Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 39 Next generation


__ADS_3

"A... Aku... Apa.. Apa aku saat ini tengah mengandung?" tanya Azzlea menatap dokter wanita itu.


Wajah dokter itu nampak tersenyum sumringah.


"Selamat saya ucapkan Luna, Penerus kerajaan Vredo akan segera hadir didunia ini" ucap dokter dengan sangat antusias


Azzlea menerjapkan matanya tak percaya, perlahan Azzlea menyentuh perutnya yang masih datar, mengusapnya dengan lembut tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya.


Terjawab sudah pertanyaan mengapa tubuhnya lemah tak berdaya, dia tengah mengandung generasi Alpha.


"Hiks... Apa benar semua itu?"


"Apa benar ada makhluk kecil tengah bersemayam di perutku?" tanya Azzlea tak percaya.


"Ya Luna, saya ucapkan selamat untuk anda juga Alpha, seluruh rakyat akan sangat senang menyambut keturunan Alpha selanjutnya" ucap dokter itu


Azzlea tampak bahagia, air matanya jatuh membanjiri pipinya.


"Terimakasih hiks" air mata Azzlea tak henti-hentinya mengalir.


"Kalau begitu saya permisi undur diri Luna. Aan saya beri tahu kabar bahagia ini kepada pelayan, mereka pasti akan sangat senang" ujar dokter itu.


"Jangan..." teriakan Azzlea menghentikan dokter wanita tersebut dan menatap Azzlea dengan tatapan bingung.


"Maksudku, jangan beritahu mereka lebih dulu sebelum aku memberitahu Alpha. Aku yakin dia akan sangat marah besar saat mendengar berita ini terakhir kali"


"Dan lagi... Saat ini dia sedang tidak ada di Kastil. Aku ingin meberinya sebuah kejutan"


"Dan jangan beri tahu kepada yang lain terlebih dahulu sebelum Alpha mengumumkan kehamilanku ini. Atau kamu tahu sendiri akibatnya" ujar Azzlea sedikit menangancam.


Dokter wanita itupun mengangguk menengerti dan keluar kamar Azzlea. Para pelayan yang berjaga diluar nampak khawatir dengan kondisi Lunanya yang sedang sakit. Sesuai janjinya pada Luna dia berbohong kalau Luna sedang kelelahan dan butuh asupan nutrisi dan vitamin yang banyak.


***

__ADS_1


Alpha Fredrico kini tengah berada diluar kota memenuhi undangan untuk pertemuan para Alpha dari seluruh negeri setidaknya ada sekitar sepuluh Alpha yang akan hadir.


Fredrico sengaja berangkat sedari siang karena ada hal yang ingin dilakukannya semasa perjalanan, hingga sampai di wilayah kerajaan Asle kerajaan dimana para Alpha akan berkumpul pada pagi hari


Terlihat sekali rombongan Fredrico disambut hangat oleh keluarga Asle, mempersilahkan tamunya masuk serta diberi tempat singgah selagi menunggu kedatangan Alpha yang lainnya.


"Sungguh suatu kehormatan Alpha Fredrico dapat hadir di pertemuan kali ini" Alpha tengah baya itu menyambut kedatangan Fredrico beserta rombongan.


"Terimakasih saya ucapkan atas undangannya, suatu kehormatan pula saya dapat menghadiri pertemuan ini" sopan Fredrico.


Seusai berbincang keduanya masuk kedalam istana, mengantarkan Fredrico ketempat peristirahatan yang telah disiapkan sebelumnya.


"Silahkan anda istirahat terlebih dahulu Alpha Fred, saya yakin anda kelelahan karena jarak yang kalian tempuh saat perjalanan" ucapnya.


Dengan senang hati rombongan Fredrico mengistirahatkan tubuh lelahnya.


Hanya dalam waktu dua jam, seluruh Alpha yang di undang satu persatu mulai berdatangan, tak sedikit banyak dari mereka membawa serta Lunanya mendampingi perjalanan mereka.


Melihat kedekatan para Alpha bersama Luna nya membuat dirinya menghangat tanpa sadar dia mengingat Azzlea yang tengah ditinggalkannya di Kastil, tak pernah sedikitpun dia mengajak azzlea diacara seperti ini, dilain sisi demi keselamatannya dilain sisi dia pun tak ingin azzlea ikut bersamanya toh wanita itupun tak pernah mau jika diajak.


