
Benar saja, fredrico benar-benar menghindari azzlea setelah kejadian pagi itu. Dia benar-benar tersiksa saat berdekatan dengan azzlea, ataupun hanya melihat wajahnya. Fredrico memilih keluar dari kastil ataupun berlama-lama diruang kerjanya hanya untuk menghindari azzlea.
Fredrico bahkan tak lagi tidur dikamar bersama azzlea dan lebih memilih tidur di sofa ruang kerjanya hanya untuk menghindar dari azzlea. Keduanya bahkan jarang sekali berbincang atau sekedar bertengkar seperti dulu. Sungguh suasana kastil seolah kembali seperti dulu sepi senyap. Hanya suara Azzlea saat bergurau dengan para pelayannya.
Sudah satu bulan lamanya fredrico tak menampakkan dirinya dihadapan azzlea dengan alasan sibuk. Fredrico lebih memilih pergi keperbatasan dari pada harus menyiksa diri saat berdekatan dengan azzlea. Satu minggu lagi upacara pengangkatan Alpha dan Luna baru akan segera dilaksanakan.
Hari ini fredrico pulang lebih awal dari biasanya, perlahan fredrico memasuki ruang utama kastil miliknya. Terdengar sayup-sayup suara gelak tawa dari arah belakang. Penasaran fredrico melangkahkan kakinya kearah belakang kastil. Semakin fredrico mendekat suara itu semakin bertambah kencang didengarnya membuatnya semakin penasaran.
Ternyata para pelayan tengah bekerja sembari bersenda gurau ditaman, disana ada azzlea yang juga ikut bergabung bersama dengan mereka. Azzlea tertawa sangat lepas, seolah tak ada beban pikiran yang harus difikirkannya. Fredrico akui setelah kedatangan azzlea, kini kastilnya semakin ramai karenanya. Fredrico tersenyum melihat tawa azzlea. Cahaya matahari yang belum menampakkan sinarnya sepenuhnya membuat azzlea nampak cantik karena pantulan cahaya. Meskipun azzlea adalah anak seorang beta tapi tak serta merta dirinya bermanja-manja dan hanya duduk diam tak melakukan apa-apa. Azzlea justru ikut bergabung bersama para pelayan, membantu dan kadang hanya berbincang ria bersama mereka.
Taman yang dulunya hanya beberapa bunga yang menghiasi, kini setelah kedatangannya taman itu disulap menjadi taman bunga yang sangat cantik. Bunga berwarna warni menghiasi setiap sudut taman. Azzlea mengajak para pelayan menanam bunga untuk memenuhi taman yang kosong. Setiap pagi harum bunga itu tercium sampai dikamar mereka. Azzlea bahkan meminta dibuatkan sebuah bangku khusus untuknya dibawah pohon besar yang rindang, Dan disekelilingnya ditanami khusus bunga mawar putih karena azzlea sangat menyukai bunga itu.
Fredrico masih berdiri diambang pintu sembari memandangi azzlea yang belepotan karena tanah. Azzlea yang melihat kedatangan fredrico menghentikan aktivitasnya dan memandang fredrico penuh tanda tanya. Melihat azzlea sadar karena diperhatikan fredrico segera pergi dan naik kekamarnya.
Fredrico segera membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat mengganti pakaiannya dengan yang lebih baru lagi.
Tak berapa lama kemudian azzlea ikut masuk kedalam kamar karena dirinya sangat kotor dan ingin segera membersihkan dirinya.
"Hari ini kamu pulang cepat dari biasanya" seloroh azzlea sebelum masuk kedalam kamar mandi.
Fredrico tak menanggapi ucapan azzlea. Fredrico membuka almari menuju ruang rahasianya. Fredrico masuk kedalamnya tanpa sepengetahuan azzlea.
Brugh
Fredrico menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang ada dikamar itu. Ingin sekali dia beristirahat di kamar miliknya, tapi dengan begitu dia akan melihat azzlea. Dia tak ingin menyiksa dirinya terus menerus. Tubuhnya yang lelah karena selama satu bulan terakhir dia tak mendapatkan istirahat yang cukup hanya untuk menghindar dari azzlea. Berusaha mencari kesibukan asal kan dirinya tak melihat azzlea.
