Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 67 Azzlea New Werewolf


__ADS_3

"Ayo kita pulang. Aku yakin Ayah dan Ibumu sangat cemas padamu karena kita berdua tak kunjung kembali" ujar Fredrico, Azzlea menganggukkan kepalanya.


"Ingin mencoba pulang dengan wujud Queeny?" tawar Fredrico.


"Bagaimana caranya?" tanya Azzlea tak tahu menahu.


Fredrico nampak berfikir, kemudian berjalan menjauh dari Azzlea dan kemudian melompat hingga Fredrico berubah wujud menjadi serigala.


"Lakukan seperti apa yang ku lakukan Azzle, bayangkan jiwa kalian berdua bersatu dan saling membutuhkan, fikirkan kau bisa merasakan Queeny" ucap Fredrico memberi saran.


Azzlea nampak memejamkan matanya, memfokuskan dirinya berada didalam diri Azzlea dan berlari kecil hendak melompat.


"Sial"


Grep


Fredrico menangkap tubuh Azzlea agar tak tersungkur ketanah, tak mudah bagi werewolf baru untuk mengubah wujudnya menjadi serigala. Dan bodohnya Fredeico lupa jikalau Azzlea tengah mengandung, salah sedikit saja dia bisa saja kehilangan calon penerusnya.


"Sepertinya tidak perlu Azzle" ucap Fredrico sesaat setelah menangkap Azzlea.


"Mengapa? Bukankah kamu sendiri yang menawarkan, aku ingin mencobanya" pinta Azzlea.


"Tapi... Aku rasa ini berbahaya untuk kalian berdua" ucap Fredrico dengan penuh kekhawatiran.


"Aku tidak apa-apa, aku ingin mencobanya jika terjadi sesuatu kamu hanya perlu menangkapku"


"Aku tidak mengizinkannya Azzle, naiklah kepunggungku"


"Biarkan aku mencobanya Fred hm?" pinta Azzlea. Dengan penuh pertimbangan Fredrico akhirnya menyetujui dan Azzlea harus melakukannya dengan hati-hati.


Berkali-kali Azzlea tetap pada pendiriannya ingin mencoba menjadi serigala, namun berkali-kali pula Fredrico menangkap tubuh Azzlea karena tak ingin terjadi sesuatu padanya.

__ADS_1


"Sudah Azzle. Kamu tak perlu memaksakan dirimu sendiri, ingat pada kandunganmu jika kamu terus menerus memaksakan diri" ucap Fredrico mulai khawatir dengan keselamatan Azzlea.


"Sekali ini saja. Ini adalah yang terakhir" kekeuh Azzlea. Fredrico khawatir dengan keadaan Azzlea, sekali lagi Azzlea mencoba dan Fredrico sudah bersiap menangkap Azzlea.


Dalam sekali lompatan kini Azzlea mengubah wujudnya menjadi werewolf, dan sekali lagi Fredrico melihat serigala bermata biru yang cantik dan indah. Berbeda dengan sebelumnya karena kini tatapan serigala itu sama seperti tatapn mata Azzlea. Fredrico berdiri mematung tak bergerak melihat perubahan wujud Azzlea.


"Dia sangat cantik bukan?" Azzlea berbangga diri. Fredrico tersenyum tipis melihat betapa girangnya Azzlea yang pada akhirnya bisa mengubah wujudnya menjadi serigala, kini Azzlea sepenuhnya menjadi werewolf murni.


Fredrico segera mengubah wujudnya menjadi serigala yang sama putihnya dengan Azzlea, gagah berani.


"Jangan terlalu gegabah Azzlea, meskipun kamu bisa mengubah wujudmu tapi ingat dengan kandunganmu" Fredrico memperingati Azzlea. Azzlea mengangguk mengerti dan tersenyum senang.


Fredrico memimpin jalan sembari sesekali melihat ke arah Azzlea dibelakangnya. Fredrico sengaja memperlambat langkahnya agar Azzlea bisa mengimbanginya.


Disisi lain diistana Vredo seluruh rakyatnya tengah dirundung kesedihan, bagaimana tidak, Fredrico maupun Azzlea tak kunjung kembali hingga gerhana bulan muncul, bahkan kini hari sudah menjelang pagi, cahaya matahari mulai berani menampakkan sinarnya.


Bunda Zenia maupun Zinovia menangis sesegukan menangisi anak-anak mereka. Sebelum keberangkatannya Fredrico mengatakan mereka akan kembali sebelum gerhana datang, namun kini keduanya sama sekali tak muncul.


Faustin mengepalkan kedua tangannya. Andai saja dia ikut pergi bersama dengan Fredrico semalam pasti setidaknya dia bisa membantu Fredrico mengalahkan Victor musuhnya. Namun karena Fredrico menolak dan Faustin menyetujuinya inilah akhir dari segalanya.


