Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Paint


__ADS_3

Fredrico menuntun sang istri menjauh dari Frisca yang kini tengah kesakitan. Dari jauh terdengar jelas bagaimana Frisca terlihat menjerit menahan sakit. Entah apa yang dilakukan oleh sang istri Fredrico tak ingin bertanya apapun.


Jas hitam menempel erat ditubuh Azzlea untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya malam ditengah hutan. Azzlea sendiri nampak diam tak bersuara, matanya masih memancarkan sinar birunya.


"Aku menemukan Frisca diseberang sana apa yang harus kulakukan" ujar Victor yang sudah menyusul kearah Fredrico.


"Biarkan saja" jawan Fredrico.


"Kurasa dia sangat kesakitan" lirih Victor.


"Bantulah jika kau ingin membantunya" ucap Fredrico menatap tajam kearah Victor.


"Cih.. Kau kira aku akan berbelas kasih padanya"


"Aku menanyakan hal itu karena kufikir kau akan memberiku izin untuk melenyapkannya" ujar Victor dengan geram.


"Tidak perlu, dia sudah mendapatkan apa yang seharusnya didapatkannya" ucap Fredrico.


"Azzlea? Bagaimana keadaannya? Dimana dia" tanya Victor yang tak menyadari bahwa Fredrico sudah menemukan keberadaan Azzlea dan kini sudah berada didekapannya.


"Tidakkah kau melihat dia disini?" kesal Fredrico. Victor sedikit terperangah karena sama sekali tak menyadari keberadaan Azzlea yang sudah berada didekapan Fredrico.


Teriakan Frisca terdengar sangat nyaring ditelinga mereka yang mendengarnya, mereka tahu bahwa teriakan itu teriakan kesakitan yang teramat sangat. Bahkan beberapa Guards melapor jika tubuh Frisca mulai memucat bak mayat hidup.


"Fred" lirih Azzlea mulai membuka suara setelah hening beberapa saat.


"Ya sayang" jawab Fredrico.


"Aku ingin segera pergi dari tempat ini" lirih Azzlea lagi dengan suara bergetar.


"Ya.. Setelah ini kita akan segera kembali kekastil" jawab Fredrico menenangkan sang istri.


Brugh,,, Tiba-tiba saja tubuh Azzlea terduduk ditanah, beruntung Fredrico menopang tubuh Azzlea sebelum benar-benar jatuh ditanah.

__ADS_1


"Heii,, Azzle tenanglah aku akan segera membawamu kembali kekastil" ucap Fredrio dengan panik.


Dirasakan Azzlea meremas kuat pergelangan tangan Fredrico, sedangkan Fredrico sendiri agak kebingungan karenanya. Yang ada difikiran Fredrico saat ini kini Azzlea tengah syok dengan apa yang dilakukannya beberapa saat yang lalu, dan mungkin saja tubuhnya belum siap menerima sisi lain dari dirinya itu.


Azzlea masih terduduk ditanah, tangannya tetap meremas pergelangan tangan Fredrico. Bahkan semakin lama cengkeraman ditangannya semakin kuat yang dirasakan oleh Fredrico.


"Perutku Fred!" lirih Azzlea.


"Ada apa dengan perutmu?" tanya Fredrico mulai panik. Dilihatnya keringat mengalir deras dipelipis Azzlea, Fredrico berusaha mengusap keringat yang membanjiri dahi Azzlea.


Azzlea memegang kuat perut buncitnya, sakit yang tiada tara yang tak pernah dirasakannya seumur hidupnya. Semakin lama sakit itu semakin kuat bahkan kini menjalar dipinggang belakang Azzlea. Azzlea berusaha mengatur nafasnya yang mulai tak terkontrol karena menahan sakit yang luar biasa dirasakannya.


"Perutku terasa sangat sakit" ujar Azzlea memegang erat perut buncitnya.


"Sepertinya aku akan melahirkan" ucap Azzlea lagi seraya menggigit bibir bawahnya.


"Ap... Apa? Melahirkan? Sekarang?" ucap Fredrico tak percaya. Azzlea menganggukkan kepalanya pelan.


Begitu paniknya Fredrico saat mendengar bahwa Azzlea akan segera melahirkan. Dengan tubuh Bergetar Fredrico mengangkat tubuh Azzlea kedalam dekapannya. Kakinya secara tiba-tiba seperti mati rasa, kini keringat mulia membanjiri pelipisnya.


