan dengan Parassani Chaniago.
Leo berani menyentuh jemari Paras, "kamu serius nggak disentuh Albert, Ndut?" tanyanya sedikit insecure.
Paras tersenyum, "sama sekali dia nggak pernah nyentuh aku, kalau ngegombal sering, bahkan aku nneg banget," jelasnya jujur.
"Ngapain aja kamu berdua sama dia diruangan?" tanya Leo penuh selidik.
Paras tersenyum, mengusap lembut punggung Leo, "dia ngegombal, terus sibuk sama pekerjaannya," jujurnya.
Leo hanya mengangguk, antara percaya dengan tidak. Dia berfikir laki laki seperti Albert akan menyentuh miliknya atau bahkan melakukan hal yang tidak senonoh pada Paras.
"Dia emang naksir beneran sama kamu? kok kamu nggak cerita sama aku? aku salut deh sama kamu! dicintai Silutak, Albert, bahkan mungkin banyak pengagum rahasia kamu yang aku sendiri nggak tau," tanya Leo masih penasaran.
"Hmmmmm dia hanya mengagumi Bowl, bukan cinta sama aku," jelas Paras.
"Tapi dia merayu kamu lhoo Ndut?" bantah Leo.
"Dari dulu dia juga ngerayu aku! tapi apa aku pernah gubris. Kita memang pernah jalan beberapa kali, jika dia pulang Natal dari Jerman dia bawain coklat ke kantor, bawain makanan. Itupun sebelum kamu masuk ke perusahaan," cerita Paras.
"Kamu pernah ciuman sama dia?" tanya Leo tanpa malu didepan Yani.
"Hmmmm nggak! jangankan ciuman pegangan saja nggak pernah," senyum Paras melirik ke arah Leo.
"Oke, aku percaya kamu. Aku akan tanya sama Mami, jika kamu bohong aku akan minta orang pusat pindahkan Albert kembali ke Jerman," ancam Leo.
Paras tertawa geli mendengar ucapan suaminya, "percayalah sama aku, kamu yang pertama dan terakhir, walau bibir aku pernah di icip sama mantan mertua kamu,"
Leo terdiam, mencium punggung tangan yang berada didalam genggaman, "I love you Paras," senyumnya.
"I love you too Bowl," balas Paras.
Yani yang menjadi saksi keromantisan bos mesumnya hanya bisa meringis menahan kerinduan pada seseorang yang akan melakukan hal yang sama pada dirinya.
"Gue mupeng monyeeet," rungut Yani melirik ke arah spion tengah.
Leo dan Paras hanya mengejek jomblo akut yang meronta.
2 jam perjalanan mereka, tibalah didepan rumah sakit Jakarta Selatan untuk menemui Fredy. Dokter spesialis kandungan yang menangani Paras saat mengandung baby four.
Paras seperti biasa melakukan pemeriksaan tensi dan pengukuran suhu tubuh. Beberapa kali di lakukan tes unrin ke toilet untuk pemeriksaan lanjutan.
"Hasilnya masih samar yah Bu," ucap perawat melihatkan hasil testpack.
"Hmmmm,"
Paras berlalu meninggalkan perawat, menuju Leo dan Yani yang menunggu di depan ruangan Fredy.
Tidak menunggu lama nama Paras di panggil untuk bertemu dokter. Leo sangat sigap membawa Paras masuk keruang pemeriksaan membawa Yani bersama mereka.
Deg,
Ada perasaan canggung antara Yani dan Fredy. Maklumlah beberapa kali mereka bertemu tanpa sepengetahuan Leo dan Paras, tapi belum bisa menjalani hari-hari sebagai kekasih. Entah apa masalahnya, yang pasti mereka seperti menyimpan sesuatu yang sulit di ungkapkan.
Fredy berusaha senetral mungkin menyambut pasutri Leo dan Paras. Meminta wanita gembul itu untuk berbaring di ranjang ruangannya.
"Kita cek dulu yah Bang, semoga hamil!" kekeh Fredy setelah membaca riwayat akhir periode menstruasi Paras.
Fredy sedikit terkejut, beberapa kali dia meyakinkan, mengusap mata agar tidak salah penyampaian pada pasien. Memperbesar, menscrool berulang, bahkan meminta perawat mengambilkan air mineral untuk dirinya, tiba tiba ada perasaan haus yang mendera.
__ADS_1
"Ini bener nggak yah?" batinnya masih menatap layar.
Fredy menghubungi senior menggunakan bahasa negaranya, Leo hanya sedikit mengerti karena dokter itu keturunan Netherland dan Jerman.
