Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Gadis Bodoh


__ADS_3

"Aku memiliki keluarga yang sangat menyayangiku. Jujur aku sama sekali tak mengerti siapa kalian dan mengapa aku bisa ada disini."


"Satu hal lagi, mengapa kau selalu mengatakan padaku bahwa aku adalah Quinza. Aku bukanlah dia, aku adalah orang lain." ujar Azzlea.


"Sial." umpat gadis itu dan pergi meninggalkan keempatnya. Azzlea memandang gadis bermata biru itu lenyap dari pandangan matanya. Kini Azzlea semakin tak mengerti mengapa gadis itu justru marah padanya seperti itu.


"Maafkan dia Kak. Dia sedikit tempramental sejak kedatangan Kakak kemari. Aku yakin hatinya sangat terluka saat mengetahui Kakak tak ingin tinggal bersama dengan kami disini." ujarnya.


"Mengapa?" tanya Azzlea.


"Akan kami jelaskan jika Kakak sudah mengerti semuanya." jawabnya.


"Sebelum itu aku yakin Kakak sudah melupakan kami semua. Perkenalkan aku Qarira. Aku adalah adik perempuan terakhir diatara semuanya."


"Gadis cantik disebelah Kakak adalah Qila. Dan ini Qianzi. Sedangkan yang baru saja meninggalkan kita Quincy. Kakak tertua kami selama seribu tahun terakhir." ujarnya.


"Aku Azzlea. Lupakan tentang kalian yang menganggapku sebagai Quinza, karena aku tetaplah Azzlea." tegas Azzlea.


"Baiklah Kak.. Karena Kakak mengatakan bahwa Kakak akan berada disini beberapa saat mungkin aku bisa menemani Kakak melihat sekeliling tempat ini."

__ADS_1


"Tempat ini sangat lah indah. Alpha Quinza sendirilah yang menginginkannya."


"Aku yakin Kakak akan menyukainya." ujar Qarira.


Azzlea menganggukkan kepalanya. "Tak ada salahnya menikmati keindahan alam disini." batin Azzlea dalam hati.


"Apakah Milly harus ikut bersama dengan kita?" tanya Azzlea. Qarira menggelengkan kepalanya. "Kau kembali ketempatmu, tak kan ada yang menyakitinya saat dia berada disini." pinta Qarira.


"Aku akan menyusul Quincy." ujar Qila membuka suara.


"Sepertinya aku akan ikut bersama Qila. Aku akan menyusul Quincy untuk membujuknya." ucap Qiancy.


"Aku tak akan tergoyahkan dengan bujukanmu itu. Aku akan tetap pada pendirianku kau tahu." kekeuh Azzlea.


Qarira benar-benar membawa Azzlea ke berbagai tempat yang dipijakinya saat ini. "Bagaimana? Bukankah Kakak sangat menyukainya." ujar Qarira seraya memberikan sekuntum mawar putih pada Azzlea. Azzlea menerimanya serta mencium harum mewangi dibunga mawar itu.


"Sungguh sangat harum bunga ini." ujar Azzlea.


"Ya.. Itu adalah bunga yang paling disukai oleh Alpha Quinza. Dan saat ini Kakak masih sangat menyukainya benar begitu?" ujar nya dengan penuh kebanggaan.

__ADS_1


"Ya ya ya.. Terserah kau saja."


"Bisa kau ceritakan seperti apa Quinza dimata kalian." pinta Azzlea.


"Alpha Quinza?" tanya Qarira. Azzlea menganggukkan kepalanya.


Qarira nampak termenung dengan fikirannya sendiri. Sedetik kemudian suasana sangat hening. "Aku bingung harus menceritakan Alpha mulai dari mana. Karena saat ini aku benar-benar berada dihadapan Alpha sendiri."


"Bukankah sangat tak masuk akal aku menceritakan Kakak dimasa lalu sedangkan Kakak sendiri masih berada disini." ujarnya menolak permintaan Azzlea.


"Baiklah.. Anggap saja jika aku benar-benar kehilangan ingatan dan kau membantuku mengingat kehidupanku dimasa yang lalu." pinta Azzlea.


"Mengapa Kakak sangat bersikeras memintaku menceritakan bagaimana kehidupan Kakak dimasa lalu? Apa Kakak memiliki rencana lain untuk pergi dari tempat ini secepatnya?" selidik Qarira.


"Dasar gadis bodoh.. Kau selalu mengatakan padaku bahwa aku adalah Quinza. Tapi bahkan aku sendiri tak tahu siapa dia dan bagaimana dia." kesal Azzlea.


Qarira justru tersenyum bahagia mendengar makian yang diucapkan oleh Azzlea. "Jangan tersenyum padaku." kesal Azzlea.


"Ternyata kau sama sekali tak berubah Kak.. Setelah seribu tahun lamanya kau masih saja memakiku dengan sebutan gadis bodoh." Qarira justru semakin girang dan tertawa puas karenanya.

__ADS_1


__ADS_2