
Azzlea mulai memasuki sbuah tempat yang lagi-lagi tak kalah indahnya dengan yang dilihat Azzlea sebelumnya. Bunga-bunga nampak mekar berwarna warni menghiasi tempat yang kini diinjakinya. Harum semerbak bunga itu menusuk indra penciuman Azzlea juga Milly. Diujung sana wanita yang tadi mengantar Azzlea tengah duduk bersama dengan gadis-gadis yang lainnya tengah saling bersenda gurau.
Azzlea terdiam seribu bahasa. Nyatanya tak hanya wanita yangditemuinya yang cantik, bahkan wanita lainnya pun tak kalah cantiknya membuat Azzlea begitu terpesona. "Kakak.. Kemarilah." ajak salah satu gadis mendekat kearah Azzlea serta menarik tangannya.
Azzlea didudukkan bersamaan dengan mereka. "Selamat datang kembali Kak. Seribu tahun lamanya kami sangat merindukan kehadiran mu disini." ujar wanita itu lagi.
"Apa aku benar-benar mengenal kalian?" tanya Azzlea penasaran. Hening seolah terkejut dengan pertanyaan yang diucapkan oleh Azzlea. Kini Azzlea benar-benar bingung dan tak paham.
"Tunggu... Jadi kalian juga menganggapku sebagai Quinza?" ucap Azzlea tak percaya.
"Tunggu Kakak.. Aku ingat kau pernah berkata bahwa kau akan menghapus semua ingatan yang kau punya kepada generasi selanjutnya. Aku benar-benar tak percaya kau benar-benar melakukannya."
"Bukankah kau sangat keterlaluan melupakan kami semua yang ada disini." kesalnya.
__ADS_1
"Tunggu,, aku benar-benar tak mengerti dengan maksud kalian semua. Aku bukanlah Quinza, aku Azzlea."
"Jadi aku mohon jangan menganggapku sebagai Quinza atau apapun itu."
"Kedatanganku kemari ingin menanyakan bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini." ucap Azzlea penuh penekanan.
Keempat wanita itu nampak membelalakan matanya tak percaya dengan ucapan Azzlea yang menginginkan dirinya pergi dari tempat mereka. "Kau jangan bergurau Kak. Disinilah tempat mu sesungguhnya, hidup abadi bersama dengan kami semua." ujarnya.
Azzlea menggelengkan kepalanya. "Tidak, Milly mengatakan padaku bahwa aku bisa kembali kepada keluargaku jika aku membawanya. Aku percaya tapi apakah ada cara yang lebih mudah lagi untukku pergi dari sini?" tanya Azzlea.
"Mengapa Kak.. Aku sangat menantikan kehadiranmu. Lihat Milly, dia pun sangat merindukan kehadiranmu."
"Jangan pergi Kak.. Kami sudah menunggu mu disini selama ribuan tahun. Tak mungkin kau akan meninggalkan kami bukan?" rengek salah satunya.
__ADS_1
"Aku sangat beruntung jika aku berada disini. Tapi... Aku tak bisa meninggalkan orang yang sudah menyayangiku hanya karena tempat indah ini." ujar Azzlea.
"Kau sangat kejam Kak. Kau ingin mengulangi kehidupan yang sangat menyakitkan disana. Kau ingin melawan mereka yang menginginkanmu?"
"Tidakkah kau tetap disini aman bersama dengan kami semua tanpa peperangan tanpa pertumpahan darah." gadis itu mulai menitikkan air matanya.
"Aku..." Azzlea tak mampu melanjutkan kalimatnya melihat gadis itu menitikkan air matanya hanya untuk dirinya.
"Baiklah. Mungkin aku bisa tinggal disini selama beberapa saat. Tapi setelah itu bisakah kalian mengembalikanku kepada tubuhku?" tanya Azzlea.
Ketiga gadis cantik itu nampak sumringah mendengar keputusan dari Azzlea. Tidak dengan gadis yang dilihatnya saat pertama kali dirinya datang kemari. Wajahnya nampak datar tanpa Ekspresi, bahkan tersenyum pun tak dilihat oleh Azzlea sejak kedatangannya.
"Kau..." wanita itu seolah tengah marah pada Azzlea.
__ADS_1
"Katakan padaku mengapa kau tak ingin bersama dengan kami." ucap gadis itu dengan dingin.