Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 9 I Become the Next Luna?


__ADS_3

Seorang pria dengan wibawanya menuruni anak tanggga, sosoknya yang gagah berani dan tetap memancarkan kepemimpinannya meski usia tak lagi muda membuat siapa saja yang melihatnya sontak saja menundukkan kepalanya, disampingnya sesosok wanita yang sangat cantik yang selalu setia menemani pria gagah disampingnya dalam suka duka mereka, ya.. mereka adalah Alpha Parvis juga Luna Zenia werewolf yang paling rakyatnya hormati.


Dibelakangnya tak lupa pula dua putra yang sangat tampan dan gagah berani mengiringi keduanya.


Pangeran Fred dengan sifat dingin nya mampu melelehkan hati setiap kaum hawa tanpa harus bersusah payah mendatangi setiap gadis, gadis gadia cantik itu akan dengan senang hati mendekat kepadanya.


Disebelahnya adalah pangeran Nelson adik dari pangeran Fred yang usianya terpaut lima tahun dari pangeran Fred, sifatnya yang hangat pada setiap orang menurun dari sang Luna yang lemah lembut pada siapapun.


"Selamat datang, dan selamat menikmati pesta malam ini" ucap Alpha Parvis memberikan sambutan untuk seluruh tamu undangannya.


Dengan suka cita seluruh tamu undangan menikmati pesta yang ada, alunan musik klasik yang membuat nyaman siapapun yang mendengarkannya.


Pangeran Fred berjalan menemui tamu yang dirasa dikenalnya, dan jangan lupakan para gadis yang seolah mencari perhatian pangeran Fred dalam berbagai cara.


"Kami sangat mengharapkan kepemimpinan anda pangeran, kami harap anda dapat meneruskan kepemimpinan yang dimiliki oleh Alpha Parvis sebelumnya" salah satu petinggi kerajaan terlihat menjilat Pangeran Fred, menjilat apapun yang bisa mereka jilat seolah merasa tak jijik dengan ucapannya.


Pangeran Fred terlihat acuh tak acuh menanggapi pernyataan petinggi didepannya.


Pangeran Fred mengedarkan pandangannya, memandang setiap tamu yang ada sebanyak yang dilihatnya, terlihat seorang gadis dengan santainya memakan kue ditangannya.


Seakan tak peduli dengan keberadaan dirinya yang menjadi pusat perhatian, namun gadis itu justru tertarik dengan kue yang tak seberapa.


Pangeran Fred merasa kesal, karena bukan kali pertama gadis itu tak memandangnya sama sekali.


Deg


Mata keduanya bertemu, namun dengan acuhnya gadis cantik itu memalingkan wajahnya dan kembali pada kue ditangannya membuat pangeran fred meradang.


Tidakkah semua gadis memandangnya seolah dia adalah mangsa yang siap diterkamnya, berbeda dengan gadis kecil itu yang hanya memandangnya dalam sekejab mata tanpa rasa kagum terpancar dari matanya.


"Bagaimana?, dari semua gadis yang berada disini, adakah yang menarik perhatian mu nak" Luna Zenia mendekati putranya dan berbisik.

__ADS_1


"Kurasa belum" pangeran Fred menjawab tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis kecil yang tengah menikmati kue di ujung sana.


"Baiklah, kuharap salah satu diantaranya dapat mengikat werewolf mu nak" bunda berkata dengan lembut dan kembali pada suaminya.


Waktu seolah berjalan sangat cepat, malam pun semakin larut memancarkan sinar bulan yang sangat terang.


Pesta dansa dimulai, pangeran Fred saa sekali tak berniat masuk kedalam lingkaran dimana sepasang pria wanita berdansa disana meskipun para gadis dengan berbagai kecantikan memberanikan diri mengajak pangeran Fred untuk berdansa yang pada akhirnya hanya berujung penolakan.


Mereka berfikir mereka bukanlah mate yang akan dipilih oleh pangeran fred melihat penolakan yang ditunjukannya.


Pesta dansa telah usai, Alpha Parvis yang didampingi Luna Zenia menaiki podium yang telah disiapkan dengan jiwa pemimpinnya memberikan sambutannya menyampaikan rasa terimakasih karena berkenan datang menghadiri pesta yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.


"Baiklah,, sepertinya kalian semua mengetahui apa maksud dari diadakan pesta kali ini bukan" Alpha mengakhiri sambutannya, terlihat semuanya mengangguk setuju dengan ucapan Alpha Parvis.