Dokter Helena yang tengah bertugas begitu terkejut melihat kedatangan Alpha dan Luna mereka diruangannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi saat ini diruangan tersebut ada beberapa manusia yang tengah memeriksakan diri kepada Dokter Helena.


"Akan kuurus" Victor yang ikut menyusul kepergian Fredrico segera turun tangan.


Entah apa yang dilakukan oleh Victor diluar sana kepada sepasang suami istri yang melihat kejadian didepan mata kepalanya itu. Fredrico dengan perlahan membaringkan Azzlea yang kini meringis kesakitan didekapan Fredrico.


"Apa yang terjadi kepada Luna, Alpha?" tanya Dokter Helena.


"Sepertinya istriku akan melahirkan. Periksa keadaannya aku tak ingin sesuatu hal buruk terjadi kepada mereka" ucap Fredrico dengan penuh kekhawatiran.


Azzlea menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang teramat sangat itu. Fredrico menggenggam jemari Azzlea memberi kekuatan kepadanya untuk tetap bertahan.


"Benar apa yang anda katakan Alpha. Luna akan segera melahirkan, saya akan segera mempersiapkan alat-alatnya. Namun sebelum itu kita pindahkan terlebih dahulu Luna diruang bersalin agar kami lebih mudah menanganinya" ujar Dokter Helena dengan sabar.

__ADS_1


Dokter Helena memanggil beberapa suster untuk membantunya, dan memindahkan Azzlea keruang bersalin tak jauh dari ruangannya dibantu oleh Fredrico yang terlihat nampak cemas dengan kondisi yang tengah dialami oleh Azzlea. Tak berapa lama kemudian mereka sampai di ruang bersalin. Fredrico memaki Dokter Helena karena dirasa mereka bekerja dengan sangat lambat.


"Fred" panggil Azzlea lirih. Tak diindahkannya panggilan dari Azzlea, Fredrico masih tetap memaki Dokter tersebut beserta suster yang akan menangani Azzlea. Dokter Helena hanya bisa menggelengkan kepalanya menanggapi makian dari Alphanya tersebut.


"Fred?!" panggil Azzlea sekali lagi, kini Azzlea sudah duduk bersandar seraya mengusap perutnya.


Fredrico menoleh kearah Azzlea yang sudah lebih tenang dari sebelumnya. Segera Fredrico menghampiri Azzlea.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Fredrico. Raut wajah cemas masih tercipta jelas diwajah Fredrico saat ini.


"Ya untuk sekarang. Rasa sakitnya seolah timbul dan hilang dalam sekejap" tutur Azzlea menjelaskan keadaannya.


"Apakah itu sangat sakit?" tanya Fredrico dengan polosnya.


Azzlea menganggukkan kepalanya pelan, "Aku masih bisa menahannya, jangan khawatir soal itu"


Fredrico sedikit lega karena Azzlea sudah seperti sebelumnya. Dengan sabar Fredrico menyeka keringat yang masih mengalir diwajah Azzlea.


Syuuttt,, Azzlea kembali merasakan sakit yang tadinya dia rasakan, tanpa sadar Azzlea meremas jemari Fredrico menyalurkan rasa sakit yang dialaminya.


"Mengapa kalian diam saja. Istriku kesakitan" teriak Fredrico.


Dokter Helena menghampiri Azzlea guna memeriksa jalan lahir calon bayi mereka.


"Saya memperkirakan Luna masih akan melahirkan beberapa jam lagi Alpha" ujar Dokter Helena.


"Mengapa harus beberapa jam lagi. Kau ingin melihat Luna mu kesakitan seperti itu ha?!" marah Fredrico menarik kerah baju sang Dokter.


"Memang seperti itu Alpha. Hal seperti ini.. Bu.. Bukan atas kehendak saya" jelas Dokter Helena dengan terbata-bata.


"Apa maksudmu Ha. Kau mau mati?" ancam Fredrico naik pitam.


"Saya... Saya tidak berani Alpha. Karena jalan lahir Luna belum terbuka sempurna. Hal ini sangat normal dialami oleh calon ibu yang akan melahirkan Alpha" jelas Dokter wanita itu. Dokter Helena berusaha untuk tenang karena kini nyawalah yang menjadi taruhannya.

__ADS_1


Fredrico pasrah dan melepaskan cengkeraman dikerah baju Dokter Helena. Meskipun dirinya tak paham sepenuhnya dengan apa yang diucapkan oleh Dokter tersebut padanya. Yang ditangkapnya hanyalah Dokter Helena memastikan bahwa sang istri akan baik-baik saja.


__ADS_2