
Grrr
Seekor serigala dengan tubuh besarnya mendekati Azzlea yang tengah menatap khawatir Faustin bertarung
Azzlea terkejut dan terjerembab ketanah, tak ada yang bisa dilakukannya, Azzlea merangkak mundur serigala itu menatapnya dengan tatapan membunuh, apa yang harus dilakukannya, dia lemah dia tak berdaya
Faustin!!! lupakan dia pun tengah bertarung didepan sana
Azzlea ketakutan, inikah akhir cerita hidupnya yang malang, mati ditangan serigala lain tanpa bisa melakukan apa-apa
Azzlea pasrah dengan kemungkinan yang akan terjadi dalam hidupnya
Serigala itu bersiap menerkam mangsa didepannya
Brugh
Dalam sekali hentakan serigala didepannya terpental jauh kebelakang dalam seketika itu pula mati terkapar
Gadis kecil itu mulai terisak, meratapi nasib hidupnya yang malang
Serigala putih bersih dengan tubuh tegapnya dalam sekali hentakan mampu merobohkan lawannya tanpa ampun
"To.. Tolong bantu dia" pinta Azzlea memohon dengan tubuh bergentar menatap Faustin yang tengah berjuang melawan sekumpulan serigala yang menghadangnya
Terlihat banyak darah keluar dari tubuhnya karena ulah lawannya yang saling mencabik, mencakar dan menggigit
Serigala putih itu terdiam memandang tubuh Azzlea yang bergetar, seolah acuh tak mengindahkan permohonannya
"A... Aku.. Aku mohon"
"Tolong bantu dia aku mohon" mohon Azzlea pada serigala putih itu
"Kami dari Vredo, bukankah kau juga dari vredo" tanya Azzlea
"Aku... Aku akan melakukan apapun asalkan kamu membantunya"
"Aku mohon hiks" isak Azzlea mengatupkan kedua tangannya memohon melihat Faustin semakin tak berdaya
Grr grr
Serigala putih itu menatap Azzlea dan Faustin yang sudah terbujur lemah secara bergantian
"Aku mohon" pinta Azzlea lagi
Srak... Brugh
Sekumpulan serigala itu satu persatu jatuh terpental karena ulah serigala putih yang membantu Azzlea
Sekumpulan serigala pontang panting lari dari serangan yang dilakukan oleh serigala putih itu secara bertubi-tubi
Tak ada celah tak ada kesempatan untuk melawan, dalam sekali hentakan semuanya tak berdaya
__ADS_1
Grrr
"Aku akan kembali" teriak serigala yang melarikan diri dengan penuh dendam
Jangan tanyakan bagaimana bentuk tubuh serigala itu, baginya bisa berlari adalah sebuah anugrah untuknya
Faustin sudah terbujur lemah dan banyak darah menutupi seluruh tubuhnya, bulu putihnya sudah berubah menjadi merah karena darahnya
"Kak" teriak Azzlea histeris melihat penjaganya terbujur lemah tak berdaya
Tanpa pikir panjang Azzlea berlari kearah Faustin
"Kak" panggil Azzlea sesegukan
Hatinya benar-benar sakit karena tak ada yang bisa diperbuatnya, dia selama ini hanya bisa menyusahkan semua orang karena kelemahannya
"Azzle minta maaf kak hiks"
"Ini semua karena Azzle"
"Kak hiks" panggil Azzlea
Tak ada sahutan dari Fustin, tubuhnya begitu lemah tak berdaya sekuat tenaga dia menyadarkan dirinya tapi hasilnya nihil, kesadarannya berangsur menghilang, pandangannya menjadi gelap, sebelum Faustin benar-benar kehilangan kesadarannya dia sudah terlebih dahulu mengubah wujudnya menjadi manusia
"Kak, bangun kak.. Aku mohon" pinta Azzlea histeris
Azzlea memeluk posesif tubuh lemah Faustin, menangis tersendu-sendu melihat tubuh penjaganya terkapar tak berdaya
"Naikkan dia dipunggungku" dengan suara bariton nya serigala itu memerintahkan Azzlea untuk menaikkan tubuh Faustin kepunggungnya
"Naik" perintah serigala itu pada Azzlea mutlak
Tanpa pikir panjang Azzlea naik kepunggung serigala putih itu dan membawa nya ke wilayah kerajaan dan dalam kecepatan kilat ketiganya sudah sampai di kastil kediaman Azzlea