Pikiran Fredrico menerawang jauh rasanya dia ingin pulang keistana, setelah pertemuan selesai Fredrico memilih untuk pulang terlebih dahulu, perjalanan yang jauh akan memperlambat dirinya sampai ke Kastil lebih cepat.


Fredrico mengubah dirinya menjadi werewolf, dengan kekuatan kilat dia melaju menembus hutan belantara meninggalkan guardsnya yang tertinggal jauh dibelakang tanpa mempedulikan mereka, yang difikirkannya adalah dia harus segera bertemu dengan wanita itu apapun yang terjadi.


Perjalanan yang awalnya satu hari dapat ditempuh Fredrico hanya dalam malam, terbukti saat pagi menjelang dia sudah sampai diperbatasan kerajaannya.


Tak dihiraukan bagaimana keadaan rombongan yang bersamanya, segera dia berjalan kearah Kastik namun ada hal aneh, istana nampak sepi seperti tak ada kehidupan.


Tak ada gelak tawa wanita itu seperti biasanya, tidak mungkin bukan selama beberapa hari ditinggalnya wanita itu pergi dari istana nya pikir Fredrico .


Fredrico berjalan menyusuri tempat dimana Azzlea biasanya berada namun hasilnya nihil, biasanya dia Azzlea akan berada ditaman bunga, Fredrico berlari menuju taman namun sama hasilnya nihil wanita itu tak ada membuat kepalanya mendidih.


"Mana Luna" tanya Fred pada salah satu pelayan yang tengah membersihkan taman bunga milik azzlea.

__ADS_1


Pelayan yang bekerja sontak membungkuk memberi salam pada Fredrico, mereka terkejut dengan kedatangan tuannya yang mendadak itu tanpa penyambutan seperti biasanya.


"Aku tanya mana Luna?" tanya Fredrico dengan nada tinggi.


"Luna... Luna sedang berada dikamarnya Alpha" ucap pelayan itu dengan takut.


"Kamar,.. bukankah biasanya dia akan bersama kalian merawat bunga disini" ucap Fredrico menyelidik.


"Maaf Alpha, saat ini Luna sedang sakit jadi...." ucapan pelayan itu terpotong saat melihat Fredrico pergi begitu saja meninggalkan mereka.


Mendengar kata sakit mendadak tubuh Fredrico mendidih tak karuan, bagaimana bisa tak ada yang memberitahunya jika Azzlea sakit, tak mengindahkan perkataan pelayan itu Fredrico langsung berlari kekamar dimana Azzlea berada, terlihat dua pelayan yang biasa membantunya tengah duduk didepan pintu.


"Kenapa tak ada yang memberitahuku kalau Luna kalian sakit?" marah Fredrico pada kedua pelayan itu.


Kaget karena kedatangan Alpha terlebih Fredrico datang dengan wajah marahnya,


"Maafkan kami Alpha, Luna sendiri yang meminta agar kami tidak memberitahu Alpha keadaan Luna sebenarnya" ucap kepala pelayan takut.


'Apa maksud wanita itu, apa dia kira dia kuat menghadapi sakit cihh, mengapa dia tak ingin memberitahu dirinya' kepala Fredrico kembali mendidih.


"Lalu kenapa kalian berada disini? kenapa tidak didalam ha" tanya Fredrico dengan semakin marah.


"Maafkan kami Alpha, Luna sendiri yang tidak ingin kami dekati, Luna selalu muntah jika kami berdekatan dengannya, maafkan kami Alpha maafkan kami" kedua pelayan itu bersujud meminta pengampunan pada Fredrico, tak mengindahkan Fredrico masuk kedalam kamar.


Terlihat dengan pulasnya Azzlea nampak tertidur terbungkus selimut keringat mulai bercucuran di dahinya, tanpa sadar Fredrico mengusap keringat yang membasahi tubuh Azzlea.


"Mengapa wajahmu nampak pucat"


"Mengapa tidak ingin memberitahuku kalau kamu sakit" ucap Fredrico seraya mengecup dahi Azzlea.


Hmm


Azzlea bergumam meraih tubuh Fredrico dan memeluknya erat erat, mengendus bau tubuhnya dan kembali tertidur.

__ADS_1


Fredrico terkekeh geli melihat tingkah laku Azzlea, dibiarkannya tangan Azzlea merengkuh tubuhnya membiarkan wanita kecil itu melakukan yang disukainya, di belainya rambut panjang azzlea yang menutupi wajahnya tanpa sadar karena kelelahan Fredrico ikut tertidur dipelukan Azzlea.


__ADS_2