Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 59 Kupu-Kupu


__ADS_3

Flash Back On


Anak-anak terlihat berlari-larian kesana kemari ditengah sebuah istana, mengejar kupu-kupu yang beterbangan kesana kemari. Berlari dan melompat kesana kemari dengan tawanya yang renyah dan polos seolah tanpa dosa.


Brugh..


Gadis kecil terjatuh karena tersandung okeh ranting pohon yang menjalar hingga membuat gadis itu menangis dengan kencangnya.


Pria kecil yang tampan datang menghampiri gadis itu dengan tatapan khawatir.


"Kenapa kamu menangis?" tanya pria itu dengan polosnya.


"Aku terjatuh, lututku sakit huaaa" gadis itu semakin kencang menangis.


Pria itu berlutut dan mengecek keadaan gadis kecil itu, benar saja kedua lututnya luka hingga berdarah.


"Apa yang akan kamu lakukan hiks" ucap gadis itu.


"Aku sedang meniup lukamu, Bunda selalu melakukan hal ini saat aku terluka"


Cup

__ADS_1


Selesai meniup luka dilututnya pria itu beralih mencium pipi gadis kecil itu.


"Bunda selalu berkata kalau ciuman bisa membuat lukamu sembuh dengan cepat" ucap pria itu dengan polosnya. Ucapan pria 8 tahun yang diajari oleh bundanya tentang penyembuhan.


"Tapi kakiku masih sakit hiks" rengek gadis itu.


Pria kecil berbalik memunggungi gadis kecil didepannya.


"Naiklah kepunggungku, aku akan membawamu kedokter istana, mereka akan menyembuhkan lukamu" perintah pria itu.


Gadis kecil itu menyanggupi, perlahan dia naik kepunggung pria didepannya, meskipun merasa berat tapi pria itu berusaha membawa gadis dipunggungnya.


"Mengapa kamu menggendeongnya?" tanya pria kecil lain dengan kupu-kupu ditangannya.


"Ini, kupu-kupu yang kamu kejar tadi, aku bisa menangkapnya, aku ingin menangkap yang lebih banyak tapi mereka semua terbang, aku tidak bisa terbang, nanti setelah aku dewasa aku akan menangkap semua kupu-kupu itu untukmu" ujar pria itu menyerahkan kupu-kupu ditangannya.


"Wah" pekik gadis itu kegirangan.


"Terimakasih Fred, terimakasih Victor" ucap gadis itu.


"Sudah ayo kakiku sangat pegal" ajak pria itu.

__ADS_1


"Victor terimakasih sudah menggendongku cup" ucap Viona kecil sembari mencium pipi kanan Victor dari belakang.


Dalam hati Victor begitu kegirangan hanya karena pipinya dicium oleh Viona. Tak berapa lama kemudian ketiganya sampai diistana. Para orang tua begitu terkejut saat melihat gadis kecil mereka digendong oleh Victor dipunggungnya.


"Ada apa dengan Viona" tanya ketiga bunda hampir bersamaan.


Viona terlihat menangis karena takut jika orang tuanya marah karena dia terluka saat bermain. Sedangkan Fredrico dengan Victor sama takutnya dengan Viona. Victor terlihat menyenggol Fredrico dengan sikunya memberi isyarat.


"Hiks" keduanya secara bersamaan terlihat menangis membuat para orang tua kebingungan.


"Ini salah kami karena tidak bisa menjaga Viona. Viona terjatuh karena mengejar kupu-kupu Hiks" jujur keduanya secara bersamaan.


"Apa sudah diobati?"


"Sudah" jawab keduanya dengan semangat.


"Victor sudah meniup lukanya seperti apa yang bunda lakukan padaku saat aku terjatuh, bahkan Victor sudah memberi ciuman dipipi Viona, tak lama lagi pasti luka Viona akan segera sembuh" jawab Victor dengan polosnya.


"Fred sudah memberinya kupu-kupu yang tadi dikejarnya, tapi tidak semua karena mereka terbang, Fred hanya berlari. Fred tidak bisa menangkap mereka semua. Tapi jika nanti Fred dewasa Fred akan menangkap kupu-kupu itu untuk Viona" jawab Fredrico penub kejujuran.


Jawaban polos dari kedua pria kecil yang berusaha dewasa membuat para orang tua terbahak-bahak karenanya. Sungguh mereka masih sangat-sangat polos mengatakan hal yang sejujurnya mereka lakukan.

__ADS_1


"Baiklah, karena sudah diobati oleh Fredrico juga Victor sekarang giliran bunda yang mengobati bagaimana. Karena hanya dengan vmciuman saja luka dikaki Viona tidak akan mengering" ucap Bunda Zenia menengahi.


Bunda Zenia mulai mengobati luka dilutut Viona dengan kekuatan yang dimilikinya, dan dalam sekejap mata luka dikaki Viona berangsur menghilang.


__ADS_2