Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 6 Lie


__ADS_3

Ketukan pintu membuyarkan lamunan Azzlea yang tengah duduk bersandar di kursinya.


"Nona, waktunya untuk sarapan, nyonya dan juga tuan sudah menunggu dimeja makan" ucap kepala pelayan mengetuk pintu kamar membangunkan Azzlea.


Merasa tak ada jawaban kepala pelayan mengetuk pintu kamar Azzlea sekali lagi.


"Nona" memanggil kembali.


Dengan perlahan kepala pelayan yang sudah paruh baya membuka pintu kamar Azzlea yang tidak terkunci, dilihatnya Azzlea tengah tertidur dibawah selimut tebalnya.


"Nona" kepala pelayan menggoyangkan tubuh nonanya.


Uhuk uhuk


Azzlea terbatuk-batuk


"Apakah anda sakit Nona?" tanya kepala pelayan khawatir.


"Tidak, aku hanya sedikit tidak enak badan, aku hanya perlu istirahat sebentar"


"Tolong bawa sarapanku kemari" pinta Azzlea dibalik selimutnya.


"Ba.. Baik nona" pelayan segera keluar dari kamarnya.


'Sejauh inikah aku harus menghindar'


'Huh, mengesalkan' gerutu Azzlea dalam hatinya.


Tak berapa lama ketukan pintu dari luar kamar Azzlea, azzlea yang saat itu tengah duduk segera membungkus tubuhnya kembali dengan selimut.


"Kamu sakit nak" ternyata bunda Zinovia ikut naik keatas dimana kamar Azzlea berada karena khawatir dengan kondisi putrinya.


"Uhukk, aku tidak apa apa bunda, hanya perlu istirahat sebentar saja" ucap Azzlea lirih.


"Makan dulu sayang, bunda takut kamu sakit bertambah parah" ucap binda khawatir.


"Aku akan memakannya nanti bunda, biarkan Azzle istirahat ya" pinta Azzlea.


"Bunda tidak akan pergi jika kamu tidak mau makan, ayo bunda suapi" bunda perlahan membuka selimut tebal Azzlea, menyendokkan makanan kemulutnya.


Mau tak mau Azzlea menerima suapan yang diberikan pada bundanya, sebenarnya dia tak ingin melakukan hal ini, tapi demi menghindari pesta malam ini dia bertekad untuk berbohong hanya demi kebaikannya sendiri, karena ini adalah cara terakhir yang bisa dilakukannya.


Suap demi suap bunda dengan telaten menyuapi putrinya yang tengah sakit itu.


"Bagian mana yang sakit sayang" tanya bunda Zinovia dengan penuh kekhawatiran.


Azzlea menggelengkan kepalanya


"Azzle hanya ingin tidur sebentar bunda, mungkin esok hari Azzle sudah sembuh seperti sedia kala" Azzlea menjawab dengan lemah.

__ADS_1


Bunda menunggu azzlea hingga tertidur seraya membelai rambut putrinya, sebenarnya Azzlea tidak benar benar tidur, dia hanya memejamkan matanya berharap agar sang bunda cepat keluar dari kamarnya.


"Bagaimana keadaanya" ucap ayah Delvin ikut mendatangi kamar putrinya yang sedang sakit.


"Dia sedang tidur ayah, biarkan dia istirahat" ucap bunda meminta semua orang keluar dari kamar putrinya.


Ayah yang baru saja masuk kedalam kamar terpaksa harus keluar dengan berat hati.


"Huft" azzlea mengembuskan nafasnya, setelah kedua orang tua nya meninggalkan kamarnya.


"Kurasa anda baik baik saja nona" Faustin yang tengah berdiri di balik jendela tanpa sepengetahuan Azzlea membuat Azzlea terlonjak kaget dan hampir saja berteriak.


"Aku.. aku benar-benar sakit"


uhuk uhuk


Azzlea pura pura terbatuk.


"Aduh, kepalaku terasa pusing"


"Badanku terasa panas" Azzlea kembali membungkus dirinya kedalam selimut tebalnya.


"Jangan berpura pura sakit hanya untuk menghindari pesta malam ini nona" Faustin langsung menebak isi kepala Azzlea.


"Cih hebat sekali dia menebak isi fikiranku" batin Azzlea dengan kesal.


"Saya tahu anda sedang merencanakan sesuatu nona, jangan bertindak diluar batas" Faustin berbicara lagi.


Uhukk uhukk


Azzlea pura pura batuk.


"Pergilah kak, aku ingin istirahat" pinta azzlea di balik selimut.


