
Permintaan sang ibunda sangat memberatkan dirinya, dengan alasan anak seorang Beta diharuskan untuk menghadiri pesta tersebut membuatnya bimbang
Dilain sisi dia enggan untuk menghadiri acara itu, toh tak akan berubah pada dirinya. Bisakah dia lari pada saat puncak acara, bisakah dia tidak datang keacara itu? jawabannya adalah tidak
Karena kemanapun dia pergi tentunya Faustin akan dengan mudah menemukannya terlebih dengan kelemahan yang dimiliki nya sekarang. Tak ada celah sedikit pun
Huft
Azzlea mengembuskan nafasnya kasar
Fikirannya kalut dengan acara yang akan digelar dalam beberapa lagi
Ya.. Dunia seolah tak adil padanya, seluruh werewolf tentunya bisa merubah bentuknya menjadi wolf, tapi kenapa tidak dengan dirinya apa yang salah pada dirinya! kenapa ini harus terjadi pada dirinya Azzlea frustasi
Bukankah dia werewolf murni juga, tapi kenapa ini semua terjadi pada dirinya, Azzlea seperti kehilangan jati dirinya apa rencana moon godness untuk nya
Takdir apa yang tertulis untuk dirinya, takdir yang tak adil untuk dirinya takdir yang kejam untuknya
Azzlea bosan berada di wilayah kerajaan, dia mengelilingi kastil tempat tinggalnya,
Matahari sudah berada diatas kepala, tapi tak ada yang bisa dilakukannya saat ini, Bosan itulah kata yang pas untuknya dan seperti biasa Azzlea akan pergi kekota untuk sekedar membaca buku
Faustin yang dengan setia menyetujui permintaan Azzlea dan mengantarnya kemanapun Azzlea akan pergi sebagai kendaraan dan keselamatannya, Azzlea sudah membawa beberapa buku untuk dibacanya
"Kita ketaman ya kak" pinta Azzlea pada penjaganya
Faustin yang sudah berubah menjadi wolf mempercepat laju jalannya menuju kota, dengan kecepatan yang dimilikinya tak butuh waktu lama untuk menyusuri hutan menuju kota
Dan seperti biasa diperbatasan kota Faustin akan merubah diri layaknya manusia biasa, perawakan yang tinggi besar dan gagah, wajahnya yang tampan tak akan ada manusia pun yang bisa berpaling dari nya, namun tidak dengan Faustin pria itu selalu memandang wanita dengan wajah dinginnya dan setiap kali wanita mendekati dirinya dia akan menolak
Berbeda dengan Azzlea yang selalu diperlakukan hangat olehnya, Faustin tak akan segan melakukan apa saja yang diminta oleh Azzlea. Faustin sudah seperti bayangan Azzlea
Gadis cantik itu mulai membaca buku yang dibawanya, lembar demi lembar kata demi kata dibacanya dengan seksama mengindahkan tatapan kagum saat orang melihat nya
Panasnya terik matahari tak membuatnya menyudahi kegiatan yang sudah menjadi hobi nya sejak kecil, baginya dengan membaca dia mempunyai kehidupan baru dan lain dari yang lain
"Lihat Azzle, disana ada pria tampan" wolf dalam diri Azzlea mengajaknya berbicara
Azzlea enggan untuk melihat orang yang dituju wolf nya fokusnya sekarang adalah pada buku ditangannya
"Lihat lah dulu Azzle" wolf itu mulai mengerang didalam sana
"Apa yang harus ku lihat queen" Azzlea menjawab dengan acuh
Ya.. Azzlea menamai wolf dalam dirinya dengan nama nya sendiri, toh wolf itu adalah dirinya bukan
"Setidaknya lihat lah dia sekilas" pinta wolf itu lagi
__ADS_1
Dengan malas Azzlea mengangkat kepalanya, mencari siapa orang yang ingin diperlihatkan olehnya
Ya... Terlihat sekali sosok pria tampan gagah berani tengah berjalan di kerumunan kota, jangan lupakan tatapan kagum dan ingin memiliki wanita yang dijumpainya
"Ya... Kau benar, Dia pria yang tampan" ucap Azzlea kembali menatap buku nya
"Hei.. Pandanglah dia Azzle"
"Kapan lagi kita bisa melihat pria tampan selain Faustin" oceh wolf
Azzlea masih saja acuh tak acuh dan tetap melanjutkan kegiatan membacanya
"Hei... Dia menatap mu" teriak wolf kegirangan
"Biarkan saja, apa aku harus menatapnya juga?" tanya Azzlea pada dirinya sendiri
"Ya" jawab wolf kegirangan
"Ayolah, dia masih menatap mu" teriak wolf keharusan
