Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 68 You Are So Beautiful


__ADS_3

Berubahnya Azzlea menjadi werewolf yang sesungguhnya tentu saja membuat keluarganya sangat bahagia. Tak ada lagi yang harus mereka khawatirkan, meskipun awalnya mereka sangat terkejut namun kini mereka sudah menerimanya.


Yang selalu menjadi pertanyaan adalah mengapa kekuatan Azzlea dikunci oleh moongoddes, apa kesalahan yang dilakukannya dimasa yang lalu hingga membuat Azzlea seperti itu.


Tak ingin ambil pusing mereka memilih pulang kekediaman Beta untuk beristirahat. Karena kejadian penculikan Azzlea tak ada satupun dari mereka yang beristirahat karena sangat cemas dengan kondisi Azzlea.


Fredrico membopong tubuh mungil Azzlea yang semakin berisis kedalam gendongannya. Meskipun Azzlea menolak tapi Fredrico tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Azzlea malu karena Fredrico membawanya didepan kedua orang tua mereka tanpa malu. Para orang tua memaklumi dan hanya tersenyum simpul melihatnya.


Perlahan Fredrico menurunkan Azzlea diranjang king size milik Azzlea dulu, ditatapnya wajah cantik Azzlea tanpa berkedip. Kini Fredrico baru menyadari bahwa Azzlea sangat-sangat cantik dimatanya. Tak ada wanita yang lebih cantik dari pada Azzlea saat ini.


"Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Azzlea yang kini mulai malu dengan tatapan Fredrico. Fredrico menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Azzlea meraba wajahnya khawatir, padahal baru beberapa saat yang lalu dirinya bisa berubah wujud, kini Fredrico mengatakan kalau dirinya berubah.


"Apa wajahku kini ditumbuhi bulu? Ataukah wajahku menjadi keriput?" tanya Azzlea kebingungan. Azzlea hendak turun dari ranjang berencana mencari cermin namun ditahan oleh Fredrico.


"Biarkan aku turun Fred, aku ingin melihat wajahku" ucap Azzlea.


"Kau sangat cantik" ucap Fredrico yang tetap memandangi wajah Azzlea tanpa berkedip sedikitpun.


"Jangan berbohong Fred" kilah Azzlea.


"Aku tidak berbohong, Wajahmu semakin cantik hari ini, bukan tapi kau memang gadis yang cantik setiap harinya" jujur Fredrico.


"Jangan mengada-ada Tuan Fredrico.  Ada apa denganmu, mengapa kau berbicara manis sekali?" tanya Azzlea keheranan.


"Apa aku terlihat aneh saat memuji istriku sendiri?" tanya Fredrico, Azzlea menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Aku khawatir kepalamu terbentur sangat keras semalam Fred, sampai kau berbicara kesana kemari hari ini" ucap Azzlea.


"Aku mencintaimu" bukannya menjawab Fredrico justru menyatakan cintanya kepada Azzlea.


"Aku bilang aku mencintaimu" ulang Fredrico lagi.


"Apa maksud dari ucapanmu ini Fred? Ada apa katakan padaku" tanya Azzlea yang kini mulai khawatir.

__ADS_1


"Aku hanya mengungkapkan rasa cintaku pada istriku, apa itu salah?" jawab Fredrico.


"Ayah juga mencintaimu jagoan" ucap Fredrico didepan perut buncit Azzlea. Seperti mengerti apa yang diucapkan Ayahnya, bayi dalam kandungan Azzlea menendang perut Azzlea seolah membalas ucapan yang diucapkan Fredrico. Fredrico tersenyum dengan riang.


"Lihat, jagoanku membalas ucapanku, dia juga mencintaiku. Bagaimana dengan ibunya hm?" tanya Fredrico lagi.


"Apa... Apa aku harus menjawab pertanyaanmu?" tanya Azzlea.


"Tidak perlu, cukup kau disini bersama dengan jagoanku itu sudah cukup"


"Kalau kau tak mau menjawabnya tidak apa. Biarkan aku yang memberi banyak cinta untukmu dan untuk jagoan kecilku sampai kau mengatakan sendiri kalau kau mencintaiku, bagaimana?" ucap Fredrico memberi penawaran. Azzlea menganggukkan kepalanya. Fredrico tersenyum dengan riangnya dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Hei Fred,, aku selalu mendengarmu mengatakan jagoan pada calon bayi kita, mengapa kau begitu yakin dia dia laki-laki. Bagaimana kalau dia perempuan?" tanya Azzlea seraya mengusap lembut puncak kepala Fredrico yang tertidur dipangkuannya.


"Entahlah, aku hanya senang memanggilnya jagoan, tapi jika dia ternyata perempuan aku akan memanggilnya bidadari. Ah bukan, bidadari hanya cocok untuk ibunya, bagaimana kalau princess kecil" Fredrico nampak berfikir keras dengan panggilan baru kepada bayinya.


