Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Just One


__ADS_3

Sekali lagi Milly menghentikan langkah kaki Queene yang akan pergi meninggalkan Azzlea.


Queene yakin jika dia bertahan lebih lama lagi air matanya tak akan bisa ditahannya lagi. Namun Milly menahannya sekali lagi agar dirinya tak segera menjauh dari Azzlea.


Queene masih tak habis fikir, apa lagi yang akan dilakukan oleh Milly. Bukankah sudah cukup dia memandang rendah dirinya karena dialah yang berhasil mencuri hati Azzlea dalam kehidupannya.


Queene ingin mengutuk dirinya sendiri karena kekalahannya.


Perlahan Milly mendekat kearah Azzlea. "Kau tahu apa yang tak pernah ku lihat selama hidupku seribu tahun ini Azzle?" ucap Milly. Azzlea menggelengkan kepalanya.


"Kebohongan dalam kesetiaan." ujarnya.


"Aku hidup selama seribu tahun lamanya, aku melihat berbagai sifat yang ada selama seribu tahun ini."


"Aku selalu meyakinkan bahwa akulah werewolf yang paling setia dari segala werewolf yang ada."


"Namun kali ini aku salah. Aku bukanlah werewolf yang paling setia seperti apa yang telah ku fikirkan selama ini." ucap Milly.

__ADS_1


"Rela berbohong demi menunjukkan kesetiaanya, itu adalah hal yang paling luar biasa yang aku lihat hari ini."


"Hei Queen." Milly menjeda ucapannya dan menarik nafasnya dalam-dalam memandangi Queene.


"Ku rasa... Posisi ini memang bukanlah yang seharusnya kumiliki."


"Kurasa, hanya kau lah werewolf yang tepat untuk Azzlea, bukan aku." ucap Milly dengan nada sendu.


Queene tercengang dengan apa yang diucapkan oleh Milly, beberapa saat yang lalu Milly mengejeknya tanpa henti. Menyombongkan dirinya sendiri karena dialah yang memenangkan posisi penting dalam hidupnya


Padahal beberapa saat yang lalu Milly mengatakan jika dia sangat menyukai keputusan yang diambil oleh Azzlea. Namun kini Milly berbicara hal yang tak masuk akal untuknya.


"Takdir memang sudah ditentukan, dan takdir itu berpihak padaku. Tapi... Aku memilih menyerahkan takdirku kepadamu." ucap Milly.


Azzlea masih terdiam dengan perdebatanntak masuk akan antara Queene juga Milly. Sungguh dia sudah merelakan Queene dan mau menerima Milly sebagai sebagian dari hidupnya. Namun kini apa yang dikatakan oleh Milly sungguh diluar apa yang bisa dicerna oleh otaknya.


"Aku menolak permintaanmu untuk menjaga Azzlea. Karena kau sendirilah yang akan menjaganya seperti dulu."

__ADS_1


"Apa... Apa yang sebenarnya kalian bicarakan. Bisakah kalian berhenti bermain sekarang dan kau Milly ikut pulang bersama denganku." kesal Azzlea.


Milly menggelengkan kepalanya menolak permintaan Azzlea. "Kau akan pergi bersama dengannya Azzle." tolak Milly menunjuk Queene.


"Cukup! Hentikan permainan ini." teriak Azzlea.


Milly mendorong tubuh Queene mendekat kearah Azzlea. Kini Azzlea dan Queene sudah berada didalam lingkaran pembatas penghubung antara dunia yang dipijakinya dengan bumi tempat tinggal Azzlea untuk kembali.


"Tahukah kau Azzlea mengapa dia ingin segera pergi meninggalkanmi sebelim kau pergi dari tempat ini?" tanya Milly. Azzlea menggelengkan kepalanya, Azzlea menatap keempat saudaranya, namun mereka justru menunduukan kepalanya.


"Karena dia tak ingin kau melihatnya lenyap dari dunia ini." ujar Milly.


"Apa maksudmu Milly." tanya Azzlea seraya membelalakkan matanya penuh ketidak percayaan.


"Hanya ada satu werewolf yang akan menjadi takdir seorang Alpha dan dewi werewolf. Jika salah satunya sudah menyatu dengan tubuhmu, maka yang lainnya akan lenyap." jelas Milly.


"Jadi.... Karena itulah kau ingin segera pergi tanpa melihatku pergi terlebih dahulu Queen?" tanya Azzlea. Queene menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tak ingin kau merasa bersalah karena aku harus lenyap karena keputusan yang telah kau buat Azzle." ucap Queene yang masih menundukkan kepalanya.


Bugh.. Azzlea memeluk erat tubuh Queene kedalam pelukannya.


__ADS_2