"Ada apa dengan istriku?" batin Leo mendekati Paras.
Paras mencium punggung tangan Leo yang berada dalam genggamannya menunggu Fredy selesai berbicara dengan berbagai kecemasan.
Beberapa menit kemudian dia kembali mendekati Paras dan Leo, menatap penuh haru dan bahagia. Entahlah ini mukjizat bagi pasangan ini.
"Selamat Kak Paras, Bang Leo, kalian akan memiliki anak lagi," ucapnya memperbesar layar 5 dimensi untuk meyakinkan pasutri romantis itu.
"Ini yah Bang! kakak hamil kembar dua, posisinya bagus dan sudah masuk di minggu ke 7, sekali lagi selamat," jelas Fredy membuat Leo dan Paras ternganga saling menatap.
"Busyeeet, 6 dong anak gue Fred," ucap Leo sedikit shook.
Bagaimana nggak shook, usia baby four masih 4 bulan sudah ada 7 minggu di kandungan, kembar 2 pula. Ondeeeh mandeh tusdeeeh. Bibir Leo tak mampu berucap hanya ada perasaan bahagia bahkan ingin sekali dia memberikan seluruh Airbus pada Paras, karena mampu memberikan keturunan yang benar benar banyak kepada keluarganya.
"Ini nggak bohong kan Fredy?" tanya Paras penasaran.
"Nggak kak, makanya aku nelfon senior! takut mengganggu pada janin yang baru tumbuh. Ternyata semua bagus dan normal, yaaah kita akan melakukan pengawasan seperti baby four. Aku harap kakak bisa menjaga makanan dan nggak usah banyak pikiran. Sekali lagi selamat yah?" senyum Fredy.
Perawat membantu Paras untuk segera bangkit dan kembali ke tempat duduk semula.
Tentu Yani yang menjadi orang pertama mendengar kehamilan sang direktur mengirim pesan melalui group whatsApp Langhai dengan penuh rasa haru dan bahagia.
📨"Mba Paras selamat yah, hamil baby two. Selamat Bang Leo, semoga sehat hingga persalinan, welcome to the world of twins," Yani.
Tentu mendapatkan balasan bertubi-tubi dari seluruh karyawan Langhai Group. Begitu juga Berlin, Maride dan Laura. Berkali kali mereka menghubungi Leonal dan Paras tapi handphone keduanya tertinggal di mobil.
Leo memeluk Fredy setelah menerima resep dari dokter terhebat itu.
"Kalau ada apa apa, hubungi aku yah Bang? selamat Kak Paras, semoga sehat selalu. Bulan depan kita ketemu lagi untuk kontrol, jangan lupa asupan yang banyak, buah dan puasa dulu bang!" goda Fredy.
Paras hanya tersenyum menatap Leo, ada perasaan bahagia dihatinya, walau awal menolak, tapi setidaknya hamil di usia sekarang lebih baik sebelum menginjak usia 40 tahun, batinnya.
Mereka berlalu, tertinggal Yani dan Fredy dengan polemik tersendiri.
"Aku yang antar Yani pulang Bang," ucapnya pada Leo.
Tentu Leo mengizinkan, karena memang sudah waktunya pulang kantor. Mereka menuju mobil saling berpelukan bahagia.
"Aku akan meminta Papi, untuk kamu menggantikan posisi aku di kantor. Biar aku mengurus anak anak," ucap Paras.
Leo menatap lekat mata istrinya, "kamu yakin?" tanyanya.
"Hmmmm setidaknya aku memberikan kepercayaan penuh sama kamu, agar aku bisa fokus sama baby four yang sebentar lagi akan memiliki adik," jelas Paras.
Leo senang mendengar keputusan Paras, "makasih Ndut, kamu wanita luar biasa, kita diberi anak kembar dan ini yang terakhir," kekehnya.
"Serius?" tanya Paras.
"Serius, 6 anak cukup. Kita didik mereka menjadi anak hebat," ucap Leo mengecup bibir Paras sebelum meninggalkan rumah sakit.
Pasutri itu sangat bahagia akan kehadiran 2 anak lagi, hmmmm.
Semangat Bang Leo dan Kak Paras... semoga lancar sampai persalinan...🤧
👶👶👶👶👶👶Nggak kebayang othor mereka mengurus anak 6 orang hingga dewasa, pasti banyak polemik dan bla bla bla...😎
🌹🌹(Mohon masukan dong buat othor... kita lanjut sampai anak Leo dan Paras tumbuh dewasa atau tamat yah? othor dilema niiih.... mohon asupan gizi terbaik dan masukan positif dunk....🤧)
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️