***
__ADS_1
Siang semakin terik. Azzlea duduk di sofa kamarnya dengan beberapa buku di tangannya. Beberapa hari yang lalu para pelayan membelikan beberapa buku untuk azzlea mengingat azzlea tak bisa pergi sendiri. Azzlea begitu senang mendapatkan buku untuk bacaannya. Karena selama disini tak ada lagi buku yang bisa dibacanya.
Fredrico keluar dari tempat persembunyiannya, azzlea hanya melirik dan kembali pada bukunya. Fredrico sempat terkejut karena ternyata azzlea berada dikamar dan mengetahui tempat rahasianya. Namun sedetik kemudian fredrico merasa lega karena azzlea tak berpaling dari bukunya sama sekali.
"Dari mana kamu mendapatkan semua buku itu" tanya fredrico yang tiba-tiba penasaran.
Azzlea menghentikan kegiatan membacanya, menatap fredrico dengan tatapan aneh.
"Pelayan membelikanku saat mereka pergi ke kota"
"Tak ada yang bisa kulakukan selain membaca buku. Kastil mu sangat-sangat kosong" sindir azzlea.
Sebenarnya azzlea telah membaca semua buku yang ada diruang rahasia milik fredrico. Saat fredrico tak ada di kastil azzlea akan berdiam diri diruang rahasia untuk membaca buku. Banyak dari semua buku milik fredrico adalah buku sejarah tentang werewolf yang ditulis oleh kaum werewolf sendiri. Bukanlah khayalan seorang manusia yang melebih-lebihkan sesuatu tentang werewolf.
"Cih. Baik sekali" decih fredrico.
"Tentu saja. Tidak seperti kamu, aku hanya meminta dibuatkan satu ruang perpustakaan sampai sekarang belum juga kamu lakukan"
"Ingat posisimu azzle. Kau akan segera meninggalkan kastil ini setelah kau menemukan mate mu, jadi untuk apa aku membuatkan ruang buku untukmu" kilah fredrico.
"Cih.. Kau kira aku berada di kastil milikmu aku bisa bertemu dengan siapa?. Keluar saja tidak pernah apalagi bertemu dengan mate ku" azzlea berdecih.
"Dan lagi kita tidak tahu aku akan berada disini berapa lama. Jadi setidaknya buatkan aku ruang baca selagi aku masih disini" azzlea kembali pada bukunya.
"Jangan lupa satu minggu lagi pengangkatan Alpha dan Luna baru akan dilaksanakan" ucap fredrico kemudian.
"Aku tahu.." Ketus azzlea tanpa menatap fredrico.
__ADS_1
Terdengar ketukan dari luar pintu kamar mereka. Azzlea segera membuka pintu. Terlihat salah seorang pelayan didepan pintunya.
"Ada apa?" tanya azzlea.
"Maaf nona, diluar ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" jawab pelayan itu.
"Siapa?"
"Saya kurang tahu nona. Tapi dia berkata kalau dia adalah penjaga nona"
Azzlea nampak berfikir, senyum tersungging di bibirnya.
"Baiklah. Minta dia tunggu ditaman. Bawakan kami teh juga beberapa camilan" pinta azzlea.
Pelayan mengangguk dan pamit undur diri dari hadapan azzlea. Azzlea masuk dengan girang kedalam kamar. Meletakkan bukunya bersama buku yang lain dengan senyum yang terus mengembang.
Azzlea masuk kedalam ruang ganti untuk berganti pakaian yang lebih pantas sembari bersenandung ria. Beberapa menit kemudian azzlea keluar dengan gaun biru muda dengan panjang dibawah lutut serta lengan panjang yang menutupi bahunya.
Azzlea merias wajahnya secantik yang dia bisa senandung ria masih dia senandungkan seraya memoles wajahnya. Fredrico menatap tingkah laku azzlea dengan bingung. Dia begitu penasaran siapa yang akan ditemuinya hingga membuat nya riang seperti itu.
"Siapa?" akhirnya fredrico bertanya karena penasaran
"Apa?"
"Siapa yang ingin bertemu dengan mu siang terik seperti ini"
Azzlea tersenyum menatap fredrico.
__ADS_1
"Seseorang yang sangat ku rindukan" ucap azzlea yang kemudian pergi meninggalkan fredrico.
'Apa selama satu bulan tak bertemu dengannya dia telah menemukan matenya?' batin fredrico menduga-duga.