Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 32 Sorry???!


__ADS_3

Azzlea tidur terbungkus kain di atas ranjang. Setelah kegiatannya pagi tadi yang lagi-lagi dengan buasnya fredrico memakan tubuhnya hingga dirinya lemah tak bertulang.


Fredrico memandang wajah pulas azzlea. Dalam hati dia begitu lega, namun juga kecewa pada dirinya sendiri. Kecewa karena telah mengingkari janjinya baik pada azzlea maupun pada dirinya sendiri.


Fredrico masuk kedalam ruang kerjanya, memecahkan apapun yang ada didekatnya.


"AARRRGGHH" teriak fredrico.


"Kau bodoh fredrico.. Kau bodoh... Kenapa kau menandai azzlea yang bukan mate mu sendiri.. Kau bodoh" kesal fredrico pada dirinya sendiri.


Seharian fredrico sama sekali tak keluar dari ruang kerjanya, mengerjakan apapun yang bisa dikerjakannya, dengan begitu dia sedikit melupakan apa yang sudah terjadi antara dirinya juga azzlea.


Didalam kamar, azzlea mulai membuka matanya. Tubuhnya masih lelah dan remuk diseluruh tulangnya, terlebih kini dirinya sangat teramat lapar karena hari sudah mulai petang. Sedari pagi azzlea tak makan dan setelah kelelahan dia langsung terlelap hingga melupakan jam makan pagi dan siangnya.


Azzlea menyenderkan tubuhnya, mengedarkan pandangannya dipenjuru kamar. Sosok yang dicarinya tak ada dijangkauan matanya. Siapa lagi kalau bukan fredrico.


"Pria itu bahkan meninggalkanku setelah apa yang dilakukannya padaku"


"Tidakkah dia ingin meminta maaf padaku" kesal azzlea.


Setelah membersihkan diri azzlea turun menuju meja makan. Disana sudah banyak makanan tersaji yang siap untuk disantap. Tanpa basa basi azzlea memakan makanan yang ada diatas meja tanpa mempedulikan sekelilingnya.


"Pelan-pelan saja nona, tidak akan ada yang berebut makanan dengan anda" ucap pelayan di dekat azzlea.


"Hmmm... Aku sangat lapar" azzlea menjawab dengan mulut penuh.


"Maaf nona.. Seharian ini saya tidak melihat nona maupun pangeran fred. Dan baru malam ini saya melihat anda, apa anda keluar hari ini?" tanya leyna.


"Ah.. Aku tidur seharian... Rasanya tubuhku lelah sekali.. Aku malas keluar kamar" jujur azzlea.


Entah sengaja atau tidak dengan ucapan yang baru saja diucapkannya, para pelayan yang mendengarnya memerah menahan malu dengan apa yang di ucapkan oleh azzlea.


"Dan sekarang aku sangat lapar" adu azzlea, yang kemudian memakan makanannya lagi.


***

__ADS_1


Tanpa terasa pengangkatan Alpha dan Luna baru akan segera dilaksanakan. Persiapan acara sudah mencapai 80%, terlebih acara tersebut bersamaan dengan usia fredrico si calon Alpha tepat 25 tahun. Oleh sebab itulah acara kali ini dibuat semeriah mungkin.


Suasana dikerajaan begitu ramai. Para pelayan bekerja bersama mempersiapkan acara yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.


Azzlea kini tengah duduk ditaman belakang kerajaan. Fredrico juga azzlea tinggal diistana beberapa waktu medepan karena upacara akan dilaksanakan diistana nantinya.


Jangan tanyakan bagaimana keadaan fredrico maupun azzlea sekarang. Setelah kejadian beberapa waktu yang lalu, fredrico memilih menghindari azzlea, dia tak ingin lagi-lagi kelepasan saat berdekatan dengan azzlea. Sedangkan azzlea juga ikut mendiamkan fredrico karena tak mau kejadian beberapa waktu yang lalu terulang kembali. Keduanya bertemu saat makan bersama saja, itupun kalau fredrico ikut makan bersama azzlea.


"Apa yang membuatmu berada disini kak?" suara pria menghentikan lamunan azzlea dan mencari sumber suara yang memanggilnya.


"Oh.. Hai... Aku baru melihatmu hari ini"


"Ya.. Aku memang baru pulang hari ini" jawabnya.


"Bagaimana kabarmu kak, sudah lama sekali aku tak melihatmu" ujarnya.


