Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 61 Suka


__ADS_3

Waktu terus berlalu, dan begitulah Victor yang selalu membicarakan kecantikan dan keanggunan Viona setiap harinya hinnga saat merka berusia 19 tahun. Fredricopun sama sekali tak memberitahu Viona tentang fakta yang sudah diketahuinya. Bahkan jika Viona sudah mengetahuinya sedari dulu tentu Viona akan langsung mengatakan yang sesungguhnya pada Fredrico kalau dia adalah matenya.


"Hai Fred! Lihat apa yang kubawa untukmu?" ucap Viona yang datang tiba-tiba.


"Apa?" jawab Fredrico singkat.


"Tada... Aku membawakanmu buku tentang hukum, jadi saat nanti kau sudah menjadi seorang Alpha kau tahu tentang hal seperti ini" ujar Viona dengan sangat antusias.


"Siapa yang akan menjadi Alpha" ucap Fredrico.


"Tentu saja kau bodoh siapa lagi, Ayahmu seorang Alpha tentu saja kau yang akan menggantikan beliau" ucap Viona menarik telinga Fredrico hingga memerah.


"Dan lagi aku dengar kau akan secepatnya diangkat menjadi seorang Alpha saat usiamu menginjak 25 tahun" sambung Viona memberi tahu.


"Dari mana kau tahu hal ini?" tanya Fredrico karena dia benar-benar tak tahu akan hal ini.


"Tentu saja aku tahu. Aku menguping pembicaraan mereka, bagaimana bukankah aku wanita yang cerdas karena mengetahui informasi yang belum kau ketahui" ujar Viona berbangga diri.

__ADS_1


"Dasar. Siapa yang mengajarimu hal buruk seperti ini" tanya Fredrico.


"Aku sendiri. Apa kau tidak suka kalau aku memberitahumu tentang hal ini. Aku merasa tersinggung" ucap Viona mulai berkaca-kaca.


"Aku suka. Tapi caramu yang tak kusuka" ucap Fredrico kesal.


"Menjadi Alpha bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi aku harus memiliki seorang Luna untuk mendampingiku naik tahta"


"Aku yang akan menjadi Lunanya" jawab Viona.


Deg..


"Ap.. Apa maksud dari ucapanmu ini?" tanya Fredrico gugup.


"Aku... Aku hanya ingin jujur padamu" ucap Viona menghentikan ucapannya.


Nafas Fredrico terasa berat, deru jantungnya semakin memompa dengan cepat menunggu apa yang akan diucapkan oleh Viona.

__ADS_1


"Sebenarnya kita adalah mate, aku.. aku sudah merasakannya sejak lama. Tapi.." lagi-lagi Viona mengehentikan ucapannya memberi jeda.


"Tapi kau sama sekali tak pernah bertindak terhadapku. Aku hanya ingin tahu apa kau memang belum merasakan kalau sebenarnya kita adalah mate!" ujar Viona.


"Fred?" Viona mengguncang tubuh Fredrico yang nampak kaku dan tak bergerak.


"Katakan sesuatu. jangan membuatku ketakutan" ucap Viona mulai khawatir.


"Aku... Aku tak mengerti apa yang kau ucapkan kali ini. Sudahlah, ayo aku lapar" ajak Fredrico masuk kedalam istana.


"Terimakasih untuk bukunya, kau sudah memberiku banyak sekali buku tentang hukum agar aku lebih mengerti lagi soal hukum. Akan kupelajari ini" ucap Fredrico bersungguh-sungguh.


"Aku sama sekali belum memberimu hadiah apapun, sedangkan kau sudah memberiku begitu banyak. Apa yang kau inginkan sebagai hadiah?" pinta Fredrico dengan tulus.


"Aku tidak akan meminta apapun darimu, Cukup jadikan aku Lunamu saja itu sudah cukup" jawab Viona tersenyum dengan lebarnya berharap agar Fredrico menjawab iya.


'Aku berharap seperti itu Viona. Rasanya gila karena aku membohongi perasaanku sendiri' batin Fredrico.

__ADS_1


Keduanya berjalan masuk kedalam Istana, terlihat Victor menatap keduanya dengan tatapan tak suka, cemburu lebih tepatnya karena akhir-akhir ini Viona semakin dekat dengan Fredrico bukan dirinya. Bahkan Viona sering bergantung segala sesuatunya kepada Fredrico dibandingkan dengan dirinya. Hal itu yang membuat hati Victor seolah terbakar api cemburu.


__ADS_2