Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 7 Finally I Came


__ADS_3

"Ada apa nona?" tanya faustin yang tengah menemani Azzlea membaca ditaman.


"Bisakah aku tak ikut kepesta malam ini" tanya Azzlea malas.


"Kurasa tidak nona, anda harus tetap ikut, terlebih lagi anda adalah anak dari seorang Beta" faustin menjawab dengan logis.


"Ya ya.. itulah kenapa aku tak suka menjadi anak seorang Beta, karena pada akhirnya keluarga Beta dan Alpha lah yang akan menjadi panutannya, huhft" azzlea kesal.


"Nona memang sudah ditakdirkan seperti itu" faustin menjawab dengan fakta yang ada.


Azzlea nampak murung, berbagia fikiran muncul dibenaknya, tapi tak ada satupun jalan keluar yang mulus, karena pada akhirnya dia akan tetap menghadiri pesta tersebut mengesalkan.


"Ah.. bagaimana kalau kakak ikut juga" pinta Azzlea.


Faustin menggelengkan kepalanya tak setuju, terlebih lagi dia sama sekali tak diundang dipesta tersebut.


"Ayolah kak, bukankah kata kakak keselamatanku adalah prioritas kakak hm" memasang wajah imut.


"Dan lagi aku tak memiliki teman disana, ayah dan bunda datangpun sebagai Beta, sedangkan aku" Faustin tetap menggelengkan kepalanya tak menyetujui permintaan Azzlea.


Benar adanya jika keselamatan gadis itu adalah prioritasnya, tetapi dia bisa memantau keadaannya dari jauh seperti biasanya.


"Lagipula di kartu undangan tertera boleh membawa teman"


"Ayolah kak hm hm" Azzlea memasang puppy eyes nya,


"Apa anda tidak malu nona, pergi kepesta dengan pria tua seperti ku?" tanya Faustin.


"Cih, imur kakak memang sudah sangat tua, bahkan sudah waktunya kakak menemui mate kakak"


"Dan lagi siapa yang menyuruh kakak untuk tetap bersamaku jika sadar kalau dirinya tua"


Faustin merasa kesal dengan ucapan yang dilontarkan oleh tuannya, tapi memang benar bahwa faktanya dia memang harus bertemu dengan mate nya diusia seperti ini.


"Ya kak, aku mohon hm" sekali lagi Azzlea memohon dengan sangat imut membuat faustin sulit untuk menolak permintaan azzlea.


"Baiklah baiklah, berhenti bersikap imut, itu membuatku menjadi mual" faustin pura pura menutup mulutnya sebenarnya menyembunyikan senyum dibibirnya.


"Cih" Azzlea membuang muka, tapi didalam hatinya dia kegirangan karena Faustin mau ikut bersamanya.


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Sesuai dengan janji nya, Faustin menemani Azzlea pergi ke pesta yang diadakan oleh Alpha, sebenarnya Azzlea enggan untuk pergi jikalau bukan karena permintaan bunda nya dan keharusannya sebagai anak seorang Beta.


Azzlea dibantu pelayannya mempersiapkan untuk dipakainya saat pesta, baik gaun sepatu dan aksesoris lainnya.


"Sudah siap nona" ucap kepala pelayan yang melayaninya.


Azzlea menatap tubuhnya didepan cermin besar setinggi tubuhnya, dia begitu terpana dengan kerja keras semua pelayan yang mendadaninya hingga secantik ini, menurut Azzlea.


Dia seperti bukan melihat dirinya, namun orang lain.


"Anda sangat cantik nona"


"Bahkan kami hanya memakaikan riasan tipis diwajah anda"


"Saya yakin pangeran Fredrico tidak akan bisa berpaling bila melihat wajah cantik anda" ucap kepala pelayan yang sangat puas dengan kerja mereka.


Wajah Azzlea tersipu malu dibuatnya, ya.. dia menyadari bahwa kali ini dia sangat cantik dengan polesan yang mereka berikan diwajahnya.


Selesai berdandan Azzlea keluar kamar menghampiri Faustin yang juga telah berdandan rapi dengan tuxedo hitam formal yang membuatnya nampak gagah juga tampan.


Faustin sengaja membuat dirinya agar terlihat muda untuk mengimbangi penampilan Azzlea yang nampak sangat cantik.


Faustin begitu terpesona dibuatnya, penampilan nonanya benar benar cantik menyilaukan mata, wajahnya yang cantik serta kulitnya yang putih membuat siapa saja pasti akan terpesona.


Ya, gadis cilik yang dulunya cengeng suka menangis kini telah menjadi wanita cantik yang dapat memikat mata pria yang memandangnya, disisi lain faustin juga merasa lega karena kini gadis cilik itu sudah beranjak dewasa, dan mungkin tak lama lagi gadis itu akan bersama dengan pasangannya yang entah siapa dia tak tahu.


