Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Kembali Bangun


__ADS_3

Fredrico menatap kearah dua orang yang sangat dicintainya. Dirinya masih tak menyangka dengan fakta yang kini terjadi padanya, sungguh Fredrico sama sekali tak membayangkan hal ini akan benar-benar datang.


Perlahan Fredrico mendekat kearah Azzlea juga jagoannya. "Nyaman sekali dia berada didekapmu sayang." ujar Fredrico dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya.


Saat ini bayi  mungilnya tengah menyusu kepada Azzlea atas bantuan dokter sebelumnya. Tak hanya Fredrico yang terkejut melihat Azzlea yang sudah terbangun, tapi juga para dokter yang merawat Azzleapun ikut terkejut terlebih melihat Azzlea tak lagi ada diranjangnya.


Fredrico mengecup lembut kening sang istri dengan penuh kerinduan yang teramat dalam. Tanpa terasa air matanya menetes dengan sendirinya, kini Fredrico merasa kalau jiwanya seolah kembali utuh memenuhi seluruh tubuhnya. Jiwa yang pernah sesaat menghilang juga terasa kosong kini sudah sepenuhnya terisi dengan kehadiran sosok Azzlea yang telah membuka matanya kembali mengisi hatinya.


"Jangan menangis Fred, maafkan aku karena membuatmu menunggu terlalu lama." ujar Azzlea sembari menyeka air mata yang luruh begitu saja membasahi pipi Fredrico dengan sebelah tangannya.


Fredrico meraih jemari Azzlea. dikecupnya dengan lembut jemari sang istri. "Aku menangis karena aku bahagia, aku menangis karena kau sangat-sangat bahagia." lirih Fredrico. Azzlea tersenyum mendengar ucapan Fredrico.

__ADS_1


"Beristirahatlah. Aku yang akan menjaganya." pinta Fredrico mengusap lembut puncak kepala Azzlea. Namun Azzlea menggelengkan kepalanya.


"Dia masih menyusu Fred. Biarkan dia tidur dengan nyenyak hari ini." ucap Azzlea. Fredrico sedikit mengerutkan keningnya.


"Sudah dari tadi dia menyusu sayang. Apa kau baik-baik saja?" tanya Fredrico khawatir. Azzlea mengangguk pelan tanda mengiyakan pertanyaan dari Fredrico.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian. Dan kamu, aku tahu kamu sangat merindukan Bundamu. Tapi fikirkan Ayah yang juga merindukan Bundamu hm." protes Fredrico pada sang buah hati. Namun bukannya berhenti seolah mengejek bayi mungil itu terus menerus menyusu pada Azzlea seolah tak akan dilepaskannya.


"Mengapa bicara seperti itu Fred. Dia anak mu sendiri kau lupa." ucap Azzlea. Fredrico mencebik tak suka.


"Bukankah aku juga sangat merindukanmu sama sepertri nya?" keluh Fredrico. Azzlea menggelengkan kepalanya dan mengacuhkan rancauan sang suami yang cemburu hanya pada putra nya sendiri.

__ADS_1


"Kalau memang kau tak menyukainya kau bisa mencari wanita lain Fred. Aku mengizinkanmu sekarang." goda Azzlea.


"Cih.. Bagaimana mungkin aku mencari wanita lain sedangkan aku sendiri sangat mencintai seorang Azzlea. Bisa gila aku jika aku mencari wanita lain."


"Ah.. Dan lagi aku tak mau menjadi serigala selamanya. Karena aku tahu jika aku benar-benar mencari wanita lain kau tak akan pernah memaafkanku." ujar Fredrico dengan penuh kesungguhan.


"Dasar. Kalau kau memang takut menjadi serigala mengapa kau tak benar-benar mencari wanita lain saat aku belum terbangun." kesal Azzlea. Fredrico terdiam namun beberapa saat kemudian membelalakan matanya karena teringat akan ucapannya beberapa hari yang lalu.


"Sayang..."


"Aku mendengar semuanya Fred. Hanya saja aku tak bisa terbangun karena suatu hal."

__ADS_1


"Aku mendengar semua yang kalian bicarakan, tentangku juga tentang putra kita ataupun tentang semuanya yang ada disini." ujar Azzlea dengan tatapan sinisnya. Fredrico tersenyum seperti oran bodoh seraya menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal sama sekali.


"Bagaimana mungkin sayang. Dokter sama sekali tak mengatakan apapun pada kami semua tentang kau yang bisa mendengar apa yang kami katakan."


__ADS_2