Seorang penjaga kastil menunduk melihat seekor serigala beserta tuannya datang, penjaga kastil segera membukakan gerbang untuk memudahkan mereka masuk
"Bantu aku menurunkan Faustin"
"Cepat" teriak Azzlea tak sabar
"Bawa dia kekamar" perintah Azzlea pada pelayan yang tengah membawa tubuh Faustin
"Dan kamu panggilkan tabib"
"Cepat" perintah Azzlea panik pada pelayannya
Para pelayan dan penjaga yang melihat kedatangan tuannya dengan keadaan seperti itu sangat terkejut, tak ada yang berani bertanya ataupun menyela, mereka melakukan apa yang doperintahkan oleh tuannya dan membawa Faustin kekamar
Azzlea benar-benar kalang kabut melihat kondisi yang tengah dialami oleh penjaganya. Terlebih rasa bersalah merasuki dirinya, sebab ulahnyalah yang membuat penjaganya menjadi seperti ini
Pikirannya benar-benar kacau, dia sangat ketakutan melihat kondisi faustin yang sekarang, tak lama pandangan Azzlea kabur dalam seketika dia jatuh pingsan
__ADS_1
⭐⭐⭐
Matahari sudah terbit dari ufuk timur, sinar cahayanya memaksa masuk melalui celah kamar berwarna putih dominan biru langit
Seorang gadis masih setia memejamkan matanya, sudah semalaman gadis itu tak sadarkan diri namun hingga pagi menjelang dia masih tak membuka matanya
"Kau bilang dia baik-baik saja"
"Bahkan sampai sekarang dia tak membuka matanya"
"Kau membohongiku ha" teriak ayahanda murka pada tabib yang merawat Azzlea
Ya... Sejak kejadian semalam Azzlea tak sadarkan diri hingga hari sudah berganti, bahkan pagi sudah berganti siang
"Tubuhnya tak kuat melihat kejadian semalam Beta"
"Hal itulah yang membuat nonna Azzlea tak sadarkan diri"
"Bila tubuhnya sudah tenang saya yakin nonna akan segera siuman" jelas tabib yang mengobati Azzlea
"Sudahlah ayah, tidak perlu memarahi nya"
"Tabib berkata kalau anak kita baik-baik saja, dan bunda yakin dia baik-baik saja ayah" ibunda tampak tenang disamping anak gadisnya, walaupun hatinya pun ikut kacau tetapi dia tak ingin gegabah
"Bagaimana aku bisa tenang melihat nya tak sadarkan diri hingga sekarang" ucap ayahanda frustasi
Terlihat jelas sekali raut wajah ayah dan ibunda Azzlea yang nampak khawatir dengan kondisi putri kesayangannya
Rieka Nares merupakan mate dari seorang Beta Delvis Nares sekaligus ibunda Azzlea, wajah cantiknya tak pernah pudar walaupun usianya sudah tak muda lagi
Wanita itu kini menggenggam jemari putrinya, berharap agar sang putri segera membuka matanya, air mata nya tanpa terasa jatuh membasahi pipi mulusnya
Perlahan Azzlea membuka mata, mengatur pandangannya yang silau karena sinar matahari kesadarannya berangsur membaik
"Kakak" teriak Azzlea
Ibunda yang berada disampingnya sangat terkejut sekaligus senang karena pada akhirnya putri kesayangannya sadar dari tidurnya
"Sayang" ibunda membelai rambut panjang putri nya dengan hangat
"Bunda,, kak faustin bunda"
"Kak Faustin"
"Ini semua karena salahku bunda hiks" tangis Azzlea
Azzlea kembali menangis histeris menyesali perbuatannya, bunda tak tega melihat kondisi anak kesayangannya seperti ini segera dis memeluk nya dengan erat
"Tenang sayang" bunda menenangkan putrinya, mengusap lembut puncak kepalanya
"Semua karena aku bunda, kak Faustin terluka karena aku" isak Azzlea memeluk erat ibundanya, tubuhnya bergetar hebat
__ADS_1
Andai saja dia tak keluar wilayah, andai saja dia tak pergi kekota, andai saja dia tak asik membaca andai saja
Tapi apalah daya, semuanya sudah terjadi, semuanya karena salahnya, tak ada yang bisa diperbuatnya untuk melindungi orang yang kasihinya, bahkan untuk melarikan diripun dia tak bisa, sungguh miris