
*Flasback On*
Sesaat setelah memberi pelajaran pada Frisca perut Azzlea terasa sakit yang tak tertahankan. Tulangnya seolah akan patah dan Azzlea merasakan seolah akan ada yang keluar dari dalam tubuhnya. Azzlea meringis kesakitan sembari memegangi perutnya yang semakin sakit dibuatnya.
Entah bagiamana caranya Azzlea sudah sampai disebuah rumah sakit didekapan Fredrico. Azzlea meremas dengan kuat lengan Fredrico menahan sakit yang tak tertahankan.
"Dimana aku." lirih Azzlea dalam keterkujutannya karena kini dirinya tak lagi berada disebuah rumah sakit yang tadi ditempatinya.
"Selamat datang ditempatmu yang sebenarnya." seorang wanita cantik dengan rambut perak panjang hingga hampir menyentuh tanah menyapa Azzlea. Matanya biru menyala namun indah jika dipandang, bibirnya yang tersenyum membuatnya semakin cantik dibuatnya.
"Dimana aku?" tanya Azzlea kebingungan.
Wanita itu mendekat kearah Azzlea, Azzlea mundur beberapa langkah kebelakang menghindari wanita itu. Meskipun wajahnya begitu cantik dan bahkan tak ada siapapun yang bisa menandingi kecantikan yang dimilikinya. "Jangan takut, aku bukan ingin berbuat jahat padamu. Aku ingin menyapamu itu saja." ujar wanita itu meyakinkan Azzlea.
__ADS_1
"Dimana aku, bagaimana mungkin aku bisa ada disini?!" marah Azzlea. Matanya kini mulai menyala menyamai mata wanita yang ada didepannya. Wanita itu justru tersenyum melihat kemarahan Azzlea dan mendekat kearah Azzlea lebih dekat lagi.
"Disinilah tempatmu yang sesungguhnya. Kini saatnya kau kembali bersama dengan kami." ujarnya kemudian.
"Aku benar-benar tak tahu apa yang maksud dari pembicaraanmu. Biarkan aku pulang sekarang." pinta Azzlea dengan marah.
"Tenanglah sayang, tahan emosimu. Tak akan ada yang menyakitimu disini. Kami adalah keluargamu yang sesungguhnya." sambungnya lagi. Sungguh Azzlea sama sekali tak paham dengan ucapan wanita didepannya.
"Tidak, aku mohon biarkan aku pergi dari tempat ini." ujar Azzlea penuh pengharapan. Azzlea sama sekali tak tahu saat ini dia ada dimana, namun yang jelas saat ini telinganya mendengar jelas sang suami tengah memanggil namanya. Azzlea begitu meyakini saat ini hanya jiwanya lah yang saat ini dirasakannya tidak dengan raganya.
"Tidak. Aku mohon biarkan aku kembali." pinta Azzlea.
"Tapi kau belum diizinkan untuk kembali sayang." jawab Wanita itu.
__ADS_1
"Mengapa. Tidak, aku harus kembali aku mohon." pinta Azzlea. Terdengar sang suami memanggilnya dengan sangat putus asa. 'Tidak, aku harus kembali. Aku harus menyelamatkan anakku terlebih dahulu.' batin Azzlea dalam hati.
"Hiks.. Aku mohon, biarkan aku kembali. Aku sedang dalam masa persalinan. Aku... Aku tidak bisa membiarkan anakku dalam bahaya. Aku mohon kembalikan aku kedalam tubuhku. Aku mohon." pinta Azzlea.
"Apakah sungguh berarti mereka bagimu? Kau tak lagi membutuhkan mereka Azzlea."
"Tidak. Aku mohon, jikalau aku memang tidak membutuhkannya seperti yang kau katakan kau salah. AkuĀ sangat membutuhkannya, keluargaku juga suamiku."
"Aku mohon... Biarkan aku menyelamatkan putraku terlebih dahulu, aku mohon." pinta Azzlea dengan air mata yang terus menerus mengalir dipipinya.
Wanita itu nampak tak bergeming sama sekali. Azzlea benar-benar putus asa dibuatnya. Tak mungkin dia meninggalkan mereka dengan cara yang seperti ini. Air mata Azzlea terus menerus mengalir dengan derasnya. Wanita itu nampak menatap Azzlea dengan penuh iba. Sesaat kemudian wanita itu mengembuskan nafasnya pelan dan mendekat kearah Azzlea.
"Baiklah jika itu keinginanmu. Selamatkan putramu dan setelah itu kau akan kembali ketempat ini lagi." ujar wanita itu.
__ADS_1
Azzlea kegirangan dengan keputusan yang diberikan kepadanya. Sesaat kemudian dirinya sudah kembali lagi ditempat dimana dirinya melahirkan. Dilihatnya Fredrico tengah menangis sembari memegangi jemarinya dengan erat. Oh tidak, perutnya kembali terasa sakit. Dipanggilnya nama sang suami untuk tetap menemaninya melahirkan putra tercintanya.
"Kau harus kuat Azzlea. Persetan dengan kau kembali ketempat semula. Selamatkan dahulu anakmu." batin Azzlea lagi. Dengan sekuat dan semampunya Azzlea melahirkan putra tercintanya dengan keadaan yang selamat.