
‘Aaauuuu.’ Auman serigala terdengar dengan jelas hingga kedalam kastil. Semakin lama lolongan itu semakin bersahut-sahutan satu sama lain.
“Perketat penjagaan kastil. Jangan biarkan seorangpun keluar dari dalam kastil termasuk Luna. Cegah dia untuk keluar apapun keadaannya.” Titah Fredrico kepada salah satu Guardnya.
Penjagaan semakin di perketat, tak hanya puluhan, namun ratusan Guards menjaga kastil di luar maupun didalam menjaga Luna dan siapapun yang berada didalam kastil. Auman serigala semakin bertambah banyak saling bersahut-sahutan.
“Apa yang terjadi?” Tanya Azzlea.
“Tetap berada di dalam kastil dan jangan keluar. Bila perlu masuk lah kedalam ruangan yang sudah di siapkan oleh Alpha.” Ujarnya penuh perintah.
“Apa yang terjadi sebenarnya Kak? Dimana Fredrico mengapa begitu banyak lolongan serigala mala mini?” Tanya Azzlea sekali lagi.
“Kau akan aman jika kau tidak keluar dari kastil Luna.” Begitu jawaban yang terus menerus didengar oleh Azzlea sehingga membuatnya kurang puas.
“Apa aku harus bertanya sekali lagi tentang apa yang terjadi pada kastil dan terlebih lagi kepada suamiku?” tegas Azzlea yang menginginkan jawaban yang sejujur-jujurnya.
“Dengar! Diluar sedang tidak baik-baik saja. Kawasan Vredo tengah di serang oleh sekawanan serigala yang entah dari mana. Mereka menyerang rakyat Vredo dan ku rasa menginginkan kehancuran Vredo.” Jelas Faustin.
“Jangan khawatirkan Alpha karena dia meyakini bahwa dia akan baik-baik saja dan kembali dengan selamat jika tetap berada dalam perintahnya.” Jelas Faustin sekali lagi.
“Aku akan berada didalam kastil mengawasi kalian semua. Ingat jangan bertindak gegabah dan pikirkan keselamatan penghuni kastil terlebih Pangeran Ellard.”
Tanpa pikir panjang Azzlea segera berlari kearah dimana putranya berada yang tengah bersama dengan Leyna. Sesegera mungkin Azzlea membawa Leyna dan Ellard beserta beberapa Maid yang mengurus sang putra bersamanya.
“Dengar, keadaan diluar sedang tidak baik-baik saja. Jaga Ellard dan jangan biarkan dia terluka. Jangan pernah keluar dari ruangan ini apapun keadaannya mengerti.” Begitu titah Azzlea pada maidnya.
Grepp… Azzlea merengkuh dengan erat putra kesayangannya yang masih belum tahu apa yang tengah terjadi pada mereka.
“Luna!” leyna begitu tahu kekhawatiran diraut wajah Azzlea.
__ADS_1
“Apakah semuanya akan baik-baik saja?” Tanya Leyna pada Azzlea.
Azzlea menganggukkan kepalanya dengan perlahan. “Akan kupastikan bahwa kalian semua baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa kepada kita semua. Aku pastikan itu.” Jawab Azzlea dengan penuh tanggung jawab.
“Jika saya berkata bahwa lebih baik Luna tetap bersama dengan kami apakah Luna akan tetap mendengarkannya? Tapi kurasa tidak, Luna bukan seseorang yang akan mendengarkan ucapan dari orang lain jika sudah bertekad bulat bukan?” ujar Leyna.
Puk,, Azzlea menepuk pundak Leyna yang penuh kekhawatiran atas dirinya. “Aku akan kembali sesegera mungkin.”
“Bunda hanya keluar sebentar sayang. Bunda akan segera kembali setelah keadaan kita aman.” Ujar Azzlea yang kemudian melepaskan rengkuhannya dan segera pergi dari ruang yang menurutnya paling aman.
Azzlea mengintip keluar mengamati kondisi. Fikirannya sangat kalut mengingat sudah beberapa waktu Fredrico tak segera kembali dan serangan semakin bertubi-tubi datang dari arah manapun juga. Perlahan Azzlea berjalan keluar menghindari penjagaan yang begitu ketat. Azzlea menarik dan membuang nafasnya dengan perlahan. Dia masih saja menjadi orang yang begitu keras kepala dan tak ingin di bantah apapun yang sudah menjadi keinginannya.
