Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Ellard Alvredo


__ADS_3

Matahari pagi tanpa ragu menampakkan sinarnya untuk menyinari seluruh alam semesta. Sinar cahayanya tanpa malu menyinari sesosok yang masih dengan pulasnya memejamkan mata dengan balutan selimut tebal menutupi seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan rambut panjangnya. Cahaya pagi yang masuk nampak tak membuatnya terganggu dan tetap melanjutkan tidurnya. Matahari semakin tinggi sehingga hampir sempurna menyinari seluruh alam semesta tanpa terkecuali.


Cicitan burung yang bertengger didahan pohon dibalik kamarnya semakin membuatnya terlelap seolah lantunan lagu dari alam. Tanpa berpindah posisi hingga cahaya matahari dengan sempurna menembus jendela kamarnya yang sengaja di biarkan terbuka membiarkan cahaya dan udara dari luar masuk kedalam.


“Hoam” Azzlea menguap sesaat setelah dia mulai terbangun dari tidurnya. Kedua matanya masih saja terpejam tanpa ingin dia membuka kedua matanya. Jemarinya meraba-raba mencari di sebelah tidurnya dengan mata yang masih senantiasa terpejam.


Azzlea bersandar diranjangnya sembari mengusap kedua matanya yang masih terasa berat. “Apa aku bangun terlalu siang hari ini hoam.” Gumam Azzlea yang masih senantiasa mengumpulkan semua nyawa yang dimilikinya.


“Hufth” Azzlea nampak menghela nafasnya dengan kasar menyadari semua orang disebelahnya sudah tak ada ditempatnya lagi yang hanya menyisakan dirinya sendiri di ranjang yang sangat luas itu. “kemana dia?” Tanya Azzlea pada dirinya sendiri yang kemudian bangkit dan ranjangnya.


Azzlea celingukan karena suasana kastil amat sepi baginya hingga dia sudah tepat didepan ruang bermain bayi kecilnya. “Kemana dia? Mengapa tidak ada?” Azzlea yang masih menyapukan pandangan matanya di penjuru kastis yang lagi-lagi bergumam pada dirinya sendiri.


“Sedang apa sayang?” Tanya Azzlea pada sang putra yang tengah asik bermain dengan Leyna. Azzlea telah berpakaian rapi dan juga wangi dengan balutan gaun putih membalut tubuhnya yang putih bersih. Sedangkan rambutnya diikat sewajarnya memperlihatkan lehernya yang jenjang


“kemarilah sebentar sayang bunda ingin mencium mu hm.” Titah Azzlea kepada sang putra seraya mengulurkan kedua tangan kearahnya. Bayi kecil nan menggemaskan itu tersenyum memamerkan keempat giginya yang baru saja tumbuh dengan dua diatas dan dua lagi berbaris di bagian bawah. Dia berjalan dengan tertatih-tatih menuju sang Bunda saat mendengar suara yang selalu dia dengar dan hafal tentunya.

__ADS_1


Bugh.. bayi itu menabrak tubuh Azzlea kedalam pelukannya dengan terus tersenyum kearah Azzlea. “Sudah puas bermainnya hmm? Apa kau sama sekali tidak lapar hingga tidak mencari Bunda sama sekali.” Ujar Azzlea yang kemudian membawa putranya kedalam rengkuhan hangatnya.


“Nda.. Nda.” Panggil nya yang masih belum fasih berbicara sembari kegirangan di rengkuhan Azzlea.


“Sudah puas bermainnya hmm, sedang bermain dengan Maid Leyna, iya?” Tanya Azzlea dengan nada yang dibuat seperti anak kecil.


‘angguk,, angguk,, angguk’ bayi menggemaskan itu mengganggukkan kepalanya dengan gemas dihadapan sang Bunda tak lupa juga memamerkan deretan giginya yang belum tumbuh sempurna itu membuat siapapun yang melihatnya nampak sangat gemas melihat tingkah yang dilakukannya.


“Apa kau tidak lapar? Apa yang sudah kau makan pagi tadi, sereal? Buah? Atau bubur?” Tanya Azzlea lagi.


‘angguk,, angguk,, angguk’ hanya anggukan jawaban dari segala pertanyaan yang diajukan oleh Azzlea.