"Ayo kak" ajak azzlea lagi.


Tersadar bahwa ia sedang melamun dengan canggung faustin menganggukkan kepalanya dan meminta azzlea untuk berjalan didepan, menuntunnya masuk ke dalam kereta yang telah dipersiapkan sebelumnya.


"Silahkan Nona" Faustin mempersilahkan azzlea masuk kedalam kereta diikuti oleh dirinya yang juga masuk kedalam kereta.


Kereta pun perlahan berjalan, menembus gelapnya malam, diperjalanan menuju kerajaan nyatanya tak hanya dia sendiri didepannya ada beberapa kereta dengan tujuan yang sama tengah melaju dengan kecepatan normal.


Didalam kereta itu banyak gadis gadis yang telah berdandan cantik hanya untuk memenuhi undangan dari tuannya.


Suara langkah kaki kuda terdengar beriringan bagaikan membentuk barisan mengantarkan tuannya di tempat tujuan dengan selamat.


Azzlea terdiam saat melewati gerbang istana, sebaik mungkin para pelayan kerajaan mempersiapkan pesta ini, terlihat bagaimana dekorasi mulai dari masuk gerbang utama hingga pintu utama kerajaan.


Para werewolf sudah datang memenuhi isi istana, banyak pula para gadis yang berdatangan dengan gaun berbagai bentuk warna dan ukuran.

__ADS_1


Azzlea merasa minder, pasalnya ini kali pertama dia menghadiri pesta besar seperti ini, apa yang akan dilakukannya nanti dia sama sekali tak tahu, selama ini yang dia tahu hanyalah buku dan buku tak ada lagi selain buku dikepalanya.


Dan lagi Azzlea sama sekali tak memiliki teman seperti halnya gadis yang lain, kekurangannya membuatnya enggan untuk berteman karena pada akhirnya mereka akan merendahkan Azzlea dengan kekurangannya.


"Silahkan Nona" Faustin turun terlebih dahulu mengulurkan salah satu tangannya untuk membantu Azzlea turun.


Azzlea turun dari kereta terlihat pula kereta didepannya turun gadus gadis yang siap untuk memeriahkan pesta kali ini.


Azzlea menyambut uluran tangan Faustin dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang gaun panjangnya.


Keduanya berjalan beriringan memasuki pintu utama, namun sebelum itu mereka harus menunjukkan kartu undangan yang mereka bawa.


"Maaf nona, di kartu undangan ini di harapkan untuk membawa teman wanita saja, bukan pasangannya" penjaga pintu utama tidak memperbolehkan Faustin untuk ikut serta kedalam pesta.


"Dan untuk tamu undangan pria kami memiliki undangan tersendiri nona" sambung penjaga itu memperjelas.


Azzlea merasa kecewa dengan pernyataan yang baru saja di ucapkan oleh penjaga.


"Bisakah anda membaca undangan yang saya tunjuk ini tuan" ucap Azzlea mencoba berbincang dengan penjaga.


Penjaga itu dengan patuh membaca undangan yang tertera didalamnya


"Dengan hormat diharapkan membawa teman untuk ikut serta dalam memeriahkan pesta yang akan diadakan" ucap penjaga itu dengan lantang.


"Apa kamu melihatnya tuan,! disana tidak tertera untuk membawa teman wanita, perlu digaris bawahi bahwa hanya diharapkan membawa teman" ucap Azzlea.


"Tapi nona, itu sudah menjadi per..."


"Peraturan yang ada menurutmu" Azzlea memotong ucapan penjaga.


"Tapi, apakah tuan yakin jika putri seorang Beta tidak diizinkan untuk masuk" ucap Azzlea berbisik dan menunjukkan kalung nya yang berlambangkan keluarga Nares.


Melihat kalung berlambangkan keluarga Nares seketika penjaga itu membungkuk dan meminta maaf kepada Azzlea karena telah lancang tidak memperbolehkan nya masuk.


Tak berani penjaga itu menatap wajah Azzlea, terlihat takut itulah yang tengah terpancar diwajah penjaga itu.


"Apa aku masih tidak boleh masuk" tanya Azzlea, sebenarnya didalam hatinya dia ingin pergi dari sini.


Tapi harapan tinggallah harapan, penjaga itu mengangguk pelan dan mempersilahkan Azzlea masuk kedalam.


"Angkat wajahmu tuan, aku tidak sejahat yang anda kira dan lagi aku juga tidak akan melaporkanmu pada ayahku"

__ADS_1


"Aku justru berharap pergi dari acara ini" azzlea berbisik dan pergi meninggalkan penjaga itu.


__ADS_2