Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 50 Go Alone


__ADS_3

Tok tok tok


Terdengar pintu diketuk dari luar, tak berapa lama kemudian masuklah Leyna kedalam kamar menghampiri Azzlea yang tengah duduk memandang hamparan luas belakang kastil melalui kaca jendela kamarnya.


"Maaf Luna, ada Guard Faustin yang ingin bertemu dengan Luna" Ucap Leyna dengan sopan saat memasuki kamar Azzlea. Azzlea menoleh kearah Leyna.


"Panggil dia kemari" pinta Azzlea. Leyna segera pergi dari kamar Azzlea dan menemui Guard Faustin untuk menyampaikan pesan Luna pada Faustin.


"Luna meminta anda untuk menemuinya dikamar Guard Faustin" ucap Leyna. Meskpun keduanya pernah berada disatu lingkungan yang sama dulu namun tetap saja posisi Fustin sangatlah jauh berbeda dari pada dirinya.


"Tidak bisakah Luna Azzlea menemuiku disini saja"


"Maksudku saat ini Azzlea sudah menikah dengan Fredrico yang memiliki status sebagai Alpha. Aku tidak berani masuk kedalam kamar mereka berdua" ujar Faustin.


"Akan saya sampaikan pada Luna, Guard" pamit Leyna.


Sekali lagi Leyna naik keatas menuju kamar dimana Azzlea berada.


"Guard Faustin menolak untuk datang kemari Luna. Guard Fustin beroesan kalau dia tak enak hati jika harus masuk kedalam kamar Luna, karena Luna sudah menikah dengan Alpha Fredrico" Leyna menyampaikan ucapan Faustin pada Azzlea.


"Dasar pria itu" Azzlea menggelengkan kepalanya.


"Antarkan aku kesana" pinta Azzlea. Leyna segera menuntun Lunanya menemui Guard Faustin. Perlahan Azzlea turun dari tangga. Perutnya yang sudah terlihat membuncit sangat hati-hati jika ingin turun dari tangga.


"Mengapa Kakak tidak memberitahuku jika ingin datang kemari" ucap Azzlea mulai me dekati Faustin.

__ADS_1


"Aku tidak berani Luna" ucap Faustin sopan. Azzlea menghentikan langkahnya yang kemudian keningnya berkerut.


"Mengapa sekarang memanggilku dengan panggilan Luna. Hei kak bukankah kita sudah berjanji untuk tidak memanggilku dengan sebutan itu hm" protes Azzlea.


"Maaf Luna... Maksud saya Azz... Azzlea" Faustin berbicara dengan gugup.


Sebelum Azzlea semakin mendekati Faustin, lagi-lagi Azzlea menghentikan langkahnya dan menutup hidungnya.


"Mengapa kakak sangat bau hari ini. Aku tidak menyukainya" protes Azzlea berdiri jauh dari Faustin.


"Bau?"


"Ah.. Mungkin karena perjalanan jauh dari kastil menuju kemari" ucap Faustin.


"Maaf kak, aku tidak bisa terlalu dekat denganmu, sepertinya bayiku ini kurang menyukaimu" ucap Azzlea.


"Maksud kakak?" Azzlea sedikit mendengar gumaman Faustin meskipun tak begitu jelas.


"Tidak lupakan. Kalau boleh tahu mana Fredrico" tanya Faustin.


"Aku baru tahu kalau kakak bisa menyebut nama Fredrico hanya dengan nama saja. Apa karena kakak tahu kalau dia tidak ada disini hm" goda Azzlea.


"Memangnya kemana dia pergi"


"Ah... Keponakanmu ini sedang meminta sesuatu, dan sekarang dia sedang mencarikannya"

__ADS_1


"Jadi bayi itu benar-benar anaknya" gumam Faustin lagi.


"Tentu saja kak! Mengapa kakak berbicara seperti itu. Apa kakak tidak percaya kalau bayi yang sedang kukandung ini adalah anak Fredrico" kesal Azzlea.


"Maafkan aku" sesal Faustin.


"Aku kemari diminta oleh ayahmu untuk menjemputmu. Dia sangat merindukanmu karena tak bisa mengunjungimu kemari. Karena itulah ayahmu dia mengutusku untuk menjemputmu" ujar Faustin.


"Menjemputku! Baiklah kak. Aku akan berganti pakaian dulu dan meminta pelayan untuk mengemas bajuku"


"Tidak, hanya kita berdua" Faustin menghebtikan langkah Azzlea.


"Kita berdua? Tanpa pelayan atau guard?" tanya Azzlea, Faustin mengangguk.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita menunggu Fredrico pulang terlelbih dahulu. Aku yakin sebentar lagi dia akan pulang. Dan lagi selama dia menjadi Alpha dia belum pernah mengunjungi kedua orang tuaku sama sekali" ujar Azzlea.


"Kurasa kita berdua cukup. Bukankah Fredrico tidak menyukaiku. Aku yakin dia tidak akan mengizinkanmu bepergian saat ini. Tapi aku harus membawamu menemui Ayah dan Ibumu" ujar Faustin.


Cukup lama Azzlea berfikir. Mungkin benar adanya jika Fredrico tidak akan mengizinkan dirinya keluar dari kastil, tapi bagaimana lagi, kedua orang tuanya sangat merindukan dirinya sama seperti halnya Azzlea yang jiga merindukan Ayah dan Bundanya.


"Baiklah" akhirnya Azzlea menyetujuinya. Faustin tersenyum penuh kemenangan. Azzlea naik keatas untuk mengganti bajunya agar dia setidaknya terlihat lebih rapi saat bertemu dengan Ayah dan bundanya.


Tak berapa lama kemudian Azzlea turun dan sudah berganti pakaian dengan yang lebih bagus lagi dari sebelumnya.


"Katakan pada Fredrico saat pulang nanti, aku pergi kekastil Beta bersama dengan Kak Fasutin" pamit Azzlea.

__ADS_1


"Tak bisakah saya ikut menemani anda Luna. Apa hanya anda berdua saja yang pergi. Tidakkah anda membawa guard bersama dengan anda?" pinta Leyna. Azzlea menggelengkan kepalanya dan meyakinkan bahwa dia baik-baik saja hanya pergi berdua dengan Faustin.


Meskipun dengan berat hati karena Azzlea menolak permintaannya, akhirnya Leyna membiarkan Azzlea pergi bersama Faustin. Leyna hanya bisa mengantarkan Azzlea sampai keluar gerbang dan akhirnya Azzlea benar-benar hilang bersama dengan Guard Faustin.


__ADS_2