“Saya rasa pangeran Ellard tahu jika Bundanya tengah kelelahan Luna. Sehingga pangeran memilih untuk bermain sendiri dan membiarkan Sang Bunda tertidur lebih lama lagi. Pangeran Ellard bahkan tahu jika dia tidak ingin membangunkan Luna yang tertidur dengan lelapnya” Ujar Leyna kepada Azzlea. Azzlea hanya bisa tersenyum tipis, karena semenjak usia sang putra menginjak satu tahun bayi itu begitu aktif hinnga membuatnya kelelahan karena selalu asik bermain tanpa henti.


Ellard Alvredo, orang-orang biasa memanggilnya dengan pangeran Ellard atau Baby Ellard nama yang akhirnya tersemat di bayi menggemaskan itu. Fredrico dengan bangganya memberikan nama kepada putranya di depan seluruh rakyat dan juga keluarga dekatnya. Fredrico berharap putranya dapat mewarisi tahtanya di kemudian hari dan menjadi pemimpin yang gagah berani namun memiliki kerendahan hati.

__ADS_1


“Kurasa iya, semalam dia begitu larut masih saja bermain dengan asiknya tanpa peduli dengan Bundanya yang sudah sangat lelah menemani sedangkan dia masih dengan penuh tenaga bermain hingga tak peduli waktu. Hampir tengah malam dia bermain sendiri hingga akhirnya dia terlelap juga. Namun setelahnya bahkan aku yang tak bisa tidur hingga hampir pagi.” Keluah Azzlea.


Baby Ellard yang sudah berada di dekapan Azzlea dengan lucunya menggesekkan hidungnya mencari sumber gizi untuk di konsumsinya. “Num… lad num (minum.. Ellard mau minum).” Ucap Ellard yang terus menerus menggesekkan hidungnya di dada Azzlea.


“Apa sekarang kau sudah lapar karena melihat Bunda hmm.. Apa Bunda harus selalu mendatangimu hanya untuk ini!” Azzlea mengomel kecil namun segera memberikan apa yang putranya butuhkan. Dengan lahap Baby Ellard menyusu kepada sang Bunda bahkan seolah orang lain tidak diizinkannya untuk mengambil apalagi meminta apa yang dimilikinya.


“Pelan-pelan saja sayang, tidak ada yang akan meminta milikmu ini.”


“Dimana Alpha?” Tanya Azzlea pada Leyna. Pasalnya saat bangun dari tidurnya Azzlea sama sekali tak melihat sang suami diranjang mereka bahkan dia sudah mencari di setiap sudut kastil namun tak kunjung ia temukan.


“Alpha berpesan kepada saya untuk menyampaikan kepada Luna bahwa Alpha akan keluar sebentar, ada beberapa hal yang harus di selesaikannya. Alpha juga berpesan kepada saya untuk jangan membangunkan Luna yang masih terlelap di ranjang. Alpha akan kembali dalam beberapa hari kedepan Luna.” Begitu ucap Leyna yang menyampaikan pesan dari Alpha Fredrico.


“Kurasa dia lagi-lagi pergi tanpa berpamitan padaku karena takut membangunkan ku yang masih terlelap. Apa ada hal penting yang kulewatkan mengapa dia tidak berpamitan padaku jika akan pergi dalam beberapa hari. Kurasa semakin lama aku akan semakin curiga padanya jika seperti ini terus terjadi” Azzlea menghela nafasnya dengan kasar.


“Aahh…. Satu lagi Alpha berpesan Luna, jangan khawatir jika Luna berfikir bahwa Alpha akan mencari wanita yang cantik di luar sana. Karena Alpha sudah memilikinya didalam kastil dan Alpha pastikan tidak akan ada wanita yang bisa menandingi kecantikan wanita itu dimanapun dia berada.” Sambung Leyna. Wajah Azzlea seketika memerah mendengar pesan terakhir dari suaminya itu.

__ADS_1


“Apa dia sungguh mengatakan itu padamu Leyna?” Tanya Azzlea penuh kecurigaan. Tanpa ragu Leyna menganggukkan kepalanya.


“Alpha mengatakan hal itu kepada saya tanpa ragu bahkan tanpa malu sedikitpun Luna. Bahkan jika diizinkan saya begitu iri kepada Luna karena Alpha begitu mencintai dan menyayangi Luna di seluruh hidupnya.” Ujar Leyna yang mengutarakan isi hatinya. Azzlea kembali tersenyum kearah Leyna. Mengingat gadis baik ini belum menemukan matenya.


__ADS_2