Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
You


__ADS_3

Jika dihitung sudah lebih dari satu bulan Frisca tinggal dikastil bersama dengan Azzlea, dan sejak detik itu pula Axelle tinggal guna mengawasi gerak-gerik Frisca jikalau sewaktu waktu mengacau dan menyakiti Azzlea juga bayi dalam kandungannya.


Namun Fredrico heran karena sejak dirinya menggertaknya kala itu Frisca seolah tak berbuat apa-apa. Bahkan dirinya sudah tak pernah mencoba menggodanya lagi bahkan yang lebih membuat Fredrico maupun Axelle heran adalah kini Frisca semakin berperilaku baik kepada semua orang. Frisca berperilaku layaknya maid biasa yang jika diperintah akan dilaksanakan jika tidak dia akan melakukan pekerjaan lainnya.


Fredrico bahkan meminta bantuan Leyna untuk ikut serta mengawasi gerak-gerik Frisca jika suatu saat dan kapanpun itu bisa membahayakan keselamatan Azzlea. Fredrico tengah duduk termenung dimeja kerjanya, keduanya tangannya menopang wajahnya dengan pandangan menerawang jauh kedepan.


Cklek


Pintu kerjanya terbuka tanpa ketukan terlebih dahulu, muncul pria muda nan tampan dengan kemeja yang tak lagi rapi. Suatu kebiasaan buruk yang tak pernah Fredrico suka adalah saat seseorang masuk tanpa mengetuk pintu kecuali Azzlea. Nyatanya kebiasaan buruk dari sang istri menurun kepada adik iparnya yang juga melakukan hal yang sama. Namun kali ini Fredrico benar-benar kesal karena Axelle seolah tak menghargai dirinya meskipun posisinya sebagai kakak ipar juga Alpha.


"Kau baru pulang?" tanya Fredrico tanpa menatap kearah Axelle.


"Benar, dan kau sudah memintaku untuk datang kemari, sungguh melelahkan kau tahu" kesal Axelle.


"Ada hal yang ingin kubicarakan padamu" kilah Fredrico.

__ADS_1


"Kau bisa bicara padaku esok hari, mengapa harus malam ini. Kau tahu aku sangat lelah hari ini" keluh Axelle lagi.


"Apa yang ingin kau katakan padaku? Sepenting itukah?" tanya Axelle lagi. Sedari tadi Axelle ingin sekali beristirahat setelah sampai dikastil namun dirinya harus menemui Fredrico yang ingin bertemu dengannya.


"Ada apa?" Axelle mendudukkan tubuhnya didepan Fredrico menyilangkan kakinya.


"Aku yakin kau memiliki pemikiran yang sama dengan ku bukan, kurasa ada yang aneh dengan wanita itu!"


"Frisca?" tebak Axelle.


"Tidak! Aku juga merasakan hal yang sama, hanya saja aku tak tahu, jika boleh aku menebak dia ingin menunggu kita lengah"


"Tapi apa kau yakin kalau dia datang kemari untuk mencelakai kakakku?" tanya Axelle.


"Entahlah. Apa lagi?"

__ADS_1


"Kau" singkat Axelle. Fredrico mengerutkan keningnya menatap kearah Axelle dengan kebingungannya.


"Tidakkan wanita itu menginginkanmu. Menginginkan posisi kakakku, dengan menggondamu mungkin" ucap Axelle.


"Jika kita berfikir dia menginginkan nyawa kakakku mungkin iya, tapi disisi lain bukankah dia sangat menginginkan mu, ingin masuk kedalam kehidupanmu dan dengan sendirinya kau akan meninggalkan Azzlea" ungkap Axelle.


Fredrico tersenyum miring mendengar penuturan Axelle kepedanya.


"Meninggalkan Azzlea itu adalah kemungkinan paling kecil yang akan terjadi"


"Kau lupa kalau saat ini aku sangat menyukai Azzlea, bahkan sangat-sangat melebihi apapun"


"Dan satu lagi saat ini Azzlea tengah mengandung anakku, tidakkah kau berfikir sejauh itu sekarang" jujur Fredrico menjelaskan.


"Entahlah itu hanya asumsiku saja. Kuharap apa yang kau katakan padaku benar adanya"

__ADS_1


"Sudahlah. Kita bisa menyusun rencana besok malam. Saat ini aku begitu ingin istirahat, aku sama sekali tak bisa berfikir apapun lagi" ucap Axelle yang kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Fredrico tanpa sepatah katapun.


__ADS_2