"Jadi Pangeran Fred!, sangat tidak mungkin bukan seorang Alpha tidak didampingi oleh seorang Luna"


"Jadi... Tunjukan pada kami diantara semua gadis yang berada disini, siapakah yang akan menjadi calon Luna selanjutnya" Alpha parvis bertanya dengan penuh harap kepada pangeran Fred.


Terlihat pangeran Fred terdiam, memandang satu persatu gadis di depannya dengan mata penuh harap, dan lagi werewolfnya sama sekali tak menunjukkan ketertarikan pada setiap gadis yang berada disini.


Perlahan Pangeran fred turun dari podium dan menghampiri kerumunan gadis dengan gaun cantiknya.


Perlahan namun pasti pangeran Fred melewati gadis yang berharap bahwa dialah yang akan dipilihnya, semakin dekat pangeran Fred mendekat dan berdiri tepat berada di depan gadis cantik yang menjadi pilihannya.


Pangeran Fred memegang tangan gadis itu dengan erat, senyum tersungging sudut dibibirnya.


"Aku pilih dia menjadi mate ku yang akan menjadi calon Luna selanjutnya" ucap Fred pada Azzlea dengan suara lantangnya.


Azzlea yang tak tahu apa apa terdiam membisu, takdir apa yang tengah terjadi pada dirinya Azzlea kebingungan.


Tanpa sadar tangannya ditarik menuju podium, azzlea mencoba mencerna apa yang tengah terjadi saat ini namun otaknya terasa buntu, dia tidak dapat berfikir apapun.

__ADS_1


"Perkenalkan, Gadis ini akan menjadi calon Luna selanjutnya"


"Dan pernikahan kami akan dilaksanakan dalam satu minggu kedepan" Pangeran Fred memperkenalkan Azzlea sebagai mate serta calon luna selanjutnya.


'Apa? pernikahan... takdir apa lagi ini, apa rencana moon godess padaku'


Dan lagi mengapa pria ini memilihnya menjadi calon Luna selanjutnya, sedangkan dia pasti tahu kalau dirinya berbeda dengan gadis lain.


Dia pasti tahu jikalau dirinya tidak bisa merubah dirinya menjadi werewolf, apa maksud pria ini, Azzlea mencoba mencerna apa yang tengah terjadi saat ini.


"Tetapi pangeran,!" sanggah salah seorang petinggi, sontak saja seluruh mata memandangnya.


"Gadis ini bukankah tidak dapat merubah wujudnya menjadi werewolf, jadi bagaimana dia dapat mendampingi anda memimpin kerajaan" tanya petinggi itu dengan sikap arogan.


Azzlea tertunduk lesu, benar adanya kalau dia tidak dapat merubah wujudnya menjadi werewolf, tetapi hal yang paling memalukan adalah mengapa dia menyampaikan hal ini diseluruh rakyatnya.


Pangeran Fred merengkuh pinggang azzlea, terjawab sudah rasa penasaran yang selalu mengganggu fikirannya pada gadis ini batin pangeran fred.


"Jadi menurutmu, siapa gadis yang cocok untuk ku jadikan Luna selanjutnya?" tanya pangeran Fred tak kalah angkuhnya.


Senyum terpancar dibibir petinggi di bawah sana.


"Bukankah gadis ini sangat cocok untuk dijadikan Luna pangeran!" petinggi itu memperkenalkan gadis cantik di sebelahnya.


Frisca, ya gadis itu baru saja bertemu dengannya, sifatnya sama seperti petinggi yang tengah mempermalukan dirinya tak ada yang jauh berbeda, batin Azzlea nampak murung.


"Gadis ini sudah dapat merubah dirinya disaat umurnya baru menginjak usia 15 tahun, dan dengan begitu bukankah kekuatannya lebih tinggi dari gadis seusianya bukan!" ucap petinggi itu mulai menyanjung kekuatan gadis disampingnya.


Pangeran fred tersenyum sinis melihat dirinya yang tanpa malu dijilat hanya oleh seorang petinggi rendahan sepertinya.


"Terimakasih atas sarannya, kuhargai itu"

__ADS_1


"Tetapi bukankah anda tahu konsekuensi yang akan aku dapatkan dari moon godess jika aku mengabaikan mate yang telah kutemukan bukan?!" jawaban pangeran Fred mampu membungkam petinggi licik itu. Pangeran fred tersenyum puas.


"Aku hanya mengambil janji yang telah kau buat" bisik pangeran fred ditelinga Azzlea.


__ADS_2