Azzlea menatap pria itu lagi, dan benar saja pria gagah itu tengah memperhatikan dirinya, adakah yang salah dengan dirinya, wajah nya atau tingkah laku nya
Kenapa pria itu melihat ku dengan tatapan seperti itu Azzlea mengerutkan keningnya
Sedetik kemudia pandangan mereka bertemu, Azzlea dengan acuh kembali pada buku buku ditangannya dan tak mengindahkan tatapan pria yang menatapnya itu
'Apa dia ingin dipandang kagum juga oleh ku'
"Dia werewolf seperti kita Queen"
"Tidakkah kau merasakannya" ucap Azzlea malas
"Ya kau benar" ucap wolf tertunduk lesu
Pria itu pergi dengan acuh terlihat sekali kesombongan dan keangkuhan dari pria itu, hal itulah yang membuat Azzlea menjadi malas, tak ada pandangan kagum dimatanya
Tanpa terasa hari mulai gelap, bahkan Faustin penjaganya sudah berada di sampingnya menunggu Azzlea menyelesaikan bacaannya ditangannya
"Kapan kakak kemari" pekik Azzlea kaget
Tak ada langkah kaki mendekatinya, sekarang Faustin sudah berada tepat disampingnya
"Dari setengah jam yang lalu" jawab Faustin menatap hangat Azzlea
"Wahh.. Maaf kan aku kak, sepertinya aku tak mendengarmu lagi" sesal Azzlea dengan cepat merapikan buku buku nya dan memasukkan kedalam tas yang tadi dibawanya
Hari sudah hampir gelap, pantas saja Faustin sangat mengkhawatirkan dirinya, tapi pria itu bahkan tak berani mengganggu nya membaca
__ADS_1
"Ayo pulang" ajak Azzlea
Kedua nya berjalan kearah perbatasan dimana hutan belantara pemisah antara manusia dan werewolf
Dalam sekejam mata Faustin berubah menjadi serigala dengan warna putih bercorak hitam, badannya yang tinggi besar gagah berani yang tak segan mencabik cabik musuhnya dalam sekejap mata
Werewolf Faustin merundukkan tubuhnya agar memudahkan Azzlea menaiki punggungnya, Azzlea dengan mudahnya naik kepunggung Faustin dan berpegangan erat dipindaknya
Grrr
Faustin mengerang menggertakkan giginya tanda pertahanan
Secepat kilat Werewolf Faustin menembus hutan belantara menuju kerajaan Vredo, Faustin penuh dengan kewaspadaan pasalnya hari sudah mulai gelap, akan sangat berbahaya untuk Azzlea ditengah hutan belantara seperti ini
Anjing hutan mulai menggonggong bersahut sahutan seolah menampakkan dirinyalah yang paling berkuasa
Grrrr Grrr
Sekumpulan serigala menghadang perjalanannya, Azzlea sedikit ketakutan pasalnya jumlah mereka sangat banyak
Faustin menyadari tanda bahaya datang menghampiri mereka, prioritasnya adalah keselamatan Azzlea
Belum sempat Azzlea tersadar dari ketakutan yang tengah menyelimuti dirinya dari arah samping seekor serigala menyerang serigala Faustin tanpa aba-aba membuat Faustin terpental sama hal nya Azzlea yang tubuhnya tiba-tiba melayang
Grep
Faustin dengan sigap menangkap tubuh mungil Azzlea yang akan jatuh terpental ketanah
"Anda tidak apa-apa" tanya Faustin khawatir
Azzlea mengangguk lemas, dia ketakutan melihat segerombolan serigala menghadangnya
"Serigala si*l*n" ucap Faustin marah
Dalam sekali gerakan Faustin sudah berubah menjadi serigala lagi dan mengajar sekumpulan serigala didepannya
Grr grr
Mereka saling mengerang, menyerang satu sama lain Faustin berhadapan dengan sepuluh serigala bukan apa-apa baginya, mereka saling menggigit dan beradu kekuatan
Grrr
Seekor serigala dengan tubuh besarnya mendekati Azzlea yang tengah menatap khawatir Faustin bertarung
Azzlea terkejut dan terjerembab ketanah, tak ada yang bisa dilakukannya, Azzlea merangkak mundur serigala itu menatapnya dengan tatapan membunuh, apa yang harus dilakukannya, dia lemah dia tak berdaya
Faustin!!! lupakan dia pun tengah bertarung didepan sana
__ADS_1
Azzlea ketakutan, inikah akhir cerita hidupnya yang malang, mati ditangan serigala lain tanpa bisa melakukan apa-apa
Azzlea pasrah dengan kemungkinan yang akan terjadi dalam hidupnya