"Putriku yang lemah, bagaimana mungkin serigala itu menggunakan Azzlea sebagai umpannya, bagaimana bisa semua itu terjadi padanya" raung Bunda Zinovia.


"Sudahlah, kita semua yang ada disini tengah dirundung kesedihan. Tak ada yang bisa disalahkan sekarang" ucap Beta Delvin


"Maafkan saya Beta, andaikan saja saya ikut bersama dengan Alpha, tentu setidaknya saya bisa membantu Alpha menghadapi pack kecil itu sebelum gerhana benar-benar muncul" sesal Faustin.


"Sudahlah, ini adalah takdir mereka berdua. Ini adalah rencana Moon Goddess tak ada yang bisa kita lakukan" ucap Beta menengahi.


Perdebatan mereka terhenti saat melihat kedatangan Guard yang datang dengan berlarian tergopoh-gopoh.


"Ada apa?" tanya Faustin pada Guard tersebut.

__ADS_1


"Alpha.. Alpha Fredrico kembali, beliau berada diperbatasan hutan Guard"


"Apa maksudmu? Fredrico? Apa dia bersama putriku?" tanya bunda Zi, guard itu diam membisu, pasalnya yang dilihatnya Alpha Fredrico sama sekali tak membawa Luna bersamanya.


"Lebih baik kita keperbatasan Alpha, Beta" Faustin mengutarakan pendapatnya. Semuanya setuju dan pergi keperbatasan hutan dengan wujud werewolf masing-masing.



Benar saja, Fredrico datang dengan wujud werewolfnya dengan selamat, namun begitu mereka begitu kecewa karena tak menemukan keberadaan Azzlea sama sekali bersama dengan Fredrico. Hanya kedatangan werewolf baru bermata biru terang seperti mutiara.


Keduanya datang dari arah hutan belantara, cahaya matahari yang sedang menampakkan sinarnya membuat keduanya terlihat dengan jelas, mata Azzlea yang biru nampak menonjol dan membuat siapapun memandang kearahnya.


Sungguh mereka semua terpana melihat keindahan werewolf yang datang bersama dengan Fredrico, sangat anggun dan sangat cantik tak dapat diungkapkan dengan kata-kata bagaimana sempurnanya werewolf yang kini mereka lihat. Tak ada yang mampu berkedip atau menanyakan dimana keberadaan Azzlea karena lupa dengan keindahan werewolf didepannya.


Azzlea nampak berjalan dibelakang Fredrico bersembunyi dibaliknya. Azzlea sedikit malu dan takut saat keduanya sudah berada diperbatasan.


"Mengapa bersembunyi, tunjukkan pada mereka siapa Azzlea sebenarnya" bisik Fredrico sembari tersenyum.


Satu persatu mereka telah mengubah wujudnya seperti manusia dan berjalan mendekati Fredrico yang juga telah berubah wujud menjadi manusia meninggalkan Azzlea yang masih menjadi werewolf.


"Dimana putriku Fredrico, mengapa kau tak membawanya pulang bersamamu?" tanya Bunda Zinovia dengan khawatir.


"Apa dia tidak selamat, mengapa kau membawa serigala baru, bukan putriku" tangis Bunda Zinovia pecah karena tak dapat menemukan keberadaan Azzlea.


Perlahan Azzlea mendekati Bunda Zenia, didekatinya tubuh Bundanya yang bergetar.


"Azzle baik-baik saja Bunda" ucap Azzlea merengkuh tubuh Bundanya.


Tak ada satupun dari mereka yang tak terkejut kecuali Fredrico saat melihat serigala putih bermata biru yang baru saja dilihatnya berubah menjadi sesosok Azzlea yang mereka kenal. Mereka bingung sekaligus tak percaya dengan apa yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri. Tak terkecuali Bunda Zi yang sama terkejutnya melihat putrinya dalam keadaan baik-baik saja.


"Sayang, kamu baik-baik saja? Bagaimana mungkin?" Azzlea hanya tersenyum tipis sembari mengusap air mata yang mengalir dari sudut mata Bundanya.

__ADS_1


"Sebenarnya Fredrico telah membuka kekuatanku yang terkunci Bunda, hanya saja aku belum bisa mengubah wujudku jika bulan purnama tak datang, sama seperti kalian yang bisa mengubah wujud pertama kali dengan bantuan bulan purnama" jelas Azzlea.


"Benarkah begitu? Bunda sangat bersyukur karena kalian pulang dalam keadaan baik-baik saja" Ucap Bunda Zi penuh rasa syukur.


__ADS_2