Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Saling Membenci


__ADS_3

Azzlea kini sudah berada ditempat dimana Queene berada. Melihat kedatangan Azzlea, Queene seolah menatap dengan hangat kedatangan Azzlea dengan penuh kerinduan karena Azzlea yang jarang sekali mengunjunginya. Sedangkan dirinya sendiri tidak diizinkan untuk keluar dari tempatnya walaupun untuk menemui Azzlea.


Queene merengkuh tubuh Azzlea, mengendus serta menjilati Azzlea dengan agresif. Azzlea tertawa kegelian karena Queen menunjukkan reaksi yang berlebihan kali ini. Azzlea tertawa saat merasa geli akibat ulah Queene.


"Cukup Queen. Sudah aku juga sangat merindukanmu." ujar Azzlea.


"Pembohong. Kau selalu berkata ingin mengunjungiku tapi setelah ku tunggu kau tak kunjung mengunjungiku." Queene merajuk.


Azzlea tersenyum mengusap kepala Queen dengan gemas. "Tapi bukankah hari ini aku datang kesini hm?" goda Azzlea.


Queen memalingkan kepalanya kesal dan tak ingin menatap mata Azzlea. Azzlea kembali tersenyum dengan tingkah gemas Queene, diraihnya kepala Queene agar menatapnya. Azzlea menatap mata Queene dengan lekat, sedetik kemudian Azzlea kembali menyunggingkan senyumnya.


"Hmmm... Benar apa yang dikatakan oleh Milly." ujar Azzlea seraya menatap kedua mata Queene. Queene mengerutkan keningnya, namun seketika itu pula dia mengerang karena Azzlea dengan santainya menyebut nama Milly didepannya.


"Aku tidak suka kau bersama dengannya Azzle." ujar Queene.

__ADS_1


"Mengapa? Bukankah dia sama indahnya denganmu?" ucap Azzlea.


"Wah.. Coba ku lihat sekali lagi warna matamu ini em." ujar Azzlea sekali lagi.


"Benar. Matamu sangat indah sekali. Apa lagi saat marah seperti ini tak membuat matamu berubah."


"Mengapa kau mengatakan hal ini padaku secara tiba-tiba Azzle. Bukankah warna mataku dengan matamu sama saja." kesal Queene.


"Benarkah? Aku hanya ingin memastikan apa yang diucapkan oleh Milly tempo hari. Ah benar matamu memang sangat cantik sekali Queen." ucap Azzlea.


"Mengapa kau sangat membencinya Queen?" tanya Azzlea.


"Jangan bertanya. Yang jelas aku sangat kesal padanya." kesal Queen.


"Hufthh... Apa karena dia lebih hebat darimu? Atau karena dia lebih indah darimu?" goda Azzlea. Queen semakin marah mendengar ucapan Azzlea, berkali-kali dia menggertakkan giginya menahan amarahnya.

__ADS_1


"Sial.. Aku benci melihatnya. Bahkan aku benci jika aku harus kembali bertarung dengannya."


"Kau tahu, meskipun tubuhnya berlumuran dengan darah sekalipun tetap tak membuat bulu putihnya itu kehilangan keindahan, bahkan sama sekali tak terlihat cacat sekalipun." kesal Queen.


Tawa Azzlea tiba-tiba pecah mengejutkan Queen yang tengah diselimuti dengan amarah. Queen kini bahkan mengerutkan keningnya melihat tingkah Azzlea yang justru tertawa melihat kekesalannya.


"Kalian berdua sangat lucu kau tahu." ujar Azzlea melanjutkan tawanya.


"Milly sama membenci mu seperti kau membencinya. tapi kalian justru membenci satu sama lain karena alasan yang sangat konyol."


"Milly mengatakan padaku bahwa dia sangat membenci mata biru milikmu ini. Dia juga mengatakan padaku meskipun kau marah warna matamu justru semakin indah. Dan sekarang aku justru mendengar kalau kau membencinya karena dia memiliki bulu yang lebih indah dari milikmu." ujar Azzlea.


"Kalian benar-benar luar biasa." imbuh Azzlea


"Huh... jangan menggodaku Azzlea. Aku benar-benar tak menyukainya sampai kapanpun." kesal Queene.

__ADS_1


__ADS_2