"Ah.. aku tak bisa berfikir apakah dia laki-laki atau perempuan" jawab Fredrico mulai frustasi dengan fikirannya sendiri.


"Kau tidak berencana ingin melihat apakah dia laki-laki atau perempuan Fred?"


"Apa yang kau lakukan Fred, keluar dari bajuku sekarang juga" kesal Azzlea menarik kepala Fredrico.


"Aku ingin melihat bayi kita"


"Lalu apa kau bisa melihatnya?" tanya Azzlea, Fredrico menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak Fred. Kita harus memeriksakannya kedokter. Dokter yang menanganiku dulu bisa memperlihatkan kita seperti apa  jenis kelamin bayi kita" jelas Azzlea.


"Aku baru tahu dia punya kekuatan seperti itu" ucap Fredrico. Azzlea mengembuskan nafasnya jengah.


'Dasar aneh' batin Azzlea dalam hatinya.


Fredrico menengadah keatas memandangi Azzlea.


"Jangan menyumpahi ku didalam hatimu, aku bisa mendengarnya kau tahu!" ujar Fredrico memberi tahu. Azzlea menutup mulutnya rapat-rapat.

__ADS_1


"Apa aku juga bisa mendengar apa yang ada didalam hatimu. Aku ingin mendengarnya" ucap Azzlea penuh harap.


"Tidak,, kau tidak perlu mendengarnya, kau pasti tidak akan bisa tidur kalau kau sampai mendengar apa yang kuucapkan didalam hatiku sekarang" ucap Fredrico menenggelamkan wajahnya diperut Azzlea.


"Mengapa begitu, kau curang Fred. Kau bisa mendengarkan isi hatiku, tapi aku tidak kau perbolehkan mendengarkan isi hatimu, ini tidak adil" kesal Azzlea.


"Sudah kubilang, kau tidak akan bisa tidur saat kau bisa mendengarnya" ujarnya.


"Aku tidak peduli, aku ingin mendengarnya" kekeuh Azzlea.


Fredrico mengembuskan nafasnya dan bangkit mencuri ciuman dibibir ranum Azzlea. Azzlea adalah werewolf baru, meskipun kekuatan itu alami dalam diri mereka masing-masing tetap saja jika tidak ada yang mengajarinya akan sama saja.


"Caranya sangat mudah, fikirkan saja bagaimana caranya kau biasa berbicara dengan Queeny tapi pusatkan itu hanya padaku dan saat kau ingin berhenti kau bisa memutus sambungannya seperti kau tak ingin lagi berbicara dengan Queen" Fredrico mencoba menjelaskan.


Azzlea dengan sungguh-sungguh mencoba seperti apa yang diajarkan, namun hanya sebentar Azzlea sudah menutupnya dan menutup telinganya rapat-rapat.


"Sudah kubilang kau tidak akan bisa tidur saat mendengar apa isi hatiku saat ini" ujar Fredrico sembari terkekeh.


"Kau gila Fred. Bagaimana bisa kau mengatakan kalimat itu berulang-ulang didalam hatimu" protes Azzlea.


"Mau bagaimana lagi itu diluar kendaliku, aku ingin terus menerus mengatakan itu sampai aku puas"


"Bagaimana bisa kau mengatakan aku mencintai Azzlea aku mencintai anakku aku menyayangi kalian berdua secara berulang-ulang? Telingaku sampai sakit mendengarnya Fred" ucap Azzlea.


"Dari awal sudah kukatakan jangan mendengar isi hatiku, atau kau akan menyesalinya bahkan tak bisa tidur. Kau wanita keras kepala" ujar Fredrico.


"Siapa yang tahu kalau kau akan mengatakan itu dalam hatimu ha" protes Azzlea.


"Aku ingin mengatakannya keluar dari mulutku sampai mulutku berbusa, tapi kau pasti tidak akan menyukainya oleh sebab itulah aku mengatakannya didalam hatiku terus menerus. Jika aku tidak mengatakannya aku bisa gila karena kalimat itu terus menerus terngiang dikepalaku" ucap Fredrico.


Azzlea terkekeh melihat ekspresi Fredrico saat dirinya mengatakan ingin terus menerus mengatakan bahwa dirinya mencintai Azzlea dan calon bayinya.


"Kau tahu Fred. Sekarang kau sama sekali tak terlihat seperti Werewolf yang paling kuat diwilayah Vredo. Melainkan kau seperti anak kucing yang terus mengikuti ibunya. Kau sangat lucu" ucap Azzlea menangkup pipi Fredrico dengan kedua tangan mungilnya.


Cup.

__ADS_1


Fredrico justru mendekatkan wajahnya dan mencuri ciuman dibibir Azzlea. Fredrico kini bahkan berani melakukan hal lebih kepada Azzlea.


__ADS_2