“Selangkah lagi.” Gumam Azzlea sembari mengamati situasi yang masih dirasa aman untuknya.
Grep.. langkahnya terhenti saat lengannya tertahan dengan kuatnya. Azzlea menolehkan kepalanya, dilihatnya tatapan dingin tanpa ekspresi terus menerus menatap tajam kearah Azzlea sedang lengannya semakin erat menggenggam lengan kecil Azzlea.
“Apa aku salah jika aku khawatir pada suamiku ha.. setidaknya ada yang bisa kubantu jika aku bisa keluar dari sini tanpa menunggu hal baik itu dating.” Ucap Azzlea dengan marah.
“Apa aku juga harus berdiam diri seperti ini hah. Lihat sudah berapa banyak Guards yang berjatuhan dan menjadi korban dari serangan ini.”
“Alpha bisa mengatasinya. Dan kau ikut aku kembali kedalam dan jangan berani keluar dari sana.” Faustin menarik paksa Azzlea untuk masuk kedalam dan mengurungkan niatnya untuk membantu sang suami.
“Dengar… Selagi Alpha masih bisa mengatasinya kita hanya perlu berdiam diri dan tidak ikut campur dengan rencana Alpha.” Tegas Faustin sekali lagi. Faustin meninggalkan Azzlea didalam ruangannya bersama dengan Leyna juga maid yang lainnya.
***
Srakk… brughh
Auuu…..
__ADS_1
Auuu….
Fredrico tak henti-hentinya menyerang dan menangkis serigala yang menyerang dirinya. Sekuat tenaga Fredrico melindungi Vredo.
Auuu…. Lolongan demi lolongan terus terdengar tanpa henti, bantuan selalu datang membantu Fredrico dari penjuru wilayah. Mereka dengan suka hati membatu Fredrico dari serangan ratusan serigala yang secara tiba-tiba datang menyerang. Ratusan pengawal mereka kirimkan pula untuk membantu Fredrico.
Bulu putih nan bersihnya kini sudah tak terlihat lagi, tubuhnya kini sudah berubah warna bercampur dengan darah dan tanah. Brughh… Sekali lagi Fredrico menumbangkan lawannya hingga tewas. Sorot matanya semakin tajam tanpa rasa takut juga tanpa rasa sakit.
Grrr… Fredrico menggeram dan mendengus mengawasi lawan yang siap menyerang kapanpun.
Grrr… “Ternyata semua ini ulahmu?” Victor menggertakkan giginya menatap tajam kearah serigala berbadan besar didepannya.
“Senang bertemu denganmu lagi Victor.” Senyum penuh kelicikan tercetak jelas disudut bibirnya.
“Apa maumu brengsek?” pekik Victor penuh amarah.
“Kehancuran Vredo dan seluruh penghuninya.” Srakk Brugh. Tanpa komando tubuh Victor sudah terpelanting jauh karena serangan tak terduga.
“Dendam mu hanya padaku Jack. Bukan pada Vredo, kau salah mengambil keputusan.” Ujar Victor yang kembali bangkit.
“Dendam ku memang kepada mu namun ada dendam yang lebih besar lagi untuk Vredo.” Ucap Jack.
“Brengsek. Pengecut akan ku pastikan kau tidak akan bisa menyentuh Vredo dan juga isinya.” Ucap Victor penuh percaya diri.
“Buang rasa percaya dirimu ini Karena sebentar lagi kau juga akan menyusul seperti pasukanmu yang lain. Nasibmu akan sama seperti mereka.”
“Cihh.. buang pula rasa percaya dirimu itu Jack. Kau lah yang akan menyusul mereka semua. Dan kupastikan dengan tanganku sendiri kau akan kubuat menyusul mereka semua.” Ujar Victor penuh percaya diri.
“Brengsek.. lihat siapa yang akan mati diantara kita. Kupastikan kembali bahwa kau yang akan menyusul mereka semua. Auuu..” Jack mengaum dengan lantangnya.
__ADS_1
Srak… bugh.. keduanya saling menyerang satu sama lain tanpa henti, cucuran darah mengalir ditubuh mereka masing-masing hingga menutupi seluruh bulu indah mereka.
Bugh.. kedua nya sama-sama terpelanting jauh tenaga terkuras dengan habis di tambah kondisi mereka yang semakin melemah.