
Fredrico nampak berfikir siapa yang telah menculik Azzlea. Padahal dia tahu penjagaan di Kastilnya benar-benar ketat dan tak ada yang bisa masuk selain werewolf terpercaya. Fredrico mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar ceroboh telah meninggalkan Azzlea sendirian tanpa penjagaan yang ketat.
"Victor" Fredrico menggertakkan giginya hingga berbunyi dengan sangat nyaring. Beta dan Faustin yang berada didekat Fredrico menatap lekat Fredrico sesaat setelah Fredrico menyebut nama Victor.
"Tunggu.. Maksud mu Victor pemimpin pack hitam yang meresahkan kita akhir-akhir ini?" tanya Faustin tak percaya.
"Tak ada lagi werewolf yang bisa lolos dari penjagaan kastilku dan tak ada werewolf yang bisa merubah wujud manusianya menjadi orang lain selain Victor" ucap Fredrico meyakinkan.
"Dan dirimu" sambung Faustin. Fredrico menganggukkan kepalanya.
Fredrico segera bangkit namun lagi-lagi ditahan oleh Faustin juga Beta.
"Mau kemana kamu?" tanya Beta.
"Lepaskan tanganku Ayah. Azzlea akan dalam bahaya jika dia benar-benar bersama dengan Victor" ucap Fredrico dengan nada yang benar-benar marah.
"Dinginkan kepalamu?! Kita fikirkan caranya matang-matang. Apa kau lupa kalau malam ini akan terjadi gerhana bulan ha?!" bentak Beta menenangkan Fredrico yang kini tengah diselimuti kemarahan.
__ADS_1
"Tapi Azzlea!? Aku benar-benar tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu dengan dia" Fredrico terlihat sedikit menitikkan air matanya mengingat hal terburuk yang akan terjadi dengan Azzlea juga calon anak yang sedang dikandung oleh Azzlea.
"Tenangkan dirimu Fred. Lebih baik sekarang kita fikirkan cara untuk menyelamatkan Azzlea didalam" Beta menuntun Fredrico untuk masuk kedalam Kastil milik Beta diikuti oleh Faustin dibelakangnya.
Dengan pasrah Fredrico akhirnya mengikuti Beta masuk kedalam kastil. Ketiganya duduk diruang kerja milik Beta karena mereka tak ingin jika bunda Rieka mengetahui hal ini. Yang mereka takutkan Bunda Rieka juga akan melakukan tindakan yang lebih nekat lagi dari pada mereka.
"Apa kau yakin kalau yang menculik Azzlea benar-benar Victor?" tanya Beta nampak ragu. Fredrico mengangguk yakin.
"Bisakah aku pergi sekarang" ujar Fredrico yang kini mulai tak tenang jika harus duduk dan menunggu solusi yang sampai sekarang bahkan belum mereka temukan.
Fredrico tersenyum simpul seraya menatap Beta juga Faustin.
"Aku tidak lupa tentang malam ini. Tapi jika sampai terjadi sesuatu dengan Azzlea, aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah terjadi malam ini" ucap Fredrico dingin. Kini matanya telah berubah menjadi merah, hawa ruangan yang semula hangat menjadi dingin sedingin es.
"Apa rencanamu sebenarnya?" tanya Faustin mencegah langkah Fredrico.
"Tentu saja membawa Azzlea dalam keadaan baik-baik saja"
__ADS_1
"Kau tak akan bisa melakukan apapun malam ini. Dengan apa kau akan melawan kekuatan Victor?"
"Dan lagi apa kau lupa kalau malam ini adalah malam puncak kekuatan bagi mereka semua. Kau akan habis sebelum kau bisa menyelamatkan nyawa Azzlea" ujar Faustin.
"Victor menginginkan nyawaku, bukan Azzlea. tapi jika aku benar-benar tak muncul nyawa Azzlea lah yang akan menjadi tahurahannya, BODOH" marah Fredrico. Kemarahannya benar-benar berada dipuncak kepalanya.
"Malam ini akan terjadi gerhana bulan. Tapi sebelum itu, hari ini bertepatan dengan bulan purnama. Kalau aku tidak salah memperhitungkan, aku bisa menyelamatkan Azzlea sebelum gerhana bulan benar-benar muncul" ujar Fredrico memberi tahu.
"Aku ikut" ujar Faustin yang sama khawatirnya dengan keadaan Azzlea. fredrico menggelengkan kepalanya tanda tak setuju.
"Kau lebih baik menjadi Guard yang melindungi rakyat Vredo. Tanggung jawabku sementara kuserahkan padamu. Azzlea.. Biarlah menjadi urusanku" kata Fredrico mencoba menengahi.
Faustin nampak berfikir, namun benar adanya jika dia harus menjaga kerajaan Vredo. Tak ada jalan lagi untuknya, dengan berat hati Faustin menyetujui permintaan Fredrico meskipun dalam hatinya dia benar-benar ingin ikut bersama dengan Fredrico untuk menyelamatkan Azzlea, gadis kecilnya.
"Aku akan segera kembali sebelum gerhana matahari muncul. Jika salah satu diantara kami, ataupun kami berdua tidak muncul, itu artinya tak ada diantara kami yang selamat"
"Tapi akan kupastikan kalau Azzlea akan pulang dengan selamat dan berkumpul lagi bersama dengan kalian" ujar Fredrico berjanji dihadapan Beta. Selepas dia mengucapkan janjinya, Fredrico segera melesat pergi menembus lebatnya hutan dengan wujud Werewolfnya.
__ADS_1