'pergilah kak, untuk apa masih disini' gerutu Azzlea dalam hatinya.


Apa jadinya jika tahu kalau saat ini dia hanya berpura-pura saja, tak ada lagi yang bisa dilakukannya untuk menghindar.


"Saya tidak akan pergi nona, saya akan tetap disini menemani nona hingga sembuh" jawab Faustin menolak.


"Bagaimana aku bisa istirahat kak kalau kakak berada disini, pantaulah aku dari jauh" protes azzlea dengan suara lemahnya.


"Akan lebih baik jika saya tetap disamping anda nona" faustin kekeuh untuk tidak pergi dari hadapan Azzlea.


"Tapi..." azzlea kehilangan kata kata, ugh kesal sekali rasanya.


'dasar pria tua, ternyata selain belum mendapatkan mate, dia sangat keras kepala' batin Azzlea kesal didalam hatinya.


'Ya, aku yakin, mate nya akan ketakutan melihat dirinya yang seperti ini, cih mungkin saja mate nya akan memilih sendiri dari pada harus mendapatkan mate sepertinya'

__ADS_1


'Lagi pula untuk apa terus berada disini, pergilah seperti biasanya, lagipula ini kamarku'


'Pria mesum' teriak Azzlea dalam hatinya.


"Berhenti menyumpahi ku nona, saya takut itu akan membuat anda bertambah sakit" Faustin membuyarkan sumpah serapah yang tengah dilontarkannya dalam hati pada faustin.


"Siapa yang menyumpahi mu kak, aku ingin tidur jangan banyak bicara" ucap Azlea menyangkal.


Azzlea yang niat awalnya hanya membungkus dirinya dengan selimut menunggu Faustin yang tak kunjung pergi dari kamarnya tanpa sadar mulai tidur dengan lelapnya.


"Nona baik baik saja nyonya" terdengar suara sayup sayup tengah berbincang di samping azzlea.


"Tapi putri ku berkata kalau tadi pagi dia sakit, apa kamu tidak salah memeriksanya" tanya bunda rieka khawatir.


"Saya sangat yakin nyonya, Nona Azzle baik baik saja" jawab seorang tabib yang memeriksa Azzlea.


Sepeninggalnya tabib dari kamar Azzlea, bunda mengembuskan nafasnya ada rasa lega sekaligus tak percaya, mengapa putrinya berbohong seperti ini.


Hoam


Azzlea bangun dari tidurnya badannya terasa lelah dia merenggangkan tubuhnya namun terkejut melihat siapa yang tengah duduk di depannya dengan bersedekap dada.


"Bunda" azzlea kembali membungkus dirinya dengan selimut.


"Sudah lebih baik nak" tanya bunda Zinovia.


"Mmm... Sudah lebih baik bunda, besok aku akan sembuh bunda tidak perlu khawatir" ucap Azzlea.


"Syukurlah, cepat selesaikan makanmu, jangan lupa untuk bersiap diri untuk pesta nanti malam" ucap bunda Zinovia dingin.


"Bersiap, aku sedang sakit bunda" tolak azzlea


"Tidak perlu berbohong pada bunda lagi, tabib berkata kalau kamu baik baik saja"


"Jangan menghindar dengan cara kekanakan seperti ini"


"Ingat kamu adalah anak Beta, tidak seharusnya kamu memberi contoh yang tidak baik pada rakyat mu" penjelasan bundanya membuat tubuh Azzlea seketika lemah, bagaimana mungkin bunda nya tahu kalau dia tengah berbohong untuk menghindari pesta malam ini.


"Faustinnnnn" teriak azzlea.


Seketika Faustin sudah berada di kamar Azzlea saat mendengar teriakan dari Azzlea.


"Ada apa nona?" tanya Faustin panik.


"Jangan berpura pura kak"


"Kakak bukan yang memberitahu bunda kalau aku tidak sakit" teriak azzlea pada Faustin.


"Saya tidak tahu apa apa Nona, sungguh saya bersama dengan para penjaga dan belum bertemu dengan Nyonya dan juga Tuan Beta" jawab Faustin dengan jujur.

__ADS_1


"Pembohong" kesal Azzlea menarik selimutnya hingga menutupi seluruh badanya.


"Jadi maksud Nona, saat ini Nona sudah baik-baik saja bukan begitu. Syukurlah saya akan mempersiapkan semuanya untuk pesta malam ini" ujar Faustin yang seketika pergi meninggalkan kamar milik Azzlea.


__ADS_2