"Seperti yang kamu lihat. Kamu"


"Aku baik juga kak, mengapa kakak berada disini sendirian. Apa serigala dingin fredrico itu tidak menemani kakak?" tanyanya.


Azzlea menggelengkan kepalanya, mengapa mereka harus disini berdua, mereka tak ada kepentingan hanya untuk duduk berdua seperti ini batin azzlea.


"Tentu saja ada kak. Mau kesana?" tawar Nelson. Tentu saja azzlea dengan senang hati mengikutinya dari belakang.


"Perpustakaan ini khusus dibuatkan hanya untukku" ujar Nelson dengan bangganya.


"Oh ya,, ya sangat terlihat kalau kau sangat menyukai buku"


"Tentu saja kak, aku bahkan sama sekali tak berkeinginan sedikitpun menjadi pewaris kerajaan Vredo meskipun aku anak pertama"


"Dan sayangnya kamu adalah anak kedua, itu sebabnya kamu tak begitu berambisi, begitu kan?"


"Ya sebenarnya bisa dikatakan seperti itu" jawab nelson seraya terkekeh membenarkan ucapan Azzlea.


"Apa kau bisa bertarung" tanya azzlea penasaran.

__ADS_1


"Jangan salah kak.. Meskipun badanku tak setegap fredrico, tapi aku bisa menjaga diriku sendiri"


"Lalu bagaimana dengn menjaga orang lain, seperti... Kekasihmu" goda azzlea.


"Jangan berbicara sembarangan kak... Kalau aku memiliki kekasih, mungkin aku akan segera menikahi dia dan menandainya agar dia tak lepas dariku"


"Ckk... Dasar kalian para pria" azzlea mencebik.


Seketika azzlea langsung mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu dimana fredrico secara tiba-tiba menandai dirinya, dan bahkan memakannya sampai lemah tak bertulang. Mengingat itu azzlea mereasa kesal sendiri, pria dingin itu bahkan belum meminta maaf padanya tentang kejadian itu.


Azzlea menggelengkan kepalanya menyingkirkan fikiran yang ada dikepalanya


"Kenapa kak.. Apa kakak sakit" tanya nelson khawatir.


"Ah tidak, aku baik-baik saja. Ayo" ajak azzlea kembali melanjutkan perjalanannya.


Entah sudah berapa lorong yang dilewatinya, perpustakaan itu seperti sangat jauh dari pandangan mata. Dan sampailah mereka ditempat yang lumayan sepi dari hiruk pikuk suara orang diistana.


"Mengapa jauh sekali tempat ini?" keluh azzlea.


"Karena dengan begini, tak kan ada yang mengganggu saat kita membaca, bukan begitu kak"


"Aku tak suka diganggu saat aku membaca, apalagi mendengar suara sekecil apapun saat aku membaca. Itu sebabnya perpustakaan ini dibuat sedikit labih jauh dari keramaian"


"Lalu bagaimana kalau kita secara tak sengaja terkunci disini, tak ada orang yang tahu kan"


"Kakak tak perlu khawatir soal itu, setiap sore pelayan akan membersihkan tempat ini. Jadi akan ada yang tahu meskipun kita terjebak disini"


"Baiklah" azzlea mengalah.


Keduanya masuk kedalam perpustakaan, begitu pintu terbuka mata azzlea membelalak lebar. Bagaimana tidak, perpustakaan yang dari luar terlihat sangat kecil dan sempit nyatanya didalamnya terdapat banyak sekali buku dirak, bahkan mungkin ribuan buku berjejer rapi disana.


"Wahh... Tempat ini lebih luas dari yang kubayangkan" ucap azzlea.


"Tentu saja kak... Bagaimana, bukankah aku sangat hebat membuat ruangan seperti ini" ucap nelson dengan bangganya.

__ADS_1


"Ya... Ya... Kau memang yang terbaik" ucap azzlea mengusap puncak kepala nelson.


Azzlea berkeliling, mencari buku yang ingin dibacanya. Azzlea menemukan beberapa buku yang kemudian dibawanya dibangku yang telah tersedia disana. Tak mau kalah nelsonpun ikut membawa beberapa buku yang akan dibacanya. Senang sekali Azzlea karena akhirnya bisa melihat berbagia buku yang memanjakan matanya. Azzlea memilih buku pendidikan karena sudah lama dia tak membaca buku seperti ini. Sedangkan Nelson memilih membaca sejarah. Keduanya lalu membaca buku mereka masing-masing dalam diam.


__ADS_2